
Author pov
Sekarang Christy sedang duduk sendiri di balkon kamarnya, menikmati hembusan angin malam yang menabrak tubuhnya.
Christy merasa senang, karna sekarang orang yang Christy cintai sudah kembali, laki-laki yang membuat Christy bertahan.
Tapi di tengah kebahagiaannya ada rasa kehilangan seseorang. Christy merasa bersalah sudah melukai hati Michel, seorang laki-laki yang setia mencintainya.
Tapi jika boleh jujur, Christy sudah mulai mencintai Michel. Tetapi Rasya muncul dan membuat perasaan Christy menjadi bimbang.
"Cel, aku minta maaf udah buat kamu terluka. Ini yang aku takutkan, aku takut jika kamu masuk kedalam alur ini. Kamu akan tersakiti, maaf"kata Christy mematap langit malam yang begitu indah.
Tiba-tiba seorang pria datang dan duduk disebalah Christy. Pria itu adalah Raka. Christy dia tersenyum manis pada abangnya itu.
"bang raka kenapa belum tidur?"tanya Christy menatap Raka yang ada disebelahnya.
"harusnya abang yang nanya, kenapa kamu belum tidur? Kenapa duduk di balkon pake baju kayak gini? Nanti masuk angin kamu"kata Raka menutupi badan Christy dengan selimyt kecil, yang dibawanya tadi.
"lagi pengen hirup udara malam bang"kata Christy menyandarkan kepalanya di bahu Raka.
"bang, kira-kira Michel baik-baik ajah disana?"tanya Christy yang sedih memikirkan bagaimana keadaan Michel saat ini.
"ingat perkataan Michel sebelum pergi, dia akan baik-baik saja dan akan kembali disaat waktunya sudah tepat"kata Raka mengelus kepala Christy yang bersandar dibahunya.
"lusa adalah hari spesialku, apa dia mau datang?"tanya Christy dengan nada sedihnya.
"abang tidak tau. Apa kamu ingin dia datang?"tanya Raka menggenggam tangan Christy.
"jika boleh jujur, aku rindu kehadiran Michel, aku ingin mendengar suaranya dan melihat wajahnya lagi"kata Christy lalu menatap Raka. Raka mengerti bagaimana perasaan adiknya, namun dia juga bingung harus berbuat apa.
"abang akan mencoba menghubungi Michel"kata Raka tersenyum tipis pada Christy.
"semoga dia mau datang bang"kata Christy sendu
"hmm hubungan kamu sama Rasya baik-baik ajah kan?"tanya Raka mencoba mengalihkan pembicaraan.
"iya bang, udah hampir satu bulan Rasya kembali. Saat ulangtahun aku nanti, itu tepat 1 bulan Rasya bersamaku"kata Christy tersenyum bahagia. Namun tidak untuk Raka.
DEG
Raka mendadak terdiam setelah mendengar perkataan christy. Sudah satu bulan, itu artinya waktu yang difonis dokter sudah hampir habis.
Raka hanya bisa berharap Rasya akan tetap bertahan, agar bisa membuat Christy bahagia lebih lama lagi.
Raka tidak bisa membayangkan, jika Christy tau soal penyakit Rasya, selesai semuanya. Raka akan melihat adiknya, kembali kemasa dimana dia menjadi gadis yang dingin bahkan tak tersentuh.
"sudah malam, kamu harus tidur. Besok mau sekolah, abang juga mau tidur"kata Raka lalu berdiri dan mengelus kepala Christy.
"hmm good night abang"kata Christy mencium pipi Raka
Raka tersenyum dan membalas ciuman Christy, lalu keluar dari kamar adiknya itu. Raka kembali memikirkan penyakit yang Rasya derita saat ini.
Raka masuk kekamarnya, dia menghempaskan semua barang- barang yang ada dimeja belajarnya.
Raka terduduk dilantai, dia bersandar dikasurnya, mengacak rambutnya frustasi. Raka kehabisan akal saat ini.
"tuhan, aku mohon jangan ambil kebahagiaan adikku lagi. Sudah cukup rasa sakit yang dirasakannya selama ini jangan menambahnya lagi,ambil saja nyawaku jangan nyawa pria yang dicintai adikku. Itu akan sangat menyakitinya, aku lebih baik mati dari pada harus melihat adikku kembali menjadi gadis yang dingin. Aku tidak sanggup tuhan"kata Raka menunduk dan merenas kuat rambutnya.
Seketika air mata Raka terjatuh tanpa aba-aba. Raka benar-benar tidak bisa membayangkan, jika Christy akan kembali menjadi gadis yang dingin tak tersentuh.
Christy memang bukan adik kandungnya, tapi Raka menyayanginnya. Raka rela nyawanya yang diambil, asal jangan nyawa pria yang dicintai adiknya.
//SKIP//
Pagi begitu cerah, hari ini Christy dkk dan Raka dkk sedang sarapan bersama dimansion keluarga Raymond.
Disamping Christy ada Rasya yang juga ikut sarapan bersama mereka. Mereka bercanda bersama, membuat Christy tertawa dengan candaan yang dibuat Dimas maupun Fikra.
Saat sedang makan, tiba-tiba ada maid yang berlari masuk dan memberitahu sesuatu kepada Raka Raja dan juga Christy.
"tuan muda datang"kata maid itu
__ADS_1
Christy menampilkan senyuman indahnya, membuat yang lain menjadi bingung, kecuali Raka dan Raja. Karna mereka tau siapa yang di maksud maid itu.
Dari arah pintu, masuk seorang pria tinggi, wajah tampan seperti pangeran yunani, tubuh atletis,dengan baju serba hitam dan jaket KING COBRA yang setia bertengker dibahu kanannya.
Christy berdiri lalu berlari mendekat pada pria itu, dan langsung memeluknya erat. Begitupula pria itu membalas pelukan Christy.
"princess abang sangat rindu"kata pria itu mencium kepala Christy.
"aku juga rindu sama bang Richard"kata Christy
Pria yang dimaksud tuan muda adalah Richard Walton Raymond, anak pertama dari keluarga Raymond dan juga jendral dari mafia KING COBRA.
Mereka tahu jika Richard adalah seorang mafia, tetapi mereka tidak tau jika Christy gadis satu itu dia adalah leader mafia dari seluruh dunia.
Raka dkk bahkan tidak tau, jika Christy dkk adalah seorang mafia sekaligus mesin pembunuh yang dimiliki KING COBRA.
"apa kabar bang?"tanya Raka menatap abangnya itu.
"baik"jawab Richard dengan nada dinginnya.
"abang ada urusan apa datang kesini? Ayah dan bunda sedang tidak ada"kata Raja
"bukan urusanmu"kata Richard menatap the twins dingin.
Sikap Richard sama seperti achristy, mereka sangat dingin. Tetapi Richard akan berubah menjadi pria lembut, jika berbicara pada Christy.
"aku kira, bang richard lupa hari spesialku"kata Christy
"tidak mungkin abang lupa dengan hari itu"kata Richard mengacak gemas rambut Christy.
"dimana Rasya?"tanya Richard
"gue disini bang"kata Rasya lalu berdiri dihadapan Richard.
"kita perlu bicara"kata Richard menatap Rasya yang berdiri tepat dihadapannya.
"tapi gue antar princess ke sekolah dulu bang"kata Rasya menatap Richard.
"abang kekamar dulu, kamu berangkat kesekolah belajar yang baik"kata Ruchard mencium pucuk kepala Christy lalu pergi menuju kamarnya.
"eh itu yang namanya Richard yah?"tanya Revano penasaran
"iya Van, emang kenapa?"tanya Fara menatap Revano yang menampilkan wajah terkejutnya.
"kok serem yah, tatapannya tajam banget, kayak mau makan orang"kata Revano merinding.
"hush, kalau ngomong tuh di jaga. Bang Ruchard sama kayak Chris, dia bisa tau lo ngomong apa walau gak didepannya. Belum pernah dibuat penyek lo"kata Raja menjitak kepala sahabatnya itu.
"hehehe gak sengaja Rak, seloww"kata Revano dengan cengirannya.
"princess, berangkat sekarang yuk"kata Rasya menatap Christy.
"yaudah ayo"kata Christy mengambil tasnya, lalu menggandeng tangan Rasya.
Mereka semua keluar dari mansion, dan masuk kedalam mobil masing- masing. Dengan pasangan masing- masing.
Christy sama Rasya
Fara sama Raka
Tasya sama Dimas
Putru sama Revano
Raja sama fikra
Hanya Raja dan Fikra yang tidak memiliki pacar, dan selalu satu mobil jika kemana-mana.
__ADS_1
//skip//
Sekarang rasya sudah sampai dimansion Raymond, setelah mengantar Christy kesekolah. Rasya langsung menuju kekamar Richard, karna Richard yang menyuruh.
Saat membuka pintu, arasya melihat Richard yang sedang duduk dibalkon kamar sambil meminum secangkir kopi panas.
"lo mau ngomong apa bang?"tanya Rasya, lalu berjalan mendekat kearah Richard.
"sudah jujur soal penyakit kamu?"tanya Richard lalu berdiri disamping Rasya.
"gue belum siap bang"kata Rasya menatap Richard.
"sampai kapan, kamu mau membohongi princess seperti ini?"tanya Richard, yang mulai khatir jika Christy tahu semuanya.
"gue benar-benar belum siap bang"kata Rasya dengan wajah sendu, berharap Richard mengerti posisinya saat ini.
"lusa adalah hari spesialnya. Apa dihari itu juga, kamu mau buat kebahagiaan princess hancur"kata Richard
"rasa takut itu berhasil buat gue diam bang. Sudah hampir 1 bulan dan gue belum tau, apa gue masih bisa hidup atau gak"kata Rasya yang sangat bingung saat ini.
"apa kata dokter?"tanya Richard menatap Rasya.
"cairannya semakin menyebar kemana-mana, hati gue terkena cairannya dan hampir rusak. Apa itu pertanda buruk? Jujur gue takut bang, gue takut pergi sebelum buat princess bahagia"kata Rasya menatap sendu wajah Richard.
"sekalipun hati kamu hancur karna penyakit itu, jika tuhan belum berkehendak kamu masih ada harapan hidup. Kamu cinta sama princess, perjuangin cinta kamu ini. Jangan buat perjuangan kamu sia-sia karna terhalang penyakit itu"kata Richard penepuk pelan pundak Rasya.
"gue cinta sama princess, sangat cinta malah. karna itu gue takut pergi lebih dulu, sebelum membuatnya bahagia"kata Rasya sedih.
"saya bukan tuhan yang bisa buat umur kamu tetap panjang. Saya cuma manusia biasa, yang hanya bisa bantu kamu sampai disini saja. Lawan penyakit itu, jangan biarkan penyakit itu menang"kata Richard mencoba membuat Rasya semangat.
"kamu sudah janji sama saya, kalau saya bantu tutup batin princess soal ini, kamu akan usaha supaya bisa sembuh. Kamu seorang pria, itu artinya kamu harus menepati janji. Jangan diingkari"kata Richard menatap lekat manik mata Rasya.
"gue bakal usah dan kita lihat hasilnya nanti"kata Rasya mencoba tersenyum meski hatinya terasa sakit.
"soal Michel, apa dia akan datang ke ulangtahun princess?"tanya Richard
"semoga dia datang bang. Semenjak kepergiannya meninggalkan indonesia, kita tidak ada yang tahu kemana dia"kata Rasya yang juga tidak hentinya memikirkan keadaan Michel.
"dia dilondon melanjutkan sekolahnya"kata Richard yang tahu saat ini dimana pria itu berada.
"benarkah? Apa dia baik baik saja?"tanya Rasya menatap Richard.
"dia hanya ingin menenangkan diri. Pasti berat melihat orang yang dicintainya bersama pria lain"kata Richard yang tahu betul bagaimana keadaan Michel saat ini.
"tapi gue tahu, princess mulai cinta sama michel. Tapi karna kedatangan gue, dia jadi bimbang sama perasaannya sendiri"kata Rasya merasa bersalah.
"saya juga tahu itu sejak awal. Saya tahu akan terjadi hal seperti ini"kata Richard menghembuskan nafasnya gusar.
"apa lo keberatan, kalau princess gue balikin ke Michel? Setelah gue pergi nanti"kata Rasya
"kenapa kamu percayakan princess sama Michel?"tanya Richard yang ingin tahu, kenapa hanya Michel yang Rasya percaya untuk menjaga Christy.
"karna gue yakin, suatu saat jika princess sendiri ada michel yang akan menemani dia, dan akan terus percaya sama dia"kata Rasya
"di london, ada seodang gadis yang menyukai Michel dan gadis itu sangat ingin memiliki Michel, apapun yang terjadi dia hanya mau Micjel menjafi miliknha. Termaksud membuat gadis yang dicintai Michel tersakiti"kata Richard membuat Rasya menatapnya bingung.
"gadis yang dicintai Michel? Princess?"tanya Rasya
"akan ada masalah besar yang datang dalam waktu dekat, dan lagi-lagi itu akan menyakiti princess"kata Richard
"masalah?"tanya Rasya bingung, semua yang Richard katakan terlalu banyak teka-tekinya.
"belum waktunya lo tahu masalah ini, seiring berjalannya waktu masalah itu akan datang dan membuatnya tersakiti lagi"kata Richard.
Rasya menatap Richard penuh tanya, dia benar-benar bingung dengan apa yang Richard katakan. Semua itu penuh teka-teki.
Richard yang memilki 1001 teka-teki didalam hidupnya, Richard yang selalu bisa mengatasi semua masalah yang dihadapi adiknya.
Kali ini akan ada banyak masalah, yang membuat Richard harus turun tangan. Sudah cukup rasa sakit yang dirasakan adiknya.
Richard memang manusia biasa, tetapi Richard bisa merubah takdir demi kebahagiaan Christy.
__ADS_1
"masalah itu benar-benar besar, mengubah sedikit alur ini bisa membuat masalah itu hilang dan membuat princess bahagia. Gadis itu, dia akan mendapat masalah besar karna sudah berani berencana membuat kebahagiaan adikku hilang. Tunggu waktu kematianmu gadis ular"batin Richard.