Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 85


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 12 malam, sudah 5 jam para anggota KC berlatih. Tidak ada kata lelah yang keluar dari mulut mereka. Mereka semua terlihat sangat fokus.


Keringat Raja sudah sangat banyak membuat kaos yang dipakainya basah, pria itu benar-benar berlatih sekuat tenaga. Raja sudah sangat lincah dalam hal bela diri dan juga memakai sniper.


"apa senjata ini yang akan di pakai nanti?"tanya Raja sambil membidik sasarannya.


"ini hanya untuk latihan, yang nanti dipakai jauh lebih bagus"kata Christy menembak sasarannya.


"semua senjata sudah disiapkan?"tanya Fara.


"semuanya sudah siap, hanya perlu waktu yang tepat mereka akan bermain"kata Richard dengan smirk andalannya.


"bang Reza, keadaan bang Aron gimana?"tanya Christy.


"dia sudah membaik, tapi sepertinya dia masih belum bisa beraktivitas seperti biasa"jawab Reza.


"apa bang Aron gak ikut pertempuran nanti?"tanya Tasya menatap Reza.


"entahlah"jawab Reza sambil menembak sasarannya.


"kira-kira anggota BD sedang menyiapkan apa untuk pertempuran ini?"tanya Raja yang masih fokus pada tembakannya.


"mau bersiap bagaimanapun, mereka sudah kalah jumlah"kata Richard tersenyum sinis.


"mereka hanya tersisa 200 orang"kata Tasya


"lo tahu dari mana Sya?"tanya Raja.


"gue sama Fara yang cari tahu"kata Tasya.


"SEMUANYA ISTIRAHAT"teriak Richard membuat anggota KC menunduk hormat lalu berhamburan untuk beristirahat diberbagai sudut markas.


"kamu beritahu Rahel dan Reyhan untuk berhenti berlatih. Mereka di atas suruh mereka turun"kata Christy pada salah satu anggota KC.


"baik miss"jawab anggota KC itu lalu pergi.


"apa lagi yang terjadi dimansion saat abang tidak ada?"tanya Richard pada Christy.


"tanpa aku kasih tahu, pasti abang udah tahu"kata Christy sambil meminum air dibotol.


"selesaikan masalah ini, lalu pergi bersama abang"kata Richard.


"Chris gak akan kemana-mana"kata Raja yang tidak terima dengan perkataan Richard.


"sudahlah kalian selalu bertengkar"kata Reza melerai keduanya.


"hai semua"kata Rahel yang baru saja turun bersama Reyhan.


"apa kabar adeknya kakak?"tanya Christy tersenyum manis pada Rahel.


"baik kak, aku rindu banget sama kakak"kata Rahel.


"bagaimana latihan kalian?"tanya Richard.


"semakin bagus bang"jawab Reyhan tersenyum.


"pertempuran semakin dekat, persiapakan diri kalian. Pertempuran ini akan menjadi saksi banyaknya pertumpahan darah dan banyaknya kematian"kata Richard menatap mereka semua.


"tujuan kita adalah Alex"kata Christy dengan tatapan marahnya.


"sebenarnya dimana mereka semua bersembunyi?"tanya Raja yang masih belum tahu keberadaan anggota BD.


"dimana pun mereka berada, yang pasti mereka sedang menyusun strategi"kata Christy.


"kita pasti akan menang"kata Reza dengan sangat percaya diri.


"semoga saja"batin Richard dan Christy bersamaan.


"kalian bisa tidur, jam 2 nanti kita lanjut latihan"kata Richard.


"gue tidur dimana?"tanya Raja bingung.


"kamu tidur dikamar abang, semua kamar full karena semua anggota KC datang kemarkas"kata Richard.


"udah sana"kata Christy mendorong Raja untuk mengikuti Richard.


Raja berlari kecil mengikuti Richard menuju kamarnya, Christy tersenyum tipis melihar Raja yang sangat senang.


"gue juga mau tidur, good night semua"kata Christy.


"night Chris"kata mereka semua pada Christy.


//skip//


Dimansion Raymond tepatnya dikamar Raka, pria itu masih belum tidur karena memikirkan kedua adiknya. Raka merasa ada yang ganjal dengan keduanya, Raja semakin dekat dengan Chris. Dan keduanya semakin jauh darinya.


Raka merasa cemburu dengan kedekatan Raja dan Christy. Raka merasa dirinya egois namun itulah dirinya.


"sebarnya apa yang abang gak tahu dari kamu Chris?"tanya Raka pada dirinya sendiri.


Raka melompat dari king sizenya lalu menyambar jaket dan kunci motornya, Raka keluar dari kamar lalu menuruni tangga.


Saat di lantai dasar Raka bertemu dengan Zee yang sedang minum diruang makan. Raka hanya melirk sebentar lalu hendak pergi.

__ADS_1


"lo mau kemana?"tanya Zee menahan Raka yang hendak keluar.


"bukan urusan lo"kata Raka sinis.


"mau nyari Christy? Udahlah gak ada gunanya kali Rak"kata Zee dengan senyuman sinisnya.


"diam"kata Raka marah.


"lo harusnya sadar, dia itu alasan kenapa keluarga lo hancur. Dia yang buat lo sama Raja jauh dari bunda. Lo harus sadar Raka"kata Zee.


"itu semua gak benar"kata Raka marah.


"dulu dia dekat sama lo dan sekarang dia dekat sama Raja. Lo mau tahu kenapa? Itu semua, karena dia cuma mau buat hubungan persaudaraan lo sama Raja rusak. Lo harus sadar Raka"kata Zee dengan wajah yang berusaha meyakinkan Raka.


"Chris gak mungkin ngelakuin itu"kata Raka menggeleng tidak percaya.


"gue bakal buktiin kalau Christy itu jahat, gak seperti yang lo fikir selama ini"kata Zee.


"mendingan lo balik kekamar, gue gak mau bunda khawatir karena lo pergi jam segini"kata Zee.


"terserah lo"kata Raka lalu kembali naik kekamarnya.


Zee tersenyum sinis melihat punggung Raka yang perlahan menghilang, gadis itu entahlah apa lagi yang difikirkannya kali ini. Raka menjadi bimbang karena perkataan Zee.


"kalian semua akan hancur"kata Zee.


//skip//


Pagi sudah tiba semua orang sudah mulai beraktifitas, Christy dkk dan Raka dkk sudah berada di sekolah. Mereka sedang bolos dari jam pelajaran.


Mereka duduk bersama di tribun lapangan, mereka sesekali bercanda bersama dan memakan jajanan yang di bawa Dimas. Sesekali para pria itu menggoda kekasih mereka.


Christy menatap Raka cukup lama  Christy merasa ada yang aneh pada Raka hari ini. Sejak tadi Raka tidak menegurnya, bahkan tidak meliriknya sedikitpun.


"bang"panggil Christy membuat Revano dan Raja yang berbalik.


"bukan kalian, aku manggil bang Raka"kata Christy menunjuk Raka yang masih asik bercanda dengan Fara. Sedangkan Fara langsung berbalik saat Christy menyebut nama Raka.


"bang"panggil Christy sekali lagi.


"Raka kamu di panggil sama Chris"kata Fara yang duduk bersampingan dengan Raka.


"kamu mau gak ke mall bareng aku nanti"kata Raka mengalihkan pembicaraannya.


"Raka kamu tuh dipanggil sama Chris"kata Fara mengulangi perkataannyam


"yaudah, kamu mau gak ke mall bareng aku?"tanya Raka yang seolah tidak mau berbalik pada Christy.


"bang"panggil Christy untuk yang ketiga kalinya, namun Raka masih tidak berbalik dan justru memainkan hpnya.


"balikan hp gue Raja"kata Raka kesal.


"lo kenapa sih Rak? Chris manggil lo dari tadi"kata Revano marah.


"gue dengar kali, yaudah lah"kata Raka merampas kembali hpnya dari Raja.


"bang Raka kenapa?"tanya Christy.


"biasa ajah"jawab Raka dengan nada tidak suka membuat Christy merasa sedikit aneh.


"Raka kamu kenapa sih?"tanya Fara memegang tangan kekasihnya itu.


"aku gak kenapa-napa Far"jawab Raka lembut lalu kembali memainkan hpnya.


"Rak lo kenapa sih? Ada masalah? Ngomong kali sama kita"kata Fikra.


"iya Rak, lo kenapa sih? Kasihan tuh Chris manggilin lo dari tadi"kata Dimas.


"Raka lo ada masalah sama Chris? Ngomong sekarang biar jelas"kata Michel.


"udah lah males gue"kata Raka  membuat para sahabatnya semakin bingung.


"bang Raka kenapa? Aku buat salah sama abang?"tanya Christy menatap Raka.


"Far temenin aku kekantin yuk"kata Raka.


"Raka, Chris nanya sama kamu"kata Fara yang sudah jengah dengah sikap.kekasihnya itu.


"yaudah lah biarin ajah"kata Raka sinis membuat Christy sedikit terkejut.


"Raka kamu kenapa sih"kata Fara marah.


"yaudah kalau kamu gak mau temenin aku, aku sendiri ajah ke kantin"kata RAka lalu hendak pergi namun christy menghalangi jalannya.


"bang, kalau ada masalah ngomongin sekarang jangan kayak gini"kata Christy.


"emang kamu ngerasa buat salah?"tanya Raka.


"aku gak tahu, makanya aku tanya sama abang"kata Christy bingung.


"memangnya apa bedanya kalau abang gak negur kamu? Sama ajah kan"kata Raka membuat Christy semakin bingung.


"bang Raka sebenarnya kenapa? Hari ini bang Raka seperti menjauh dari aku"kata Christy.

__ADS_1


"bukan abang yang menjauh tapi kamu. Apa kamu gak ngerasa sudah 4 hari kamu seperti tidak menganggap abang?"kata Raka marah.


"bang bukan gitu maksud aku, aku gak jauhin abang"kata Christy berusaha membuat Raka mengerti.


"lalu apa? Kamu jauh dari abang dan malah semakin dekat dengan Raja. Sebenarnya apa yang ada di otak kamu Chris"kata Raka menatap Christy tajam.


"bang lo gini hanya karena gue dekat sama Chris? Gue kan juga abagnya jadi apa salahnya sih"kata Raja marah.


"tapi kalian kayak gak anggap gue sama sekali"kata Raka marah.


"Rak lo gila apa? Masa hanya karena hal sepele kayak gini lo marah. Raja itu juga abangnya Chris jadi wajar"kata Michel.


"tapi selama ini mereka gak sedekat itu, terus kenapa tiba-tiba sangat dekat? Itu terlalu tib-tiba buat gue"kata Raka.


"Raka lo sadar gak sih, lo terlalu berlebihan untuk hal ini. Raja juga abangnya Chris, jadi wajar kalau mereka dekat"kata Fikra yang juga menjadi marah.


"tapi gue cemburu lihat mereka, gue juga abangnya. Tapi Chris semakin menjauh dari gue"kata Raka menatap Christy.


"bang aku minta maaf soal beberapa hari ini, aku cuma ada urusan sedikit sama bang Raja"kata Christy berusaha membuat Raka mengerti.


"memangnya urusan apa? Sampai kalian seperti mengabaikan abang"kata Raka.


"bang udah dong jangan kayak gini"kata Christy.


"memangnya kenapa hah? Abang bingung sama kamu. Kamu dekat dengan orang yang berbeda-beda, apa yang ada di otak kamu Chris? Kamu selalu membuat orang-orang bertengkar seperti inj"kata Raka.


"maksud abang apa?"tanya Christy.


"yang Zee bilang memang benar, kamu selalu membuat orang disekitar kamu saling berselisih"kata Raka membuat semua orang terkejut.


"UDAH CUKUP"teriak Raja marah.


"lo tahu kan gimana rasanya jauh dari adik kesayangan lo? Itu yang gue rasain selama ini. Gue selalu cemburu lihat lo sama Chris sangat dekat sementara gue, gue seperti pemeran pembantu diantara kalian. Tapi gue gak pernah berfikir kalau Chris adalah pembawa masalah. Lo udah termakan sama omongan cewek **** itu"kata Raja yang sangat marah.


"Ja udah, jangan kebawa emosi"kata Dimas menahan Raja.


"lo harus sadar bang, gak selamanya Chris hanya adik lo. Gue juga abangnya, tapi baru kali ini gue rasain kalau gue benar-benar abangnya Chris. Gue selalu diam kalau lihat lo sama Chris terlalu dekat. Sementara gue, gue hanya bisa senyum dan lihat kalian tertawa bersama. Apa gue pernah protes? Apa gue pernah marah?"tanya Raja dengan wajah marahnya.


"udahlah, lo gak akan ngerti. Lo masih kecil"kata Raka mendorong Raja.


"kita seumuran dan kita twins bang. Hanya karena lo yang keluar duluan, bukan berarti lo lebih pinter dari gue ngerti lo"kata Raja marah mendorong Raka cukup keras.


Raja terlihat sangat marah membuat Christy dkk sedikit khawatir, Raja sudah berubah sekarang. Pria itu akan sangat marah jika ada yang mengusik atau berkata hal yang tidak disukainya.


"bang udah"kata Christy menarik Raja menjauh dari Raka.


"lihat, lo lihat sekarang. Lo berani ngelawan gue. Selama ini lo gak pernah mau lawan gue, tapi karena lo bela Chris lo jadi berani lawan gue"kata Raka marah mendorong Raja hingga tersungkur jatuh dari tribun.


"Raka lo gila hah"kata Michel mendorong Raka menjauh dari Raja.


"Ja lo gak apa-apa?"tanya Revano membantu Raja berdiri.


"Raka kamu kenapa sih? Kenapa kamu kayak gini?"tanya Fara marah.


"sekarang aku mau kamu pilih aku atau Chris?"tanya Raka membuat semua orang marah.


"Rak lo apa-apaan sih"kata Dimas mendorong Raka karena marah.


"diam, ini urusan gue sama pacar gue"kata Raka mendorong Dimas.


"Raka lo gini hanya karena omongan Zee? Lo udah gila hah? Zee itu cuma buat lo sama Chris menjauh"kata Fikra.


"bukan urusan lo"kata Raka.


"Fara jawab, kamu pilih aku atau Chris"kata Raka sekali lagi.


Fara terdiam dengan air mata yang sudah terjatuh, Fara menatap Christy dengan tatapan sendunya. Christy tersenyum lalu mengangguk berharap Fara memilih Raka, karena mereka adalah sepasang kekasih.


Fara menatap Raka dengan tatapan sendunya, Fara bingung harus memilih siapa kali ini. Raka adalah kekasih yang sangat dicintainya,  sementara Christy dia adalah sahabat yang sangat Fara sayang sudah seperi adiknya.


"Raka aku... "kata Fara dengan suara yang sudah terdengar isakannya.


"jawab Fara"kata Raka dengan tegas.


"Far gue gak apa-apa"kata Christy yang berusaha tersenyum untuk Fara.


"bang lo apa-apaan sih, Fara itu sahabat kita. Dia gak mungkin milih salah satu dari kalian"kata Tasya marah.


"tapi dia harus memilih sekarang"kata Raka marah.


"Chris"kata Fara yang sangat sedih.


"gue gak apa-apa Far"kata Christy.


"sorry Raka, aku gak bisa tinggalin sahabat aku"kaya Fara berbalik dan tidak mau menatap Raka.


"okey kalau itu mau kamu, aku kecewa sama kamu Far"kata Raka lalu pergi.


Fara menunduk dengan suara isakan yang sangat kecil, Christy dan Tasya memeluk Fara erat. Christy merasa Fara benar-benar menepati janjinya untuk selalu disampingnya. Bahkan rela meninggalkan Raka yang sangat dicintainya.


"gue gak akan ninggalin sahabat gue hiks"kata Fara dengan isakannya.


"maaf Far, lo harus milih gue dari pada bang Raka. Gue gak nyangka bang Raka akan kayak gini. Tuhanku mohon jaga semua orang yang aku sayang, jangan sakiti mereka"batin Christy.

__ADS_1


"lo sahabat gue Chris, gue gak mungkin ninggalin lo. Gue udah janji sama diri gue sendiri dan sama jendral, kalau gue akan selalu ada didekat lo. Lo sahabat gue sekarang ataupun nanti"batin Fara.


__ADS_2