Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 70


__ADS_3

"BERHENTI"


seseorang dari bagian kanan lapangan berteriak cukup keras, suasana semakin menegang bersamaan dengan seorang gadis yang berjalan mendekat ketengah lapangan. Tatapan gadis itu sangat tajam dan dingin.


Tatapannya jatuh pada Raka yang sudah terbaring lemas di lapangan dengan mulut yang mengeluarkan darah. Richard menatap gadis itu dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


Dia adalah Christy, sedangkan Michel dia sudah membantu Putri dan Zee untuk berdiri dan mendudukan keduanya di ujung lapangan.


"kenapa abang kayak gini?"tanya Christy berusaha untuk menahan emosinya sehingga air matanya lah yang keluar.


Richard bukannya menjawab dia justru terdiam, Christy sebisa mungkin menahan emosinya dan menatap Raka sendu karena melihat kondisi Raka yang sangat lemah saat ini.


"KENAPA ABANG KAYAK GINI"Teriak Christy yang sudah kehabisan akal dengan semua yang terjadi saat ini.


"Chris kamu harus tenang"kata Michel mencoba untuk menenangkan kekasihnya itu.


"bang hiks hiks kenapa? Apa semuanya karena aku? Apa karena aku"kata Christy yang sudah sesegukan.


"abang mohon jangan menangis"kata Richard lembut dan menghapus air mata Christy.


"kamu tahu abang tidak suka jika kamu terluka. Karena mereka berdua kamu hampir celaka"kata Richard dengan tatapan lembutnya.


"lepas"kata Christy menjauhkan dirinya dari Richard.


"princess"kata Richard tidak percaya dengan apa yang Christy lakukan.


"abang gak bisa kayak gini terus, apa karena aku abang mau membunuh semua orang. Lihatlah, bang Raka terluka dan pasti semua itu karena aku juga"kata Christy marah.


"itu salahnya karena menghalangi abang"kata Richard menatap Raka tajam.


"aku bingung dengan apa yang abang lakukan saat ini, semua ini buat aku perlahan benci sama abang"kata Christy membuat badan Richard menegang.


Kata benci itu mempu membuat Richard kehilangan setengah dari nyawanya. Dia tidak bisa di benci oleh princessnya.


"princess, abang mohon jangan seperti ini"kata Richard sendu.


"Chris aku tahu kamu marah,tapi jangan ngomong gitu ke bang Richard"kata Michel.


"kenapa aku gak mati ajah, kenapa bukan aku yang ditusuk Putri tadi pagi. Andai aku mati, mungkin semua ini akan berakhir"kata Christy menghapus kasar air matanya.


"kamu salah besar princess, kalau kamu mati abang akan membuat mereka semua mati dan selanjutnya abang akan menyusul kamu"kata Richard tajam.


"kenapa abang seperti ini? Gak selamanya abang akan berbuat seperti ini demi aku"kata Christy sendu.


"selama abang masih bernafas, tidak ada yang bisa melukai kamu. Abang terlalu takut kamu terluka dan selalu membuat abang was-was jika terjadi sesuatu sama kamu. Kamu terlalu berharga dihidup abang princess"kata Richard.


"aku bisa selesaikan masalah ini sendiri, ini masalahku aku mohon jangan ikut campur. Aku juga tidak mau melihat abang atau siapapun terluka"kata Christy frustasi.


"abang tidak bisa duduk tenang, membiarkan kamu menghadapi semua ini sendiri. Jika nyawa kamu terancam itu sama saja nyawa abang terancam"kata Richard.


"terserah apa yang ingin abang lakukan, tapi aku sudah mengingatkan jangan pernah menyakiti orang yang aku sayangi"kata Christy lalu beralih kearah Raka.


"bang, yang sakit mana?"tanya Christy sendu.


"akhirnya kamu datang, untung bang Richard gak jadi bunuh abang"kata Raka yang masih bisa tersenyum dihadapan Christy.


"maafin aku, gara-gara aku bang Raka jadi gini"kata Christy memeluk Raka erat.

__ADS_1


"udah gak apa-apa, jangan sedih yah"kata Raka mengelus punggung christy dan pingsan tiba-tiba, membuat Christy semakin khawatir.


"Cel angkat bang Raka"kata Christy.


Michel dan yang lain mengangkat tubuh Raka untuk dibawah kerumah sakit, Christy mengikuti Michel dan melewati Richard begitu saja.


Richard mengikuti mereka semua hingga RD hospital. Raka, Putri dan Zee sudah di tangani oleh dokter, Christy berdiri didepan ruang UGD dengan perasaan tercampur aduk.


Richard datang dan mendekat kearah Christy, Christy hanya diam dan berharap dokter yang menangani Raka cepat keluar, saat mereka sedang menunggu, Siska dan Raymond datang dengan wajah khawatir.


"dimana Raka?"tanya Raymond khawatir.


"didalam ayah"jawab Raja.


"semua ini karena kamu"kata Siska menunjuk Christy.


Richard langsung menggenggam tangan Christy dan menariknya ke belakangnya. Richard menatap Siska tajam, Christy hanya bisa terdiam membiarkan Siska mengatakan hal yang mungkin akan menyakitinya lagi kali ini.


"ini bukan salahnya"kata Richard tajam.


"semua ini karena kehadiran dia, andai kamu gak pernah bawa dia kekeluarga kita, semua ini gak akan terjadi"kata Siska membuat Christy  menutup matanya berharap telinganya tuli dalan waktu sekejap saja.


"berhenti berbicara omong kosong"kata Richard marah.


"ini bukan omong kosong Richard, bunda gak tahu kenapa kamu terlalu menjaga Chris. Kamu bahkan rela melukai adik kandung kamu karena anak sial ini"kata Siska membuat Richard semakin marah.


"saya mohon berhenti, princess sedih mendengarnya"kata Richard dengan suara yang cukup lembut.


Nada bicara Richard yang sangat lembut dan terdengar sendu membuat mereka semu fokus pada Richard. Apa sesayang itu Richard pada Christy? Bahkan rasa sakit yang Christy rasakan seperti dirasakannya juga.


Christy memeluk Richard dari arah belakang dan menangis tanpa suara,sangat menyakitkan. Richard hanya bisa mengelus tangan Christy yang melingkar diperutnya.


"ayah mohon sama bunda untuk kali ini saja jangan berkata seperti itu"kata Raymond.


"ini alasan kenapa aku tidak mau meninggalkan princess berlama-lana disekitar kalian. Kalian selalu menyakiti hatinya"kata Richard.


"SEMUANYA KARENA DIA, DIA ANAK PEMBAWA SIAL. KARENA DIA KELUARGA KITA HANCUR KARENA DIA RAKA SEKARANG JADI KAYAK GINI, DASAR ANAK PEMBAWA SIAL"Teriak Siska.


Richard langsung memeluk Christy dan menutup kedua telinga Christy. Richard berharap Christy tidak mendengar perkataa Siska.


Christy terdiam dengan tatapan kosongnya, air matanya jatuh sangat deras. Orang yang selama ini disayanginya mengatai dirinya anak pembawa sial. Christy hanya bisa merasakan tangan Richard yang menutup kedua telinganya.


"maaf, abang tahu ini sangat menyakitkan"kata Richard lembut menghapud air mata Christy.


"bunda aku mohon, kasihan Chris. Bunda gak boleh ngomong gitu"kata Raja sendu melihat Christy yang di peluk erat oleh Richard.


"terserah kalian, kalau sampai Raka kenapa-napa bunda yang akan megusir kamu mengerti"kata Siska menunjuk Christy.


"bang, mendingan bawa Chris pergi dari sini kasihan dia"kata Michel


"kabari saya kondisi raka nanti"kata Richard lalu membawa Christy pergi.


//skip//


Jam menunjukan pukul 4 sore, Raka masih belum sadar. Sedangkan Christy dia ada di markas KC bersama dengan Richard, Reza dan juga Aron.


Christy hanya diam sedari tadi, Richard hanya bisa menatap Christy sendu. Reza dan Aron yang mendengar semuanya dari Richard merasa kasihan dengan apa yang terjadi.

__ADS_1


"princess"panggil Richard lembut.


"kenapa kalian tidak mengusirku juga?"tanya Christy dengan tatapan kosongnya.


"kamu jangan berkata seperti itu"kata Aron sendu.


"kita gak mungkin ngelakuin hal kayak gitu princess"kata Reza.


"pertama bunda, selanjutnya putri. Aoa sekarang kalian juga akan membuangku?"tanya Christy masih dengan tatapan kosongnya.


"princess jangan seperti ini"kata Richard menggenggam tangan Christy.


"apa aku pergi saja sekarang, sebelum kalian mengusirku"kata Christy dengan nada yang sangat sendu.


Semua anggota KC terdiam melihat sisi rapuh dari leader mereka, selama ini Christy selalu memperlihatkan sisi kuatnya. Tapi saat ini, Christy sangat rapuh bahkan di hadapan anggota KC.


"abang akan selesaikan semua ini. Jangan khawatir"kata Richard menggenggam tangan Christy.


"sampai kapan abang akan menyelesaikan masalah aku,semuanya selalu rumit untukku. Kenapa abang selalu mau membantuku"kata Christy sendu.


"karena kamu adik abang, kamu orang yang sangat berharga di hidup abang. Abang tidak bisa membiarkan kamu terluka seperti ini"kata Richard.


"aku hanya menunggu tuhan mencabut nyawaku, lalu aku akan tenang tanpa beban apapun dan bisa berhenti membebani abang"kata Christy tersenyum tipis.


"kamu tidak bisa meninggalkan abang, kalau kamu mati abang akan mati bersamamu"kata Richard marah.


"sampai kapan abang akan seperti ini,aku tidak mungkin selalu disamping abang"kata Christy sendu.


"harusnya abang yang berkata seperti itu, mau sampai kapan kamu menyuruh abang berhenti peduli sama kamu"kata Richard frustasi.


"kita bisa selesiakan semua ini, jangan seperti ini"kata Reza.


"kita bisa menyelesaikannya bersama"kata Aron mengelus kepala Christy.


"sampai kapan aku akan menderita seperti ini. Aku lelah "kata Christy yang sudah terisak, berusaha untuk tetap kuat sangat susah saat ini.


"jangan menangis"kata Richard menghapus air mata Christy yang jatuh begitu deras.


"Faris akan segera pulang, jangan seperti ini dia pasti akan khawatir"kata Reza.


"dia sudah mau pulang? Bagaimana dengan misinya?"tanya Richard.


"semuanya sudah selesai"jawab Reza


"persiapkan semua anggota, leader dan anak buah BD akan datang malam ini"kata Richard serius.


"apa karena lo udah lukain Zee adeknya Alex leader BD?"tanya Aron.


"itu satu-satunya cara supaya masalah ini cepat selesai dan saya akan bawa princess pergi"kata Richard.


"mau lo bawa kemana lagi princess? "tanya Reza.


"ketempat yang jauh dari orang-orang bodoh itu"kata Richard penuh arti.


"kautlah, hanya tinggal sedikit saja"kata Richard memeluk Christy.


"tuhan selesaikan semua ini aku lelah"batin Christy.

__ADS_1


"tenanglah ada abang"batin Richard.


__ADS_2