
London
Sekarang Michel sedang berada di cafe, bersama teman tongkrongannya yang ada disekolah. Michel memiliki tugas kelompok yang harus selesai sebelum liburan akhir pekan.
Michel sedang sibuk mengerjakan tugas bersama teman-temannya, tiba- tiba ada seorang gadis menepuk pundak Michel membuat Michel berhenti pada kegiatan menulisnya.
"hai"kata gadis itu, Michel hanya menampilkan wajah datarnya"hmm"jawab Michel lalu kembali sibuk pada tulisannya.
"Zee kamu kemana ajah? Tadi kakak suruh tunggu didepan, kamu malah kesini"kata seorang pria yang baru saja datang.
"hehehe maaf kak Alex, aku tadi duluan masuk karna lihat ada temen didalam"kata Zee pada pria yang tidap lain adalag Alex kakaknya.
"teman?"tanya Alex bingung.
"kak Alex inget ga yang pernah aku ceritain?"tanya Zee membuat Alex mengerti maksud adiknya itu.
"ohh si Michel-Michel itu"kata Alex lalu diangguki Zee.
"Michel aku boleh gabung disana gak?"tanya Zee hanya di diamkan oleh Michel. Membuat Alex geram dengan sikap sok jual mahal Michel.
"duduk ajah, masih ada yang kosong kok"kata salah satu teman Michel.
Zee dan Alex langsung duduk, Zee duduk disamping Michel sedangkan Alex duduk didepan Zee bersama 2 orang teman Michel.
"Michel, kamu ngerjain tugas apa?"tanya Zee dengan senyuman lebarnya, sedangkan Michel hanya menoleh dan menjawab
"ilmu sastra"kata Michel lalu kembali fokus pada tulisannya.
Zee tersenyum, sambil memperhatikan wajah serius Michel yang berkutat pada tugasnya. Sedangkan Alex, dia menatap sengit kearah Michel.
Alex tidak suka melihat adiknya diacuhkan, apa lagi oleh seorang laki-laki. Michel yang merasa di perhatikan menoleh pada Zee lalu menoleh pada Alex yang ada di hadapannya. Michel hanya menatap sinis, lalu kembali sibuk pada tulisannya.
"eh minggu depankan udah libur, gimana kalau kita liburan"kata Zee. Michel yang mendengar kata liburan, seketika berhenti menulis dan menatap Zee.
"boleh"kata Michel. Zee yang di jawab oleh Michel, memancarkan senyum manisnya.
"hmm bagusnya kemana yah?"tanya Zee .
"indonesia"kata Michel membuat Alex seketika tegang mendengar nama negara itu
"emang indonesia bagus?"tanya Zee yang belum pernah sekalipun datang kesana.
"sangat bagus"kata Michel dengan senyumannya.
"terus, nanti kita nginap dimana?"tanya Zee
"di mansion gue, kalian ikutkan"kata Michel pada kedua temannya.
"gue sih ikut ajah"kata Charly
"gue juga deh"kata Peter.
"Michel bukannya pacarmu ada di indonesia?"tanya Peter menatap Michel.
"minggu depan hari ulangtahunya. Makanya gue ngajak kalian kesana"kata Michel dengan senyuman lebarnya.
"pacar? Lo udah punya pacar?"tanya Alex dan menatap Zee lalu menatap Michel.
"iya, gue udah punya pacar. Emang adek lo gak cerita?"kata Michel menatap Alex.
"gimana, kalian ikutkan ke indonesia?"tanya Michel
"aku ikut"kata Zee membuat Alex menatap Zee cukup lama
"kakak aku juga ikut yah Michel"kata Zee
"terserah lo"kata Michel sinis.
"Zee kita pulang"kata Alex berdiri lalu menarik Zee keluar dari cafe.
Michel tersenyum puas, akhirnya kedua orang itu pergi. Sedah berapakali Michel bilang, dia sudah memiliki pacar. Tapi Zee tidak hentinya mendekatinya.
Sedangkan Alex, dia menarik Zee dan masuk kedalam mobil. Lalu pulang kemansion. Diperjalanan, Zee tidak hentinya bertanya kenapa Alex bersikap seperti tadi.
Alex hanya diam, 10 menit perjalanan mobil Alex memasuki gerbang sebuah mansion megah berwarna putih. Alex langsung turun dari mobil dan masuk kedalam mansion, begitupula Zee yang mengikuti kakaknya itu.
Zee menahan tangan Alex.
"kakak kenapa?"tanya Zee membuat Alex mati-matian menahan amarahnya. Agar tidak pecah dihadapan adik kesayangannya itu.
"pria itu sudah memiliki pacar. Lalu kenapa kamu masih menyukainya?"tanya Alex membuat Zee melepaskan tangannya dari lengan Alex.
"maksud abang?"tanya Zee mematap Alex.
"Michel, dia sudah punya pacar. Lalu kenapa kamu menyuruh kakak, untuk membuatnya menjadi milik kamu?"kata Alex tidak habis fikir dengan adiknya itu.
"aku tau dia sudah punya pacar, tapi aku menyukainya dan aku harus memilikinya kak"kata Zee yang menaikan volume suaranya.
"kamu tidak bisa memaksakan perasaanmu padanya. Itu salah Zee, salah besar"kata Alex marah.
__ADS_1
"aku tidak perduli, jika abang tidak mau membantu tidak apa-apa. Aku bisa memilikinya dengan caraku sendiri"kata Zee yang terlihat sangat marah.
"dan aku akan tetap ke indonesia"kata Zee menatap Alex penuh amarah.
Alex pasrah, dia sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi. Dia menyayangi adiknya, dan berjanji akan membahagiakannya.
Alex perlahan menghilangkan emosinya, dan memegang kedua tangan Zee.
"baiklah, kakak akan membantumu dan kakak akan ikut ke indonesia bersamamu"kata Alex.
Seketika senyuman dibibir Zee terlihat dia langsung memeluk tubuh tinggi kakaknya itu.
"makasih, aku sayang sama kakak"kata Zee, sedangkan Alex dia membalas pelukan Zee sambil mengusap pelan rambut Zee.
"kakak juga sayang sama kamu"kata Alex.
//skip//
Langit malam terlihat indah dari atas apartement seorang pria tampan, yang selalu menghabiskan waktunya melihat indahnya langit malam di london.
Pria itu adalah Michel, sudah hampir setengah bulan dia dinegara orang. Michel masih menikmati waktu kesendiriannya.
Seminggu lagi gadis yang dicintainya akan berulangtahun, Michel akan kembali ke negara kelahirannya itu. Untuk menghadiri hari spesial gadisnya.
Michel sedari tadi memegang fotonya dengan seorang gadis cantik, sambil melihat bintang-bintang dilangit yang sangat indah diatasnya saat ini.
Michel duduk dibalkon apartement, lalu teringat dengan moment-moment indahnya bersama Christy yang terbilang sangat singkat.
Flashback
Michel dan Christy duduk bersama sambil tertawa, karna habis bermain di wahana permainan yang ada di pasar malam.
Christy tertawa lepas, membuat Michel bahagia melihat gadisnya itu bisa tertawa bersamanya.
"sumpah Cel, kamu tuh lucu banget. Masa naik bianglala takut hahaha"kata Christy dan tertawa.
"gimana gak takut, masa berhenti pas di paling atas. Kamu juga takut kan jangan bohong"kata Michel mengelus dadanya yang masih terasa sakit.
"aku gak takut kok. Kamu tuh yang takut"kata Christy lalu kembali menertawai Michel.
"bilang ajah kalau takut, tadi ajah pas berhenti paling atas kamu megang tangan aku kuat banget. Terus tangan kamu juga basah tadi, pasti karna takutkan"kata Michel menoel-noel pipi Christy.
"aku gak takut, tadi aku megang tangan kamu karna aku pengen ajah"kata Christy membuat Michel tersenyum.
"ciee, pengen megang tangan aku. Nih pegang lagi, gak apa-apa kok"kata Michel memajukan tangannya, agar Christy bisa memegangnya lagi.
"dasar tukang modus"kata Christy mencubit lengan Michel.
"ihh anichel udah ah, kamu tuh yah"kata Christy kesal, karena hidungnya merah karena kelakuan Michel.
"bilang dong, Michel sayang"kata Michel menggoda Christy.
"apaan sih Cel"kata Christy memalingkan wajahnya, yang sudah memerah karena malu.
"kalau kamu gak mau yaudah. Kalau ada yang bilang sayang ke aku, jangan marah yah"kata Michel yang terus menggoda Christy.
"loh kok gitu sih, aku pasti marah dong. Kan kamu pacar aku"kata Christy menatap Michel kesal.
"pacar, tapi gak pernah bilang sayang ke aku tuh"kata Michel.
"apaan sih Cel"kata Christy kesal.
"yaudah cari yang lain deh"kata Michel hendak berdiri, tetapi tangannya ditahan achristy. Membuat Michel tidak jadi berdiri.
"iya-iya Michel sayang"kata Christy menekankan kata sayang, membuat Michel menahan tawanya.
"apa-apa? Aku gak denger"kata Michel
Mendekatkan telinganya pada Christy.
"iya Michel sayang"kata Christy mengulangi perkataannya.
"aku gak salah dengerkan"kata Michel
"ihh Michel, kamu pura-pura budek yah"kata Christy kesal
"hahaha iya-iya maaf deh"kata Michel tertawa.
Sedangkan Christy, dia hanya kesal karna kelakuan anichel yang sangat jail padanya. Michel yang melihat Christy kesal memiliki ide jail lagi.
"Chris"panggil Michel.
"hmm"jawab Christy kesal.
"Chris"
"apasih Cel"
"apatuh lihat deh"kata Michel menunjuk kearah depan.
__ADS_1
CUP
Satu ciuman diberikan Michel dipipi kiri Christy, membuat gadis itu terkejut dan memegang pipinya lalu menatap Michel.
"CIEEE"teriak beberapa pengunjung pasar malam, yang melihat Michel mencium Christy.
Sedangkan Christy, dia sudah merona akibat kelakuan Michel.
"Michel malu kali"kata Christy menutupi wajah merahnya.
"gak usah malu, kapan lagi dicium cowok ganteng kayak aku"kata Michel terkekeh.
"dasar modus"kata Christy tersipu malu.
FLASBACK OFF
Kenangan itu, membuat Michel tertawa karna mengingat wajah christy yang merah karna malu akibat kelakuan jahilnya.
"aku rindu banget sama kamu. Seminggu lagi aku bakal balik ke indonesia, apa aku kuat lihat kamu bersama cowok lain. Semoga tuhan membantu hatiku bertahan melihatmu dengannya, aku akan tetap datang walau kamu bukan milik akuu lagi. Tapi jika boleh jujur, aku masih mengharapkanmu kembali"kata Michel menatap fotonya dengan Christy yang memegang es krim.
//skip//
Jam menunjukan pukul 9 pagi, semua murid berhamburan kekantin untuk mengisi perut masing-masing begitupula dengan Michel, Charly dan Peter.
Mereka sedang asik makan dikantin sekolah, tiba-tiba Zee datang dan langsung duduk disamping Michel. Membuat pria itu menjadi kesal.
"kita jadi kan liburan ke indonesia?"tanya Zee menatap Michel.
"jadi kok, iya kan Cel"kata Charly yang juga menatap Michel.
"hm"jawab Michel dengan deheman
"Charly, temenin gue pesen makanan yuk. Masih lapar nih"kata Peter merangkup pundak Charly.
"perut mulu diurus, otak tuh diurus"kata Charly kesal.
"otak gampang. Yang penting perut full yuk"kata Peter menarik tangan Charly.
Sekarang hanya tersisa Zee dan Michel, mereka berdua hanya saling diam tanpa memulai pembicaraan.
Zee yang mulai bosanpun mengajak Michel berbicara, agar suasana tidak canggung walau hanya berdua dimeja itu.
"Michel di indonesia kamu tinggal sama siapa?"tanya Zee
"orangtua"jawab Michel
"kamu punya sauadara gak?"tanya Zee.
"gak ada"jawab Michel.
"kamu kok jawabnya singkat banget sih"kata Zee yang lama-lama kesal, karena Michel sangat dingin padanya.
"terus?"tanya Michel sinis.
"entar malam, aku mau makan malam sama kak Alex. Kamu mau ikut gak?"tanya Zee, berusaha sabar menghadapi Michel.
"gak makasih"kata Michel datar.
"emang kamu ada acara yah?"tanya Zee
"gak ada. Lagi malas keluar"kata Michel sinis.
"gimana kalau aku sama kak Alex yang kerumah kamu?"tanya Zee.
"gue gak mau di ganggu"kata Michel
"aku pengen ngomong seuatu ke kamu Cel, sebenarnya aku itu"kata Zee tergantung karna Michel berdiri dari duduknya.
"gue udah tau apa yang mau lo bilang. Tapi maaf Zee gue udah punya seseorang dihati gue, dan gak bisa di ganggu gugat"kata Michel menatap Zee.
"tapi kita bisa backstreet kan"kata Zee
Memegang tanga Michel, namun langsung dihempaskan.
"gue tipe cowok yang setia, gue sayang sama cewek gue dan itu mutlak"kata Michel menatap Zee tajam.
"tapi aku suka sama kamu Michel"kata Zee menatap Michel
"gue cuma bisa anggap lo temen, itu ajah gak lebih. Maaf Zee"kata Michel lalu pergi.
"ehh cel lo mau kemana?"tanya Charly.
"pergi"kata Michel melewati Peter dan Charly.
"dasar manusia es"kata Peter kesal
Sedangkan Zee, dia keluar dari kantin menuju taman belakang dengan emosi yang meluap.
"AAARGH GUE GAK BAKAL BIARIN MICHEL SAMA CEWEK ITU. MICHEL HARUS TETAP SAMA GUE, DAN JADI MILIK GUE. SIAPA SEBENARNYA CEWEK ITU, SAMPE MICHEL GAK MAU NERIMA PERASAAN GUE, GUE JANJI BAKAL BUAT CEWEK ITU MENDERIRA SAMPE AKHIR NAFASNYA"teriak Zee meluapkan semua emosinya
__ADS_1
Sedangkan di tempat yang jauh dari london, seorang pria tersenyum licik.
"tidak akan ada yang bisa membuat princess menderita. Apa lagi gadis sepertimu, saya yang akan membuatmu menderita terjebak dengan permainanmu sendiri"batin pria itu.