
Pagi sudah tiba, semua orang sudah bangun dan akan mulai beraktifitas. Dimansion Raymond terlihat cukup ramai tapi suasan sangat sunyi.
Semua orang sedang sarapan bersama, namun Christy masih belum turun. Sedangakn Fara dan Tasya masih sibuk dengan misi mereka.
Raka dkk hanya duduk tenang dan fokus pada makanan mereka, Raymond hanya diam dan tidak mau berbicara. Sedangakn Richard dia duduk diruang TV dengan laptop dipangkuannya.
"tumben kamu gak sama Putri?"tanya Siska pada Zee yang duduk disampingnya.
"aku disini bun"kata Putri yang baru masuk dan langsung duduk disamping Zee.
"ayah, sejak kapan rumah ini menjadi tempat penampungan?"tanya Raka menatap sinis Putri dan Zee
"entahlah ayah saja bingung, kenapa semakin hari mansion ini lebih cocok disebut tempat sampah"kata Raymond menatap Siska marah lalu berdiri dari duduknya.
"mau kemana yah?"tanya Revano.
"ayah lebih suka sarapan dikantor, kalian langsung kesekolah jangan keluyuran"kata Raymond lalu keluar dari mansion.
"hati-hati dijalan ayah"kata Raka diangguki Raymond.
"gue keatas dulu mau lihat Chris"kata Michel lalu berdiri diikuti oleh Zee.
"Cel habisan dulu makan kamu yah, terus kita kesekolah bareng"kata Zee memegang tangan Michel dan langsung dihempaskan oleh Michel.
"gue gak bisa makan sebelum pacar gue juga makam, minggir"kata Michel lalu mendorong Zee agar menghindar dari jalannya.
"Cel aku mohon anterin aku kesekolah yah, mobil aku juga lagi rusak"kata Zee membuat Michel semakin geram.
"lo gak ada hak buat merintah gue"kata Michel lalu kembali mendorong Zee dan naik kekamar Christy.
"MICHEL"teriak Zee kesal.
"dasar tidak tahu malu"kata Fikra tersenyum sinis.
"maksud lo apan ngomong gitu"kata Zee menatap Fikra
"maksud Fikra lo gak tahu malu. Kurang jelas? GAK TAHU MALU"kata Revano dengan bentakan diakhir kalimatnya.
"sudah, apa-apaan kalian. Kenapa berkata seperti itu"kata Siska membela Zee.
"Rev kamu apa-apaan sih, kok kamu ngomong gitu"kata Putri menatap Revano.
"ini mulut gue jadi gue berhak ngomong apapun, lo gak punya hak buat ngelarang gue"kata Revano menatap Putri tajam.
"aku pacar kamu, jadi aku berhak Rev"kata Putri marah.
"hubungan kita udah putus saat lo buat adik gue sedih. Ngerti"kata Revano lalu keluar dari mansion.
"lo lebih milih Zee dari pada sahabat dan cowok lo sendiri , dasar ****"kata Dimas menunjuk Putri lalu keluar mengikuti Revano.
"bang kita pergi ajah, jijik gue lihat muka mereka"kata Raja menarik Raka dari sana.
Dari arah ruang TV terlihat Richard yang tersenyum sinis melihat semunya, Richard berdiri dan mendekat kearah ketiga orang itu.
"pertama anak, yang kedua sahabat, dan yang ketiga pacar. Mungkin selanjutnya kalian akan kehilangin dunia kalian"kata Richard dengan nada yang terdengar mengintimidasi.
Richard langsung pergi meninggalkan ketiganya, mereka bertiga terdiam mendengar perkataan Richard tadi. Benar-benar terdengar seperti ancaman.
Sedangkan Michel dia sudah 5 menit berdiri dan mengetuk pintu kamar Christy, tidak ada jawaban sama sekali dari dalam. Michel menatap pintu bertuliskan princess itu dengan tatapan sendunya.
Tiba-tiba pintu itu terbuka dan menampilkan wajah Christy. Michel menatap Christy dengan tatapan yang bercampur aduk.
"masuk"kata Christy lalu berjalan begitu saja diikuti oleh Michel.
Christy duduk diking sizenya lalu Michel juga ikut duduk disamping Christy, tiba-tiba Christy menyadarkan kepalanya dibahu Michel. Michel langsung merangkul pundak Christy agar gadis itu semakin nyaman.
"mau aku suruh bibi bawa makanan?"tanya Michel dengan suara yang sangat lembut.
"enggak"jawab Christy dengan suara yang sangat kecil.
"luka kamu sudah diobati?"tanya Michel.
"udah"jawab Christy.
"kamu sebenarnya kenapa? Gak mau cerita sama aku?"tanya Michel lalu memegang bahu Christy dan menatap gadis itu.
"aku cuma mau istirahat"kata Christy menatap Michel.
"kamu bohong, aku selalu bisa baca mata kamu. Mata kamu seolah berteriak untuk meminta bantuan"kata Michel.
"kamu sayang sama aku?"tanya Christy tiba-tiba membuat Michel sedikit bingung.
"tentu saja"jawab Michel dengan sangat sungguh-sungguh.
"bisa tinggalkan aku?"tanya Christy dengan tatapan sendunya.
"maksud kamu apa?"tanya Michel menggerutkan keningnya.
__ADS_1
"tinggalkan aku dan cari gadis lain"kata Christy membuat Michel terkejut.
"Chris, aku gak akan dan gak mungkin ninggalin kamu. Kita bisa selesain ini sama-sama, jangan ngomong kayak gitu"kata Michel menggenggam tangan Christy.
"tapi aku takut nanti kamu juga akan pergi ninggalin aku, sebaiknya aku yang nyuruh kamu ninggalin aku sekarang"kata Christy.
"mau itu sekarang atau nanti, aku gak akan ninggalin kamu karena aku cinta sama kamu"kata Michel menegaskan sekali lagi kalau dia benar mencintai gadisnya itu.
"aku janji akan selalu ada buat kamu, kita bisa lalui ini bersama"kata Michel mengelus pipi Christy.
"aku mohon jangan berbohong"kata Christy dengan suara yang bergetar karena gadis itu sudah menangis.
"aku gak akan bohong, aku bersumpah kalau aku nyakitin kamu, aku sendiri yang akan hilang dari hadapan kamu"kata Michel.
"pegang janji kamu Cel"kata Christy.
"iya"jawab Michel lalu memeluk Christy.
"tuhan jangan hilangkan priaku ini, dia menjadikan aku kuat disaat-saat seperti ini. Aku mohon jaga dia untukku, aku takut kehilangan dia"betin Christy.
"kamu terlalu berharga dihidup aku Chris, aku selalu mau lihat kamu bahagia. Aku gak suka lihat kamu sedih, aku berjanji akan selalu ada buat kamu"batin Michel.
//skip//
Dimarkas KC terlihat cukup menegangkan, anggoga BD yang semalam berhasil ditembak Christy sudah dibawah kemarkas KC. Ada 6 orang anggota BD yang berhasil ditangkap malam tadi.
Sejak semalam mereka tidak hentinya disiksa hingga membuat Richard senang, bahkan anggota KC lainnya tidak bisa membayangan jika nasib mereka seperti anggota BD.
"bagaimana keadaan Aron?"tanya Richard pada Reza.
"dia sudah melewati masa kritisnya, mungkin sebentar lagi bisa keluar dari rumah sakit"jawab Reza.
"lalu Fara dan Rasya?"tanya Richard.
"mereka sudah menangkap 3 anggota BD, tadi subuh mereka sempat membawa mereka kesini lalu pergi lagi"kata Reza.
"berirathu mereka istirahat saja dulu, pencarian bisa di lakukan anggota lain"kata Richard.
"nanti gue kasih tahu"kata Reza.
"bagaimana dengan princess?"tanya Reza lalu duduk dikursi begitu juga Richard.
"seperti biasa, dia justru semakin dingin"kata Richard.
"semalam gue gak bisa bayangin gimana jadi princess, kasihan dia. Sebenarnya ada apa dengan bunda kalian itu?"tanya Reza mengingat kejadian semalam dimansion Raymond.
"dia hanya bodoh karena percaya pada gadis licik"kata Richard kesal.
"dia tidak mau pergi, dia ingin menjaga keluarga itu dari semua musuh KC"kata Richard kehabisan akal menghadapi sikap Christy.
"kenapa dia terlalu baik, untuk apa menjaga keluarga yang tidak menginginkannya"kata Reza marah.
"kamu tahu sendiri bagaimana pemikiran princess, selalu mengutamakan orang lain"kata Richard lalu pergi dari markas.
//skip//
Di IHS semua murid sedang menikmati waktu istirahat mereka, Raka dkk dan Christy berjalan menuju kekantin. Christy berjalan ditengah para most wanted itu, semua siswi merasa iri pada Vhristy yang bisa selalu dekat dengan para most wanted.
Christy berjalan sambil bergandengan dengan Michel, banyak yang merasa iri dan merasa senang melihat keduanya. Christy hanya acuh dan berjalan bersama dengan yang lain.
"duduk disana ajah"kata Dimas menunjuk kursi yang berdekatan dengan pintu keluar dari kantin.
"yuk"kata Fikra lalu berjalan duluan.
"kalian mau apa? Biar gue sama Fikra yang pesenin"kata Raka.
"bakso ajah deh lagi pengen gue"kata Dimas.
"samain ajah bang"kata Christy.
"Cel, Ja, Rev. Kalian juga bakso ajah?"tanya Dimas.
"samain ajah"kata Raja diangguki oleh Michel dan Revano.
"minumnya jus mangga ajah semuanya"kata Michel.
"okey tunggu yah"kata Raka lalu pergi bersama dengan Fikra.
"hmm Chris, gue mau nanya. Tasya kemana yah? Dia gak bilang apa-apa ke gue"tanya Dimas yang sudah beberapa hari tidak mendapatkan kabar dari kekasihnya itu.
"dia pulang ke Amerika, ada urusan dengan orangtuanya"jawab Christy berbohong.
"kok dia gak bilang yah? Telfon gue juga gak diangkat"tanya Dimas.
"dia mungkin lagi sibuk, lo gak usah khawatir dia baik-baik ajah kok"kata Christy.
"kalau lo yang bilang gue percaya"kata Dimas tersenyum.
__ADS_1
"Cel pulang sekolah mau gak temenin aku pergi?"tanya Christy menatap Michel.
"emangnya kemana?"tanya Michel
"kemakamnya Aya"jawab Christy tersenyum tipis.
"yaudah, pulang sekolah kita kesana"kata Michel tersenyum manis.
"nih makanannya"kata Fikra membawa nampan begitu juga dengan Raka.
"wih enak nih"kata Revano bersemangat.
"Chris nih punya kamu, gak pake mie kayak biasa"kata Raka tersenyum.
"iya, makasih bang"kata Christy.
"sama-sama"jawab Raka mengacak gemas rambut Christy.
Mereka semua langsung menyantap bakso pesanan mereka, sesekali Dimas dan Fikra mencoba untuk mengeluarkan candaan mereka agar Christy bisa tersenyum. Setidaknya usaha mereka membuahkan hasil walau Christy hanya tersenyum kecil.
Saat mereka sedang makan tiba-tiba Zee dan Putri datang, mood Christy kembali hancur melihat keduanya. Raka dkk menatap zee dan Putri sinis.
"Cel aku sama Putri duduk disini yah"kata Zee dengan nada sok imut yang membuat Michel kesal.
"cari tempat lain"kata Michel acuh.
"Cel aku maunya disini, boleh yah"kata Zwe merengek membuat Christy jengah.
"Chris coba deh bakso aku enak loh"kata Michel menyuapi Christy satu sendok baksonya.
"enak Cel"jawab Christy tersenyum manis.
Zee terlihat marah dengan apa yang Michel lakukan, Zee terlihat terbakar api cemburu. Michel hanya tersenyum sinis melihat rekasi Zee.
"Michel aku tuh ngomong sama kamu"kata Zee menggoyangkan lengan Michel.
"lo apa-apaan sih, lo gak lihat gue lagi makan? Bisa gak sih lo gak ganggu"kata Michel marah.
Seketika meja mereka menjadi sorotan para murid, bukannya malu Zee justru semakin berulah. Zee menjatuhkan nampan yang berisi makanannya hingga suara pecahan menggema di seisi kantin.
"kalian mendingan pergi deh, jijik gue lihat muka kalian"kata Revano menunjuk Zee dan Putri.
"bang"tegur Christy yang melihat wajah sedih Putri akibat perkataan Revano.
"abang gak suka lihat mereka Chris"kata Revano marah
"ini semua tuh gara-gara lo tahu gak"kata Zee menunjuk Christy.
"lo gak usah nunjuk cewek gue ****"kata Michrel menurunkan tangan Zee kasar.
"kamu kenapa sih Sel? Seharusnya tuh kamu belain aku, apa gunanya belain anak pungut itu"kata Zee membuat suasan semakin tegang.
"jaga mulut lo Zee, lo udah keterlaluan"kata Raja yang mulai marah.
"emang bener kan, dia itu anak pungut. Anak pembawa sial. Bunda ajah udah jijik lihat dia"kata Zee sinis.
"sekali lagi lo ngomong, gue gak akan nahan emosi gue"kata Christy menatap Zee marah.
"kenapa? Marah? Malu? Lo tuh emang gak tahu malu. Gue bingung kok bisa yah Michel mau sama lo"kata Zee menunjuk Christy membuat Christy semakin marah.
"MATI LO HARI INI"teriak Christy marah dan hendak memukul Zee.
Namun tiba-tiba dari arah belakang terlihat seorang pria menarik kera baju Zee, gadis itu diseret dengan pria itu. Zee di seret hingga ketengah lapangan.
Raka dkk Christy dan juga semua murid berlari mengikuti pria itu. Zee terlihat memberontak karena lehernya yang tercekik. Tubuh Zee dilempar hingga menghantam ring basket cukup keras.
Semua murid merasa takut melihat perlakuan pria itu pada Zee, pria itu hanya tersenyum licik melihat Zee yang sudah kesakitan.
"sudah saya peringatkan, jangan sakiti adik saya. Rupanya kamu mencari mati"kata pria itu kembali mendekat kearah Zee.
Pria itu kembali menarik paksa Zee hingga gadis itu berdiri, Zee merasa semua tulangnya sudah remuk. Pria itu tersenyum sinis lalu kembali melemparkan tubuh Zee hingga terpental menghantam tribun lapangan.
"aww tangan gue"kata Zee merasa tangannya seperti sangat nyeri.
"untung saja ini adalah sekolah. Kalau bukan, detik ini juga sudah saya bunuh kamu"kata pria itu dengan tatapan elangnya.
Putri dan beberapa murid lainnya berlari kearah Zee, namun Christy menghalang mereka. Tatapan Christy seperti tatapan seorang iblis yang kejam.
"kalau kalian ngebantuin dia, gue pastiin kalian bernasib sama kayak dia"kata Christy marah.
"lo gila hah, Zee pasti kesakitan sekarang"kata Putri marah.
"itu urusannya, mau dia sakit atau tidak itu bukan urusan gue. Minggir kalian"kata Christy mendorong Putri dan beberapa murid lainnya.
Semua murid menjadi sangat ketakutan melihat sisi lain dari Christy, hari ini gadis itu benar-benar terlihat seperti seorang iblis. Tatapan matanya sangat tajam dan terlihat menakutkan.
"gue pastiin lo akan mati di hari yang sama dengan kematian Alex nanti"kata Christy menunjuk Zee.
__ADS_1
"terimakasih bang"kata Christy pada seorang pria yang menyiksa Zee tadi. Yang tidak lain adalah Richard.
"kembali kasih princess"kata Richard tersenyum pada Christy.