Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 63


__ADS_3

Author pov


Jam menunjukan pukul 4 sore, Fara dkk dan Raka dkk sedang berada di rumah sakit untuk menjenguk Putri. Christy hanya bisa diam dan menatap Putri sendu yang asik bicara bersama Tasya. Michel hanya duduk disamping Christy sambil memegang tangan kekasihnya itu.


Keadaan Putri sudah membaik, hanya saja wajah putri Masih sedikit terlihat bekas lebam akibat pukul Richard. Raka dkk tidak ada yang tahu jika Putri masuk rumah sakit akibat dipukuli Richard.


"muka kamu masih sakit?"tanya Revano pada Putri yang berstatus sebagai kekasihnya itu.


"aku baik-baik ajah Rev, kamu udah nanya 3 kali loh"kata Putri tersenyum manis pada Revano.


"aku khawatir sama kamu, sebenarnya apa yang terjadi sampe kamu jadi gini?"tanya Revano menatap Fara dkk bergantian.


Tiba-tiba dari pintu masuk terlihat 2 orang pria tampan dengan setelan jas serba hitam, keduanya masuk bersamaan dan menatap mereka semua dengan tatapan khas milik mereka.


Mereka berdua adalah Richard dan Faris, kedua pria tampan yang memiliki sifat dingin. Richard dan Faris memeluk Christy bergantian dan dibalas oleh gadis itu. Richard dan Faris yang awalnya tersenyum justru kembali datar dan menatap  Putri dengan tatapan yang sulit di artikan.


"bang Richard sama bang Faris tahu dari mana kalau Putri masuk rumah sakit?"tanya Revano menatap keduanya bingung.


"mana mungkin saya tidak tahu dia masuk rumah sakit, sedangkan luka di wajahnya itu adalah hasil dari tangan saya"kata Richard dengan percaya diri, seolah habis melakukan hal yang baik.


"maksud bang Richard apa?"tanya Revano menatap Richard bingung.


"bukan urusanmu"kata Richard menatap Revano dingin, lalu berjalan mendekat ke brankar Putri.


"saya rasa luka seperti ini sudah biasa bagi kamu"kata Richard menatap remeh gadis itu.


"maaf bang"kata Putri menunduk takut.


"sebenarnya ada apa ini? Kenapa bang Richard melakukan ini pada Putri? Dia perempuan bang"kata Raka sedikit marah.


"lalu kalau dia perempuan saya harus takut? Detik ini saya bunuh dia juga saya bisa"kata Richard menatap tajam Raka membuat pria itu takut.


"Richard kita datang bukan untuk membuat kericuhan"kata Faris menegur Richard.


"Fara, Fasya, princess. Kalian ikut abang, kita ada tugas"kata Richard santai.


"tugas apa? Dan kenapa dengan para gadis? Kami saja"kata Raja menahan Christy.


"diamlah"kata Richard sedikit membentak membuat Raja terdiam.


"mari ikut dengan kami"kata Faris dengan nada lembut pada ke 3 gadis itu.


Richard, Faris dan Fara dkk langsung keluar dari sana, membuat Raka dkk menatap bingung mereka semua. Putri hanya bisa menunduk diam dan tidak bisa apa-apa.


Dimas dan Fikra kedua pria itu sedari tadi diam akibat takut terkena amukan Richard. Revano menatap Pytri yang menunduk takut seolah ingin tahu apa yang barusan terjadi.


"Putri sebenarnya ada apa ini? Dan apa maksud bang Richard tadi? Apa benar dia yang buat kamu gini?"tanya Revano menyerang Putri dengan banyaknya pertanyaan.

__ADS_1


"Rev, lo tenang dulu. Kasihan Putri"kata Fikra menepuk pundak sahabatnya itu.


"aku gak bisa jawab Rev, maaf"kata Putri.


"okey, gak apa-apa. Lo istirahat ajah ada kita yang jagain lo"kata Dimas.


"Rev, lo keluar gih nyari angin. Segerin fikiran lo"kata Raja.


"tau deh pusing gue"kata Revano kesal lalu keluar dari kamar inap Putri dan membanting pintu cukup keras.


🔫🔫🔫🔫


Di markas KC, Richard dan Faris termaksud Fara dkk sedang bersiap untuk berangkat ke Las Vegas malam ini. Karena Red Rose Mafia terkuat nomor 4 itu menahan 10 orang anggota King Cobra.


Malam ini Richard sengaja menyuruh Fara dkk dan juga Faris untuk ikut, karena Richard hanya membawa anggota KC sebanyak 5 orang. Richard percaya jika anggota Red Rose sangat mudah di kalah kan.


Mereka semua sudah siap dengan pakaian serba hitam dan beberapa benda tajam yang terselip dijaket mereka, Richard sebagai jendral King Cobra memimpin semua anggota yang akan ikut bersamanya malam ini.


"jangan pulang sebelum milik kita kembali. Mengerti"kata Richard dengan nada tegasnya.


"SIAP, MENGERTI JENDRAL"kata mereka semua tegas.


"malam ini kita menggunakan helikopter, saya sudah siapkan 2 helikopter. Di helikopter 1 berisikan saya dan kelompok mesin pembunuh(Fara, Tasya dan farus termaksud leader(Christy) sedangkan di helikopter 2 berisikan anggota KC lainnya mengerti"kata Richard mengatur semuanya.


"mengerti"kata mereka semua.


"tambah banyak anggota yang ikut semakin besar kekuatan kita"kata Aron.


"kalian berdua stay disini, jagain markas. Anggota Black Diamond sedang berada di Indonesia, jangan sampai mereka berhasil masuk ke markas"kata Richar menatap Reza dan Aron.


"untuk apa mereka ke Indonesia? Pertemuan antar mafia masih 2 bulan lagi kan"kata Aron bingung.


"entah apa lagi yang leader bodoh itu rencanakan"kata Richard yang sedikit kesal.


"kami pergi dulu, saya percayakan markas ini ke kalian berdua"kata Richard menepuk bahu Reza dan Aron.


"pasti"kata keduanya sambil tersenyum.


Richard berjalan keluar markas di ikuti anggota lainnya, sudah ada 2 helikopter di halaman markas KC. Richard mengarahkan untuk ke 5 anggota KC masuk kedalam helikopter yang ada disebelah kanan.


Lalu Richard mengarahkan pada Christy dkk dan Faris untuk masuk kedalam helikopter yang ke 1. Setelah siap kedua helikopter itu terbang dengan cepatnya menembus gelapnya langit saat itu.


//skip//


Di mansion Raymond terlihat seorang pria yang sedari tadi menunggu dengan wajah khawatirnya. Pria itu adalah Michel, sejak kepergian Christy sore tadi dari rumah sakit dia sudah tidak tahu kemana gadisnya itu.


Michel yakin jika Christy aman bersama Richard, tapi tetap saja dia tidak tenang karena belum mendapat kabar sejak tadi. Raka dkk pun sama khawatirnya, terlebih lagi Dimas yang khawatir pada Tasya kekasihnya yang juga pergi bersama Richard sore tadi.

__ADS_1


"mereka kemana yah? Kenapa belum balik?"tanya Michel pada dirinya sendiri.


"lo yang tenang Cel, pasti bentar lagi mereka pulang"kata Raka berusaha menenangkan sahabatnya itu, meskipun hatinya juga tidak tenang.


"malam tuan"kata seorang maid yang baru saja masuk dan menunduk hormat pada Raka.


"ada apa pak?"tanya Raka menatap.maid itu.


"tuan muda memerintahkan saya untuk memberitahu, jika dia dan nona Christy tidak pulang malam ini"kata maid itu.


"tidak pulang? Memangnya mereka kemana?"tanya Michel yang berdiri disamping Raka.


"maaf tuan saya hanya di suruh memberitahu jika dia tidak pulang malam ini. Saya undur diri, selamat malam tuan"kata maid itu menunduk hormat lalu keluar dari mansion.


"lo gak usah khawatir, mereka pasti baik-baik ajah. Mendingan kalian pulang besok sekolah kan"kata Raka menatap para sahabatnya yang terlihat sangat khawatir.


"kalau Chris ngabarin lo bilang ke gue yah Rak"kata Michel menatap Raka.


"pasti Cel"kata Raka tersenyum dan menepuk pundak Michel.


"yaudah kalau gitu kita balik dulu Rak, ja"kata Fikra bertos ala pria jaman sekarang pada kedua kembaran itu.


"hati-hati di jalan, kalian jangan ngebut udah malam banget soalnya"kata Raja.


"pasti Ja, yaudah kita duluan yah"kata Fikra.


Saat mereka sudah pulang, Raka dan Raja naik keatas untuk masuk kekamar masing-masing. Saat Raja hendak masuk kekamar dia melihat pintu kamar Christy yang tidak tertutup.


Raja yang awalnya hanya ingin menutup kamar Christy, tiba-tiba masuk dan merasakan aroma khas milik adik kesayangannya itu. Raja berbaring di king size milik Christy yang sangat lembut dan empuk itu.


Raja sesekali tersenyum saat mengingat pertama kalinya dia bertemu Christy dan bermain bersama di kamar ini, Raja tidak bisa membayangkan betapa senangnya dia saat melihat Richard membawa gadis kecil yang sangat cantik dan mengatakan jika itu adik mereka.


Dan mulai sejak itu, Raja selalu menjaga Christy karena teringat bahwa Richard sudah memperingatkan, sedikit saja Christy terluka maka dia akan membawanya pergi. Saat umur 10 Christy dibawa pergi oleh Richard, hanya karena Raja dan Raka tidak sengaja membuat Christy jatuh dan terluka.


Richard membawa Christy ke LA yaitu tempat tinggal omah dan opah mereka, hanya karena tidak sengaja terjatuh Richard sangat marah dan membawa Christy pergi membuat Raja dan Raka sedih.


"kamar ini gak pernah berubah yah princess, tetap sama seperti dulu


Kamu bukan adik kandung abang, tapi abang sayang banget sama kamu. Abang takut kehilangan kamu"kata Raja tersenyum menatap langit-langit kamar Christy.


"abang mau minta maaf lebih dulu sekarang, karena abang takut jika suatu saat nanti tanpa sengaja menyakiti kamu dan bang Richard membawa kamu pergi. Abang takut tidak sempat meminta maaf"kata Raja menatap foto Christy yang ada di bingkai kecil di atas nakas.


"abang selalu kefikiran, disaat abang denger bang Richard bilang kalau abang sama bang Raka adalah orang yang akan sangat menyakiti kamu. Abang takut yang bang Richard bilang itu benar, jika benar abang minta. Maaf abang tidak seperti kamu dan bang Richard yang bisa mendengar isi hati, andai bisa saja bisa abang akan selalu membaca isi hati kamu"kata Raja sendu dan menyandarkan punggungungnya di kasur.


"apapun yang terjadi nanti, maaf kalau abang tidak bisa membantu dan justru menyakiti kamu, maaf princess. Abang tidak sepintar bang Richard yang selalu bisa melindungi kamu, abang itu lemah sangat lemah"kata Raja sendu.


"good night princess, abang sayang sama kamu"kata Raja lalu menutup matanya dan tertidur di kamar Christy.

__ADS_1


"abang tidak pernah berubah, selalu cengeng. Aku juga sayang sama abang, walaupun nanti abang nyakitin aku. Itu gak masalah, karena selama ini abang sudah terlalu sayang sama aku dan aku beruntung karena punya abang seperti bang Raja dan bang raka. Kalaupun nanti aku pergi dan gak akan kembali, aku akan tetap di hati kalian. Good night the twins aku sayang kalian"batin seorang gadis yang jauh di sana.


__ADS_2