Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 47


__ADS_3

Author pov


Jam menunjukan pukul 2 siang, di mansion keluarga Raymond sedang sangat ramai dengan para pendekor.


Pendekor rumah sedang bekerja untuk mendekor mansion Raymond sebagus munkin, karna malam ini acara ulangtahun Christy.


Rasya juga terlihat sibuk mendekor sekitaran panggung, yang sengaja dibuat untuk princessnya itu berdiri malam nanti.


Christy datang dan memeluk Rasya dari belakang, membuat Rasya tersenyum dengan tingkah gadisnya itu.


"Aya udah, gak usah dikerjain. Lagian ada tukang dekor"kata Christy, membuat Rasya berbalik dan tersenyum pada kekasihnya itu.


"aku mau buat panggungnya bagus, supaya nanti malam kamu bisa menjadi pusat perhatian saat berdiri disana"kata Rasya memeluk Christy.


"aku gak mau, kalau entar malam kamu telat yah Aya"kata Christy


"iya princess"kata Rasya mencubit gemas pipi Christy.


"woy kerja-kerja, malah pacaran"teriak Fikra dari atas tangga yang sibuk memasang balon-balon.


"jomblo diam ***"kata Raja dengan suara yang tak kalah besar dari Fikra.


"nyadar an**ng"kata Fikra menatap Raja kesal.


"Fikra mulutnya, minta bunda lombokin?"tanya Siska bunda Raka.


"emang tuh bun, minta di lombokin"kata Raja meledek Fikra yang di tegur Siska.


"kamu juga yah Raja"kata Siska membuat Fikra terkekeh.


"lah kok aku sih bun"kata Raja dengan wajah cemberutnya.


"rasaim lo"kata Fikra menjitak kepala Raja.


Yang lain hanya tertawa melihat tingkah Raja dan Fikra, yang setiap hari bertengkar jika ditempatkan di satu ruangan yang sama.


"hmm Aya, aku pengen ngomong"kata Christy menatap Rasya yang masih tertawa, karena melihat tingkah Raja dan Fikra


"ngomong apa princess?"tanya Rasya, yanv langsung fokus pada Christy.


"kenapa yah, aku ngerasa gak enak gitu dihati aku?"tanya Christy membuat Rasya bingung, dengan apa yang Christy maksud.


"gak enak? Maksud kamu?"tanya Rasya mencoba untuk mengerti maksud kekasihnya itu.


"yah, aku ngerasa kayak janggal gitu hati aku. Gak tenang Aya"kata Christy dengan wajah yang terlihat berbeda.


"mungkin cuma perasaan kamu ajah princess"kata Rasya mengelus rambut Christy sambil tersenyum.


"hmm mungkin, tapi kamu gak sembunyiin apa-apakan dari aku kan?"tanya Christy menatap lekat manik mata Rasya, berharap bisa melihat sesuatu disana.


"gak ada"kata Rasya mencoba tidak gugup, agar Christy tidak curiga padanya.


"hmm soal Michel, apa dia datang malam ini?"tanya Christy dengan wajah sendunya.


"dia pasti datang"kata Rasya sangat yakin.


"kenapa kamu yakin banget?"tanya Christy bingung.


"karna aku tau, dia mencintai kamu"kata Rasya menarik pelan hidung Christy.


"dan kamu juga mencintainya, tetapi perasaan kamu tertutup karna kehadiran aku"kata Rasya dengan senyuman indahnya.


"ingat janji kamu yang pernah kamu katakan. Mamu akan tetap bahagia, walau bukan dengan aku"kata Rasya membuat Christy kesal, karena Rasya selalu mengingatkannya tentang janji aneh itu.


"kenapa selalu mengingatkan janji itu, aku tidak suka mendengarnya"kata Christy cemberut.


"suka atau tidak, kamu sudah berjanji princess. Jadi tepati"kata Rasya mengacak gemas rambut gadisnya.


"iya-iya Aya, nyebelin banget sih"kata Christy kesal


CUP


Rasya mencium pipi Christy, membuat gadis itu tersenyum dan pipinya memarah akibat malu.


Rasya mencubit pipi Christy, lalu kembali ke kerjaan dekorasi yang sempat ditundanya karna princessnya itu.


Christy tersenyum, lalu duduk disofa bersama Richard yang sedang sibuk memainkan hpnya.


Tetapi saat Christy datang, Richard langsung menyimpan hpnya dan menyandarkan tubuh Christy di dada bidangnya.


"kamu sudah dewasa rupanya"kata Richard tersenyum sambil mengelus rambut Christy.


"berkat abang, hidup aku bisa lebih bermakna di dunia ini"kata Christy sambil memainkan jari-jari Richard, yang lebih besar dari pada dirinya itu.


"apa kamu tau, kenapa abang sangat sangat sangat sayang sama kamu?"tanya Richard.


"memangnya kenapa?"tanya Christy penasara.


"karna kehadiran kamu buat abang senang. Mamu adalah gadis yang sangat baik dan gadis pertama, yang membuat abang luluh"kata Richard dengan senyuman manisnya.


"apa abang tahu, saat pertama kali abang membawaku ke dalam keluarga ini, aku fikir aku akan dibuang lagi seperti dulu. Ternyata aku salah, kalian sangat menyayangiku. Terkadang aku mikir, apa aku pantas mendapatkan semua ini?"kata Christy mengingat semua hal, yang sudah keluarga Raymond lalukan untuknya.

__ADS_1


"sangat pantas, kamu sangat pantas mendapatkan semua ini. Kasih sayang, harta, kepintaran, dan kecerdikan. Itu semua sangat cocok untuk seorang gadis baik seperti mu"kata Richard mencium kepala Christy.


"aku ingin bahagia, aku tidak mau di hadapkan dengan masalah lagi. Aku ingin selali tersenyum, tapi kenapa takdir selalu mempermainkan aku"kata Christy, lalu duduk tegap menatap Abangnya itu.


"kamu bisa bahagia dan bisa terus tersenyum. Tapi semua itu butuh usaha bukan? Sejak kecil, abang selalu mengajarimu untuk berusaha agar mendapatkan apa yang kamu mau"kata Richard menggenggam tangan Christy.


"salah satunya kebahagiaan. Kamu harus berusaha, bukan hanya dengan tenaga tetapi juga fikiran dan hati. Kebahagiaan abang hanya satu, melihat kamu bahagia itu sudah lebih dari cukup"kata Richard tersenyum dan menatap manik mata Christy.


"apa tidak ada kebahagiaan lain? Kenapa hanya melihat aku bahagia?"tanya Christy yang penasaran, kenapa kebahagiaan Richard sesederhana itu.


"entahlah, aetelah kehadiranmu prioritas abang hanya satu. Yaitu membuatmu bahagia, tidak ada yang lain"kata Richard yang lagi-lagi tersenyum pada Christy.


Christy tersenyum tulus, lalu memeluk Richard begitupula Richard yang membalas pelukan adiknya.


//Skip//


Jam sudah menunjukan pukul 6 sore, hmm bisa dikatakan malam. Christy dkk dan Raka dkk sudah siap dengan pakaian mereka.


Mereka semua sudah berada di lantai dasar, untuk menyambut tamu. Tetapi Christy dia masih di dandan di kamarnya. Oleh prias yang sudah disewa.


Tiba-tiba Rasya dan Richard masuk kekamar Christy, melihat gadis itu yang sangat cantik dengan polesan make up  yang tidak terlalu tebal.


Kedua pria itu tersenyum, melihat orang yang sangat mereka sayang itu malam ini terlihat benar-benar cantik.


Setelah selesai didandan, Christy berdiri menghadap kedua pria tampan yang ada didepannya sambil tersenyum.


Christhly terlihat cantik dengan dress dibawah lutut, berwarna tidak terlalu terang dan identik dengan gambar bunga-bungaan.


Sedangkan Rasya dan Richard memakai setelan jas yang sama, berwarna putih dengan kera bergaris hitam dan bunga mawar yang berada di saku jas atas sebelah kiri.


"princess, kamu sangat cantik"kata Rasya tersenyum lebar, melihat betapa cantiknya Christy malam ini.


"adik abang sangat cantik"kata Richard yang juga tersenyum pada Christy.


"kalian juga, malam ini sangat tampan"kata Christy, menatap kedua pria yang disayanginya itu.


"mari turun. Tamu sudah mulai banyak dibawah"kata Richard


Christy berjalan ditengah Richard dan Rasya, dengan menggandeng lengan kedua pria itu lalu berjalan beriringan.


Mereka bertiga turun dari tangga, membuat semua tamu terpesona dengan kecantikan dan ketampanan mereka.


"Christy cantik banget"


"tuh cowok 2 orang ganteng banget njiir"


"beruntung banget jadi Christy"


Kurang lebih seperti itu perkataan para tamu-tamu, yang tidak lain adalah anak-anak SMA IHS.


Beberapa rekan kerja Raymond ayah Christy juga diundang malam ini, bahkan anggota KING COBRA juga ada, tetapi mereka memakai baju yang sudah disiapkan Richard.


Saat sampai di lantai dasar, Raka dkk dan Fara dkk mendekat kearah Christy. Satu persatu dari mereka memeluk Christy bergantian.


"selamat ulangtahun Chris, wish you all the best"kata putri


"lo makin tua Chris"kata Tasya terkekeh.


"selamat ulangtahun. Semoga lo selalu bahagia"kata Fara tersenyum tulus pada sahabatnya itu.


"princess abang udah gede. Selamat ulang tahun cantik"kata Raka memeluk Christy dan mencium kening adiknya itu.


"semoga kamu panjang umur dan selalu menjadi Chris yang abang kenal"kata Raja tersenyum bahagia.


"hari ini senyum terus yah Chris  jangan datar kayak aspal lo"kata Fikra membuat Christy terkekeh.


"happy birthday chris"kata Dimas


"selamat ulangtahun"kata Revano tersenyum manis


"makasih buat ucapannya. Dan makasih selalu ada didekat gue selama ini"kata Christy menatap para sahabatnya.


"malam ini adalah punya lo. Buat mereka semua melihat kecantikan seorang Christy Walton Raymond"kata Fara tersenyum.


"pasti Far"kata Christy yang juga tersenyum


Saat mereka sedang asik berbincang, tiba-tiba Raymond dan Siska mendekat. Tetapi ada 3 orang yang juga ikut mendekat kearah Christy dkk dan Raka dkk.


"salamat ulangtahun. Anak ayah udah dewasa sekarang"kata Raymond memeluk dan mencium anaknya itu.


"selamat ulangtahun sayang, maaf sering ninggalin kamu dimansion"kata Siska selaku bunda Christy.


"makasih ayah, bunda. Chris sayang sama kalian, makasih udah rawat Chris selama ini. Chris gak akan lupa jasa ayah dan bunda selama ini"kata Christy memeluk kedua orang yang sangat disayanginya itu.


3 orang didepan Christy terlihat tersenyum kecut, melihat princesa mereka terlihat dekat dengan keluarga lain, berkelakuan manis dengan kedua orang itu. Tetapi tidak pada mereka.


Richard menatap 3 orang itu dengan tatapan mengintimidasi, Richard tidak tau jika mereka akan datang.


Rasya yang menyadarinya, membisikan sesuatu pada Richard. Membuat Richard mengangguk pelan.


"gue yang undang bang, gue gak mau lihat princess selalu benci sama keluarganya"bisik Rasya.

__ADS_1


Christy menatap ke 3 orang yang ada dihadapannya itu, berusaha menetralkan wajahnya agar tidak terlihat sedih.


"apa ini saatnya, aku berdamai dengan masa lalu. Tuhanku mohon buat semuanya lancar"batin Christy


"lakukanlah, ada abang"batin Richard


Megan dan Wijaya menatap putri mereka sendu. Ingin sekali mereka memeluk Christy erat dan memperbaiki kesalahan mereka.


Jika kalian berfikir mereka adalah keluarga Stamford, maka kalian sangat tepat. Malam ini mereka juga datang, bahkan Faris kakak sulung Christypun datang.


"Dara"panggil Megan dengan air mata yang sudah mengalir


"maafkan daddy sudah membuatmu seperti ini"kata Wijaya menatap sendu putri kesayangannya itu.


"itu hanya masa lalu. Aku sudah memaafkan kalian sejak dulu, tapi aku hanya takut kejadian itu terulang lagi. Makanya selalu menghindar dari kalian"kata Christy menatap satu persatu keluarga kandungnya.


"maaf"kata Megan dan Wijaya menunduk.


"aku ingin memeluk kalian, apa boleh?"tanya Christy menatap kedua orangtuanya.


Megan dan Wijaya mengangguk semangat, mengiyakan pertanyaan putri yang sangat mereka rindukan.


Megan dan Wijaya memeluk Christy erat. Begitupula dengan Christy, jika boleh jujur Christy sangat merindukan pelukan hangat orangtua kandungnya itu.


Setets air mata jatuh dimata cantik Christy, satu persatu kebahagiaannya mulai terlihat. Salah satunya berbaikan dengan masa lalu.


Christy melepaskan pelukannya, lalu menghapus air mata kedua orangtuanya itu dan tersenyum manis pada keduanya.


"aku rindu daddy dan mommy. Sangat rindu"kata Christy


"kami jauh lebih merindukan kamu sayang"kata Megan mengelus surai rambut Christy.


Ada satu pria yang tersenyum disamping Wijaya, pria itu adalah Faris kakak pertama Christy. Yang sangat sayang pada Christy sama seperti Richard.


Christy tersenyum, lalu memeluk kakaknya itu. Mengelus punggung Faris.


"abang rindu"kata Faris mencium kepala Christy.


"aku juga bang"kata Christy mengeratkan pelukannya.


"hapus air mata kamu, jangan menangis di hari bahagiamu ini"kata Faris tersenyum manis pada Christy.


"sekarang, keluarga lo udah utuh. Semoga kebahagiaan lo akan terus berlanjut"kata Fara menatap lekat manik mata Christy.


"makasih karna kalian selalu ada buat gue di masa-masa kelam gue dulu"kata Christy mematap para sahabatnya.


"itu gunanya sahabat"kata Tasya tersenyum tulus.


"sahabat itu harus serasa"kata Putri tersenyum lebar.


"Chris, naik kepanggung sekarang. Sudah saatnya tiup lilin"kata Raymond menatap Christy.


"apa tidak bisa menunggu sedikit lagi ayah?"tanya Christy


"semua sudah lengkap, apa ada yang kamu tunggu?"tanya Raymond bingung.


"tinggal 1 orang lagi. Aku mohon tunggu sebentar"kata Christy membuat semua orang mengerti.


Christy berjalan kearah pintu mansion, berharap orang itu datang malam ini dan kebahagiaan Christy benar-benar lengkap malam ini.


Rasya datang menghampiri Christy untuk mengajaknya naik ke panggung, karna semua tamu sudah menunggu proses peniupan lilin dan pemotongan kue.


"princess, mereka sudah menunggu"kata Rasya


"tapi dia belum datang Aya"kata Christy menatap Rasya sendu.


"apa yang kamu tunggu Michel?"tanya Rasya


"iya"jawab Christy sendu


"jika diwaktunya kamu tidak meniup lilin, Michel akan sedih"kata Rasya


"aku ingin semua orang lengkap malam ini. Tapi kenapa dia tidak datang? Apa dia sudah lupa padaku?"tanya Christy menatap Rasya.


"jangan berfikir seperti itu. Mungkin Nichel tidak memiliki libur, dan tidak bisa ke indonesia"kata Rasya menggenggam tangan Christy.


"mari naik kepanggung. Tiup lilin itu"kata Rasya tersenyum.


Christy terpaksa ikut bersama Rasya keatas panggung, berdiri bersama semua orang-orang yang disayangnya.


Diatas panggung ada Raymond,Megan, Siska, Wijaya, Richard, Faris,Raka dkk dan Christy dkk.


Christy berdiri tepat didepan kue ulangtahun yang cukup besar. Lilin sudah dinyalahkan, Christy hanya tinggal mengucapkan harapannya lalu meniupnya.


"sebelum meniupnya, katakan harapanmu"kata Richard pada Christy


"aku hanya ingin bahagia bersama orang-orang yang aku sayang. Tetapi malam ini ada satu orang yang tidak datang, dan itu buat aku sedih. Aku ingin dia ad..."kata Christy terhenti.


Christy menatap seorang pria tampan menggunakan jas biru navy, pria itu berdiri didepan pintu dengan senyuman manis


"dia datang"kata Christy tersenyum bahagia.

__ADS_1


__ADS_2