Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
EXTRA PART(END)


__ADS_3

Disebuah rumah sakit terlihat Raka yang baru saja selesai melakukan cek up dengan dokter. Pria itu terus rutin kerumah sakit untuk mengetahui kondisinya setelah sadar dari koma 2 tahun lalu. Raka ditemani oleh Raja kembarannya.


Saat mereka berjalan ingin keluar dari rumah sakit, tiba-tiba Michel bertemu keduanya. Raja tersenyum pada Michel yang menyapa mereka. Sedangkan Raka, dia hanya diam dan tidak mau menyapa sama sekali.


"hari jaga lo yah?"tanya Raja pada Michel.


"hmm"jawab Michel dengan dehemannya.


"gue duluan Ja, ada pasien baru masuk di UGD"kata Michel menepuk pundak Raja lalu berjalan meninggalkan keduanya.


"bang, lo gak boleh kayak gini terus ke Michel. Lo lupa? Yang buat lo bisa bertahan sampe sekarang itu Michel"tegur Raja pada kakaknya itu.


"gue gak minta disembuhin, gue cuma mau ketemu Chris"kata Raka marah lalu berjalan meninggalkan Raja.


BRUK


Tiba-tiba Raka terhatuh karena ada seseorang yang menabraknya. Bukannya marah, justru Raka mengejar orang itu. Perasaan Raka dia mengenal orang itu.


"CHRIS"teriak Raka mengejar orang itu.


"bang itu bukan Chris, lo sadar dong"kata Raja menahan Raka yang berusaha tetap lari.


"dia Chris, Ja. Nih lihat dia kasih ini ke gue"kata Raka menunjukan selembar kertas kecil berwarna putih.


"aku benci abang"seperti itulah kalimat yang tertulis di selembaran kertas itu.


"gak mungkin bang"kata Raja terkejut melihat tulisan tangan itu yang sangat mirip dengan tulisan tangan Christy.


Raka terduduk lemas dan menangis, sudah 2 tahun dia tersiksa karena rasa bersalahnya. Janjinya untuk mempercayai Christy di ingkarinya sendiri, karena dirinya Christy pergi entah kemana. Sudah 2 tahun Raka berkelakuan layaknya orang stres. Melihat surat itu semakin membuatnya gila.


Dari kejauhan seseorang berpakaian serba hitam tersenyum sinis menatap Raka, dia merasa rencana awalnya berhasil. Raka seperti orang gila dan itu membuatnya bahagia melihatnya.


"kalian akan tersiksa terus menerus. Tersiksa karena rasa bersalah kalian sendiri. Karena kalian nyawa seorang gadis hampir hilang. Kalian melukai seorang gadis yang berarti dihidup saya"batin orang itu lalu pergi dari sana.


//skip//


Jakarta,kamis 15 april 2020


Jadwal operasi untuk Christy ditetapkan hari ini. Michel sudah bersiap dengan pakaian operasinya. Michel memijat perlahan pergelangan tangannya, lalu memijat plipisnya. Takut? Tentu saja. Operasi ini mungkin bisa saja menghilangkan nyawa gadisnya.


3 kali operasi berselang beberapa jam saja, bagian kepala Christy akan diotak-atik olehnya. Operasi ketiga, pasien harus dalam keadaan sadar. Michel takut jika Christy merasa panik.


Saat Michel sedang duduk didepan ruangan Christy, tiba-tiba Richard menghampirinya. Richard juga sama khawatirnya dengan Michel.


"apa ini tidak akan berbahaya?"tanya Richard ragu.


"Chris akan sembuh bang, tapi ada banyak kemungkinan yang terjadi diruang operasi. Terlebih lagi saat operasi ***, Chris bisa saja kehilangan indra penglihatan atau bahkan mengalami lumpuh total"kata Michel merasa sangat cemas.


"kamu dokter dan ini kewajiban kamu sebagai dokter. Kalau kamu takut gimana sama pasien kamu. Saya yakin, kamu pasti berhasil. Demi Chris."kata Richard, berusaha membuat Michel kuat.


"gue cuma gak mau nyesel bang"kata Michel menunduk frustasi.


"kamu gak akan nyesel, princess pasti sadar"kata Richard yang sangat yakin.


"pagi dokter"kata dokter Renal dan dokter Genta yang juga sudah memakai pakaian operasi.


"pasien sudah diruang operasi, sekarang kita harus mulai operasi pertama. Pengangkatan kanker dari kepala pasien"kata dokter Genta dengan wajah seriusnya.


"baiklah"kata Michel membuang nafasnya kasar lalu berdiri dari duduknya.


"apa anda yakin akan melakukan operasi ini sendiri?"tanya dokter Renal membuat Michel menatapnya sinis.


"saya tidak suka dipandang sebelah mata"kata Michel menatap dokter Renal sinis.


"bang, gue harus pergi sekarang"kata Michel pada Richard.


"saya percayakan princess sama kamu"kata Richard memeluk sebentar Michel lalu melepaskannya.


"mari"kata Michel pada kedua dokter itu lalu berjalan bersama.


"tuhan bantu kelancaran operasi ini. Selangkah lagi gadisku akan sadar"batin Michel bahagia.


Michel yang baru masuk diruang operasi, langsung di pakaikan jubah khusus untuk para dokter dan suster yang melakukan operasi. Michel duduk tepat dibagian atas Christy dan berhadapan dengan kepala Christy. Dengan sangat lincah, Michel mengiris kepala Christy yang sudah diukur seberapa panjang irisan yang akan di lakukannya.


Michel menghadapkan tangannya pada dokter Genta yang menjadi asistennya dioperasi pertama ini. Dokter Genta langsung memberikan apa yang Michel minta, Genta dengan teliti melihat apa saja yang Mkchel lakukan. Michel sangat serius, Michel tidak akan membuat kesalahan dioperasi ini.


"aminolevulinic (5-ALA)."kata Michel yang tidak memutuskan pandangannya dari mikroskop besar yang ada di hadapannya itu.


"ini dok"kata dokter Genta memberikan sebotol kecil cairan yang Michel maksudnya.


Michel tetap fokus pada apa yang di kerjakannya, Michel mengeluarkan sedikit demi sedikit sesuatu yang mirip seperti daging dari kepala Christy. Michel sangat berhati-hati.


"suster lap keringat saya"kata Michel melepaskan alat yang di pegangnya lalu agak menjauh sedikit. Dengan cepat suster itu melap keringat Michel yang terjatuh cukup banyak.


Setelah itu Michel kembali pada operasinya, jam sudah menunjukan pukul 10 pagi. Sudah 3 jam waktu berlalu, masih sangat lama untuk sampai di waktu 12 jam. Michel sesekali meregangkan pergelangan tangannya yang nyeri.


"dok, saya bisa menggantikan anda"kata dokter Geenta yang kasihan melihat Michel yang sangat kelelahan.


"saya masih bisa"kata Michel yang tidak menatap Grnta sama sekali.


Tit...Tit...Tit


Suara alat pendetekasi jantung Vhristy berbunyi cukup keras, Michel berusaha untuk tidak panik agar tidak melakukan kesalahan. Para suster mulai menekan sesuatu dialat tersebut berusaha membuat detak jantung Christy kembali stabil.


"dokter detak jantung pasien menurun"kata suster yang mengawasi alat pendeteksi detak jantung itu.


"berhenti semua"kata Michel membuat semuanya mengangkat tangan.

__ADS_1


Cukup lama mereka terdiam, Michel menatap suster yang bertugas untuk melihat detak jantung christy. Detak jantungnya kembali normal, Michel dan semuanya kembali bekerja.


"setelah operasi pertama selesai, bergantilah dengan dokter Renal"kata Michel pada dokter Genta.


"baik dokter"jawab dokter Genta.


Richard dan Vira yang menunggu diluar menampilkan wajah khawatir, operasi akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Vira khawatir pada Richard yang sedari pagi belum mengisi perutnya sama sekali.


Richard tidak mau pergi dari sana, pria itu ingin menunggu Vhristy selesai operasi. Vira sudah kehabisan akan menghadapi Richard yang sangat keras kepala itu.


Saat vira ingin berbicara sesuatu, Vira merasa ada selembar kertas yang terlempar hingga mengenai punggungnya. Vira mengambil surat itu lalu membacanya.


"kamu pasti mencintai pria itu"seperti itulah kalimat yang berada di selembaran kertas yang Vjra dapatkan.


Vira tiba-tiba berdiri dan mencari siapa yang melemparkan surat itu, Richard yang melihat Vira tiba-tiba berdiri merasa sedikit terkejut. Richard menatap Vira bingung melihat wajah si gadis yang sulit diartikan.


"kenapa?"tanya Richard melihat wajah Vira yang sedikit takut.


"eh,i...i...itu"kata Vira tergagap sambil meremas selembar kertas yang di bacanya tadi.


"apa ditangan kamu?"tanya Richard menatap Vira.


"cuma tissue bekas"jawab Vira berbohong, lalu kembali duduk disamping Richard.


"siapa yang melemparkan kertas ini"batin Vira yang masih kebingungan.


"aku tahu kamu bohong. Kenapa dia mulai muncul lagi? Apa dia tahu kondisi princess saat ini? Semoga dia tidak berbuat hal nekat"batin Richard marah.


//skip//


Operasi kedua akan dilakukan, Michel merasa sangat bahagia saat operasi ketiga selesai, jari Christy mulai bergerak. Gadis itu sudah mulai sadar. Michel sudah mengeluarkan air matanya, ingin rasanya Michel memeluk erat tubuh kekasihnya itu.


Christy yang masih dipengaruhi obat bius, belum sepenuhnya bisa sadar. Michel dengan cepat menyelesaikan operasi kedua yang juga berjalan lancar. Tinggal satu lagi, yaitu operasi ***.


Sebelum melakukan operasi, para dokter menunggu Christy hingga benar-benar tersadar. Michel memamcarkan tatapan kebahagiannya. Mata cantik itu terbuka lagi, suara itu terdengar lagi dan gerakan itu terlihat lagi.


"apa anda bisa mendengar saya, jika bisa tolong kedipkan mata anda 1 kali"kata dokter Renal menatap wajah Christy.


Christy yang bisa mendengar perkataan Renal, langsung mengedipkan matanya. Michel semakin bahagiam, Michel menggenggam erat tangan Christy.


"Cel"panggil Christy dengan suara seraknya, Michel sudah tidak bisa menahan air matanya lagi. Untuk pertama kali sejak 3 tahun lalu, akhirnya Michel bisa mendengar namanya di panggil oleh gadisnya.


"iya sayang, aku disini. Kamu kembali"kata Michel tersenyum menatap wajah Christy.


"siapkan peralatan, kita selesaikan semua"kata Michel membuat seluruh perawat dan dokter menyiapkan peralatan.


Michel langsung melakukan operasi yang terkahir. Dokter Renal menjadi asistennya dioperasi terkahir ini. Wajah dokter Renal menampilkan wajah khawatir. *** adalah operasi yang berisko sangat tinggi.


Pasien bisa saja mengalami kebutaan,lumpuh dan kehilangan daya ingatnya. Dokter Renal hanya bisa berharap semoga hasil penelitiannya tidak salah.


Dengan hati-hati Michel memasukan sebuah besi tipis dan panjang kedalam kepala Christy, wajah serius itu sangat terlihat. Para perawat menjadi tegang. Detak jantung Christy terus diperhatikan.


"tenanglah, itu akan berhenti okey"kata Michel dengan suara lembutnya, para perawat dan juga dokter Renal dibuat terkejut. Untuk pertama kalinya mereka medengar suara yang sangat lembut keluar dari mulut Michel.


"dokter Renal, berbicaralah pada pasien"perintah Michel pada dokter Renal, itu agar pasien bisa berkomunikasi dengan dokter dan bisa memberitahu apa yang dirasakannya.


"nona, apa yang anda rasakan sekarang?"tanya dokter Renal.


"mata saya sangat berat dokter, seperti ingin tertidur"kata Christy berusaha tetap.membuka matanya.


"tunggulah, itu efek karena operasi ini"kata dokter Renal.


"Cel, Cel, Michel. Paha sama kaki aku"kata Christy berusaha menggoyangkan paha dan kakinya.


"ada apa Chris? Katakan?"tanya Michel.


"gak bisa di gerakin Cel"kata Christy.


"dokter, pasien mengalami kelumpuhan"kata dokter Renal panik.


"dok terjadi pendarahan"kata perawat yang ada disamping Michel.


"bagaimana menurut kalian?"tanya Michel memcoba tetap tenang.


"kita berhenti sampai disini dok, jika dilanjutkan pasien akan lumpuh total "kata dokter Renal.


"tidak bisa dok, itu akan membahayakan pasien. Sebaiknya kita berhentikan pendarahannya"kata si perawat.


"baiklah, kita berhentikan pendarahannya"kata Michel kembali fokus.


"Michel kenapa kaki aku"kata Christy panik.


"dokter, pasien lumpuh total. Berhentilah dulu, kita bisa mencari waktu laij untuk operasj"kata dokter Renal marah.


"diam"kata Michel membuat dokter Renal terdiam.


Michel terlihat sangat serius, walaupun didalam hatinya dia juga merasa panik mendengar kalau Vhristy tidak bisa merasakan paha dan kakinya. Dokter Renal menatap marah pada Michel yang tidak mendengarkannya.


"pendarahan sudah berhenti dokter"kata perawat membuat Michel bernafas lega.


"bagaimana dengan paha dan kaki anda?"tanya dokter Renal mengangkat perlahan kaki Christy saty persatu.


"sudah baik"kata christy tersenyum.


"kita berhasil"kata Michel pada semua perawat yang ada di sana.


"terimakasih karena sudah membuka mata lagi"kata Michel mengecup tangan Christy.

__ADS_1


"terimakasih semua"kata Michel pada seluruh perawat yang ada didalam ruang operasi.


Setelah selesai Christy dimasukan kedalam ruang ICU, kondisinya masih perlu pengawasan dari para dokter. Michel keluar dari ruang operasi sambil memegang lehernya yang terasa sangat tegang. Tangannya pun terasa sangat keram.


Sejak pagi jam 6 hingga jam 10 malam hari ini, dia tidak beristirahat karena melakukan 3 operasi sekaligus untuk Christy. Namun semua kelelahannya terbayar, karena gadisnya sudah sadar dari koma.


Dokter Genta menghampiri Michel yang sedang membersihkan tangannya, dokter Genta tersenyum melihat wajah bahagia Michel yang baru dilihatnya sejak bekerja bersama 3 tahun ini.


"selamat dokter, akhirnya tunangan dokter sadar juga"kata dokter Genta tersenyum.


"terimakasih"kata Michel.


"kalau saya perhatikan tunangan dokter itu sangat cantik"kata dokter Genta membuat Michel menatapnya tajam.


"dia milik saya"kata Michel lalu pergi, meninggalkan Grnta yang terkekeh


Michel menghampiri Richard yang sejak tadi menunggu, wajah Richard dan Vira terlihat tegang. Baju operasi Michel yang terkena darah membuat Richard dan Vira berfikir yang aneh-aneh.


"bagaimana? Berhasil? Katakan"kata Richard yang sudah sangat khawatir.


"berhasil bang, Chris sudah sadar"kata Michel dengan senyuman bahagianya.


"terimakasih"kata Richard memeluk Michel, dia sangat bahagia mendengar kalau Christy sudah sadar.


"eheem"deheman dokter Renal membuat Richard dan Michel menatapnya.


"untung anda datang kesini, tadi adalah terkahir kalinya saya melakukan operasi bersama anda. Anda bukan spesialis bedah saraf yang baik, nyawa pasien dipertaruhkan didalam dan dengan santainya anda bilang untuk berhenti. Apa yang anda pelajari 6 tahun sebagai spesialis bedah saraf"kata Michel menatap Renal marah.


"pasien akan mengalami lumpuh total jika operasi tidak dihentikan"kata dokter Renal yang masih merasa bahwa dirinya tidak bersalah.


"operasi ini adalah usulan dari anda dokter Renal. Seharusnya anda tahu apa yang akan terjadi, jika operasi diberhentikan hanya karena pasien lumpuh, nyawa pasien akan melayang. Sebaiknya anda belajar lebih giat sebagai dokter spesialis bedah saraf"kata Michel yang sangat marah menatap Renal yang menatapnya sinis.


Dokter Renal langsung pergi dari sana. Michel manatap marah pada dokter Renal, dia menahan emosinya sejak diruang operasi, jika tidak mengingat dia sedang didalam ruang operasi. Mungkin Renal sudah habis ditangannya.


"dia kenapa?"tanya Vjra menatap Michel.


"entahlah kak, aku juga bingung. Kenapa rumah sakit ini mempekerjakan dokter seperti dia"kata Michel acuh.


"kalian ke ruag ICU duluan saja, aku mau ganti baju dulu"kata Michel.


"kami duluan"kata Richard menggenggam tangan Vira lalu meninggalkan Michel. Michel tersenyum melihat keduanya yang semakin dekat.


Diruang ICU, Richard dan Vira baru saja masuk kesana. Christy menatap keduanya sendu. Richard dengan cepat memeluk erat tubuh adik kesayangannya itu. Sudah 3 tahun Richard menunggu dan akhirnya Christy sadar.


Christy menangis dipelukan Richard, entah apa yang terjadi selama dirinya koma. Yang jelas Christy merindukan Richard abangnya itu. Vira juga langsung memeluk Christy erat. Christy tersenyum bahagia karena ada Vira disana.


"akhirnya kamu sadar"kata Vira menghapus air mata yang Vhristy keluarkan dari mata cantiknya itu.


"abang rindu princess"kata Richard mencium kening Christy.


"maaf buat abang khawatir sama kondisi aku. Aku juga rindu sama abang"kata Christy tersenyum bahagia.


"sudah 3 tahun princess, akhirnya kamu bangun juga"kata Richard membuat Christutsangat terkejut.


"apa aku tidak sadar selama itu? Benarkah?"tanya Christy tidak percaya.


"3 tahun Chris, kita seperti orang gila karena kamu"kata Vira.


"lama sekali aku tidak sadar"kata Christy tidak menyangka dengan semuanya.


"malam dokter"kata seorang parawat menunduk hormat pada dokter tampan yang baru saja masuk.


"Michel"kata Christy menatap Michel yang baru saja masuk dengan jas dokter yang di pakainya.


"benar yah kata si Dilan itu, rindu berat banget"kata Michel tersenyum lalu menghampiri Christy dan memeluknya erat.


Christy memeluk erat tubuh Michel, aroma mint dari jas dokter milik Michel membuat Christy merasa nyaman. Pelukan itu terasa sangat nyaman. Michel merasa sangat bahagia melihat gadisnya sudah bisa membuka matanya lagi.


"akhirnya aku bisa menepat janji pada tuhan"kata Michel melepaskan pelukannya lalu menggenggam tangan Christy.


"janji apa?"tanya Christy menatap Michel.


"aku pernah berjanji pada tuhan, kalau aku akan berusaha untuk membuat kamu bangun kembali. Dan janjiku sudah terpenuhi"kata Michel tersenyum bahagia.


"kamu dokter ternyata. Kamu gak pernah cerita kalau kamu mau jadi dokter, hmm dokter apa?"tanya Christy.


"spesialis bedah saraf. Aku jadi dokter karena aku mau nyembuhin kamu"kata Michel mengelus rambut Christy.


"terimakasih"kata Christy menatap bahagia pada Michel.


"sus, malam ini sampai besok pagi berikan cairan infus tambahan. Pasien baru saja sadar dari koma selama 3 tahun. Asupan gizi pasien harus kembali normal"kata Michel pada perawat yang ikut dengannya kesini tadi.


"baik dok"kata perawat itu menunduk hormat.


"dunia abang sudah kembali"kata Richard menatap bahagia pada Christy


"duniaku kembali lengkap karena kalian"kata Christy tersenyum menatap ketiga orang itu.


"tuhan terimakasih,duniaku sudah kembali. Aku akan menjaganya lebih baik lagi, tapi aku mohon jangan menyiksaku lagi seperti 3 tahun terkahir ini."batin Richard


"tuhan, gadisku sudah kembali. Janjiku sudah kupenuhi, setelah ini aku akan membuat lembaran baru lagi. Membuat kisah indah bersamanya"batin Michel bahagia.


"tuhan terimakasih untuk semuanya, kisahku akan kembali dimulai"batin Christy.


AUTHOR POV


hai semua cerita ini udah tamat yah, buat yang nanya ada part 2 gak kak? Pastinya ada dong.

__ADS_1


part 2 nya ada di ******* yah, judulnya Two Worls Mafia Girls. langsung caru ajah, kalau gak nemu, kalain ketik ajah cewekmars, itu profil ******* aku. jadi kalau langsung bisa dapat Two World Mafia Girls. part 2nya makin seru loh jangan lupa baca yah💙💙💙****


__ADS_2