
"malam ini, saya Richard Walton Raymond sebagai jendral KING COBRA. Akan mengangkat Rahel sebagai leader KING COBRA"Kata Richard membuat semua orang terkejut.
Seketika semua orang terdiam dan menatap Richard, pria itu hanya menatap semua anggota dengan tatapan elangnya.
Raja, Reza, Fara, Tasya dan Reyhan sangat terkejut. Mereka tidak menyangka jika Rahel akan menjadi leader KC. Reza memang sudah tahu namun dia tidak tahu jika Rahel diangkat sebagai leader malam ini.
Rahel pun sama terkejutnya, dia menatap Richard dengan tatapan yang sangat terkejut. Rahel bingung dengan apa gang Richard lakukan saat ini.
"bang apa maksudnya?"tanya Rahel melepaskan genggaman Richard dari tangannya.
"apa masih kurang jelas?"tanya Richard balik dengan nada sinis.
"jendral, bagaimana dengan Chris?"tanya Fara.
"saya tugaskan untuk kalian semua, mulai hari ini cari semua orang yang berhubungan dengan Alex, bunuh mereka. Keluarga, sahabat dan semua orang yang pernah berhubungan dengan Alex. Bunuh mereka dan jangan biarkan jasad mereka utuh"kata Richard dengan penuh penekanan.
Semua anggota KC merinding mendengar perkataan Richard, pria itu saat ini benar-benar berubah menjadu iblis. Raja semakin kalang kabut memikirkan kondisi Christy.
Richard mengangkat Rahel sebagai leader, lalu bagaimana dengan Christy? Itu yang Raja fikirkan saat ini.
"lalu Chris bagaimana? Sebenarnya apa yang terjadi?"tanya Raja mengacak rambutnya frustasi.
"kita harus kerumah sakit sekarang"kata Reza panik.
Mereka langsung bergegas untuk kerumah sakit, namun tiba-tiba Richard menghalangi mereka. Richard muncul dengan sangat tiba-tiba. Richard menatap mereka dengan tatapan tajamnya.
"kalian mau kemana?"tanya Richard dengan nada dingin dan tatapan elangnya.
"kita mau kerumah sakit"kata Raja.
"tidak ada yang boleh keluar sebelum saya perintah"kata Richard penuh penekanan.
"Richrad, kita harus melihat kondisi Chris"kata Reza.
"saya sudah bilang tidak ada yang bisa keluar kecuali saya perintah"kata Richard mengulang perkataannya.
"bang, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa abang berubah seperti ini. Kami harus kerumah sakit, Chris sedang dioperasi dan kami harus ada disana"kata Raja marah.
"TETAP DIMARKAS INI PERINTAH"kata Richard dengan suara yang menggema dimarkas.
"kalau kalian keluar dari sini, saya pastikan kalian akan mati"kata Richard lalu pergi meninggalkan markas.
Mereka serasa ingin gila mendengar perkataan Richard. Raja memukul keras tembok hingga tangannya berdarah. Raja sangat emosi saat ini.
"AARGH"teriak Raja marah.
__ADS_1
"sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kita tidak bisa pergi? Kita harus kerumah sakit sekarang"kata Fara yang sudah kehabisan akal.
"kita harus tetap kerumah sakit"kata Raja yang hendak keluar dari markas namun Reza langsung menahannya.
"ancaman Richard tidak pernah main-main, jangan mengabaikan acamannya. Kalian bisa mati"kata Reza dengan wajah seriusnya.
"tapi bang, kita harus melihat kondisi Chris"kata Tasya.
"dirumah sakit masih ada Faris, kita akan terus menghubungi dia supaya kita tahu kondisi princess"kata Reza lalu mengambil laptopnya dan menyambungkan nya pada Faris.
//skip//
Di RD hospital semua anggota keluarga Raymond dan para sahabat masih setia menunggu, sudah 5 jam operasi belum juga selesai. Semua orang merasa akan gila karena menunggu terlalu lama.
Raka? Dia baru saja selesai dioperasi. Tapi,kondisinya masih kritis dan masih dalam keadaan koma. Suster keluar masuk dari ruang operasi untuk mengambil beberapa kantung darah. Michel bahkan sampai lupa menghitung sudah berapa banyak darah yang suster itu ambil.
"sudah 5 jam kenapa lama sekali"kata Michel menghatam pelan pintu ruang operasi itu.
Saat mereka sedang menunggu tiba-tiba Richard datang dengan wajah dinginnya, tatapannya membuat semua orang merinding.
"anda yang bernama Michel?"tanya dokter yang tiba-tiba keluar dari ruang operasi.
"iya saya dok, ada apa?"tanya Michel khawatir.
Richard mendekat kearah Michel lalu menepuk pundak Michel, pria itu nampak kebingungan dengan yang Richard lakukan. Michel langsung masuk kedalam ruang operasi.
"bawa mereka"kata Richard pada anggota KC yang berjaga disana.
Semua anggota KC yang ada tiba-tiba membawa semua orang untuk pergi, mereka berusaha memberontak, namun kekuatan anggota KC sangat besar.
"Richard apa yang kamu lakukan ini? Mau dibawa kemana kami?"tanya Raymond bingung.
"jangan pernah temui adik saya lagi"kata Richard membuat semua orang terkejut.
"maksdu lo apa? Lo gila hah"kata Vira marah yang dipegang kuat anggota KC.
"jangan seperti ini nak"kata Wijaya berusaha membuat Richard mengerti.
"lo gak boleh kayak gini"kata Vira berusaha memberontak dari anggota KC, hingga gadis itu hampir terkena pukulan. Namun
"jangan sentuh dia"kata Richard menatap anggota KC itu tajam.
"maaf jendral"kata anggota KC itu menunduk takut.
"kenapa hah? Pukul ajah pukul, gue mendingan di pukul dari pada gak bisa lihat Chris"kata Vira yang sudah menangis.
__ADS_1
"lepaskan dia, yang lain bawa"kata Richard lalu dipatuhi anggota KC.
Raymond, Siska, Wijaya, Megan, Faris, Putri, Fikra dan Dimas dibawa paksa oleh anggota KC. Hanya tersisa Richard dan Vira disana. Vira menatap Richard marah. Richard justru menatap Vira datar.
"di otak lo sebenarnya ada apa sih? Kenapa lo ngusir keluarga lo sendiri? Lo gila"kata Vira marah.
"diamlah"kata Richard menatap vira tajam.
"GUA GAK AKAN DIAM NGERTI"kata Vira marah dan menatap tajam mata Richard.
"mereka keluarga lo, udah 7 jam mereka nunggu disini. Dan dengan gampangnya lo nyuruh anggota lo buat bawa mereka, dengan santainya lo ngelarang mereka untuk ketemu sama Chris"kata Vira menghapus kasar air matanya.
"ini urusan saya"kata Richard marah.
"ini juga jadi urusan gue, kluarga Chris sama juga dengan keluarga gue"kata Vira marah.
"kalau kamu ngomong lagi, saya akan lakukan hal diluar batas fikiran kamu"kata Richard mengancam Vira.
"GUE GAK TAKUT MMMPPH"kata Vira terhenti.
Secara tiba-tiba Richard mencium paksa bibir Vira, pria itu mencium Vira secara paksa. Vira memberontak dengan apa yang Tichard lakukan.
Bukannya berhenti Richard justru semakin memperdalam ciumannya, Vira memukul dada Richard berharap pria itu berhenti.
Vira sudah menangis karena perlakuan Richard, pria itu entahlah apa yang difikirkannya. Richard melepaskan ciumannya dan mengatur nafasnya yang memburu. Richard menatap Vira yang menangis sesegukan dihadapannya.
"lo gila hiks hiks gila"kata Vira yang sudah menangis sesegukan sambil memukul dada Richard.
Richard menatap Vira cukup lama, lalu dengan cepat menarik Vira kedalam pelukannya. Vira hanya terdiam dengan isakan tangis yang masih terdengar. Richard menyandarkan dagunya di bahu Vira.
Vira terdiam sejenak mendengar sesuatu yang tidak terlalu jelas, ada suara isakan kecil ditelinganya. Ada seseorang yang terisak ditelinganya.
Vira merasakan badan Richard bergetar, ada air yang membasahi bahunya. Vira sekejap berfikir, apa pria ini menangis? Pria kuat ini menangis? Apa yang terjadi?
Vira ingin melepaskan pelukan Richard namun Richard menahannya dan memeluknya erat. Air mata Richard terjatuh dengan santainya membasahi wajah tampan jendral mafia itu.
"hanya sebentar tetap seperti ini"kata Richard dengan suara paraunya.
Vira hanya bisa terdiam didalam pelukan Richard, tiba-tiba Michel keluar dengan wajah yang berubah menjadi tanpa ekspresi sama sekali.
Vira semakin bingung dengan apa yan terjadi, Michel duduk didepan ruang operasi dengan tatapan kosongnya. Air mata itu jatuh, namun tidak ada isakan yang terdengar.
"sebenarnya ada apa ini, kenapa membingungkan begini. Ada apa dengan mereka. Tuhan jangan membuatku bingung, sebenarnya apa yang terjadi pada Chris"batin Vira.
"duniaku sudah hilang"
__ADS_1