Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 41(Malam yang indah)


__ADS_3

Author pov


Jam sudah menunjukan pukul 7 malam, Rasya sedang menunggu Christy di ruang TV bersama Raka dan Raja.


Malam ini, Rasya dan Vhristy akan berkencan. Rasya terlihat tampan malam ini, dia memakai baju lengan panjang berwarna putih dan celana berwarna colat susu.


Rasya membentuk rambutnya sangat rapi dan terlihat licin. Rasya menggulung lengen bajunya hingga ke siku. Rasya terlihat benar-benar tampan malam ini, dia sedang mengobrol bersama Raka dan Raja di ruang TV.


Saat sedang asik mengobrol, tiba-tiba Christy turun dari atas. Rasya, Raka dan Raja dibuat kagum dengan penampilan Christy yang sangat cantik.


Christy turun dari atas, terseyum pada ketiga pria yang duduk di sofa itu. Christy memakai dress selutut berwarna putih, dan tidak memiliki lengan. Christy membiarkan rambutnya terurai rapi, make up yang tipis terlihat sangat natural untuk wajahnya.


"Aya kamu udah lama yah?"tanya Christy berjalan mendekat kearag Rasya. Pria itu terdiam sejenak, menatap wajah cantik Christy.


"gak kok. Princess, malam ini kamu cantik banget"kata Rasya tersenyum manis.


"makasih Aya"kata Christy membalas senyuman Rasya.


"kamu cantik banget Chris"kata Raja dan Raka bersamaan membuat Christy terkekeh.


"hehehe makasih bang"kata Christy menatap kedua abangnya itu.


"kalau gitu, kita jalan sekarang. Takut kemalaman"kata Rasya pada Raka dan Raja.


"yaudah, kalau gitu hati-hati yah Ras. Jangan ngebut lo"kata Raka menepui pundak Rasya.


"bawa pulang princess gue dengan selamat"kata Raja dengan senyuman lebarnya.


"iya bang. Yaudah, yuk princess"kata Rasya lalu menggandeng tangan Christy.


Saat diluar mansion, Rasya membukakan pintu mobil untuk Christy, sambil memegang tangan Christy yang hendak masuk.


"silahkan masuk princess"kaga Rasya dengan senyuman indahnya.


Christy tersenyum, lalu masuk kedalam mobil. Rasya perlahan menutup pintu dan berlari kesebelah kiri lalu masuk dan menyalakan mesin mobilnya. Meninggalkan mansion Raymond.


Mobil Rasya berjalan dengan kecepatan standar. Didalam mobil, Rasya sesekali mencuri pandang pada Christy dan tersenyum.


"Aya, lihat kedepan jangan kesini mulu. Entar nabrak"kata Christy yang salting karna di perhatikan terus menerus.


"habisnya kamu cantik banget. Aku jadi pengen lihat kamu terus"kata Rasya menggoda Christy membuat gadis itu tersipu malu.


"Aya apaan sih. Udah nyetir baik-baik ajah"kata Christy yang menjadi salah tingkah.


"iya-iya deh"kata Rasya tersenyum.


15 menit perjalanan, mobil Rasya berhenti dipinggiran danau yang cukup gelap, Rasya keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Christy.


Rasya menggandeng Christy dan berjalan mendekati danau. Christy terlihat kagum saat melihat danau yang dihiasai banyak lilin membentuk kata I LOVE YOU.

__ADS_1


Dan didekat danau itu, ada dua kursi dan satu meja yang di sampingnya dihiasi bunga mawar berwarna putih. Terlihat sangat romantis.


Kondisi langit juga sangat mendukung, sinar bulan yang terang dan bintang-bintang yang menambah kesan indah untuk malam ini.


"princess kamu inget tempat ini? Tempat dimana aku sama kamu selalu ngabisin waktu sama-sama"kata Rasya menatap indahnya danau itu.


"aku selalu ingat dan gak bakal lupa Aya. Ini tempat yang paling memiliki banyak kenangan sama kamu"kata Christy tersenyum bahagia.


"maaf, karena selama ini membuat kamu menunggu"kata Rasya menatap Christy, mengenggam erat tangan gadisnya itu.


"aku udah maafin kamu. Jadi sekarang, jangan ninggalin aku lagi"kata Christy.


"umur seseorang tidak ada yang tahu princess. Kecuali tuhan, makanya itu aku tidak ingim berjanji. Tidak ada yang tau, mungkin aku akan pergi duluan atau juga kamu"kata Rasya menatap lekat manik mata Christy.


"aku lebih milih pergi duluan Aya"kata Christy yang juga menatap manik mata Rasya.


"apa kamu mau tahu, harapan aku sama tuhan?"tanya Rasya


"memangnya apa?"tanya Christy.


"aku harap, tuhan tidak akan pernah mengambil salah satu dari kita. Karena aku gak bisa hidup tanpa kamu, walah hanya semenit ajah. Jadi aku mohon, tetap disisi aku"kata Rasya mengelus pipi Rasya.


"kita duduk disana"kata Rasya membawa Christy ketempat duduk yang sudah di siapkannya itu.


Rasya menyuruh Christy duduk di salah satu kursi, dan Rasya juga duduk dikursi yang ada dihadapan Christy. Ada meja ditengah mereka dan dimeja itu sudah ada makanan yang disiapkan Rasya.


"ini makanan kesukaan kamu. Steak yang hanya setengah matang, dan jus mangga yang tidak memakai gula"kata Rasya membuat Christu tersenyum.


"aku tidak mungkin lupa, makanan kesukaan orang yang aku cintai"kata Rasya tersenyum begitu lebar.


Christy dan Rasya memakan makanan yang ada dihadapan mereka, Rasya sesekali menatap Christy yang sedang asik makan.


"wajah cantik itu, apa aku bisa selalu melihatnya? Apa aku benar-benar akan pergi nanti? Aku ragu, jika harus meninggalkannya lagi. Aku takut dia bersedih, aku tidak suka saat melihatnya sedih itu menyakitkan. Tuhan, aku mohon buat dia tetap bahagia walau bukan denganku, jangan buat di bersedih karna kepergianku"batin Rasya sendu.


Setelah selesai makan, Rasya menggengam tangan Christy dan mengeluarkan sebuah kotak yang berisi sebuah cicin yang sangat indah.


Rasya memakaikan cincin itu pada Christy, lalu mencium tangan gadia itu. Christy tersenyum dengan perlakuan Rasya padanya.


"aku mau, jaga cincin ini sampai nafas terakhirmu. Jika kamu rindu sama aku, datang kedanau ini lalu cium cincin ini"kata Rasya menggenggam tangan Christy.


"aku akan menjaganya. Itu janjiku"kata Christy tersenyum bahagia.


Rasya berdiri dari duduknya, begitupula dengan Christy. Rasya memegang tangan Christy dan berjalan beriringan mengitari danau.


Rasya berhenti dan duduk dipinggiran danau bersama Christy. Mereka melihat indahnya lilin-lilin yang menghiasi danau itu.


"aku ingin memelukmu. Kemarilah"kata Rasya pada Christy.


Christy mendekat, kalu Rasya menariknya kedalam dekapannya. Keduanya merasa nyaman saat saling berpelukan.

__ADS_1


Rasya mengusap lembut rambut Christy, setetes air mata lolos dari mata pria itu. Tetapi Rasya dengan cepat menghapusnya.


Rasya melepaskan pelukannya, menatap lekat mata Christy begitupula Christy yang menatap mata Rasya.


"apa kamu tahu, hal yang paling aku takutin selama ini?"tanya Rasya menatap wajah Christy.


"memangnya apa?"tanya Christy.


"menghilang dari bumi tanpa membawamu"kata Rasya berusaha menahan air matanya.


"kalau begitu, bawa saja aku pergi bersama kamu"kata Christy yang juga menggenggam tangan Rasya.


"tidak mungkin. Takdir kita pasti berbeda"kata Rasya, merasakan hatinya begitu hancur saat ini.


"mau berjanji padaku?"tanya Rasya


"memangnya janji apa?"tanya Christy


"berjanjilah dulu"kata Rasya membuat Christy mengangguk.


"baiklah aku janji"kata Christy


"aku ingin, kamu harus tetap bahagia. Walau itu bukan denganku"kata Rasya membuat Christy menatapnya bingung.


"maksud Aya apa?"tanya Christy, yang bingung dengan apa yang Rasya katakan.


"jika suatu saat nanti, aku pergi dan tidak mungkin kembali. Aku mau kamu tetap tersenyum dan bahagia, lanjutkan hidup kamu bersama seseorang"kata Rasya yang terus berusaha agar air matanya tidak jatuh.


"memangnya Aya mau kemana? Aya mau pergi lagi ninggalin aku iya?"tanya Christy dengan wajah sedihnya.


"aku sudah bilang, umur seseorang tidak ada yang tahu. Aku hanya takut terlambat mengatakannya, jadi aku mohon tetap bahagia walau bukan denganku"kata Rasya


"tapi itu mustahil. Mana mungkin aku bisa bahagia dengan orang lain? Aku hanya bisa bahagia sama Aya"kata Christy menggenggam erat tangan Rasya.


"jangan berbohong princess. Aku tahu, ada seseorang yang mampu membuat kamu jatuh cinta dan bisa membuat kamu bahagia. Aku tahu itu"kata Rasya.


"maksud kamu?"tanya Christy.


"kamu hanya belum menyadari, kalau kamu sayang dan cinta sama dia. Aku rasa, dia bisa membahagiakan kamu"kata Rasya.


"jangan tinggalin aku Aya. Aku mohon"kata Christy sedih.


"untuk saat ini, aku akan tetap disisi kamu. Jangan khawatir"kata Rasya


Rasya langsung mengecup kening Christy, lalu memeluknya erat. Rasya selalu merasa takut, dia takur tidak bisa memelul gadisnya lagi.


Rasya benar-benar tidak kuat jika harus meninggalkan Christy, dia sangat mencintai Christy dan dia selalu ingin bersama Christyn


"aku mohon, beri sedikit lagi waktu untuk bersama gadisku. Aku sangat mencintainya tuhan, aku takut jika jauh darinya. Aku ingin membuatnya bahagia, apa tidak ada harapan lagi untukku tetap hidup? Aku benar-benar tidak ingin meninggalkannya"batin Rasya, yang merasa hatinya begitu hancur.

__ADS_1


"tuhan, perasaan apa ini? Ada perasaan tidak enak dihatiku, aku merasa jika aku akan kehilangan lagi. Aku mohon, jangan membuatku kehilangan lagi. Aku belum siap dan tidak akan pernah siap"batin Christy.


__ADS_2