Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 67


__ADS_3

Disebuah hotel berbintang lima milik keluarga Raymond, terlihat seorang pria paruh baya dan juga gadis cantik. Keduanya sedang menikmati makan siang di hotel tersebut. Mereka adalah Raymond dan Christy. Sepeninggalan mereka dari IHS, Raymond mengajak Christy untuk makan siang dihotel berbintang lima miliknya itu.


Mulai dari makanan hingga minuman yang menjadi favorit Christy sudah disiapkan pelayan hotel atas perintas Raymond. Christy hanya bisa tersenyum tulus dengan apa yang ayahnya itu lakukan untuknya.


"ayah kenapa?"tanya Vhristy pada Raymond yang sedari tadi memperhatikannya makan.


"ayah gak apa-apa, udah lanjutin makannya princess"jawab Raymond dengan senyum yang nampak sangat terpaksa.


"apa ayah tahu? Ayah adalah pembohong yang sangat buruk. Bilang ke aku, ayah kenapa?"tanya Christy sekali lagi dan menggenggam tangan Raymond.


"soal tadi pagi... "kata Raymond terhenti karena Christy lebih dulu memotong perkataannya.


"aku tidak apa-apa ayah. Mungkin bunda tidak sengaja berkata seperti itu"kata Christy berusaha tetap kuat dihadapan ayahnya.


"ayah tidak bisa membela kamu, maaf"kata Raymond sendu.


"ayah tidak usah minta maaf. Aku tidak apa-apa, sudahlah itu sudah lewat juga kan"kata Christy seolah tidak terjadi apa-apa padanya.


"princess sayang sama ayah?"tanya Raymond menatap lekat mata putri kesayangannya itu.


"itu bukan rahasia lagi, ayah tahu kalau aku sangat sayang sama ayah dan bunda"kata Christy tersenyun tulus.


"kalau princess sayang sama ayah,princess harus janji gak akan pergi ninggalin ayah"kata Raymond memegang kedua tangan Christy.


"apa ayah tahu, aku bukan tuhan yang tahu kapan aku akan pergi. Walaupun aku bisa melihat sesuatu yang akan terjadi, tapi aku gak berhak buat rubah semuanya"kata Christy menatapa lekat kedua mata ayahnya.


"ayah sayang sama princess, ayah gak mau princess pergi ninggalin ayah"kata Raymond menunduk sendu.


"apa bang Richard ngomong sesuatu ke ayah?"tanya Christy.


"kamu tahu betul bagaimana sifat Richard, dia tidak akan segan-segan membawa kamu pergi seperti dulu"kata Raymond.


"ayah tidak usah khawatir, aku akan bicara ke bang Richard"kata Christy.


"apa kamu yakin dia akan mendengarkan perkataanmu? Bagaimana kalau dia benar-benar membawamu pergi meninggalkan ayah"kata Raymond takut.


"kita lihat nanti, untuk sekarang ayah gak usah khawatir. Aku akan tetap didekat ayah"kata Christy tersenyun tulus.


"makasih princess, setidaknya rasa takut ayah sedikit menghilang"kata Raymond sedikit tersenyum.


"kembali kasih ayah"kata Christy tersenyum.


//skip//


Jam menunjukan pukul 5 sore, mansion Raymond tampak ramai dengan kehadiran Raka dkk dan Fara dkk. Christy? Gadis itu belum pulang sama halnya dengan Raymond ayahnya.


Richard? Pria itu baru saja turun dari kamarnya, keadaan mansion yang tadinya ramai dengan suara Fikra dan Dimas, seketika menjadi hening karena kedatang Richard yang tiba-tiba.


Pria itu menatap semua orang dengan tatapan dinginnya, tatapan pria itu benar-benar menakutkan membuat semua orang terdiam seribu bahasa.


Richard menatap Siska bundanya dengan tatapan tajam, kejadian tadi pagi membuat Richard cukup marah. Richard yang baru saja istirahat di kamarnya seketika terbangun akibat mendengar perkataan Siska yang menyebut Christy orang asing.


Batin Richard cukup kuat membuat singa itu terbangun dari tidur nyenyaknya, andai ini sebuah film mungkin pemerannya akan menampilkan tatapan melototnya yang tiba-tiba terlihat saat sedang tertidur pulas.


"kamu kenapa masih disini"kata Richard penuh penakan sambil menunjuk kearah seorang gadis yang duduk disebelah Siska, yang tidak lain adalah Zee.


"bunda yang suruh dia datang"kata Siska yang mendapat tatapan elang dari Richard.

__ADS_1


"saya bertanya pada dia bukan pada anda. Jadi sebaiknya anda diam"kata Richard dengan nada mengintimidasi membuat Siska terdiam dan ingin menangis.


"saya tanya kamu kenapa masih disini"kata Richard lagi dan lagi menunjuk Zee.


"aa...aaa..aku disuruh bunda kesini"kata Zee terbata-bata karena takut.


"Richard sudah bunda bilang , bunda yang suruh dia kesini. Jangan membuatnya takut"kata Siska memeluk Zee.


"SUDAH BERAPA KALI SAYA BILANG, SAYA BERTANYA PADA DIA BUKAN PADA ANDA MENGERTI"Kata Richard dengan suara yang sangat besar, membuat para maid menengang karena takut.


"BANG"teriak Christy dari arah pintu bersama dengan Raymond ayahnya.


Christy berjalan mendekat kearah Ruchard dan berdiri disamping abangnya itu, Christy menatap Siska dengan tatapn sendunya. Melihat tangan Siska yang memeluk Zee cukup membuatnya cemburu.


"bang Richard kenapa bentak bunda?"tanya Christy tidak habis fikir dengan kelakuan abangnya itu.


"karena abang tidak suka jika abang bertanya pada seseorang dan yang menjawab orang lain"kata Richard yang masih menatap Siska dan tidak mau menatap Christy.


"abang lihat aku. Bang Richard udah sakitin hati bunda, aku mohon jangan gini bang"kata Christy memegang kedua tangan Richard.


"sudah saya peringatkan berapa kali,dia tidak boleh menginjakan kakinya di sini. Apa kalian semua tuli HAH"bentak Richard menunjuk semua orang.


"bang jangan seperti ini"kata Raja yang mulai bersuara.


"bukan urusan kamu"kata Richard mendorong Raja menggunkan telunjuknya, membuat Raja sedikit terdorong kebelakang.


"Richard, ini mansion milik ayah kamu. Kamu tidak berhak melarang siapapun untuk datang kesini, termaksud Zee"kata Siska berdiri dengan emosi yang meluap.


"anda salah besar. Mansion ini sudah menjadi milik saya, jika tidak percaya tanyakan pada suami anda"kata Richard menunjuk Raymond, seolah Richard lupa jika yang ditunjuknya itu adalah ayahnya sendiri.


"maksud ayah apa? Bang apa yang abang lakuin sebenarnya?"tanya Christy bingung.


"semua ini demi kebaikan kamu princess, jadi abang mohon ikutin cara abang"kata Richard.


"dan satu lagi princess, siapkan pakaianmu malam ini kita akan pergi"kata Richard membuat Christy menatap Richard.


"maksud lo apaan bang? Kalian mau kemana? Kenapa harus Vhris yang abang bawa?"tanya Michel yang mulai marah.


"dia adik saya, jadi dia adalah hak saya. Mengerti"kata Richard menatap Michel.


"bang tapi mau kemana? Apa kita juga harus ikut? Kami siap ikut"kata Fara.


"kalian tetap disini"kata Richard.


"princess bersiaplah"kata Richard


"bang, tapi aku gak mungkin pergi. Aku gak mungkin ninggalin mereka"kata Christy menatap Richard berharap abantnya itu mengerti.


"ayah mohon sama kamu jangan bawa Chris pergi. Apa tidak cukup waktu itu kamu sudah memisahkannya dari kami"kata Raymond sendu memegang tangan Christy menandakan dia sangat takut jika putrinya itu pergi.


"bang aku mohon fikirkan lagi, kami janji akan menjaga Chris dengan baik disini"kata Raka memohon.


"sayangnya kalian sudah membuang kesempatan yang saya berikan untuk kalian, buktinya kalian membuat princeas sedih lagi dan lagi"kata Richard.


"saya mohon pada kamu jangan membawa Chris pergi, kami baru saja berbaikan. Apa kamu harus membawanya pergi"kata Wijaya daddy kandung Christy.


"saya fikir dengan anda mendapatkan maaf dari princess, anda akan selalu menjaga adik saya. Tapi apa? Disaat adik saya dikatai orang asing, apa reaksi anda? Kenapa tidak membelanya? Kenapa hanya diam? Jawabannya hanya satu. Itu semua karena anda tidak tahu caranya menjaga sesuatu yang berharga dihidup anda"kata Richatd menunjuk Wijaya membuat pria paruh bayah itu terduam seribu bahasa.

__ADS_1


"ikut abang"kata Richard menarik Christy membuat genggaman tangan Raymond terlepas.


Keadaan menjadi tegang, Michel mengacak rambutnya frustasi. Pria itu tidak bisa membayangkan jika Christy Benar-benar akan dibawa pergi oleh Richard.


Raymond seketika menjadi marah, pria itu menatap istrinya tajam menandakan dia sangat marah. Raymond tiba-tiba menarik Siska mendekat kearahnya lalu menatapnya tajam.


"maaf"kata Siska menunduk takut.


PLAK


Suara tamparan itu seketika menggema di dalam mansion, semua orang menatap Raymond tidak percaya. Selama ini pria paruh bayah itu tidak pernan menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah.


Siska memegang pipinya yang merah akibat tamparan suaminya itu, Siska menangis terisak membuat Raka dan Raja menjadi kasihan pada bunda mereka itu. Tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa saat melihat kemarahan ayah mereka.


Megan mendekat kearah Siska untuk menenagkannya, Raymond bukannya merasa kasihan dia justru masih menatap Siska marah. Sudah habis batas kesabarannya untuk menyelesaikan masalah yang selalu saja ada dikeluarganya itu.


"lihatlah, karena perkataan kamu sekarang kita akan kehilangan princess lagi. Kamu tahu betapa besar rasa sayang aku ke princess, dia anakku aku tidak bisa jauh dari dia"kata Raymond mengacak rambutnya frustasi.


"hiks hiks aku minta maaf hiks hiks aku tidak bermaksud berkata seperti itu pada Chris"kata Siska yang terisak.


"kamu bodoh, selama ini kamu tidak pernah menyakiti hati princess. Lalu sekarang kenapa? Ada apa dengan kamu? Kenapa kamu jadi berubah seperti ini"kata Raymond menatap Siska sendu.


"aku juga menyesal, tapi kamu tidak pernah menamparku. Dan sekarang,kamu menamparku hanya karena anak itu"kata Siska kembali membuat Raymond semakin marah.


"apa kamu bilang? Anak itu? Anak itu siapa hah? Sejak kapan kamu menyebut Chris dengan kata anak itu?"tanya Raymond marah.


"semuanya berubah karena anak itu,Raka dan Raja menjadi jauh dari aku karena dia. Dan sekarang kamu menampar aku karena dia, sebenarnya apa yang kamu lihat dari dia? Bahkan dia bukan lahir dari rahimku"kata Siska membuat semua orang menatapnya tidak percaya.


"Siska apa yang kamu katakan? Apa maksud semua ini?"tanya Megan tidak percaya.


"memang benar keputusan kalian dimasa lalu untuk membuang dia,karena dia memang pembawa sial. Lihatlah sekarang keluargaku hancur karena anak pembawa sial itu"kata Siska menatap Megan.


"adikku bukan pembawa sial"kata Revano marah.


"daddy, kenapa daddy diam? Dia menyebut adikku pembawa sial. Daddy harus menghukumnya"kata Revano pada Wijaya yang sedari tadi diam.


"kenapa bunda seperti ini? Chris bukan pembawa sial"kata Raja.


"kalian harus sadar, karena kehadiran anak itu semuanya menjadi hancur. Dulu karena dia Faris terluka dan sekarang karena dia keluarga kita hancur"kata Siska membuat semua yang mendengarnya menjadi sakit.


"CUKUP "teriak Raymond marah.


"kenapa kamu jadi seperti ini? Siapa yang membuat kamu seperti ini?"tanya Raymond yang kehabisan akal menghadapi istrinya itu.


"aku seperti ini, karena aku mau menyelamatkan keluarga kita"kata Siska.


Pertengkaran demi pertengkaran disaskikan christy dan Richard dari atas, hati Christy cukup sakit mendengar perkataan Siska barusan.


Richard hanya bisa tersenyum sinis memperhatikan semua orang yang berdebat dibawah, tekadnya menjadi sangat bulat untuk membawa Christy pergi.


"apa sekarang kamu masih mau tinggal satu atap dengan mereka, orang yang bahkan menyebut kamu anak pembawa sial"kata Richatd menatap Christy.


"mungkin pergi adalah cara terbaik untuk saat ini"kata Christy menatap semua orang di bawah.


"lagi dan lagi aku kecewa. Bunda buat aku kecewa, kenapa  bunda? Apa melihat aku membuat bunda marah? Kenapa tidak dari dulu saja bunda menyuruhku pergi? Kenapa harus sekarang dan dengan cara seperti ini. Anak pembawa sial? Sepertinya kalimat itu menjadi sangat akrab denganku sekarang. Aku akan pergi jika itu mau bunda"batin Christy.


"maaf membuat kamu mendengar semua ini, abang hanya mau kamu jauh dari orang yang membuat kamu sakit"batin Richard.

__ADS_1


__ADS_2