Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 71


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 7 malam. Raka baru saja sadar, semua orang ada di dalam ruang VVIP yang Raka tempati. Tetapi, hanya Christy dan Richard yang tidak ada.


Bahkan Zee dan Putri juga ada di dalam ruangan itu. Raka menatap keduanya sangat tajam, dan sesekali Raka menengok kepintu berharap Christy datang.


"Cel, Chris dimana?"tanya Raka pada Michel yang berdiri disamping brankarnya.


"lagi sama bang Richard, palingan bentar lagi datang"jawab Michel.


"kamu istirahat aja, gak usah nungguin anak itu"kata Siska sinis.


"dia adikku"kata Raka marah.


"Chris udah di lobby Rak"kata Fara tersenyum.


"suruh dia kesini Far"kata Raka semangat.


"iya iya gak sabaran banget kamu"kata Fara terkekeh.


Baru saja Fara ingin menelfon Vhristy. Tiba-tiba pintu terbuka, ada Christy dan Richard diambang pintu. Mereka berdua masuk dan mendekat kearah brankar Raka.


"abang baik-baik ajah?"tanya Christy mengelus lembut rambut Raka.


"udah tahu kakinya patah masih nanya"kata Putri sinis.


"abang baik-baik ajah, karena kamu udah ada disini"jawab Raka dan tersenyum.


"kaki abang masih sakit?"tanya Christy.


"dikit hehehe"kata Raka terkekeh.


"Richard mendingan kamu bawa dia dari sini. Biar bunda yang jagain Raka"kata Siska mendorong Christy yang sedang berdiri disamping Raka.


"bunda kenapa kasar"kata Raymond marah.


"bunda apa-apaan sih, kenapa dorong Chris"kata Raka marah.


"suruh dia pulang, biar bunda yang jagain Raka disini. Kalau dia disini, bisa-bisa bukan cuma Raka yang terluka, kita semua juga akan terluka"kata Siska sinis.


"apa anda mau melihat rumah sakit ini saya bakar"kata Richard dengan nada dingin.


"bang"kata Christy memegang tangan Richard.


"tapi princess"kata Richard terhenti karena Christy menggeleng.


"bang Raka, aku pulang ajah yah. Bundakan ada disini"kata Christy yang berusaha tetap tersenyum.


"abang mau kamu yang jagain abang"kata Raka penuh penekanan.


"tidak usah membantah Raka, kamu lebih pilih bunda atau dia"kata Siska membuat Raka terdiam.


"aku pulang ajah yah bang"kata Christy.


"kalau kamu pulang, abang juga pulang dan kamu bisa tetap jagain abang dirumah"kata Raka.

__ADS_1


"Raka apa-apaan kamu, kamu masih sakit"kata Siska marah.


"terserah bunda"kata Raka dan melepaskan infusnya lalu mengambil tongkat disamping brankarnya dan menarik Christy keluar.


"lihatlah, Raka menjadi pembangkang karena anak itu"kata Siska marah.


"bukan karena princess, tapi karena prilaku anda sendiri. Anda membuat anak-anak anda perlahan menjauh dan membenci anda"kata Richard lalu keluar dan diikuti yang lain.


"bunda jangan sedih, kan ada Zee sama Putri disini"kata Zee tersenyum pada Siska.


"bunda lebih bersyukur kalau kamu yang jadi anak bunda"kata Siska memeluk Zee erat.


Raka dkk dan Christy dkk sedang menunggu mobil mereka, saat sedang menunggu didepan rumah sakit para supir sudah ada dengan mobil Raka dkk dan Christy dkk.


Bahkan ada tiga motor anggota KC yang berjaga dari arah belakang mobil. Richard langsung mengarah ke para anggota KC yang diperintahkannya untuk datang.


"apa yang lain sudah siap diposisi?"tanya richard dengan nada dingin


"sudah siapa, mereka sudah ada diposisi jendral"jawab salah satu anggota KC dan menunduk hormat.


"laksanakan sesuai perintah"kata Richard lalu kembali ke Raka dkk dan Christy dkk.


"princess, kamu di mobil abang"kata Richard dan hendak menarik tangan Christy namun Raka menahannya.


"Chris kamu sama abang yah please"kata Raka memohon.


"princess kamu sama abang saja"kata Richard.


"lebih baik kita naik mobil aku ajah, biar bang Richard sama bang Taka bisa sama aku"kata Christy mengambil jalan tengah agat tidak terjadi keributan lagi.


"iya, kamu hati-hati"kata Michel lalu mencium kening Christy.


"iya, bang Raja bilang ke supir bawanya hati-hati"kata Christy.


"iya Chris"jawab Raja tersenyum.


"Far, Sya. Malian bareng gue atau di mobil Dimas ajah? "tanya Christy


"gue sama Dimas ajah. Far lo sama Chris ajah, lagian ada Raka juga"kata Tasya.


"yaudah deh"kata Fara.


"kalau gitu kita duluan, kalian hati-hati"kata Fikra lalu masuk kedalam mobil bersama Michel dan Raja.


"Dimas, anterin Tasya yah hati-hati"kata Christy.


"pasti Chris. Kalau gitu kita duluan yah"kata Dimas lalu menggandeng tangan Tasya masuk kedalam mobil.


"princess naik ke mobil duluan"kata Richard.


"iya bang"jawab Christy.


//skip//

__ADS_1


10 menit perjalanan akhirnya Christy, Riichard, Raka, Revano dan raja sudah sampai di mansion Raymond. Mereka disambut oleh Megan dan Wijaya yang ada di mansion.


"bang Raka, mau aku anterin ke kamar?"tanya Christy yang memegang tangan Raka sedari tadi.


"iya, abang juga mau istirahat"jawab Raka tersenyum manis.


"dimana bunda dan ayah kalian?"tanya Wijaya.


"mereka masih di rumah sakit mengurus sesuatu"jawab Raja.


"yasudah kalian istirahat saja sekarang. Biar mommy dan daddy yang tunggu mereka pulang"kata Megan.


"princess setelah mengantar dia,datang kekamar abang"kata Richard lalu pergi menuju kamarnya.


Christy dibantu Raja dan Revano memapah Raka naik ke atas untuk menuju kamar Raka. Setelah Raka sudah berbaring di kasur, Raja dan Revano langsung keluar. Sedangkan Christy, dia menyimpan tongkat Raka lalu menutupi tubuh Raka dengan selimutnya.


"aku mau kekamar bang Richard dulu, bang Raka udah gak butuh apa-apa kan?"tanya Christy.


"temani abang sampai tidur bisa?"tanya Raka menahan tangan Christy.


"bang Raka kayak masih kecil ajah mau ditemenin"kata Christy bercanda.


"duduklah"kata Raka sedikit bergeser agar Christy bisa duduk dipinggir kasur.


"tahu gak... "kata Raka terhenti.


"gak tau bang"jawab Christy terkekeh.


"belum juga di bilangin, dengerin dulu"kata Raka kesal.


"yaudah aku dengerin deh"kata Christy terkekeh.


"kamu tahu gak, abang rindu sama seorang gadis yang selalu datang keabang kalau dia ada masalah. Seorang gadis yang selalu terbuka soal masalah apapun keabang. Tapi gak tahu kenapa, sekarang dia malah semakin jauh bahkan susah untuk abang gapai"kata Raka dengan nada yang terdengar sangat sendu, membuat Christy terdiam.


"apa sesulit itu untuk berbagi masalah kamu? Bahkan walau hanya 1 dari 1000 masalah kamu?"tanya Raka menatap Christy.


"apa dengan aku cerita 1 masalah dari 1000 masalah itu, semuanya akan hilang? Apa dengan aku cerita semuanya bisa aku lalui? Andai itu terjadi, aku akan cerita semua masalahku. Bahkan lebih dari 1000 masalah"kata Christy yang juga menatap Raka.


"setidaknya itu bisa mengurangi beban kamu, sampai kapan kamu akan selalu memikul masalah sendiri. Kamu punya 5 abang, tapi kenapa hanya selalu bang Richard yang menjadi tempat kamu berlindung. Apa kamu berfikir abang tidak sekuat dia? Andai sekali ajah Chris, sekali ajah kamu berlari untuk berlindung ke abang. Abang akan berusaha untuk menjaga kamu, bahkan nyawa sekalipun taruhannya"kata Raka menggenggam tangan Christy.


"mempertaruhkan nyawa? Apa bang Raka tahu arti kalimat itu? Abang tidak tahu, sekuat apa aku menahan diri agar tidak melibatkan semua orang yang aku sayangi. Mau itu bang Raka atau bang Richard. Aku terlalu takut kehilangan lagi bang"kata Christy menunduk sendu.


"dan apa kamu tahu, sekuat apa abang menahan diri agar tidak ikut campur dalam masalah kamu? Abang selalu berusaha untuk diam disaat melihat kamu menyelesaikan masalah itu sendiri. Tapi apa? Abang selalu takut disaat melihat kamu terluka"kata Raka.


"apa bang Raka bisa berpura-pura tuli dengan semua masalah ini? Apa bisa bang Raka berpura-pura tidak perduli dengan masalah ini?"tanya Christy berusaha menahan air matanya.


"apa bisa, kamh berhenti menyuruh abang pergi dan meninggalkan kamu dengan semua masalah ini? Apa kamu tahu sehancur apa hati abang, disaat abang tetap diam melihat kamu melewati semua ini sendiri?"tanya Raka memegang kedua pipi Christy.


Christy langsung memeluk tubuh Raka erat dan terisak, Raka mengelus lembut kepala Christy. Raka selalu menjadi pria paling lemah jika berhadapan dengan Christy.


"aku selalu takut jika hari dimana semuanya tidak lagi perduli denganku, semuanya tidak percaya denganku. Kenapa harus aku"kata Christy terisak yang membuat Raka sedikit bingung dengan perkataan Christy.


"kamu hanya perlu ingat, abang dan semua orang sayang sama kamu dan kita akan selalu jagain kamu"kata Raka.

__ADS_1


"tuhan aku mohon jangan hilangkan orang-orang yang aku sayangi, jangan buat mereka pergi meninggalkanku. Aku mohon lindungi mereka dari semua hal yang buruk nantinya. Karena mereka adalah separuh dari nafasku"batin Christy.


__ADS_2