
AUTHOR POV
Sekarang Christy
dkk dan Raka dkk sudah sampai di IHS. Semua murid menatap kagum dan
memuja kearah mereka, terlebih lagi Christy yang semakin hari semakin
cantik seperti putri kerajaan inggris.
Mereka semua berjalan berdampingan dengan
pasangan masing-masing, Christy dan Michel memimpin di barisan paling
depan. Zee? Gadis itu berdiri di tengah-tengah Raja dan Fikra. Zee hanya
bisa mendengus kesal ketika melihat tangan Michel yang menggenggam erat
tangan Christy.
"mereka serasa banget yah"
"Christy sama Michel cocok baget jodoh kali yah"
"Fara sama Raka juga couple goals banget sih"
"Revano sama Putri pasangan imut"
"Dimas sama Tasya keren banget sih
"eh itu yang di tengah Fikra sama Raja siapa sih cantik juga"
"Raja sama gue ajah mendingan"
"abang Fikra sama aku ajah"
"mereka kayak gak ada kekurangan yah"
"nikmat mana lagi yang engkau dustakan"
Kurang lebih begitu lah perkataan siswa dan
siswi IHS, Christy hanya berjalan dengan angkuh dan tatapan dinginnya.
Sedangkan yang lain sesekali tersenyum dengan pujian yang di lontarkan
untuk mereka.
Mereka semua berhenti tepat didepan kelas
Christy dkk, Michel tersenyum manis dan mencium kening Christy, lalu
mengacak gemas rambut gadisnya itu. Christy hanya tersenyum kecil dengan
apa yang Michel lakukan padanya,.
Sedangkan Zee dia sedikit lagi meledak
karena emosi melihat mMichel yang sangat dekat dengan Christ.Iingin
rasanya Zee menjambak rambut Christy dan menyeretnya menjauh dari
Michel, tapi Zee tidak seberani itu.
"gue tau gue jomblo Cel jangan dibuat iri terus napa"kaya Fikra yang membuat mereka semua tertawa karena perkaraan pria itu.
"makanya buruan cari cewek mau di kira homo
lo sama Raja"kata Michel membuar Raja yang sedari tadi diam menjadi
kesal karena namanya yang di bawa-bawa,
"lah kok gue sih"kata Raja kesal membuat mereka semakin tertawa.
"udah-udah, kalian mau debat sampe kapan
sih. Udah bel tuh"kata Raka memberi tahu jika bel masuk sudah berbunyi
agar perdebatan mereka itu di selesaikan.
"aku ke kelas dulu yah, jam istirahat tunggu
disini jangan kemana-mana sebelum aku datang. Jangan respon kalau ada
cowok genit yang say hai ke kamu"kata Michel.
"iya Cel, aku ta. Udah sana kamu masuk kelas"kata Vhristy. Lalu mencium pipi Michel membuat pria itu tersenyum manis.
"yaudah, kamu masuk duluan sana baru aku pergi"kata Michel yang mendapat senyuman dari Christy.
Christy dkk langsung masuk ke kelas begitu
pula dengan Zee, sedangkan Raka dkk mereka sudah pergi dan menuju
kekelas mereka. Didalam kelas , Christy hanya duduk diam memperhatikan
guru yang sedang menjelaskan di depan.
Tiba-tiba ada satu kertas yang di
gulung-gulung dilemparkan seseorang hingga mengenai kepala Christy.
Christy yang geram menatap orang itu dengan tajam. Christy paling tidak
suka di usik disaat sedang serius memperhatikan pelajaran.
Orang yang melemparkan kertas itu adalah
Zee, entahlah apa lagi rencana gadis itu. Christy memukul meja hingga
membuat murid maupun guru yang sedang mengajar terkejut dengan apa yang
Christy lakukan.
"Chris ada apa, kenapa kamu memukul meja?"tanya guru itu dengan suara yang biasa saja tidak ada bentakan di nada bicaranya.
"lo keluar"kata Christy menunjuk Zee dengan jari telunjuknya.
"loh, kok gue sih. Gila lo yah"kata Zee
dengan entengnya membuat Christy semakin naik pitam. Fara dkk sudah
was-was takut jika Christy lepas kendali.
"Chris udahlah, mungkin dia gak sengaja"kata Putri berusaha membela Zee.
"lo tau kan, gue paling gak suka di usik"kata Christy dengan nada penuh penekanan disetiap katanya.
__ADS_1
"tapi dia mungkin gak sengaja Chris"kata Tasya yang mulai membuka suara.
"udahlah, biarin ajah. Chris tahu mana yang benar dan salah"kata Fara dengan nada santai dan tetap fokus pada bukunya.
"good girl"kata Christy tersenyum iblis lalu mendekat kearah Zee membuat gadis itu sedikit mundur karena takut.
"apa maksud lo lempar gue pake kertas ini?"tanya Christy memutar-mutar kertas yang dilemparkan Zee tadi padanya.
"gue gak sengaja kali, gitu ajah marah.
Emang lo bocah apa, ginian ajah di besar-besarin. Biar apa hah?
diperhatiin orang iya?"kata Zee berteriak diwajah Christy.
Seketika wajah Christy berubah menjadi
sangat seram, bola matanya berubah menjadi merah. Siapa lagi kalau bukan
Angel. Angel yang telah menguasai tubuh Christy seketika mencekik leher
Zee.
Tasya dan putri semakin dibuat khawatir, sedangkan Fara dia
hanya duduk menatap Zee dengan tatapan sinisnya dan senyuman iblisnya.
Kelas menjadi riuh akibat adegan itu. Ada beberapa murid yang histeris
karena takut dengan apa yang Christy lakukan, guru yang mengajar
langsung keluar untuk melaporkan kejadian ini pada kepala sekolah.
Raka dkk yang diberi tahu oleh beberapa murid langsung berlari keluar kelas
dan menuju kekelas Christy, saat mereka sampai betapa terkejutnya mereka
saat melihat Zee yang masih tercekik dengan tangan kuat milik Christy.
"Angel abang mohon jangan seperti ini. Kamu bisa membunuh dia"kata Raka berusaha melepaskan cekikan itu.
"dia sudah mengusik adikku, aku tidak
suka"kata Angel dan menyingkirkan tangan Raka hingga membuat Raka
terpental akibat kekuatan yang sangat kuat itu.
"Angel gue mohon jangan gini kasihan Chris"kata Michel berusaha lembut agar kemarah Angel meredah.
"bukan urusanmu, minggirlah"kata Angel lalu semakin kuat mencekik Zee yang sudah lemas.
Christy melemparkan tubuh Zee hingga
terpental cukup jauh dan menabrak meja guru, Zee berusaha mengatur
nafasnya dan mengelus lehernya yang sakit bahkan sampai berbekas karena
cengkraman yang angel berikan.
Beberapa murid termaksud Tasya dan Putri
membantu Zee untuk berdiri. Angel? Dia sudah selesai dan sekarang
Christy telah kembali. Christy tersenyum sinis menatap Zee yang sudah
lemas akibat kelakuan Angel kepribadian gandanya itu.
"itu udah sepantasnya di terima sama dia"kata Fara santai.
"gue tau lo kuat, tapi gak gini juga Chris. Kasihan dia"kata Putri marah.
"dia udah ngusik gue dan gue gak suka"kata Christy penuh enekanan disetiap katanya.
"lo udah dewasa Chris, jangan kayak
bocah.Ini cuma masalah sepele"kata Putri membuat Christy sedikit marah
saat mendengar kata bocah dari mulut sahabatnya itu.
"Putri lo apa-apaan sih"kata Fara marah karena tidak suka mendengar apa yang barusan Putri katakan.
"lo juga Far lo yang paling dewasa di antara
kita, seenggak lo kasih tau ke chris kalau ini cuma masalah sepele"kata
putri menatap tajam kearah Fara
"justru karena gue dewasa, gue tahu yang di
lakuin Chris itu udah bener. Lo yang harusnya mikir, lo udah kenal Chris
luar dan dalam. Apa masalah kayak gini lo gak mikir juga, b**o lo
Put"kata Fara marah.
"udah dong, kok malah jadi berantem sih"kata Tasya berusaha melerai kedua sahabatnya itu.
"dia salah dan lo tau itu, jangan sampai buat gue hilang kendali dan mukulin lo disini"kata Christy menatap Putri dingin.
"pukul Chris pukul, emang itu yang lo tau
kan. Apa-apa main tangan, lo itu berpendidikan tapi kelakuan lo kayak
orang gak berpendidikan tahu gak"kata Putri semakin membuat mereka semua
terkejut.
"Put kamu apa-apaan sih"kata Revano pada kekasihnya itu.
"kenap, kamu marah aku ngatain adik kamu iya, hah"kata Putri membentak Revano.
"kalian apa-apaan sih, kenapa malah berdebat gini"kata Fikra, menarik Revano menjauh dari Putri.
"gue cuma mau lo sadar, yang lo lakuin barusan itu keterlaluan Chris"kata Putri menatap Christy.
"okey mau lo apa sekarang?"tanya Christy berusaha bersabar menghadapi Putri.
"minta maaf sama Zee"kata Putri membuat mereka semua menatap Putri tidak percaya.
"apa-apaan sih Put"kata Fara semakin marah.
"Put gak gini juga caranya"kata Tasya.
"Chris gak salah, jadi gak perlu minta maaf"kata Raka menarik Christy kebelakangnya.
"lo gila Put"kata Michel sangat marah.
"Putri ini terlalu berlebihan"kata Revano memegang tangan Putri.
__ADS_1
"kenapa hah? gak suka? Chris salah jadi dia
harus minta maaf,gak selamanya dia yang selalu di atas kan"kata Putri
menatap para sahabatnya itu.
"okey kalau itu mau lo"kata Christy membuat
mereka semakin dibuat tidak percaya, seorang Christy mau meminta maaf
atas hal yang tidak diperbuatnya. Ayolah ini sangat gila menurut mereka.
"Chris, gak ada minta maaf. Kamu gak salah ngapain sih minta maaf"kata Michel marah.
"Chris udah kita pergi ajah biarin dia"kata Raja.
Christy hanya acuh dengan perkatan mereka,
Christy mendekat kearah Zee lalu berusaha agar emsoinya tidak keluar.
Zee tersenyum sinis menatap Christy.
"gue minta maaf"kata Christy membuat seisi
kelas melongo, karena ini pertama kalinya Christy meminta maaf pada
seseorang, terlebih lagi musuhnya.
"gue tau gue salah, tapi tadi gue gak sengaja Chris"kata Zee dengan wajah yang dibuat sedih membuat Michel geram.
"maaf karna buat leher lo gitu"kata Christy dengan susah payah karna menahan emosi.
"gue udah anggap lo temen, jadi gue terima maaf lo"kata Zee membuat Fara semakin marah, Zee sangat pandai berpura-pura.
Christy langsung keluar meninggalkan
semuanya, Fara dan Tasya menatap Putri tajam begitu pula dengan Raka
dkk. Fara tidak habis fikir dengan jalan berfikir Putri.
"lo kerterlaluan Put, lo buat Chris minta maaf sementara dia gak salah"kata Fara emosi.
"dia salah Far. Tuh lihat Zee masih baik mau
terima maaf dari Chris"kata Putri yang masih saja membela Zee, semakin
membuat Fara emosi.
"ini peringatan
terakhir buat lo. Kalau sampai lo buat Chris minta maaf lagi, lo habis
di tangan gue"kata Fara marah, lalu keluar dari kelas untuk menyusul
Christy
"Put lo gila, kalau sampai kejadian tadi di ketahui jendral. Habis lo"kata Tasya sedikit berbisik pada Putri.
"sinting lo Put"kata Raja lalu keluar diikuti yang lainnya.
Sedangkan ditaman belakang sekolah, Christy
sedang duduk dan menatap langit yang sangat terang. Tiba-tiba Fara
datang dan duduk disebelah Christy.
Christy hanya tersenyum kecil kearah Fara,
lalu kembali fokus pada langit yang terang itu. Fara tahu saat ini Chris
sedang sedih, tapi menurut Fara sahabatnya itu sangat pandai dalam menutup sisi sedihnya.
"kenapa lo harus nurutin kata Putri buat minta ke cewek itu?"tanya Fara menatap Christy.
"lo tau Putri orangnya keras, gue gak mau berantem cuma karena masalah itu"kata Christy enteng seolah tidak ada masalah.
"tapi itu keterlaluan Chris, kenapa lo gak mukulin Putri ajah sekalian"kata Fara marah.
"lo tau gue gak mungkin nyakitin sahabat
gue, lebih baik gue minta maaf dari pada harus mukuin Putri. Gue gak mau
persahabatan gue hancur Far"kata Christy menatap Fara sambil tersenyum
tipis.
"lo selalu mendahulukan perasaan orang dan
mengesampingkan perasaan lo, apa lo gak mikir orang-orang yang lo
kedepankan belum tentu ada disaat lo butuh. Termaksud gue Chris"kata
Fara menatap sendu wajah Christy.
"sahabat, keluarga dan kekasih. Ketiganya
sama-sama berarti dihidup gue, percuma gue bahagia kalau kalian gak
bahagia. Itu namanya egois Far dan gue yakin lo adalah sahabat terbaik
yang ada di dunia ini"kata Christy menggenggam tangan Fara.
"lo terlalu baik untuk ukuran manusia Chris,
kenapa tuhan selalu buat lo berada di posisi paling dasar"kata Fara
berusaha menaha air matanya.
"apa lo tahu, tuhan adalah pembuat skenario
terbaik. Kadang tuhan membuat kita di atas dan kadang dibawah, gue pasti
bisa bahagia tapi mungkin belum saatnya"kata Christy tersenyum pada
Fara, dia ingin meyakinkan sahabatnya itu bahwa dirinya baik-baik saja.
"apa lo tahu sejak awal kenal lo, gue udah
anggap lo adek gue. Gue gak suka kalau lo sedih dan gue mau setiap lo
ngerasa rapuh, gue harus orang pertama yang lo datangin saat itu
juga"kata Fara menunjukan jari kelingkingnya.
"i promise"kata Christy lalu melingkarkan jari kelingkingnya di jari kelingkin Fara
"gue seneng kalau lo seneng Chris"batin Fara
__ADS_1
"makasih Far"batin Christy.