Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 30


__ADS_3

Author pov


Dimarkas KING COBRA, terlihat seorang gadis yang disekap diruang bawah tanah. Kondisi gadis itu, cukup mengenaskan. Gadis itu adalah, Naila. Orang yang sudah membuat, sahabat Christy merasa sakit.


Naila sudah salah mencari lawan, Naila sendiri yang menggali kuburannya.


"hiks hiks, gue mohon. Lepasin gue hiks hiks"kata Naila, dengan tangisannya.


Sedangkan Christy, dia hanya tersenyum tipis. Melihat Naila, menderita karena siksaannya.


Keluarga Naila sudah hancur, vidio fulgar milik Naila sudah tersebar luas dimedia. Bahkan, semua perusahaan menarik saham mereka dari Alexis Group.


Keluarga Alexis , sudah sangat malu saat ini. Saham mereka, turun secara drastis. Bahkan perusaan mereka mendadak bangkrut. Karena vidio itu, tersebar luas dimedia.


"lo, udah buat keluarga gue malu. Apa itu gak cukup? Gue mohon, lepasin gue"kata Naila, memohon pada Christy. Namun, itu semua sia-sia saja.


"itu semua masih kurang. Gue mau, lihat lo lebih menderita lagi"kata Christy, memainkan belatihnya. Menampilkan smirk andalannya.


"dasar psikopat"kata Naila, menatap sinis kearah Christy.


SRET


SRET


SRET


Ukiran yang sangat cantik, dibuat oleh Christy. Tepat di pipi mulas milik Naila, membuat Naila merasa perih.


"aaaa"teriak Naila


Christy terus mengukir, dengan menggunakan belatihnya. Kondisi Naila, sudah tidak bisa dijelaskan lagi. Keadaannya, sangat kacau saat ini.


"ini akibatnya, karena lo udah buat sahabat gue sakit hati"kata Chtisty


"gu...gue mohon, bunuh ajah gue. Jangan siksa gue kayak gini"kata naila yang mulai melemah.


"sepertinya lo gak sabaran yah"kata Christy, tersenyum miring.


BASH


Satu kali sentakan, nyawa Naila hilang begitu saja. Christy tersenyum, seolah senang dengan hasil yang dia dapatkan. Christy sudah membasmi kuman.


Rasa sakit, harus dibalas dengan rasa yang jauh lebih sakit. Prinsip itu, yang selalu Christy pegang.


Sahabat, adalah segalanya untuo Christy. Jadi, sedikit luka saja yang sahabatnya rasakan. Percayalah itu akan menjadi detik terakhir, nyawa kalian dibumi.


Setelah melenyapkan wanita ****** itu, Chtisty langsung pulang kemansion Raymond.


Mobil Christy, menembus angin malam kota jakarta. Sudah jam 12 malam, tapi kota ini masih sangat padat pengendara. Terlihat bahwa kota ini, sangatlah sibuk.


Saat membawa mobil, dengan kecepatan yang cukup tingg. Christy langsung merem mobil, hingga terdengar suara seretan ban.


Christy, hampir saja menambrak seorang anak, yang berlari ketengah jalan.


Dengan sigap, Christy langsung keluar dari mobil. Christy melihat kondisi anak itu, untung saja tidak sampai tertabrak.


Christy langsung membantu anak itu berdiri, tiba-tiba anak itu langsung memeluk Christy. Anak itu menangis, membuat Christy bingung.


"kak hiks hiks hiks tolongin aku kak"kata anak itu, menangis sesegukan.


"kamu, kenapa dek? Cerita sama kakak"kata Christy, berusaha menenangkan anak itu.


"aku, disiksa sama preman kak. Hiks hiks, aku dipaksa ngemis"kata anak itu


Seketika Christy menjadi marah. Christy tidak suka, jika ada seseorang yang bertidak semena-mena. Terlebih lagi, terhadap seorang anak.


Christy, langsung menyuruh anak itu untuk naik kemobilnya. Baru saja Christy membuka pintu mobil, ada 3 preman yang menahan tangan Christy


"mau lo bawa kemana dia hah?"tanya premanĀ  itu, menatap tajam wajah Christy.


"lepasikan tangan saya"kata Christy, dengan nada dinginnya. Seketika, suasana menjadi menyeramkan.


"gak, sebelum lo serahin anak itu ke kita"kata preman itu, tetap memegang erat lengan Christy.


BUGH


BUGH


BUGH

__ADS_1


BUGH


BUGH


Christy langsung menghajar mereka, dengan membabi buta. Ketiga preman itu, seketika terbaring lemas di aspal.


Christy, langsung menelfon seseorang.


"urus mereka"kata Christy, lalu mematikan telfon


Christy langsung membawa anak itu, pergi dari sana. Didalam mobil, anak itu masih saja menangis dan ketakutan.


"mau tinggal bareng kakak?"tanya Christy, menengok kearah anak itu, yang duduk disampingnya.


Anak itu hanya dia, sambil menunduk ketakutan. Christy paham, pasti anak itu masih takut saat ini.


"gak usah takut. Kakak gak jahat kok"kata Christy, yang seketika tersenyum manis. Terlihat sangat tulus, senyumannya itu.


"orangtua kamu, kemana? Terus, kenapa kamu bisa jadi pengemis gini?"tanya Christy penasaran.


"waktu umur 7 tahun, aku dibuang sama orangtua aku kak. Dan 3 preman tadi, mereka yang membawaku dan menjadikanku pengemis."kata anak itu.


Seketika, kejadian dimasa lalu terputar ulang diotak Chtisty. Kisah anak ini, sangat mirip dengannya. Tapi Christy masih beruntung, karena diurus dengan baik oleh keluarga angkatnya. Sedangkan anak ini, dia menghabiskan masa kecilnya menjadi pengemis.


Seketika, hati Christy sakit mendengar kisah anak itu. Sungguh malang nasibnya.


"ternyata, kita sama yah"kata Christy, tersenyum tipis menatap anak itu.


"maksud kakak?"tanya anak itu, menatap Christy bingung.


"yah kita sama. Sama-sama dibuang keluarga sendiri, sangat sakit rasanya"kata Christy


"benarkah? Tapi kakak sukses"kata anak itu, menjadi ingin tahu kisah Christy.


"dari mana kamu tahu, kalau kakak sukses"kata Christy


"buktinya, kakak punya mobil mahal ini. Pasti sekarang, kakak udah balik kekeluarga kakak"kata anak itu, membuat Christy menarik hidungnya gemas.


"sotoy banget kamu"kata Christy


"lah, terus kakak dapat uang dari mana?"tanya anak itu, menatap Christy.


"benarkah?"tanya anak itu


"bagaimana caranya, kakak bisa hidup selama ini? Tanpa keluarga?"tanya anak itu


"niat kakak cuma satu. Kakak mau mereka tahu, kalau kakak berguna. Kakak bisa diandalkan, dan sekarang kakak sudah buktikan semua itu"kata Christy, tersenyum tulus.


"terus, sekarang kakak tinggal sama siapa?"tanya anak itu


"sama keluarga baru kakak"jawab Christy


"apa mereka baik?"tanya si anak, yang masih sangat penasaran.


"sangat baik, mereka memperlakukan kakak, seperti anak kandung mereka"kata Christy, mengingat betapa baiknya keluarga Raymond.


"aku ingin, punya keluarga lagi. Apa bisa?"tanya anak itu, menatap lekat wajah Christy.


"bisa"jawab Christy, membuat anak itu tersenyum gembira.


"benarkah? Apa ada yang mau menjadi keluargaku?"tanya si anak, dengan senyuman lebarnya.


"ada kakak disini. Sekarang, kakak adalah keluarga kamu. Mengerti"kata Christy, membuat anak itu sangat gembira.


"benarkah? Berarti sekarang, aku sudah punya kakak. Waahh, aku sangat senang"kata anak itu antusias


"kakak tidak tahu nama kamu"kata Christy


"nama aku. Rhel kak"kata anak ituu, menampilkan senyuman terindahnya.


"Rahel. Sekarang panggil aku, kak chris ajah yah"kata Christy, membuat Rahel mengangguk mengerti


"siap, kak Chris"kata Rahel, sambil hormat kepada Christy. Membuat Christy, terkekeh dengan tingkag Rahel.


"berapa umur kamu sekarang?"tanya Christy


"2 minggu lagi, umurku akan bertambah. Menjadi 12 tahun"jawab Rahel.


"berarti, kalau kamu sekolah sekarang sudah kelas 1 SMP kan?"tanya Christ.

__ADS_1


"sepertinya begitu"kata Rahel, yang juga bingung.


"lusa, kakak akan temani kamu. Untuk mendaftar disekolah milik kakak"kata Christy


"wah aku senang sekali kak. Dari dulu, aku ingin sekali sekola. Makasih kak Chris"kata Rahel. Lagi dan lagi senyumannya terlihat.


Christy tersenyum lebar, melihat Rahel Senang. Entah kenapa, baru beberapa menit lalu christy mengenal Rahel.. Tapi rasanya, Christy sudah sayang pada anak ini. Christy ingin menjaga Rahel.


Christy, langsung membawa Rahel ke salah satu mansion miliknya. Disana, Rahel dijaga oleh beberapa maid dan juga pembantu.


Mansion itu cukup besar, Christy sengaja menyuruh Rahel tinggal disitu. Karena mansion itu, dipenuhi beberapa ruangan yang penuh dengan game.


Bahkan, ada perpustakaan pribadi untuk Rahel dimansion itu. Setelah mengantar Rahel. Christy langsung pulang kemansion Raymond.


Jarak mansion yang ditempati Rahel, dengan mansion Raymond sangatlah dekat. Jadi Christy, masih bisa memantau Rahel.


Setelah memarkirkan mobilnya di garasi, Christy langsung masuk kedalam mansion.


Baru saja Christy masuk, tiba-tiba ada yang langsung memeluknya dari depan. Membuat Christy terkejut.


Orang itu adalah Raka, dia memeluk Christy sangat erat. Bahkan enggan untuk melepaskannya, Raka sangat rindu pada adiknya itu.


Baru sehari Christy marah padanya, tapi rasanya dia mau mati karena rasa bersalah.


"maafin abang princess"kata Raka, yang masih memeluk Christy.


Christy hanya diam. Bahkan tidak ada tanda-tanda, jika Christy mau menjawab perkataan Raka.


Raka langsung melepas pelukannya, lalu menatap mata Christy. Begitu pula sebaliknya. Cukup lama mereka saling menatap,lalu Raka kembali berbicara.


"princess, abang mohon jangan diem kayak gini"kata Raka sendu, mengelus rambut Christy.


"abang tahu, abang salah. Tapi abang mohon, jangan diemin abang kayak gini. Abang gak sanggup"kata Raka


"berhenti saling menyakiti, kalian sama-sama abang aku"kata Christy, yang akhirnya membuka suara.


"kalian, hanya menambah rasa sakit buat aku. Bang, satu hari ajah biarin fikiran aku tenang. Aku capek kayak gini terus bang"kata Christy, membuat Raka semakin sedih.


"maafin abang, karena buat kamu menderita"kata Raka, merasa bersalah pada Christy. Christy, langsung memeluk Raka erat. Enggan untuk melepaskannya.


"maafin aku, udah buat abang sedih. Maafin aku, karena udah buat abang kebingungan. Aku minta maaf bang,. Aku cuma kecewa, lihat kalian saling serang hanya karena aku"kata Christy, sambil memeluk Raka.


"bukan kamu yang salah princess. Disini, abang yang salah. Abang terlalu emosi waktu itu"kata Raka membalas pelukan Christy.


"aku mohon, berhenti bertingkah seolah aku barang. Yang setiap saat, kalian perebutkan"kata Christy.


"kamu, bukan barang princess. Kamu adik abang, dan abang gak mau kamu jauh dari abang. Itu ajah kok"kata Raka.


"ini dia, yang buat kalian selalu bertengkar. Kalian sama-sama mau aku, cuma buat salah satu dari kalian. Aku gak bisa bang"kata Christy, lalu melepas pelukannya. Menatap lekat mata Raka.


"berjuang untuk hak sendiri, itu gak salah princess"kata Raka, menatap Christy.


"memang tidak salah, berjuang untuk hak diri sendiri. Tapi cara kalian yang salah bang, aku bukan barang yang mau kalian rebutin"kata Christy


"abang cuma gak mau, kamu pergi ninggalin abang. Lalu kamu, lebih milih Revano, dari pada abang"kata Raka


"udah berapa kali, aku bilang ke abang. Jagan pernah berfikir, kalau aku bakal ninggalin abang. Aku gak akan ninggalin abang, itu janji aku dari awal, saat bang Richard pertemuin kita bang"kata Christy, berusaha membuat Raka mengerti.


"abang tahu, tapi rasa takut itu selalu ada princess"kata Raka


"abang mau janji sama aku?"tanya Christy


"janji apa?"tanya Raka


"aku mohon, abang harus selalu percaya sama aku. Apapun kondisinya"kata Christy.


"abang selalu percaya sama kamu princess. Bahkan, abang lebih percaya sama kamu dari pada sama raja"kata Raka.


"dan aku mau. Abang jadi laki-laki kedua setelah ayah, yang selalu ada buat aku. Ketika seluruh dunia, enggan untuk percaya sama aku"kata Christy, dengan sangat jelas.


"itu pasti princess. Abang akan selalu ada buat kamu, dan selalu percaya sama kamu"kata Raka, sangat yakin dengan perkataannya.


"memangnya, ada masalah apa. Sampai kamu, nau abang berjanji seperti itu?"tanya Raka penasaran, dengan permintaan Christy barusan.


"ada perasaan tidak enak dihati aku bang. Aku selalu berfikir, akan ada satu masalah. Diimana semua orang, tidak mau mempercayaiku"kata Christy sendu.


"abang janji, akan selalu jaga kamu princess. Abang gak bakal biarin, ada yang nyakitin kamu sedikitpun. Itu janji abang"batin Raka


"aku harap, yang abang omongin itu bener bang. Enggak tahu kenapa, batinku selalu mengatakan kalau akan ada masalah, yang membuat semua orang benci dan gak percaya sama aku. Bahkan abang sekalipun"batin Christy.

__ADS_1


__ADS_2