
Jam menunjukan pukul 7 malam, Raja dan Christy baru saja sampai di mansion. Saat mereka masuk terlihat cukup ramai, karena ada Raka dkk yang sedang kumpul bersama. Fara dan Tasya tidak ada karena masih menjalankan misi.
Saat baru masuk mata Christy tertuju pada Zee dan Siska bundanya yang sedang bercerita bersama. Ada rasa cemburu di hati Christy, saat melihat keakrapan bundanya dan Zee.
"lain kali temenin bunda ke mall lagi yah"kata Siska mengelus rambut Zee.
"kalau bunda yang minta pasti aku mau kok"kata Zee tersenyum sinis kearah Christy.
"kamu itu udah cantik, baik lagi. Harusnya Michel pacaran sama kamu ajah"kata Siska membuat Christy semakin sedih.
"bunda ada-ada ajah"kata Zee tersenyum.
"tapi Michel udah punya pacar bunda, apa lagi pacar Michel cantik kayak artis, baik, terus sukses lagi dan satu lagi gak manja"kata Michel merangkul Christy dan tersenyum sinis kearah Zee.
Siska dan Zee hanya diam dan kembali sik mengobrol, Raka dan Raja terlihat marah mendengar perkataan Siska. The twins tahu pasti kalau Christy merasa tidak enak mendengar perkataan Siska.
Michel menarik Christy dan duduk disofa bersama yang lain, mereka bercerita bersama. Michel selalu menggenggam tangan Christy, membuat Zee terbakar api cemburu. Wajah Zee sudah seperti bom yang akan meledak.
"keruang musik yuk, udah lama gak latihan nih. Ada Chris juga biar dia nyanyi"kata Raka.
"seru tuh yuk"kata Michel bersemangat.
"yaudah yuk"kata Revano.
Mereka semua berdiri dan hendak ke lantai 2 tempat ruang musik berada, saat hendak menaiki tangga tiba-tiba, Siska dan Zee menahan mereka.
"ajak Zee juga biar makin seru dan rame"kata Siska membuat Raka dkk kesal.
"kalau ada dia bukannya seru tapi hancur"kata Raja sinis.
"Raja kamu gak boleh ngomong gitu, ajak saja Zee dia juga bisa nyanyi"kata Siska.
"tapi sayangnya kita tidak butuh pemain cadangan. Yuk"kata Raka lalu menyuruh para sahabatnya naik keatas.
Zee terlihat kesal dengan perkataan Raka dan Raja. Siska memeluk Zee agar gadis itu tidak kesal. Zee semakin emosi saat melihat tangan Michel yang masih saja menggenggam tangan Christy menuju ruang musik.
Christy dan Raka dkk langsung masuk kedalam ruang musik, mereka semua langsung mengambil alat musik yang mereka kuasai cara bermainnya.
Fikra sebagai drummer, Dimas memainkan piano, Raka dan Raja bermain gitar, Christy dan Michel yang akan bernyanyi, sedangkan Revano dia merekam penampilan para sahabatnya itu.
"lagu apa nih yang bagus?"tanya Raka.
"berhubung yang nyanyi kalian berdua, gimana kalau laginya Raisya sama Afgan. Yang judulnya percayalah, tahu kan?"kata Dimas mengusulkan satu lagu yang menurutnya cocok untuk Christy dan Michel.
"boleh juga"kata Michel tersenyum.
"kamu mau gak?"tanya Michel pada Christy.
"iya"jawab Christy.
"yaudah musiknya"kata Michel bersemangat.
Aku yang tak akan melepaskan
Kamu yang mengenggam hatiku
Kita tak kan mungkin terpisahkan
Biarlah terjadi apapun yang terjadi
Aku yang tak bisa melepaskan
Kamu yang miliki hatiku
Walau mungkin terlalu cepat
Bagi kita berdua
Untuk mengatakan
Selamanya kita akan bersama
Melewati segalanya
Yang dapat pisahkan kita berdua
Selamanya kita akan bersama
Tak kan ada keraguan
Kini dan nanti
Percayalah
Aku yang tak bisa melepaskan
Kamu yang mengenggam hatiku
Walau mungkin terlalu cepat
Bagi kita berdua
Untuk mengatakan
Selamanya kita akan bersama
Melewati segalanya
Yang dapat pisahkan kita berdua
__ADS_1
Selamanya kita akan bersama
Tak kan ada keraguan
Kini dan nanti
Percayalah
Hanya dirimu satu-satunya
Tercipta untukku
Houou.
Selamanya kita akan bersama
Tak kan ada keraguan
Kini dan nanti
Percayalah
Tak kan ada keraguan
Kini dan nanti
Tak kan ada keraguan
Kini dan nanti
Percayalaaah....
Lagu itu terdengar indah, Michel dan Christy berhasil menghayati lagu itu. Raka dkk langsung bertepuk tangan dengan penampilan yang Christy dan michel tampilkan barusan.
"Cell suara lo bagus juga"kata Fikra yang tidak menyangka.
"biasa ajah kali Fik"kata Michel tersenyum tipis.
"lirik lagunya kayak mirip banget yah sama perjalanan cinta kalian"kata Dimas.
"semoga hubungan kalian baik-baik terus yah, kalau bisa sih sampe nikah"kata Revano terkekeh.
"masih lama kali bang"kata Christy terkekeh.
"eh iya abang mau ngasih tahu, mommy sama daddy tadi siang waktu selesai rapat langsung ke Amerika. Katanya urusan mereka lagi banyak banget"kata Revano memberitahu pada Christy.
"loh kok gak bilang dulu ke aku bang?"tanya Christy.
"tadi siang mereka kesini, tapi kata Raka kamu sama Raja jalan-jalan dimall. Jadi mereka cuma nyuruh abang ngasih tahu kekamu"kata Revano.
"terus mereka pulangnya kapan?"tanya Christy.
"kok lama banget Rev, emang urusan apaan?"tanya Raka menyimpan gitarnya.
"gak tahu juga, mereka gak bilang apa-apa"kata Revano.
"nih minum dulu"kata Raja membawa beberapa botol air mineral dingin.
Saat mereka sedang beristirahat, tiba-tiba HP Christy berbunyi. Wajah gadis itu seketika berubah 180°. Wajahnya seperti sedang menahan amarah.
"10 menit saya sampai disana"kata Christy lalu mematikan telfonnya.
"gue pergi duluan yah, ada urusan"kata Christy lalu berdiri.
"aku temenin ajah yah udah malam juga"kata Michel menahan tangan Christy.
"udah gak usah, aku sama bang Richard kok"kata Christy tersenyum tipis pada Michel.
"aku pergi dulu yah, bye"kata Christy mencium pipi Michel lalu keluar dari ruang musik.
"Raka, Raja. Emangnya tiap malam Chris keluar sama bang Richard?"tanya Michel menatap saudara kembar itu.
"iya Cel. Biasa mereka pergi jam segini atau jam 10 malam. Pulangnya subuh atau jam 9 pagi"kata Raja membuat Michel cukup terkejut.
"hah? Mereka kemana? Urusan apa sampai semalaman?"tanya Michel terkejut.
"mereka gak pernah bilang"kata Raka.
"lo gak coba nanya ke bang Richard?"tanya Michel.
"nanya ke bang Richard? Untung kalau dijawab. Malahan kita di pelototin"kata Raja merasa ngeri terhadap kakak pertamanya itu.
"lo tenang ajah, selagi Chris sama bang Richard dia pasti aman"kata Raka menepuk pundak Michel.
"gue cuma khawatir ajah"kata Michel tidak tenang.
"eh kebawah yuk, pengen ngemil gue"kata Fikra berusaha mengalihkan pembicaraan, agar Michel tidak khawatir lagi.
"ngemil mulu lo Fik"kata Dimas.
"namanya juga laper dim"kata Fikra terkekeh.
"yaudah kebawah yuk"kata Revano merangkul pundak Fikra.
Mereka semua keluar dari ruang musik, saat mereka hendak menuruni tangga mereka justru berpapasan dengan Richard. Mereke sedikit bingung melihat ada Richard dimansion.
"loh, bang Richard kenapa masih di mansion?"tanya Raka bingung.
"ini mansion saya, jadi kalau saya dimansion itu hak saya"kata Richard dengan nada dinginnya.
__ADS_1
"bukan itu maksud gue bang, bukannya lo keluar sama Christy 5 menit lalu?"kata Raka membuat Richard sedikit bingung.
"maksudnya?"tanya Richard yang mulai tidak tenang.
"tadi Chris nerima telfon dari orang bang, terus dia bilang mau pergi ada urusan. Dan Chris bilang dia perginya sama bang Richard"kata Michel membuat Richard terkejut.
"sial"kata Richard marah lalu menelfon seseorang.
"cari adik saya cepat"kata Richard marah.
Seketika Raka dkk menjadi panik melihat Richard yang marah, Richard menatap Raka dkk dengan tatapan tajamnya.
"kenapa kalian membiarkan dia pergi?"tanya Richard marah.
"karena Chris bilang perginya sama bang Richard, jadi kita gak bisa ngelarang"kata Raja.
"sebenarnya kenapa bang, Chris kemana?"tanya Michrel khawatir.
"kalian tetap di mansion jangan keluar mengerti"kata Richard menatap satu persatu Raka dkk.
"tapi bang, gue harus nyari Chris"kata Michel.
"ikuti perkataan saya, kalau kalian keluar masalah semakin besar dan nyawa princess menjadi taruhannya"kata Richard lalu keluar dari mansion.
//skip//
Richard baru saja sampai di markas KC, Reza dan anggota KC lainnya menyambut Richard. Aron masih dirumah sakit, sedangkan Fara dan Tasya masih menjalankan misi untuk mencari Alex.
Richard terlihat sangat marah saat sampai di markas, Reza pun menjadi khawatir saat tahu Christy pergi sendiri tanpa sepengetahuan Richard.
"kenapa batin lo gak bisa tahu kalau princess pergi?"tanya Reza sedikit marah.
"saya telalu fokus tentang pencarian Alex"kat Richard mengacak rambutnya frustasi.
"JENDRAL"teriak anggota KC yang duduk didepan sebuah laptop.
"ada apa?"tanya Richard.
"ini adalah kamera yang dipakai oleh Reza kemarin saat pencarian Alex, kamera itu masih disana. Baru saja seseorang melintas dan itu adalah leader"kata anggota KC itu.
"lo yakin itu princess?"tanya Reza.
"gue yakin Za"jawab anggota KC itu.
"jendral, saat saya menolong para korban bom kemarin, saya lihat masih ada 2 bom disana"kata salah satu anggota KC semakin membuat Richard khawatir.
"apa kamu yakin itu bom?"tanya Richardm
"saya yakin jendral, bom itu tersisa dua yang satu berbentuk granat"kata anggota KC itu.
"siapkan anggota kita kesana sekarang"kata Richard.
Sedangakn ditempat yang berbeda, Christy seorang diri mencari keberadaan markas tersembunyi Alex. Christy sudah sangat marah saat ini.
Gadis itu dengan hati-hati berjalan dan melihat apa ada jebakan disana, Christy ingin malam ini Alex dan anggota BD lainnya mati.
Christy berjalan mendekat kearah sebuah gubuk kecil ditengah hutan itu, Christy bisa mendengar suara sekumpulan orang disana.
Christy sudah menyiapkan senapan panjang kesayangannya itu, peluru kecil namun mematikan yang dibuat oleh tangannya sendiri.
Christy langsung keluar dari balik tembok dan menembak beberapa anggota BD yang ada di hadapannya. Terlibat aksi saling menembak disana. Christy berusaha fokus agar tidak terkena peluru.
Alex dilindung oleh beberapa anggota BD, Christy dengan teliti mengarahkan senapannya kearah kaki Alex. Satu kali tembakan kaki Alex terkena peluru itu.
Alex terduduk dan merasa kesakitan, Alex mengarahkan pistolnya kelengan Christy. Christy yang tidak sempat menembak, akhirnya terkena peluru itu.
Christy berusaha untuk kuat dan kembali menembak, saat Christy sedang menembak tiba-tiba para anggota KC datang dengan jumlah yang banyak.
Alex dan anggota BD yang tersisa langsung melarikan diri. Christy mengejar Alex dengan sangat cepat. Richard dan Reza mengikuti Vhristy.
"sial dia sudah terkena tembakan, kenapa masih bisa mengejar secepat ini"kata Alex yang berusaha menahan sakit dikakinya.
DOR
DOR
DOR
Lagi dan lagi Christy menembakan senapannya kearah Alex, lengan dan punggungnya terkena tembakan Christy. Richard dan Reza langsung menahan Christy agar berhenti berlari.
"princess sudah, lihatlah tangan kamu terluka"kata Richard.
"dia harus mati hari ini"kata Christy marah.
"tapi tangan kamu terluka"kata Reza.
"AKU INGIN MEMBUNUHNYA"teriak Christy marah mendorong Reza dan Richard dengan sangat kuat.
"abang mohon jangan seperti ini, kamu terluka princess"kata Richard merobek bajunya lalu menutupi luka Christy.
"abang berjanji akan menemukan Alex, tapi kamu harus mengobati luka ini dulu"kata Richard.
"Reza. Anggota BD yang tertembak bawa mereka ke markas"kata Richard.
"okey"jawab Reza.
"malam ini lo bisa bebas, tapi setelah ini gue pastiin lo mati di tangan gue"batin Christy marah.
"kamu buat abang hampir mati berdiri princess, abang takut kamu kenapa-napa. Untung saja abang datang tepat waktu"batin Richard.
__ADS_1