
Disebuah ruang VVIP milik keluarga Raymond, terlihat seorang gadis yang masih belum sadar sedari tadi. Richard dan Michel tidak mau melepaskan genggaman tangan mereka pada tangan gadis itu yang tidak lain adalah Christy.
Para sahabat merekapun merasa sangat khawatir saat ini, orangtua Christy yang baru saja sampai terlihat sangat sedih.
Terlebih lagi Raymond yang menatap wajah pucat Christy dengan tatapan sendunya. Begitu pula denga Megan dan Wijaya yang sangat sedih melihat kondisi Christy.
"princesa"kata Richard yang melihat mata Christy perlahan terbuka.
"hey kamu sadar sayang?"tanya Michel mengelus pipi Christy.
"apa masih sakit?"tanya Richard yang masih sangat khawatir.
"hmm sedikit bang"jawab Cjristy dengan suara parau.
"hanya luka kecil sampai heboh"kata Siska yang mendapat tatapan tajam dari Richard dan Raymond.
"diamlah"kata Raymond marah.
"kalau seperti ini, sebaiknya anda pulang saja"kata Richard menatap Siska tajam.
"bang udah"kata Christy memperingati Richard.
"istirahat ajah dulu"kata Michel dengan suata lembutnya.
"iya Cel"kata Christy tersenyum.
"Michel temani princess sampai saya datang, sebentar lagi Faris juga akan datang"kata Richard.
"abang mau kemana?"tanya Christy menahan tangan Richard.
"mencari Alex"kata Richard mencium kening Christy lalu pergi.
"lo gak apa-apa?"tanya Fara memegang tangan Christy.
"lo bikin gue jantungan tau gak sih"kata Tasya yang sangat khawatir.
"maaf buat kalian khawatir, gue gak apa-apa kok"kata Christy menatap kedua sahabatnya itu.
"bukannya kalian selalu di kawal anggota KC, kenapa bisa seperti ini?"tanya Fara.
"tadi kita gak diawasin sama mereka, bang Richard bilang supaya gue gak risih"kata Christy lalu mencoba untuk duduk dibantu Michel.
"kamu butuh sesuatu princess?"tanya Raymond lembut.
"enggak kok yah, maafin aku buat ayah harus ngebatalin meeting penting"kata Christy merasa tidak enak.
"ayah gak mungkin meeting disaat anak ayah seperti ini"kata Raymond mencium kening Christy.
"makasih ayah"kaya Christy tersenyum.
"hanya ayah? Lalu daddy?"tanya Wijaya .
"iya daddy juga, baperan banget sih"kata Christy terkekeh.
"lain kali hati-hati nak, daddy sangat lemas tadi, saat mendengar kalau kamu ditusuk seseorang"kata Wijaya yang juga sangat khawatir.
"iya dad, maaf buat daddy khawatir"kata Christy.
"anak mommy baik-baik ajah kan? Masih sakit luka tusukannya?"tanya Megan khawatir.
"sakit dikit sih mom, tapi gak apa-apa kok"kata Christy mengelus pinggiran lukanya itu.
__ADS_1
"Zee sayang, temenin bunda keluar bentar yuk"kata Siska tersenyum pada Zee.
"iya bunda"jawab Zee lalu keluar bersama Siska.
Ada rasa cemburu dihati Christy melihat interaksi Siska dan See, dulu Christy yang ada di posisi itu. Michel yang mengerti perasaan Christy hanya mampu membuat Christy tetap kuat.
"kamu buat aku khawatir lagi"kata Michel dengan tatapan yang sangat sendu.
"aku gak apa-apa Cel, kamu sekhawatir itu?"tanya Christy mengusap pipi Michel.
"kaki aku tadi sampe lemes denger kalau kamu ketusuk orang, mau copot jantung aku Chris"kata Michel mengingat bagaimana dirinya 1 jam lalu.
"maaf udah buat kamu khawatir, dan makasih karena kamu sekhawatir ini sama aku"kata Christy tersenyum manis.
"bang raka"panggil Christy membuat Raka mendekat kearahnya.
"kenapa?"tanya Raka lembut.
"didekat aku yah"kata Christy menggenggam tangan Raka.
"iya princess"kata Raka tersenyum dan menggenggam tangan Christy.
"kalian mau berjanji?"tanya Christy pada semua orang.
"pasti princeas"kata Raymond lembut.
"berjanjilah selalu berada didekatku, berjanji selalu percaya padaku, berjanji selalu mengkhawatirkanku seperti sekarang"kata Christy dengan tatapan sendunya.
"tanpa lo suruh, kita pasti ngelakuin semua itu"kata Fara tersenyum tulus.
"kita sahabatan dan kita harus saling menjaga"kata Tasya.
"kita pasti selalu ada di dekat kamu princess"kata Revano mengelus rambut Christy.
"hmm Far, kenapa Putri gak ada?"tanya Christy.
"dia gak ikut kesini, dia stay di sekolah"jawab Fara sedikit tidak enak pada Christy.
"dia berubah yah"kata Christy tersenyum paksa.
"udah lo gak usah mikirin itu"kata Tasya.
"kamu istirahat ajah"kata Michel lalu menyelimuti tubuh Christy.
//skip//
Dimarkas KC terlihat ketiga pria dengan wajah yang sangat marah, tatapan elang dan rahang yang mengeras. Para anggota KC menunduk takut dan hanya menunggu nasib mereka selanjutnya seperti apa.
Beberapa anggota KC lainnya sudah mulai mencari keberadaan Alex dan anak buahnya. Richard sudah setengah mati menahan amarahnya, agar tidak membunuh semua yang ada di hadapannya saat ini.
"berani sekali dia melukai princess"kata Richard menembak tembok dibagian kanan markas.
Anggota KC semakin dibuat takut, jendral mereka itu tidak akan segan-segan melubangi kepala mereka detik ini juga.
"bisa berhenti gak HAH"kata Reza dengan bentakan diakhir kalimatnya.
"KEMANA MEREKA KENAPA LAMA SEKALI"teriak Richard dengan wajah yang benar-benar marah.
"saya harus mencari mereka sendiri"kata Richard.
"Richard lo bisa gak, lebih tenang dikit ajah? Kalau lo gini semua gak bakal selesai"kata Aron kesal.
__ADS_1
"mereka sudah melukai princess, mereka yang mencari mati"kata Richard menatap Aron tajam.
"disini bukan cuma lo yang marah dan khawatir, kita juga sama kayak lo. Tapi kalau lo kayak gini semua bakal lama kelarnya"kata Reza marah.
"jendral, mereka sudah mendapat 4 orang anggota BD"kata anggota KC yang baru menerima telfon seseorang.
"bawa mereka keruang bawah tanah"kata Richard lalu menuju keruang bawah tanah di ikuti Reza dan Aron.
4 anggota BD diseret masuk kedalam ruang bawah tanah, anggota BD itu sudah sangat lemah. Wajah yang penuh darah dan baju yang sudah disobek-sobek.
Reza dan Aron langsung menendang perut ke4 anggoga BD itu, terlihat Reza dan Aron yang sangat marah saat ini.
Reza dan Aron menendang mereka hingga tersungkur kebawah kaki Richard, wajah pria itu sudah sangat merah seperti akan meledak.
"lo yang selesain"kata Reza pada Richard.
"ambilkan belatih itu"kata Richard pada salah satu anggota KC.
"jendral ini belatihnya"kata si anggota KC memberikan belatih pada Richard.
"supaya adil, bagaimana kalau dari ujung dulu"kata Richard tersenyum licik lalu berjongkok menatap anggota BD itu.
Richard memainkan belatih itu membuat anggota BD yang ada didekatnya sangat takut, Richard terlihat seperti psikopat.
"ini yang adik saya rasakan"kata Richard menusukkan belatih itu pada perut salah satu anggota BD.
"AAARGH"teriak si anggota BD menahan rasa yang teramat sakit.
"dan ini, Untuk balasan karena leader kalian sudah melukai adik saya"kata Richard menarik belatihnya lalu menusuk di tempat yang sama.
Rasa yang sangat sakit dirasakan salah satu anggota BD itu, perutnya ditusuk berulang-ulang kali. Richard bahkan hanya tersenyum licik dan terus menusuk perut orang itu.
Orang itu sudah tidak goyang lagi, Richard berdiri dan tersenyum licik lalu meludahi tubuh anggota BD itu. Para anggota KC meringis melihat kejamnya Richard pada anggota BD itu.
"tidak seru. Baru 6 tusukan sudah mati saja, dasar pengecut. Bawa dia kekandang buaya, kasihan buaya itu sudah lama tidak makan daging segar"kata Richard menedang tubuh si anggota BD itu hingga terhempas cukup jauh.
Anggota KC menyeret tubuh orang itu lalu tubuhnya dilemparkan kekandang buaya. 2 buaya itu dengan semangat menerkam tubuh anggota BD itu.
Richard kembali melakukan hal yang sama pada ketiga anggota BD yang tersisa. Mereka memohon dan berharap Richard berhenti melakukan hal itu.
Richard hanya tertawa iblis, saat mendengar anggota BD itu memohon padanya. Semakin keras teriakan mereka, semakin senang Richard membunuh mereka.
"to....to...tolong lep....le...lepaskan kami"kata salah satu anggota BD yang sudah sangat lemah.
"saya mohon sudah, langsung bunuh saja kami jangan menyiksa seperti ini"kata anggota BD lainnya.
"sayangnya saya masih belum puas"kata Richard lalu kembali menusuk perut mereka berkali-kali.
Bahkan Reza dan Aron merasa takut melihat kelakuan Richard, baru kali ini Richard memperlihatkan sisi terkejamnya. Dan semua itu adalah karena adiknya terluka.
Richard menendang ketiga orang itu hingga terlempar kemana-mana. Wajah puas pria itu sangat terlihat saat ini.
"apa mereka juga akan menjadi santapan buaya jendral?"tanya salah satu anggota KC.
"gantung tubuh mereka bersama dengan tahanan lainnya"kata Richard lalu pergi meninggalkan ruang bawah tanah.
"Za, Ron. Apa jendral tidak salah memerintah? Mereka sudah mati, kenapa masih harus digantung"tanya anggota KC tadi.
"ikuti saja perintahnya, memangnya lo mau bernasib sama kayak mereka"kata Aron membuat mereka semua takut.
Ketiga anggota BD itu lehernya di gantung di dalam sel yang ada diruang bawah tanah, para tahanan lainnya merasa ngeri melihat kejamnya Richard tadi.
__ADS_1
"cari sisa anggota BD, terutama Alex leader mereka"kata Reza lalu meninggalkan ruang bawah tanah.