Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 57


__ADS_3

AUTHOR POV


Jam menunjukan pukul 9 malam, Rahel belum tidur karena menunggu kedatangan Christy. Tapi Rahel tidak sendiri, dia ditemani seseorang sejak tadi sore.


Rahel sudah menyuruhnya pulang, tapi orang itu ingin menemani Rahel katanya. Mereka berdua duduk didepan tv sambil menonton siaran kartun.


Semua maid yang menjaga menunduk hormat ketika Christy datang dengan wajah angkuhnya, Rahel berdiri dari duduknya lalu memeluk Christy. Christy dengan senang hati memeluk Rahel.


Mata Christy menangkap sosok anak laki-laki yang menurut Christy anak itu berumur 15 tahun. Christy melepaskan pelukannya, lalu menatap Rahel seolah ingin tahu siapa orang itu.


"kak Rey, sini bentar. Aku kenalin sama kakak aku"kata Rahel memanggil anak laki-laki itu.


"kak, kenalin ini kak Chris kakak aku. Kak Chris kenalin, dia kak Reyhan temen baru aku"kata Rahel dengan senyuman manisnya.


"halo kak, nama gue Reyhan temennya Rahel"kata Reyhan dengan senyuman manisnya.


"siapa nama lengkap kamu?"tanya Christy dengan tatapan seriusnya.


"nama gue Reyhan Alexis"kata Reyhan dengan senyuman penuh arti dan Christy tahu itu arti senyuman itu.


"Rahel naik keatas, kakak mau ngobrol berdua sama Reyhan"kata Christy menatap Rahel.


"yaudah, aku naik dulu yah. Kak Rey makasih udah nemenin aku seharian, good night kak"kata Rahel lalu berlari naik ke atas dan masuk kekamarnya.


"kita bicara diluar"kata Christy.


Christy dan Reyhan keluar dari mansion dan duduk dikursi taman mansion, Christy menatap Reyhan dengan tatapan dinginnya. Christy tahu siapa orang dihadapannya ini.


Christy tahu betul semua keturunan keluarga Alexis, anak dihadapannya ini sangat cerdik menurutnya dan Christy tidak bisa meremehkan anak ini.


"dari mana kamu kenal dengan Rahel?"tanta Christy memulai pembicaraannya.


"gue selalu lihat Rahel kalau dia sedang main di taman kompleks ini. Mulai dari situ kami akrab"kata Reyhan dengan senyuman manisnya.


"apa daddymu baik-baik saja?"tanya Christy dengan tatapan yang berubah menjadi sendu.


"daddy gue baik-baik ajah. Bagaimana dengan kakak, apa kakak baik-baik saja?"tanya Reyhan menatap Christy.


"saya baik-baik saja dan itu berkat daddy kamu"kata Christy tersenyum tipis.


"saya sudah banyak mendengar tentang kakak dari daddy. Menurut gue, kak Chris orang hebat"kata Reyhan.


"bagaimana dengan BLACK ROSE?"tanya Christy.

__ADS_1


"kami baik-baik saja dan kepemimpinan BLACK ROSE sudah gue ambil alih"kata Reyhan.


"apa yang kamu rasakan ketika masuk kedalam komplotan mafia? Apa tidak takut?"tanya Christy.


"mau tidak mau gue harus tetap menjadi mafia, karena itu sudah aliran darah keluarga Alexis. Mafia tidak seburuk yang gue fikir dan gue nyaman menjadi leader mafia"kata Reyhan bangga.


"apa kamu suka pada Rahel?"tanya Christy membuat Reyhan diam seribu bahasa.


Christy tersenyum bangga karena berhasil menebak gerak-gerik laki-laki dihadapannya itu. Sedangkan Reyhan, dia justru diam karena bingung harus menjawab apa.


"jangan terlalu difikirkan, kamu masih muda. Perjalanan kalian masih panjang"kata Christy tersenyum pada Reyahan.


"gue pulang dulu kak, takutnya daddy nyariin"kata Reyhan lalu berlari keluar pagar mansion.


Christy hanya tersenyum melihat tingkah anak itu, menurutnya Reyhan adalah orang yang sangat susah jujur dengan perasaannya sendiri. Ego dan logikanya saling bertarung.


Anak berumur 15 tahun sudah menjadi leader mafia menurut Christy itu hal yang wajar. Karena Christy sudah menjadi leader mafia sejak umur 8 tahun, bisa kalian bayangkan anak gadis yang menjadi leader mafia diumur yang sangat dini.


Christy kembali masuk kedalam mansion dan masuk kekamar Rahel. Benar dugaan Christy bahwa Rahel belum tidur, anak itu sedang berdiri di balkon kamar melihat seorang pria yang berjalan di jalanan komplek.


Christy tersenyum lalu mendekat kearah Rahel dan merangkul pundak Rahel. Rahel sedikit terkejut, lalu kembali memperhatikan orang itu yang perlahan menghilang dengan tertutupnya sebuah gerbang besar mansion.


"kakak ngomong apa sama kak Reyhan?"tanya Rahel lalu duduk dikursi yang ada di balkon kamar miliknya.


"ih kakak bikin kesel"kata Rahel yang kesal dengan kelakuan kakaknya itu.


"cuma nanya biasa ajah kok, emang kenapa?"kata Christy ikut duduk disamping Rahel.


"kak hari itu ada temen kakak datang ngambil jaket, kata maid orangnya cantik banget, namanya siapa yah?"kata Rahel mencoba mengingat seseorang yang pernah datang kemansion itu.


"namanya Fara, dia sahabat kakak. Dia emang cantik dan sangat baik"kata Christy tersenyum tulus.


"sahabat kakak cantik banget yah, hmm emang sahabat kakak cuma kak Fara yah?"tanya Rahel penasaran.


"sahabat kakak ada tiga. Fara, Tasya dan Putri. Mereka sahabat terbaik yang kakak punya, makanya kakak sangat sayang sama mereka"kata Christy.


"emang bedanya teman sama sahabat apa? Kalau menurut aku sih sama ajah"kata Rahel.


"definisi teman dan sahabat sangat berbeda. Seorang teman hanya sekedar teman yang hanya mementingkan perasaan masing-masing, sedangkan sahabat mereka adalah sosok orang yang selalu ada disaat kita sedih dan senang. Dalam persahabatan kita harus saling mengerti jangan hanya ingin di mengerti, tanpa mau mengerti perasaan orangain. Menurut kakak seperti itu"kata Christy.


"tapi terkadang, sahabat juga bisa membuat kita terluka kan?"tanya Rahel membuat Christy terdiam sejenak.


"tidak semua seperti itu kan"kata Christy dengan senyuman yang berubah menjadi sendu.

__ADS_1


"sekarang kamu tidur, besok pagi kita pergi ke markas"kata Christy.


"tempat itu lagi? Tapi disana sangat menyeramkan. Rahel takut"kata Rahel.


"jangan takut, disana adalah tempat dimana kakak besar, tempat dimana kakak belajar artinya hidup"kata Christy menggenggam tangan Rahel.


"tapi, kenapa kakak harus berteman dengan mereka? Mereka sangat menakutkan"kata Rahel menatap Christy.


"jika kamu melihat sisi lain dari kakak, kakak yakin kamu akan jauh lebih takut. Tapi bukan sekarang kakak akan akan memperlihatkan sisi lain itu, ada saatnya"kata Christy.


"sisi lain? Memangnya kakak seperti apa?"tanya Rahel bingung


"ada saatnya, dimana sisi lain kakak bertarung dengan sisi lain dari kamu"kata Christy membuat Rahel sangat bingung.


"Rahel pusing dan tidak mengerti"kata Rahel bingung.


"jangan difikirkan, tidurlah besok bangunlah lebih cepat"kata Christy.


Rahel langsung mencium pipi Christy dan masuk kekamar, Christy menutup pintu balkon dan mengecup pucuk kepala Rahel. Christy mematikan lampu kamar Rahel lalu keluar.


Christy berjalan menuju ruangannya yang ada dimansion itu, Christy menutup ruangannya rapar-rapat lalu duduk dimeja kerjanya. Christy mengambil satu bingkai foto yang selalu berada di meja kerjanya itu.


Bingkai foto yang menampilkan seorang pria tampan diumur 12 tahun, Christy menatap nanar foto itu


Sungguh dia sangat merindukan sosok itu.


Christy mengambil satu kotak besar yang ada di bawah meja kerjanya,kotak berwarna biru langit dengan hiasan bintang-bintang. Christy membuka kotak itu dan melihat beberapa barang yang sangat memiliki kenangan dihidupnya.


Kenangan bersama seorang pria yang sangat Christy cintai, Christy menatap barang-barang itu sendu. Entahlah hatinya kembali sakit rasanya.


"Aya, aku belum sempat ngasih lihat kamu kotak ini. Maaf"kata Vhristy dengan wajah yang sangat menampilkan kesedihannya.


"1 bulan waktu yang sangat singkat bersama kamu. Tapi aku sangat bersyukur, setidaknya aku memiliki kenangan indah yang akan selalu aku ingat"kata Christy dengan air mata yang kembali jatuh membasahi pipinya itu.


"hiks hiks...."isakan Christy terdengar dari bibirnya itu


Setiap mengingat kenangan yang sangat singkat bersama Rasya, hati Christy sangat sakit dan hancur. Christy masih belum percaya jika Rasya akan pergi untuk selamanya.


Christy kembali merasa seperti orang yang sangat tidak beruntung, dia selalu kehilangan seseorang yang sangat berharga dihidupnya.


Christy kembali memikirkan Michel yang masih mau mencintainya, Christy hanya takut suatu saat nanti dia akan kehilangan lagi. Rasanya sangat sakit dan Christy tidak sanggup.


"Aya selamat malam, aku harap malam ini kamu datang di mimpi aku"kata Christy.

__ADS_1


__ADS_2