Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 62


__ADS_3

AUTHOR POV


Sinar matahari pagi berhasil membuat seorang gadis cantik yang baru tertidur 2 jam terusik dan terbangun, gadis itu adalah Christy. Semalaman dia menunggu kabar sadarnya Putri dan setelah mendapatkan kabar dari Michel,Christy sedikit lega dan mulai terlelap dalam tidurnya. Christy dengan perlahan turun dari king sizenya, lalu masuk kekamar mandi untuk bersiap kesekolah.


30 menit bersiap, Christy turun kebawah dengan seragam lengkap IHS. Dibawah tepatnya diruang makan semua orang sudah berkumpul untuk sarapan, Christy duduk tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Bahkan Christy tidak menyapa atau melirik Richard yang duduk disampingnya. Richard menghembuskan nafasnya kasar karena princessnya cuek padanya.


"pagi sayang, makan sarapanmu lalu berangkat kesekolah"kata Raymond pada putri kesayangannya itu.


"iya ayah"jawab Christy tersenyum tipis pada Raymond.


Raymond dan Wijaya saling menatap memperhatikan sikap cuek Christy pada Richard, bahkan Faris sedari tadi menatap Richard berharap Richard menjelaskan ada apa dengan Christy. Richard sesekali melirik Christy yang acuh padanya. Richard bisa mengerti dengan kelakuan princessnya, karena Richard tahu jika Christy tidak suka sahabaatnya disakiti. Tapi Richard kehilangan kendali akibat mengetahui jika Putri menyuruh princsesnya meminta maaf pada gadis ular itu.


"princess, kita perlu bicara hari ini. Sekarang"kata Richard menekankan kata sekarang.


"aku mau kesekolah, lain kali saja"kata Christy tanpa melirik Richard.


"sehari tidak sekolah kamu tidak akan dikeluarkan"kata Richard lalu berdiri dari duduknya dan naik ketas menuju kamarnya.


Christy mengikuti Richard dengan langkah gontainya, semua yang ada dimeja makan berusaha untuk mengerti dengan apa yang terjadi saat ini. Raymond kembali menyuruh semuanya untuk melanjutkan makannya dan membiarkan Richard dan Christy berbicara agar masalah keduanya selesai.


Christy sekarang berada dikamar Richard. Ceduanya saling menatap dengan tatapan yang sulit diartikan. Richard memegang tangan Christy, menggenggamnnya dengan tangan kekar miliknya. Christy menatap Richard dengan tatapan yang sulit diartikan, gadis itu tidak pernah marah ataupun mendiami Richard seperti ini. Christy sangat menyayangi Ruchard dan sangat patuh pada Richard.


"jangan diam seperti ini, abang tidak suka princess"kata Richard menatap sendu wajah adik kesayangannya itu.


"aku hanya tidak mood bang"kata Christy berbohong.


"apa yang kamu inginkan? Apa abang harus meminta maaf pada Putri, agar kamu mau berbicara lagi pada abang hmm?"tanya Richard yang sudah kehabisan akal karena Christy mendiaminya.


"ini salahku, bukan salah abang. Jangan meminta maaf"kata Christy tersenyum simpul pada Richard yang menatapnya sendu.


"abang mohon jangan seperti ini princess"kata Richard memeluk erat tubuh adiknya itu.


"aku minta maaf karena mendiami abang, aku hanya sedang khawatir dengan keadaan Putri"kata Christy menenggelamkan kepalanya didada bidang milik Richard.


"dia tidak akan mati, abang tidak mungkin membunuh anggota KC"kata Richard mengelus kepala Christy.


"aku tahu, tapi aku hanya takut kehilangan sahabatku bang

__ADS_1


Abang tahu itu"kata Christy.


"abang tahu, abang minta maaf. Abang kehilangan kendali saat tahu kamu meminta maaf pada gadis ular itu, abang tidak suka princess"kata Richard melepaskan pelukannya dan menangkup kedua pipi Christy.


"lain kali jangan seperti ini bang,abang bisa membuatku membenci abang"kata Christy sendu.


"abang tidak janji princess, mungkin akan ada pertumpahan darah disaat gadis ular itu mulai beraksi"kata Richard dengan tatapan yang sangat serius.


"aku bisa mengurus semuanya, jangan berbuat apa-apa aku mohon. Aku takut kehilangan lagi bang"kata Christy menggenggam tangan Richard.


"bukan hanya nyawa mereka yang kemungkinan bisa hilang, tapi nyawa kita juga di pertaruhkan princess. Kamu tahu itu"kata Richard menatap lekat mata Christy.


"justru karena itu, aku takut abang terluka karena masalah ini"kata Christy menggenggam tangan Richard erat.


"lalu bagaimana dengan kamu? apa kamu kira abang akan diam saja, disaat nyawa orang yang paling abang sayangi dipertaruhkan"kata Richard mengelus lembut pipi Christy.


"sejak awal, aku memang selalu berada didalam masalah. Aku tidak mau abang terluka karena masalah ini, aku sayang sama bang Richard"kata Christy dengan tatapan sendunya.


"abang juga sayang sama kamu princess. Abang diciptakan untuk melindungi kamu dan kita bisa melewati ini bersama, jika kamu terluka abang jauh lebih terluka"kata Richard.


"aku takut bang, sangat takut"kata Christy memeluk erat tubuh Richard.


"aku bukannya takut dengan gadis itu, aku hanya takut orang-orang yang aku sayang perlahan diambil oleh gadis ular itu. Termaksud abang"kata Christy.


"dia mungkin bisa mengambil mereka dari kamu, tapi dia tidak akan berhasil membuat abang beralih dari kamu. Abang jauh lebih percaya sama kamu, dibandingkan dengan seluruh dunia ini termaksud ayah dan bunda"kata Richard.


"kenapa abang terlalu percaya sama aku, abang terlalu baik padaku. Aku hanya orang asing yang masuk kedalam keluarga abang"kata Christy sendu.


"kamu bukan orang asing, abang tidak suka kamu berkata seperti itu. Kamu adik abang, princessnya abang. Hidup abang tanpa kamu tidak ada apa-apanya"kata Richard.


"masalah ini akan sangat panjang dan rumit, kita bisa menghadapinya bersama-sama. Termaksud bersama pria yang sedang menguping dipintu dari tadi"kata Richard membuat Christy melepaskan pelukannya dan menatap Richard bingung.


"maksud abang?"tanya Christy bingung.


"masuklah, jangan menguping disana. Dasar bodoh"kata Richard  tersenyum sinis.


orang yang dimaksud Richard menampilkan watadosnya, dia terkekeh menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu. Christy terkekeh dengan wajah orang yang sangat dikenalnya itu. orang itu mendekat kearah Christy dan Richard, dia tersenyum pada Christy dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


"dasar penguping"kata Richard sinis.


"gue bukannya nguping, cuma kebetulan lewat kan nanggung kalau dengernya setengah doang"kata orang itu berbohong.


"itu sama saja bodoh"kata Richard.


"sebenarnya kalian membahas apa, itu terlalu sulit untuk otak ku"kata orang itu bingung.


"nanti abang akan tahu"kata Christy pada orang itu.


"bang Faris gak ngantor?"tanya Christy pada orang yang dipanggil Faris itu.


"tunggu abang kamu yang mirip aspal panas ini"kata Faris menatap Richard.


"jaga bicara kamu, mau saya jahit mulutmu itu?"kata Richard serius membuat Faris gelagapan.


"co....co...coba ajah kalau berani"kata Faris sok berani.


Richard langsung mengambil jarum yang sangat tajam yang ada di saku jaketnya, Faris gelagapan karena takut jika Richard benar-benar menjahit mulutnya itu. Sedangkan Christy, dia sudah berusaha menahan tawanya agar tidak pecah akibat melihat wajah ketakutan Faris.


"kemarilah, saya akan jahit mulut kamu itu"kata Richard menatap Faris.


"eh eh lo beneran mau ngejahit mulut gue?"tanya Faris dengan watadosnya.


"saya tidak pernah bercanda dengan perkataan saya sendiri"kata Richard serius, menampilkan wajah dinginnya.


"okey fine, gue minta maaf. Dasar psychopath"kata Faris tidak iklas.


"udah-udah jangan berantem, sini aku mau meluk kalian"kata Christy dan memeluk kedua abangnya itu.


"aku sayang sama bang Richard dan bang Faris"kata Christy.


"abang juga princess"kata Faris dan Richard bersamaan.


"kita lalui ini bersama"kata Richard.


"bersama"kata ketiganya bersama dan tersenyum sambil saling memeluk satu sama lain.

__ADS_1


"semoga kalian adalah seseorang yang akan terus percaya sama aku"batin Christy sendu.


"kita bersama princess"batin Faris dan Richard bersamaan.


__ADS_2