Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 82


__ADS_3

Dilobby rumah sakit terlihat sepasang suami istri yang sedang beradu argument, mereka adalah Siska dan Raymond. Raymond sangat marah saat mendengar jika Siska menampar dan menyeret paksa tangan Christy.


Raymond sudah kehabisan akal menghadapi istrinya itu, Raymond bingung harus berkata apa lagi agar Siska bisa sadar kalau perbuatannya itu salah besar.


"kamu sebenarnya kenapa? Kenapa kamu lakuin semua ini"kata Raymond menatap Siska frustasi.


"aku gak salah mas, anak sial itu yang salah"kata Siska marah.


"yang seharusnya kamu sebut anak sial adalah Zee, karena anak itu kamu jadi berubah dan keluarga kita hancur"kata Raymond marah.


"bukan Zee yang salah, dia anak yang baik tidak seperti Christy anak berandalan itu"kata Siska.


"kenapa kamu baru mempermasalahkan sikap brandalan Chris sekarang? Dulu kamu biasa saja. Itu pasti karena Zee yang menghasut kamu"kata Raymond.


"Zee tidak menghasut aku mas, Christy memang brandalan buktinya Zee sampai terluka parah"kata Siska.


"aku bingung harus berkata apa lagi sama kamu, tapi aku peringatkan kalau sampai kejadian hari ini terulang lagi. Aku akan menceraikanmu"kata Raymond lalu pergi.


Seketika tubuh Siska menengang mendengar perkataan Raymond. Siska semakin membenci Christy karena hal ini.


Raja yang mendengar semuanya dari kejauhan merasa sesak, pria itu tidak menyangka jika ayahnya akan berkata seperti itu. Raja semakin bingung harus membela siapa sekarang.


Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya membuatnya berbalik. Ternyata yang menepuk pundaknya adalah Fikra. Raja hanya diam saat Fikra menatapnya bingung.


"lo harus bisa buat keluarga lo balik kayak dulu Ja, tanpa harus milih siapapun"kata Fikra.


"gue bingung Fik, di satu sisi gue sayang sama Chris dan di sisi lain gue juga sayang sama bunda"kata Raja sendu.


"lo harus bisa perbaikin semuanya, gue dan yang lain pasti bantuin lo. Ini cuma persoalan waktu ajah, gue yakin nanti bunda pasti sadar kalau dia salah"kata Fikra.


"makasih Fik"kata Raja sedikit tersenyum.


"gak usah makasih kali, kita sahabatan ja. Jadi wajar kalau kita saling bantu"kata Fikra merangkul Raja dan berjalan menuju keruang rawat Christy.


Diruang rawat Christy ada Richard, Michel, Raka, Revano dan Dimas. Christy sudah sadar 1 jam lalu. Richard dan Michel tidak mau pindah dari samping Christy.


"bunda dimana?"tanya Christy pada semua orang.


"di... "kata Revano terhenti.


"tidak usah memikirkan dia, kamu istirahat saja"kata Richard dengan nada dinginnya.


"bang"kata Christy menatap Richard.


"chris,byang bang Richard bilang bener. Kamu gak usah mikirin hal gak penting"kata Michel membuat Christy menatapnya.


"Cel kamu ngomong apa sih"kata Christy.


"mulai sekarang aku akan jauhin kamu dari orang yang buat kamu sedih dan buat kamu dalam bahaya"kata Michel tegas.


"kamu kenapa sih Cel"kata Christy menatap Michel.


"ini demi kebaikan kamu"kata Michel lalu keluar dari ruang rawat Christy.


"Michel kenapa sih?"tanya Christy menatap Raka dkk.


"gak tahu Chris, waktu kita datang kesini dia udah gitu"kata Dimas.


"bang Richard ngomong apa ke Michel?"tanya Christy menatap Richard.


"setidaknya yang abang katakan membuat dia sadar sebesar apa arti kamu dia dalam hidup dia"kata Richard.


"terserahlah aku bingung"kata Christy mengerutkan dahinya.


"kamu sebenarnya kenapa sih Cel?"tanya Christy yang bingung dengan sikap Michel.


//skip//


Sekarang jam menunjukan pukul 9 malam, Raka dkk sudah pulang. Richard pergi keluar untuk membeli apa yang Christy inginkan. Sedangkan Christy dia sendiri diruang rawat inapnya.


Gadis itu berharap Michel datang,karena dia ingin berbicara pada kekasihnya itu. Saat sedang menunggu tiba-tiba pintu terbuka menampilkan seorang gadis yang juga memakai baju khusus untuk para pasien.


Gadis itu berjalan masuk mendekat kearah Christy, hadis itu terlihat dipenuhi bekas luka. Kepalanya pun terlihat diperban.


Christy menatap gadis itu marah, sedangkan gadis itu menatap Christy sinis. Tentu kalian semua tahu siapa gadis itu. Dia adalah Zee gadis licik yang sangat Christy benci.


"keluar"kata Christy dengan nada dinginnya.


"santai kali"kata Zee dengan senyuman sinisnya.


"lo tuh kenapa sih selalu bisa terlepas dari maut, kenapa coba lo gak mati ajah sekalian"kata Zee dengan nada yang sangat santai.

__ADS_1


"gue mati atau gak itu bukan urusan lo"kata Christy.


"jelas urusan gue dong, kalau lo mati pasti Michel bisa buat gue. Dan keluarga lo juga bisa gue milikin, termaksud bang Richard"kata Zee membuat Christy marah.


"bang Richard gak mungkin sudi jadiin lo sebagai pengganti gue"kata Christy menatap Zee jijik.


"gue akan pastiin bang Richard bisa patuh sama gue dan gak akan ada lagi yang mau jagain lo. Ngerti"kata Zee.


"terserah deh, lo keluar sekarang"kata Christy marah.


Tiba-tiba Zee membuka perban yang ada dikepalanya, Christy menatap Zee heran. Zee mengacak rambutnya lalu gadis itu membenturkan kepalanya dinakas.


Christy terkejut melihat apa yang Zwe lakukan, Zee duduk dilantai lalu berekspresi seolah seperti orang teraniyaya.


"BUNDA TOLONG AKU"teriak Zee membuat Christy bingung.


Tiba-tiba Siska masuk dari luar, Christy terkejut melihat ternyata ada Siska disana. Siska langsung membantu Zee berdiri, Christy hanya biasa saja karena merasa dia tidak bersalah.


"kamu apakan Zee"kata Siska menatap Christy marah.


"aku? Bunda bukan aku"kata Christy membela dirinya.


"lalu siapa? Hanya kamu diruangan ini. Dasar anak berandalan, saya kira kamu sedang sakit, tapi ternyata walau sedang sakit kelakuan kamu tetap seperti berandalan"kata Siska.


Tiba-tiba 2 orang pria masuk, mereka adalah Richard dan Michel. Keduanya menatap Siska marah bahkan Michel menatap Zee seperti ingin membunuhnya saat itu juga.


"lo ngapain kesini"kata Michel menatap Zee marah.


"Michel aku cuma mau jengukin Christy. Tapi dia mukulin aku sampe kayak gini"kata Zee dengan air mata yang pastinya palsu.


"gue gak percaya"kata Michel mengacuhkan Zee, lalu berjalan mendekat kearah Christy.


"kamu gak apa-apa?"tanya Michel pada Christy.


"gak apa-apa Cel"kata Christy.


"Michel, aku yang terluka disini kenapa kamu malah nanyain Christy"kata Zee marah.


"lo bukan siapa-siapa disini, mendingan lo keluar. Jijik gue lihat muka lo"kata Michel marah.


"kalian keluar sekarang, sebelum terjadi sesuatu yang akan kalian sesali nanti"kata Richard dengan tatapan elangnya.


Siska langsung membawa Zee keluar dari sana, Richard menutup pintu dan mendekat kearah Christy dan Michel.


"gak bang"jawab Christy.


"sebenarnya apa yang terjadi tadi?"tanya Michel.


"Zee datang kesini dan ngomong gak jelas, terus pas aku suruh keluar dia langsung buka perban dikepalanya. Terus dia hantamin kepalanya di nakas itu"kata Christy menunjuk nakas disamping brankarnya.


"dasar cewek setres"kata Michel marah.


"penjagaan diruangan kamu harus diperketat, abang tidak mau mereka datang lagi kesini"kata Richard.


"tapi bang, bunda?"tanya Christy.


"termaksud dia. Abang tidak akan membiarkan dia menemui kamu"kata Richard.


"bang tapi"kata Christy.


"abang mohon jangan membantah, abang udah gak bisa lihat kamu sedih terus princess"kata Richard.


"baiklah"jawab Christy pasrah.


//skip//


Pagi sudah tiba dimansion Raymond terlihat sangat sepi, hanya ada Richard yang pulang untuk mengambil laptopnya. Richard duduk sebentar untuk mengecek laptopnya.


Dari atas turun Raka dan Raja yang sudah rapi dengan pakaian sekolah mereka, Richard menutup laptopnya lalu menghalangi Raka dan Raja.


"kenapa bang?"tanya Raka menatap Richard.


"kamu ke sekolah sendiri saja hari ini, abang ada urusan dengan Raja"kata Richard membuat dua kembaran itu bingung.


"urusan? Sama gue bang?"tanya Raja yang masih bingung.


"hmm"jawab Richard.


"yaudah, gue berangkat dulu"kata Raka lalu pergi sendiri


"kamu ikut saya"kata Richard mengambil laptopnya lalu pergi di ikuti Raja.

__ADS_1


Richard membawa Raja menggunakan mobil, Raja hanya duduk tenang menunggu mobil itu berhenti. Namun Raja mulai merasa aneh, karena mobil Richard masuk kedalam hutan yang sangat sepi.


Raja seketika merinding merasakan perubahan suhu dihutan itu, suasana disana membuat Raja sedikit takut. Tiba-tiba Raja terkejut melihat mobil Richard berhenti disebuah gerbang tinggi yang menjulang keatas.


Richard turun dari mobil lalu raja pun ikut. Raja berdiri disamping Richard menatap pagar tinggi itu, Raja bingung kenapa ada pagar setinggi itu ditengah hutan.


"bang kita sebenarnya dimana?"tanta Raja.


"dimarkas abang"jawab Richard membuat Raja terkejut.


Tentu saja Raja tahu markas Richard itu markas seperti apa. Raja tahu kalau Richard jendral mafia terkuat didunia. Raja berfikir untuk apa Richard membawanya kesini.


"ta...ta....tapi buat apa bang Richard bawa gue kesini?"tanya Raja gelagapan.


"kamu akan tahu jawabannya saat masuk nanti"kata Ruchard lalu mendekat kearah pagar tinggi itu, Richard hanya berkata buka lalu gerbang itu terbuka lebar menampilkan bangunan besar dan kumuh.


Raja membulatkan matanya melihat bangunan besar itu, Richard hanya tersenyum tipis melihat ekpresi adiknya itu.


"ikut saya"kata Richard lalu berjalan masuk kedalam bangunan tua besar itu.


Raja semakin terkejut melihat isi bangunan tua dan besar itu, dari luar terlihat sangat kumuh. Namun didalam seperti istana mewah namun dipenuhi para pembunuh.


Anggota KC menunduk hormat melihat jendral mereka yang masuk, Reza datang dan mendekat kearah richard. Raja terkejut melihat ada Reza disana.


"lo kok bisa disini?"tanya Raja bingung.


"karena ini tempat gue"kata Reza tersenyum sinis.


"bang, sebenarnya buat apa bang Richard bawa gue ke markas ini?"tanya Raja yang sangat bingung.


"kamu harus menjadi seperti abang"kata Ruchard membuat raja terkejut bahkan sangat terkejut.


"apa? Bang Richard gila? Ini bukan dunia gue bang, lo gak bisa nyuruh gue masuk dunia gelap lo ini"kata Raja marah. Dia tidak terima dengan apa yang Richard katakan.


"tapi kamu harus tetap menjadi seperti abang"kata Richard.


"bang, ini gak sesuai dengan kemampuan gue. Ini dunia para pembunuh dan gue bukan pembunuh"kata Raja marah. Semua anggota KC terfokus pada dirinya.


"itu memang awalnya, tapi setelah berlatih kamu pasti bisa"kata Richard.


"gak bisa bang, ini bukan kehidupan gue"kata Raja yang masih tidak bisa menerima.


"apa kamu tidak mau melindungi princess?"tanya Richard membuat Raja menatapnya.


"maksud abang apa?"tanya Raja bingung.


"dengan kamu bergabung di dunia mafia, kamu bisa membantu princess melawan semua musuhnya"kata Richard yang masih terlaku sulit untuk dimengerti Raja.


"tapi apa hubungannya dengan Chris?"tanya Raja.


"karena dia leader kami"kata Reza membuat Raja membulatkan matanya.


"le....le...leader? Maksud lo, Chris itu"kata Raja terhenti.


"iya, princess adalah leader mafia terkuat didunia. KING COBRA"kata Richard membuat Raja sangat terkejut.


"tapi mana mungkin, dia hanya seorang gadis berumur 16 tahun. Tidak mungkin dia memimpim mafia sebesar ini"kata Raja tidak percaya.


"tapi itu lah kebenarannya, kamu harus mengikuti jejak kami. Kamu akan menjadi generasi ketiga setelah princess"kata Richard.


"tapi kenapa harus gue bang? Padahal bang Raka ada"kata Raja bingung.


"karena kepercayaan dia terhadap princess tidak sebesar rasa percaya kamu pada princess"kata Richard membuat Raja semakin bingung.


"gue gak ngerti maksud lo bang, tapi kalau ini demi Chris gue bakal coba"kata Raja.


"nanti kamu akan tahu semuanya, mulai sekarang berlatih lah. Karena tidak lama lagi kita akan melakukan pertempuran yang sangat besar sepejang KING COBRA terbentuk"kata richard.


"lo ikut gue kita mulai latihannya sekarang"kata Reza.


Baru saja Raja ingin ikut bersama Reza, matanya menangkap sosok seorang gadis remaja yang sedang berlatih menembak dengan pria seumurannya. Richard tahu pasti jika Raja bingung kenapa ada anak seumuran gadis itu disini.


"namanya Rahel, dia akan ikut bertempur bersama kamu nanti"kata Richard.


"tapi bang dia masih kecil"kata Raja.


"disini bukan soal umur, tapi soal kemampuan. Kalau kamu bertarung dengan dia pasti kamu akan terkejut melihat kemampuannya"kata Richard.


"Ja cepetan sini"panggil Reza.


"iya"kata Raja.

__ADS_1


"maaf karena abang harus maksa kamu masuk kedalam dunia gelap abang, dari dulu abang selalu takut kalau kalian masuk kedalam dunia gelap ini. Tapi abang tidak punya pilihan lain, abang janji akan selalu jaga kalian. Sekali lagi maaf Raja"batin Richard.


__ADS_2