Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 43


__ADS_3

London


09:30


Disebuah sekolah bernama london high school, terlihat seorang pria tampan yang sedang tidur di rooftoop sekolah. Pria itu adalah Michel, sudah 3 jam dia tidur disana tanpa berniat turun dan ikut masuk dikelas. Membolos sudah menjadi kebiasaan Michel sejak di london.


Michel menjadi cowok yang sangat dingin sejak di london. Berbicara pun jarang, banyak gadis yang berusaha mendekatinya tetapi hasilnya nihil.


Dihati Michel hanya ada Christy, tidak akan pernah terganti. Sejak sepeninggalannya dari indonesia, Michel menutup semua akses tentangnya. Bahkan Michel menutup semua akun sosmednya.


Michel hanya ingin sendiri dalam waktu yang panjang, disatu sisi Michel ingin kembali bersama gadisnya itu. Tetapi disisi lain, Michel juga ingin membuat Rasya bahagia walau hanya sebentar.


Michel membuka kedua matanya, lalu duduk dan membiarkan wajahnya terkena sinar matahari yang cukup cerah di london saat itu.


Michel menatap terangnya langit saat itu, lalu kembali mengingat potongan- potongan memory kebahagiaannya yang singkat tetapi penuh arti bersama Christy.


"cewek dingin, aku rindu sama kamu. Aku pengen meluk kamu, aku pengen lihat wajah kamu. Kapan kita bisa ketemu lagi? Apa disana kamu sudah bahagia bersama Rasya? Aku harap seperti itu. Aku janji akan kembali, tapi tidak sekarang"kata Michel menatap langitnya yang sangat cerah.


Setelah mengadu semua keluh kesahnya pada langit, Michel turun kebawah untuk mengisi perutnya yang sudah mulai lapar itu.


Saat turun dari tangga, Michel tidak sengaja menabrak seseorang hingga orang itu jatuh. Termaksud semua buku yang dibawanya, semuanya berserakan dilantai.


Michel langsung memungut semua buku-buku itu, lalu membantu orang itu berdiri. Yang di tabrak Michel adalah seorang gadis bertubuh tinggi, bola mata berwarna coklat hazel dan rambut blonde.


"maaf, saya tidak sengaja"kata Michel namun dengan nada bicara yang terdengar dingin.


Gadis itu tersenyum, saat melihat pria tampan berdiri tepat dihadapannya sambil memegang semua buku miliknya.


"ini bukunya"kata Michel memberikan buku-buku itu pada gadis yang ditabraknta barusan.


"makasih hmm..."kata gadis itu bingung mau menyebutnya apa


"Michel"kata Michel yang mengerti arti tatapan gadis dihadapannya.


"hmm yah, makasih Michel"kata gadis itu dengan senyuman manisnya.


"nama aku Zee"kata gadis itu tersenyum manis, memperkenalkan dirinya pada Michel.


Michel hanya datar, lalu pergi meninggalkan Zee yang tersenyum melihat punggung michel yang perlahan hilang dari pandangannya.


"dia harus jadi milik aku"batin Zee.


Indonesia


16:00


Dimansion Raymond, Christy dkk dan Raka dkk sedang berkumpul. Termaksud Rasya yang setia duduk berdampingan dengan Christy.


"tadi aku pesen makanan, palingan sebentar lagi datang"kata Rasya sambil memainkan rambut Christy.


"asik makan lagi"kata Dimas yang selalu semangat jika itu menyangkut soal makanan.


"kamu makanan ajah terus di fikirin. Pacar sendiri di cuekin"kata Tasya kesal.

__ADS_1


"duh baperan banget sih pacar aku ini"kata adimas mencubit pipi Tasya lalu mengacak gemas rambut kekasihnya itu.


"gue doang yang jomblo nih ceritanya"kata Raja, menatap para sahabatnya yang memiliki kekasih.


"tuh si Fikra sama arevano juga jomblo kali"kata Dimas merangkul pundak sahabatnya itu.


"Fikra doang kali. Gue mah engga"kata Revano membuat salah satu gadis menjadi salah tingkah.


"LO UDAH PUNYA CEWEK?"teriak Raka, Raja, Fikra dan Dimas membuat mansion menjadi sangat ribut.


"udah dong"jawab Revano menggengam tangan Putri lalu mengangkat tangannya.


"nih"kata Revano membuat Tasya dan Christy menatap Putri.


"hehehe nanti gue ceritain"kata putri seolah tau, jika kedua sahabatnya itu butuh penjelasan.


"kapan jadinya?"tanya Fikra


"3 hari lalu"jawab Revano sambil tersenyum manis.


"jahat yah lo put, ditaken gak bilang- bilang. Pokoknya gue ngambek sama lo"kata Tasya menatap kesal sahabatnya itu.


"yaelah Sya, ngambekan banget"kata Putri menoel-noel pipi Tasya.


"jaga sahabat gue"kata Christy menatap Revano


"tanpa kamu suruh, abang bakal jagain Putri. Karna abang sayang sama dia. Itu janji abang"kata Revano menatap Christy adiknya.


"gue pegang janji lo"kata Christy yang juga menatap Revano.


Suara bel mansion berbunyi, membuat mereka semua menengok kearah pintu. Raka hendak melihat siapa yang datang, tetapi Christy lebih dulu berjalan kearah pintu.


Didepan pintu ada pengantar makanan yang Rasya pesan tadi, Christy mengambil beberapa makanan itu.


Saat christy sedang sibuk berbicara pada sang pengantar makanan, dada Rasya terasa sakit membuatnya memegang dadanya itu. Mereka semua menjadi panik, saat melihat Rasya kesakitan. Terlebih lagi sekarang ada Christy di mansion.


"Far, kamu ajak Chris ke minimarket. Bilang ajah beli minuman, jangan sampai dia lihat Rasya kayak gini"kata Raka


"okey"kata afara dan mendatangi Christy yang berdiri diambang pintu.


"hmm, Chris. Temenin gue ke minimarket yuk, beli minuman. Mereka pada mau minuman yang bersoda katanya"kata Fara merangkul Christy, agar gadis itu tidak berbalik dan melihat keadaan Rasya.


"yaudah yuk"kata Christy yang tidak menolak ajakan Fara.


Sedangkan Rasya, dia di dibaringkan disofa. Tasya mengambil air putih didapur, agar Rasya bisa meminum obatnya.


Keringat Rasya mulai bercucuran, wajah Rasya sangat pucat saat ini. Rasya tidak berhenti meringis kesakitan, dadanya terasa sangat sakit.


Tasya datang membawa segelas air, Raka lansung mengambil gelas yang ada ditangan Tasya. Lalu memberikannya pada Rasya.


"minum obat lo cepetan. Biar sakitnya berkurang"kata Raka mengeluarkan obat dari saku jaket Rasya.


Rasya memasukan obat itu kemulutnya, lalu meminum air yang diberikan Raka untuknya. Rasya masih merasakan rasa sakit itu pada dadanya.

__ADS_1


Tetapi perlahan Rasya mulai bisa mengatur nafasnya, dan rasa sakit itu mulai berangsur menghilang. Rasya terduduk dan menyandarkan kepalanya disofa.


"udah mendingan Ras?"tanya Revano menatap Rasya yang masih berusaha mengatur nafasnya.


"lumayan Van. Makasih yah, kalian udah bantuin gue"kata Rasya menatap satu persatu orang yang ada dihadapannya saat ini.


"gak usah makasih, kita temen kali Ras"kata Fikra tersenyum dan dibalas senyuman oleh Rasya.


"ini alasan, kenapa gue gak mau kalau princess tau penyakit gue. Gue takut nyusahin dia disaat penyakit sialan ini kambuh"kata Rasya dengan tatapan sendunya.


"jangan pesimis Ras"kata Dimas menepuk pelan pundak Rasya.


"apa gue bisa sembuh?"tanya Rasya berharap mendapatkan jawaban yang berbeda, dari semua dokter yang ditemuinya.


"ingat, ada Chris gadis yang lo cintai. Lo harus bisa lawan penyakit ini"kata Raka mencoba menyemangati Rasya.


"tapi Michel gimana? Gue udah janji bakal ngebalikin princess kedia. Setelah gue pergi nanti"kaya Rasya menatap Raka.


"Michel bisa bahagia, ketika lihat Chris bahagia. Kalau memang takdir Michel bersama dengan Chris, pasti itu akan terjadi. Walau bukan sekarang"kata Raja.


"apa gue egois? Karna udah ngerebut Chris dari Michel?"tanya Rasya.


"setiap orang akan egois, ketika menyangkut soal cinta. Pasti Michel juga ingin memiliki Chris, tapi Michel lebih mengedepankan kebahagian Chris. Dan kebahagiaan Chris itu lo Ras"kata Raka menatap manik mata Rasya.


"gue bakalan buat hari ini, dan sisa hari gue bersama Chris lebih bahagia. Walau hanya sebentar"kata Rasya berusah tersenyum.


"lakukan hal yang ingin lo lakuin. Gue cuma mau, lo buat Chris bahagia. Itu ajah"kata Raja tersenyum.


"gue bakal nyiapin sesuatu buat princess, dihari ulangtahunnya nanti. Bisa bantuin gue"kata Rasya menatap semuanya.


"bisa diatur"kata mereka semua bersamaa.


Mereka semua tertawa, karna merasa lucu saat mereka menjawab dengan perkataan yang sama tanpa mereka fikirkan.


Saat mereka sedang tertawa, tiba-tiba Fara dan Christy masuk dan bingung saat melihat sahabat-sahabat mereka itu tertawa.


"asik banget"kata Fara menaruh kantong yang berisi beberapa minuman.


"dari mana princess?"tanya Rasya menampilkan senyuman indahnya.


"nemenin Fara beli minuman"jawab Christy yang juga tersenyum.


"sini duduk deket aku"kata Rasya menarik perlahan tangan Christy.


Christy duduk lalu menyandarkan kepalanya di dada Rasya


"Aya, jangan ninggalin aku lagi yah"kata Christy, membuat mereka semua terdiam. Entah kenapa, Christy menjadi sangat takut akhir-akhir ini.


Rasya mengusap lembut rambut Christy, ada rasa sakit saat Vhristy mengatakan hal itu. Rasya ingin sekali mengatakan dengan yakin, bahwa dia tidak akan meninggalkan princessnya itu.


Tapi Rasya takut mengucapkan janji, yang mungkin akan diingkarinya suatu saat nanti. Rasya menggenggam erat tangan Christy, lalu berusaha tetap tersenyum walau hatinya terasa sakit.


"aku tidak ingin berjanji, aku hanya akan membuktinnya saja"Kata Rasya dengan suara lembut.

__ADS_1


"apa aku kuat untuk pergi meninggalkannya? Kenapa takdir membuatku seperti ini. Aku ingin hidup bersamanya tapi kenapa takdir memaksaku menjauh darinya, bahagiaku hanya padanya. Aku mencintainya tuhan, sangat mencintainya. Jangan pisahkan aku dengannya, aku tidak sanggup"batin Rasya.


"perasaan itu lagi-lagi aku rasakan. Perasaan takut akan kehilangan seseorang, sebenarnya perasaan apa ini? Apa aku akan kehilangan lagi? Aku benar-benar belum siap untuk itu. Aku ingin bahagia bersama Aya, apa itu salah? Jangan buat aku kehilangannya lagi tuhan. Aku benar- benar takut"batin Christy.


__ADS_2