
"semuanya benar terjadi"batin Richard.
Darah segar mengalir dari kepala orang itu, Alex dan Zee sudah terjatuh dan pingsan karena tembakan bius milik Faris. Namun, sebelum pingsan Alex berhasil menembak kepala Christy.
Christy seketika ambruk dengan darah yang berhamburan, Michel terduduk lemas melihat Christy yang berlumuran darah. Richard sebisa mungkin memeluk erat tubuh Christy.
"kamu harus kuat abang mohon"kata Richard dengan isakan tangisnya.
Pria kuat itu menangis saat ini, tangisannya tersedu-sedu membuat siapapun yang mendengarnya ikut menangis. Christy tidak lagi membuka matanya.
"bertahanlah abang mohon"kata Richard memeluk erat tubuh Christy.
"SIAPKAN MOBIL"teriak Reza berlari mendekat kearah Christy.
Reza meniup-niup tangan Christy, pria itu sudah menangis sejak tadi. Semua orang yang terlihat kuat belum tentu tidak pernah menangis. Reza dan Richard menangis hari ini dan itu adalah karena Christy.
"ARGHH BANGUN CHRIS BANGUN"kata Michel yang sudah dibanjiri air mata menatap tubuh Christy frustasi.
"LO HARUS MATI BRE**SEK"kata Michel memukuli Alex yang tidak sadarka diri dengan sangat brutal.
Dimas dan Fikra berusaha menarik Michel, namun pria itu semakin brutal memukul wajah Alex. Michel sangat marah saat ini.
"CEL UDAH"kata Dimas marah.
"dia udah lukain Chris, dia harus mati"kata Michel marah.
"apa dengan lo mukul dia, semua akan kembali? Simpan tenaga lo, sekarang Chris butuh lo"kata Fikra menarik Michel menjauh dari Alex.
"Chris kenapa seperti ini"kata Megan yang sudah terisak dipelukan Wijaya.
"abang mohon princess bertahan"kata Richard yang masih setia memeluk tubuh Christy.
Bajunya sudah dipenuhi darah, air mata dan darah diwajah Richard sudah bercampur. Pria itu tidak bisa berhenti menangis melihat keadaan Christy saat ini.
Richard langsung berdiri dan mengangkat Christy keluar. Mereka semua ikut bersama Richard, sedangkan Alex dan Zee sudah dibawa kemarkas KC. Raka, Siska dan Putri juga sudah dibawah kerumah sakit.
Diperjalanan kerumah sakit, Richard dan Michel tidak hentinya mencium tangan Christy. Wajah Christy yang pucat membuat kedua pria itu menjadi frustasi.
"kamu harus bertahan, banyak yang harus kamu jelasin ke aku"kata Michel mengelus kepala Christy.
"aku mohon bertahan"kata Michel dengan air mata yang kembali keluar.
"tuhan jika engkau mendengar permintaanku kali ini, aku mohon jangan ambil gadisku dari hidupku. Dia sangat berarti untukku. Jangan pisahkan kami"batin Michel sendu.
Richard hanya bisa terdiam sambil mencium tangan Christy berulang kali, setengah nyawa Richard serasa menghilang. Hatinya seperti ditusuk jarum tajam berulang kali, sangat sakit rasanya.
5 menit perjalanan mereka sudah sampai dirumah sakit, Christy langsung di tangani oleh dokter kepercayaan Richard sedangkan Raka masih diperiksa, Siska dan Putri juga sedang diurus oleh dokter. Tasya menemani Dimas untuk mengobati luka tembakan dilengannya.
Semua orang menunggu didepan ruang bertuliskan OPERASI, mereka semua sangat khawatir saat ini. Richard dan Faris terduduk lemas di lantai. Keduanya merasa dunianya seolah gelap saat ini.
Michel hanya bisa duduk dan berdoa semoga gadisnya itu bisa selamat, para orangtuapun sangat khawatir saat ini.
"sebenarnya apa yang terjadi? Ini tidak sesuai rencana awal kalian?"tanya Faris mengacak rambutnya frustasi.
"dan lo, kenapa batin lo gak bisa tahu semua ini?"tanya Faris menatap Richard penuh amarah.
"saya sudah tahu semua ini sejak 1 tahun lalu, saat ulangtahun princess yang ke 15"kata Richard menunduk.
"terus kenapa lo gak ubah semuanya, lo selalu bisa ubah alur ini. Kenapa sekarang gak?"tanya Faris menarik baju Richard.
"saya sudah berusaha, tapi takdir tidak bisa dilawan. Kamu tidaj tahu sebesar apa usaha saya selama 1 tahun ini. Saya selalu takut jika hari ini tiba, dan lihatlah semuanya sudah terjadi"kata Richard marah.
"kalian tidak usah bertengkar, situasi saat ini sangat tidak baik"kata Reza memisahkan keduanya.
"lalu apa yang terjadi selanjutnya? Princess selamatkan?"tanya Faris marah.
"berhenti nanya gitu ke bang Richard. Bang faris harus ngerti perasaan bang Richard. Dia bukan tuhan bang"kata Raja marah.
"DIAM"teriak Raymond yang sudah muak dengan situasi saat ini, semuanya sangat hancur.
"apa kalian tidak bisa diam? Chris sedang diambang kematian saat ini. Apa kalian tidak bisa diam HAH?"kata Raymond marah.
"semua ini diluar pemikiran ayah. Richard kenapa kamu harus membuat Chris masuk kedalam dunia mafia itu?"tanta Raymond yang masih tidak menyangkan dengan apa yang terjadi saat ini. Putri kesayangannya, yang selama ini terlihat biasa saja ternyata seorang leader mafia terkuat di dunia.
__ADS_1
"lihatlah karena kelakuan kamu, Chris seperti ini"kata Raymond marah.
"ayah jangan seperti ini"kata Revano berusaha menenangkan Reymond.
"asal anda tahu, kalau princess tidak menjadi mafia. Dia sudah lama mati diincar para lawan pebisnis anda. Dan kalau dia tidak menjadi mafia, kalian semua sudah lama mati"kata Richard menunjuk semua orang yang ada disana.
"bang udah"kata Raja menegur Richard.
"sebaiknya kalian semua diam, saya benar-benar ingin membunuh semua orang yang ada dihadapan saya saat ini"kata Richard menatap semua orang dengan tatapan elangnya.
"Reza, cari semua keluarga Alex. Bunuh mereka, jangan sisakan satu orangpun"kata Richard marah.
"lo gak salah?"tanya Reza yang lumayan terkejut dengan perintah Richard.
"saya atau kamu yang cari mereka"kata Richard menatap Reza.
"okey gue yang cari"kata Reza mengalah.
"kenapa belum pergi?"tanya Richard dengan nada disinis.
"maksud lo? Harus malam ini?"tanya Reza terkejut.
"saya mau besok pagi, saya denger kalau semua keturunan keluarganya Alex mati. Mau itu orangtua ataupun anak kecil, ini perintah"kata Richard dengan penuh penekanan disetiap katanya.
Reza menunduk hormat lalu pergi, semua orang terkejut dengan perkataan Richard. Pria itu benar-benar berubah menjadi iblis. Perkataannya yang ingin membunuh semua keturunan Alex benar-benar terjadi.
Saat mereka sedang menunggu tiba-tiba ada satu suster yang berlari keluar, seketika semua orang terkejut. Semuanya menjadi panik saat melihat suster yang berlari keluar dengan darah yang berhamburan di baju susternya.
"sus, ada apa?"tanya Michel khawatir.
"pasien membutuhkan darah"kata suster itu lalu kembali masuk kedalam ruang operasi.
Seketika tubuh Richard kembali menegang, nafasnya memburu. Richard ingin mati rasanya menunggu Christy yang sedang di operasi didalam sana.
"MINGGIR"teriak dokter dan 5 suster yang membawa brankar milik Raka.
"ada apa ini dok? Mau dibawah kemana anak saya?"tanya Raymond menahan brankar Raka.
"suster, masukkan tuan raka kedalam ruang operasi"kata dokter itu.
Seketika Raymond terduduk lemas, kedua anaknya sedang bertaruh nyawa di dalam sana. Para sahabat merekapun merasakan hal yang sama. Mereka saling berpelukan dan saling menguatkan. Fikra dan Dimas sudah mengeluarkan air mata, melihat kondisi kedua sahabatnya sedang memburuk.
"tuhan selamatkan mereka"kata Dimas menahan isak tangisnya.
"Zee dan Alex harus dilaporkan kepolisi"kata Jordan papi Mihel.
"bang benar kata papi, mereka harus dilaporkan kepolisi"kata Michel.
"mereka berdua akan menjadi urusan saya"kata Richard.
"bang, lo juga harus di obatin. Tadi lo dipukul berkali-kali"kata Raja merasa khawatir dengan kondisi Richard, wajahnya dipenuhi darah bahkan leher dan lengannya terlihat lebam.
"saya tidak apa-apa"kata Richard lalu terdiam dan duduk menunggu Christy.
Tiba-tiba ada seorang gadjs cantik berpakaian formal, dia duduk disamping Richard dan membawa kotak P3K. Semua orang menatap gadis itu bingung.
"Chris pasti sedih kalau lihat lo kayak gini"kata gadis itu lalu membersihkan luka di wajah Richard.
Richard menahan tangan gadis itu, Richard menatapnya tajam. Bukannya takut, gadis itu justru melepaskan tangannya dari tangan Richard, lalu kembali membersihkan luka diwajah Richard.
"gue udah diperintah sama Chris, gue harus jagain lo. Karena Chris tahu lo itu keras kepala"kata gadis itu.
"lo siapa?"tanya Raja bingung.
"gue Vira, sekretarisnya Christy"kata gadis itu memperkenalkan namanya.
"sekretaris? Tapi bukan kamu sekretaris di perusahaan saya"kata Raymond bingung.
"sebelumnya maaf pak, saya memang bukan sekretaris di perusahaan bapak. Saya sekretaris di perusahaan JP Morgan Chase"kata Vira membuat semua orang bingung.
"lalu apa hubungannga dengan anak saya?"tanya Wijaya bingung.
"Vhris adalah pemilik perusahaan JP Morgan Chase, saya adalah sekretarisnya"kata Vira membuat semua orang terkejut.
__ADS_1
"jadi lo sekretaris cewek gue?"tanya Michel.
"lo tahu soal ini Cel?"tanya Revano.
"gue juga baru tahu"kata Michel.
"jadi pemilik perusahaan nomor 1 didunia itu adalah milik anak saya?"tanya Megan terkejut.
"benar"kata Vira.
"dan lo, seharusnya lo jangan kayak gini. Emang lo mau, Chris lihat lo luka-luka gini"kata Vira membersihkan darah ditangan Richard.
"kamu.kenapa kesini?"tanya Richard.
"gue gak mungkin dirumah ajah, waktu gue tahu adek gue lagi bertaruh nyawa"kata Vira dengan tatapan sendunya.
"lo harus jaga kondisi tubuh lo, kalau lo kayak gini siapa yang jagain Vhris"kata Vira yang masih membersihkan darah di tangan Richard.
"gue udah bawain lo baju, lo harus ganti baju dulu. Yang ini penuh darah"kata Vira mengeluarkan baju kaos hitam dari tas yang di bawahnya.
"nanti saja"kata Richard acuh.
"bisa gak lo jangan keras kepala, lo ganti baju juga gak sampe 5 menit. Tinggal buka terus pake, cuma baju kaos ginian juga"ata Vira kesal menghadapi sikap keras kepala Richard.
Richard menatap Vira kesal, lalu Richard merampas baju kaos hitam dari tangan vira. Bukannya mengganti dikamar mandi, Richard membuka kaos putih penuh darah itu disana, Vira sedikit terkejut. Tubuh atletis Richard dipertontonkan disana.
Richard langsung memakai baju kaos hitam yang Vira bawa, lalu dia kembali duduk. Bira masih terdiam mengingat tubuh Richard yang sangat bagus, perut yang berbentuk kotak-kotak dan dada bidang membiat Vira mau gila.
"gila lo, kenapa ganti disini"kata Vira.
"hanya baju tidak perlu kekamar mandi"kata Richard acuh.
Richard memijat plipisnya dan masih belum bisa merasa tenang. Vira berdiri dari duduknya lalu pergi sebentar. Saat kembali Vura membawa beberapa minuman hangat untuk semua orang.
Vira memberikan semua orang minuman hangat itu, Vira mengurus mereka semua dengan baik. Vira tahu betul yang dirasakan semua orang saat ini, karena dia juga merasakannya.
"nih minum dulu"kata Vira yang duduk disamping Richard.
"gak"kata Richard acuh.
"bisa gak sih lo dengerin orang baik-baik, tinggal minum ajah susah banget"kata Vira.
Richard langsung merampas minuman itu dari tangan Vira, lalu meminumnya dalam satu tegukan. Vira tersenyum melihat Richard yang meminum minuman yang diberikannya itu.
"siapa pria bernama Richard?"tanya dokter yang tiba-tiba keluar dari ruang operasi.
"saya"jawab Richard lalu berdiri.
"anda harus masuk, pasien terus memanggil nama anda"kata dokter itu.
"apa yang terjadi dok?"tanya Michel khawatir.
"kamu yang bernama Michel?"tanya dokter itu.
"iya saya dok"jawab Michel.
"pasien menyuruh saya memberikan ini pada anda. Richard ikut saya masuk"kata dokter itu memberikan cincin pada Michel lalu menarik Richard masuk.
Michel teduduk lemas, cincin itu adalah cincin yang dia berikan saat kencan didanau malam itu. Michel menggenggam erat cincin itu dan memukul dadanya berkali-kali. Sakit rasanya melihat cincin yang dipenuhi darah itu.
"Cel lo harus kuat"kata Fikra lalu dudu disamping Michel.
"Chris kuat Cel, dia pasti bisa bertahan"kata Dimas berusaha membuat Michel kuat.
"TUHAN KENAPA ENGKAU BERI COBAAN SEBESAR INI, KAMI BARU SAJA BERBAHAGIA KENAPA SEMUANYA HILANG DALAM SATU KEDIPAN MATA"teriak Michel dengan air mata yang sudah membanjiri.
"kamu harus kuat"kata Jordan menguatkan anaknya.
"Chris aku mohon bertahan demi aku"kata Michel terisak dan memukul dadanya berkali-kali.
Semua orang merasa iba melihat Michel yang menangis tersedu-sedu. Michel merasa nyawanya akan hilang saat ini juga.
"tuhanku mohon jangan ambil gadisku, dia adalah duniaku. Kalau dia hilang duniaku juga hilang. Jangan ambil dia aku mohon, aku mencintainya"batin Michel.
__ADS_1