Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 77


__ADS_3

Disebuah pemakanan terlihat cukup ramai para pelayat yang mayoritasnya para mafia. Hari ini para anggota KC yang meninggal akan di kuburkan.


Christy pun ikut serta dalam pemakaman itu. Beberapa mafia ikut berduka cita dengan yang terjadi pada anggota KC. Walaupun sedang berduka, Richard tetap berwas-was jika Alex bertingkah lagi.


"beri penghormatan terakhir"kata Richard lalu membungkukkan badannya diikuti yang lain.


"ini menjadi pelajaran untuk kalian, berhati-hatilah saat menjalankan misi. Utamakan kesalamatan kalian mengerti"kata Richard.


"siap mengerti jendral"kata semua anggota KC.


"Richard"panggil seorang pria paruh baya yang dikawal 2 pengawal.


"om, apa kabar?"tanya Richard.


"baik. Saya turut berduka cita dengan apa yang menimpa beberapa anggota kamu"kata pria itu


"terimakasih om. Lalu dimana Reyhan?"tanya Richard menanyakan Reyhan.


Kalian tentu masih mengingat Reyhan pria muda yang sempat berlatih bela diri dengan Rahel. Reyhan adalah anak dari Alexis si pria paruh baya yang Richard temani berbicara saat ini.


"dia sedang dalam sebuah misi"kata Alexis.


"anak itu sudah tumbuh dewasa. Dan saya dengar, sekarang dia sudah menggantikan posisi anda sebagai leader Black Rose"kata Richard.


"benar yang kamu katakan itu. Saya fikir dia tidak mau terjun didunia gelap ini, tapi ternyata dia sangat menerimanya"kata Alexis tersenyum.


"tentu saja dia harus menerima, dia lahir di tujuh generasi keluarga mafia. Mau tidak mau dia harus meneruskan semuanya"kata Richard tersenyum.


"lalu dimana Christy adik kamu?"tanya Alexis.


"dia disana"kata Richard menunjuk Christy yang berdiri lumayan jauh darinya.


"adik mu ternyata masih seperti dulu, dia masih dingin dan terlihat berwibawah"kata Alexis tersenyum.


"saya harus berterimakasih pada om, jika bukan karena om mungkin adik saya tidak akan hidup"kata Richard.


"itu sudah kewajiban om sebagai leader mafia. Om buka leader mafia yang mau membiarkan seorang gadis kecil akan ditembak"kata Alexis menepuk pundak Richard.


"kalau begitu om pulang dulu, jaga adikmu baik-baik. Kalian terlalu banyak musuh saat ini"kata Alexis sedikit berbisik.


"sudah pasti saya akan menjaga dia om"kata Richard dengan sangat yakin.


//skip//


Jam menunjukan pukul 10 pagi, Christy dan Richard baru saja sampai dimansion. Saat mereka masuk ada Raymond dan Raka yang sedang menonton TV.


"Chris"panggil Raka membuat Christy berhenti.


"iya kenapa bang?"tanya Christy.


"kamu dari mana? Abang khawatir, kamu itu baru keluar dari rumah sakit Chris"kata Raka sedikit kesal.


"maaf tidak bisa memberitahu abang. Aku baik-baik ajah, lagian ada bang Richard"kata Christy.


"bang Rajanya kemana?"tanya Christy.


"dia dikamar, tadi katanya mau mandi"kata Raka.


"ayah"kata Christy lalu memeluk Raymond.


"princessnya ayah udah baikan?"tanya Raymond memeluk Christy.


"udah kok ayah"kata Christy tersenyum.


"hmm bunda, daddy dan mommy kemana?"tanya Christy merasa mansion cukup sepi.


"daddy dan mommy kamu sedang dikantor. Kalau bunda kamu sedang keluar bersama Zee"kata Raymond sedikit merasa tidak enak.


"ohh"kata Christy dengan senyuman yang terlihat sangat terpaksa.


"princess mau jalan-jalan juga sama ayah?"tanya Raymond.

__ADS_1


"hmm lain kali ajah ayah, aku kekamar dulu mau istirahat"kata Christy lalu naik keatas diikuti oleh Richard.


"ngapain sih bunda jalan sama Zee. Kenapa aya bolehin bunda keluar"kata Raka sedikit kesal.


"kamu tahu bagaimana bunda kamu Raka. Dia mana mungkin mau mendengarkan ayah"kata Raymond yang juga bingung harus bagaimana.


"karena ada Zee, unda jadi berubah"kata Raka lalu naik kekamarnya.


"tuhan saya mohon kembalikan keluargaku eperti dulu. Jangan membuat keluarga saya seperti ini"kata Raymond terduduk lemas disofa.


Sedangkan Christy dia membaringkan tubuhnya di king size miliknya, lalu gadis itu menutup kedua matanya. Membiarkan fikirannya beristirahat sejenak saja.


Tiba-tiba mata Christy terbuka mendengar pintunya dibuka oleh seseorang. Terlihat ada Raja didepan pintu. Raja sedikit terkejut melihat ada Christy didalam.


"maaf Chris, abang kira kamu masih diluar"kata Raja sedikit merasa tidak enak.


"santai ajah kali bang. Abang kenapa masuk kekamar aku?"tanya Christy.


"mau ngambil baju. Kata bibi dia gak sengaja nyimpen dia tumpukan baju kamu"kata Raja.


"yaudah cari ajah bang"kata Christy


"iya Chris"kata Raja tersenyum.


Raja membuka lemari Christy lalu mencari baju yang dimaksudnya tadi. Christy membantu Raja membongkar pakaiannya.


Sudah 10 menit tapi baju itu belum juga didapat. Christy tersenyum melihat Raja yang seperti kebingungan.


"udah ketemu bang?"tanya Christy tersenyum.


"hmm belum Chris"kata Raja.


"gak akan ketemu kalau emang gak ada kali bang"kata Christy.


"ha? Maksud kamu?"tanya Raja.


"abang lupa aku bisa baca batin orang? Kalau mau ngobrol sama aku, gak usah pake alasan baju abang ada dilemari aku"kata Christy tersenyum.


"sini duduk deket aku"kata Christy menepuk kasur yang didudukinya.


"bang Raja selalu kekamar aku kalau aku gak ada kan"kata Christy.


"iya, hmm maaf karena gak izin masuk kesini Chris"kata Raja.


"emangnya abang ngapain kekamar aku kalau aku gak ada?"tanya Christy.


"karena abang gak punya waktu ngomong sama kamu. Kamu selalu pergi dan pulang hanya sebentar, jadi abang kekamar kamu ngobrol sama foto kamu ajah"kata Raja membuat Christy merasa bersalah.


"kenapa gak bilang ke aku, kalau abang mau ngobrol banyak keaku"kata Christy menggenggam tangan Raja.


"abang gak mau ganggu kamu. Terlebih lagi abang gak tahu caranya buat kamu nyaman kalau ngobrol sama abang. Gak kayak bang Raka, dia selalu bisa buat kamu nyaman kalau ngobrol sama dia"kata Raja tersenyum kecut.


"siapa bilang aku gak bisa nyaman kalau ngobrol sama bang Raja? Buktinya sekarang aku nyaman kok"kata Christy tersenyum.


"kalau bang Raja mau ngobrol sama aku, aeharusnya abang bilang. Aku selalu tahu setiap saat kalau bang Raja masuk kekamar aku. Aku minta maaf karena gak ada waktu buat abang maaf yah"kata Christy memeluk Raja.


"gak usah minta maaf, abang gak apa-apa kok. Selagi kamu masih didekat abang. Pasti abang seneng"kata Raja membalas pelukan Christy.


"bang Raja mau ke mall bareng aku?"tanya Christy membuat Raja merasa bahagia.


"mau, Kapan? Sekarang?"tanya Raja.


"sekarang boleh. Ganti baju terus tunggu aku dibawah yah bang"kata Christy.


"yaudah, abang kekamar ganti baju dulu"kata Raja sangat senang lalu keluar dari kamar Christy.


"kebahagiaan abang kenapa sederhana sekali. Hanya karena akan jalan sama aku abang terlihat bahagia"kata Christy tersenyum tulus.


//skip//


Terlihat Raja yang sudah sangat tampan dan rapi. Raka terlihat bingung melihat kembarannya itu terlihat rapi hari ini. Raja memakai sweteer hitam dan celana selutut berwarna senada, dengan dipadukan sepatu convers berwarna hitam dan topi yang di pakai terbalik membuat pria itu terlihat sangat tampan.

__ADS_1


Tidak lama Christy turun dengan baju yang berwarna senada dengan yang Raja pakai, Raka semakin bingung dengan kedua adiknya itu.


"jalan sekarang yuk"kata Raja menggandeng tangan Christy.


"eh tunggu, kalian mau kemana?"tanya Raka menahan Raja dan Christy.


"ke mall"jawab Raja dengan percaya diri.


"kenapa gak ngajak abang"kata Raka.


"aku pengen jalan berdua sama bang Raja. Maaf yah bang, lain kali deh kita jalan bertiga"kata Christy membuat Raka sedikit luluh.


"hmm yaudah, Ja lo jagain Chris"kata Raka.


"pasti bang. Yaudah kita jalan dulu bang bye"kata Raja lalu membawa Christy keluar dari mansion.


Hari ini Raja membawa motor kesayangannya. Karena Christy bilang sedang tidak ingin terkena macet kalau membawa mobil. Raja membawa motornya dengan hati-hati.


Christy memeluk erat pingging Raja, keduanya seperti sepasang kekasih yang sangat romantis. 10 menit perjalanan mereka sampai di mall milik keluarga Stamford.


Raja memarkirkan motornya, lalu menggandeng tangan Christy masuk kedalam mall. Semua mata pengunjung tertuju pada kedua anak Raymond itu.


Raja sekarang merangkul pundak Christy sambil berjalan bersama. Sesekali mereka masuk kedalam tokoh pakaian atau sepatu untuk melihat-lihat dan membeli sesuatu.


Saat ditokoh sepatu, Christy memperhatikan wajah serius Raja dalam memilih sepatu. Christy menjatuhkan pandangannya pada sepatu bermerek air jordan silver shoes itu. Christy mengambilnya lalu memperlihatkannya pada raja.


"wah bagus banget, kamu yang milih?"tanya Raja.


"iya bang. Kenapa gak beli yang ini ajah, keluaran terbaru juga"kata Christy.


"yaudah deh abang beli yang ini"kata Raja lalu membawanya kekasir.


"harganya 6,6 m tuan"kata si kasir itu.


"ini mbak pakai kartu saya saja"kata Christy memberikan black card miliknya.


"loh kok kamu yang bayar Chris, ini kan sepatu abang"kata Raja.


"tapi yang ajak abang ke mall kan aku, jadi aku yang bayar"kata Christy.


"jadi mau pakai kartu yang mana?"tanya si kasir.


"punya saya"kata Christy lalu si kasir menggesek kartu Christy lalu mengembalikannya.


"habis ini, abang yang belanjain kamu gak ada penolakan"kata Raja.


"iya iya"kata Christy terkekeh.


"yaudah keluar yuk, cari yang lain lagi"kata Raja merangkul Christy.


Keduanya kembali mengelilingi mall, sesekali Raja bercanda membuat Christy tertawa.


Christy merasa ada yang mengikuti mereka sejak keluar dari toko sepatu tadi. Christy merasa ada yang janggal dengan orang dibelakang Raja.


Christy dan Raja berjalan menuruni eskalator, Christy semakin merasa aneh dengan orang dibelakang Raja.


Tiba-tiba christy langsung menarik Raja hingga memeluknya, orang dibelakang Raja seketika terjatuh menggelinding hingga kebawah.


Raja sedikit terkejut dengan yang Christy lakukan. Christy bernafas lega melihat Raja yang tetap aman didekatnya.


"urus dia"kata Christy sedikit berbisik pada monitor yang di bawahnya.


"hampir abang jatuh tadi"kata Raja yang sudah sampai di bawa bersama dengan Christy.


"orang itu siapa yah?"tanya Raja bingung


"abang gak apa-apa kan?"tanya Christy sambil memeluk Raja.


"abang gak apa-apa, makasih untung ajah tadi kamu narik abang"kata Raja tersenyum dan membalas pelukan Christy.


"untung ajah abang gak apa-apa"kata Christy membuang nafasnya lega.

__ADS_1


"lo udah berani mau nyelakain keluarga gue, sedikit saja keluarga gue terluka. Gue bakal bunuh lo dan keluarga lo"batin Christy marah.


__ADS_2