Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 60


__ADS_3

AUTHOR POV


Sekarang Christy


dkk dan Raka dkk sudah sampai di IHS. Semua murid menatap kagum dan


memuja kearah mereka, terlebih lagi Christy yang semakin hari semakin


cantik seperti putri kerajaan inggris.


Mereka semua berjalan berdampingan dengan


pasangan masing-masing, Christy dan Michel memimpin di barisan paling


depan. Zee? Gadis itu berdiri di tengah-tengah Raja dan Fikra. Zee hanya


bisa mendengus kesal ketika melihat tangan Michel yang menggenggam erat


tangan Christy.


"mereka serasa banget yah"


"Christy sama Michel cocok baget jodoh kali yah"


"Fara sama Raka juga couple goals banget sih"


"Revano sama Putri pasangan imut"


"Dimas sama Tasya keren banget sih


"eh itu yang di tengah Fikra sama Raja siapa sih cantik juga"


"Raja sama gue ajah mendingan"


"abang Fikra sama aku ajah"


"mereka kayak gak ada kekurangan yah"


"nikmat mana lagi yang engkau dustakan"


Kurang lebih begitu lah perkataan siswa dan


siswi IHS, Christy hanya berjalan dengan angkuh dan tatapan dinginnya.


Sedangkan yang lain sesekali tersenyum dengan pujian yang di lontarkan


untuk mereka.


Mereka semua berhenti tepat didepan kelas


Christy dkk, Michel tersenyum manis dan mencium kening Christy, lalu


mengacak gemas rambut gadisnya itu. Christy hanya tersenyum kecil dengan


apa yang Michel lakukan padanya,.


Sedangkan Zee dia sedikit lagi meledak


karena emosi melihat mMichel yang sangat dekat dengan Christ.Iingin


rasanya Zee menjambak rambut Christy dan menyeretnya menjauh dari


Michel, tapi Zee tidak seberani itu.


"gue tau gue jomblo Cel jangan dibuat iri terus napa"kaya Fikra yang membuat mereka semua tertawa karena perkaraan pria itu.


"makanya buruan cari cewek mau di kira homo


lo sama Raja"kata Michel membuar Raja yang sedari tadi diam menjadi


kesal karena namanya yang di bawa-bawa,


"lah kok gue sih"kata Raja kesal membuat mereka semakin tertawa.


"udah-udah, kalian mau debat sampe kapan


sih. Udah bel tuh"kata Raka memberi tahu jika bel masuk sudah berbunyi


agar perdebatan mereka itu di selesaikan.


"aku ke kelas dulu yah, jam istirahat tunggu


disini jangan kemana-mana sebelum aku datang. Jangan respon kalau ada


cowok genit yang say hai ke kamu"kata Michel.


"iya Cel, aku ta. Udah sana kamu masuk kelas"kata Vhristy. Lalu mencium pipi Michel membuat pria itu tersenyum manis.


"yaudah, kamu masuk duluan sana baru aku pergi"kata Michel yang mendapat senyuman dari Christy.


Christy dkk langsung masuk ke kelas begitu


pula dengan Zee, sedangkan Raka dkk mereka sudah pergi dan menuju


kekelas mereka. Didalam kelas , Christy hanya duduk diam memperhatikan


guru yang sedang menjelaskan di depan.


Tiba-tiba ada satu kertas yang di


gulung-gulung dilemparkan seseorang hingga mengenai kepala Christy.


Christy yang geram menatap orang itu dengan tajam. Christy paling tidak


suka di usik disaat sedang serius memperhatikan pelajaran.


Orang yang melemparkan kertas itu adalah


Zee, entahlah apa lagi rencana gadis itu. Christy memukul meja hingga


membuat murid maupun guru yang sedang mengajar terkejut dengan apa yang


Christy lakukan.


"Chris ada apa, kenapa kamu memukul meja?"tanya guru itu dengan suara yang biasa saja tidak ada bentakan di nada bicaranya.


"lo keluar"kata Christy menunjuk Zee dengan jari telunjuknya.


"loh, kok gue sih. Gila lo yah"kata Zee


dengan entengnya membuat Christy semakin naik pitam. Fara dkk sudah


was-was takut jika Christy lepas kendali.


"Chris udahlah, mungkin dia gak sengaja"kata Putri berusaha membela Zee.


"lo tau kan, gue paling gak suka di usik"kata Christy dengan nada penuh penekanan disetiap katanya.

__ADS_1


"tapi dia mungkin gak sengaja Chris"kata Tasya yang mulai membuka suara.


"udahlah, biarin ajah. Chris tahu mana yang benar dan salah"kata Fara dengan nada santai dan tetap fokus pada bukunya.


"good girl"kata Christy tersenyum iblis lalu mendekat kearah Zee membuat gadis itu sedikit mundur karena takut.


"apa maksud lo lempar gue pake kertas ini?"tanya Christy memutar-mutar kertas yang dilemparkan Zee tadi padanya.


"gue gak sengaja kali, gitu ajah marah.


Emang lo bocah apa, ginian ajah di besar-besarin. Biar apa hah?


diperhatiin orang iya?"kata Zee berteriak diwajah Christy.


Seketika wajah Christy berubah menjadi


sangat seram, bola matanya berubah menjadi merah. Siapa lagi kalau bukan


Angel. Angel yang telah menguasai tubuh Christy seketika mencekik leher


Zee.


Tasya dan putri semakin dibuat khawatir, sedangkan Fara dia


hanya duduk menatap Zee dengan tatapan sinisnya dan senyuman iblisnya.


Kelas menjadi riuh akibat adegan itu. Ada beberapa murid yang histeris


karena takut dengan apa yang Christy lakukan, guru yang mengajar


langsung keluar untuk melaporkan kejadian ini pada kepala sekolah.


Raka dkk yang diberi tahu oleh beberapa murid langsung berlari keluar kelas


dan menuju kekelas Christy, saat mereka sampai betapa terkejutnya mereka


saat melihat Zee yang masih tercekik dengan tangan kuat milik Christy.


"Angel abang mohon jangan seperti ini. Kamu bisa membunuh dia"kata Raka berusaha melepaskan cekikan itu.


"dia sudah mengusik adikku, aku tidak


suka"kata Angel dan menyingkirkan tangan Raka hingga membuat Raka


terpental akibat kekuatan yang sangat kuat itu.


"Angel gue mohon jangan gini kasihan Chris"kata Michel berusaha lembut agar kemarah Angel meredah.


"bukan urusanmu, minggirlah"kata Angel lalu semakin kuat mencekik Zee yang sudah lemas.


Christy melemparkan tubuh Zee hingga


terpental cukup jauh dan menabrak meja guru, Zee berusaha mengatur


nafasnya dan mengelus lehernya yang sakit bahkan sampai berbekas karena


cengkraman yang angel berikan.


Beberapa murid termaksud Tasya dan Putri


membantu Zee untuk berdiri. Angel? Dia sudah selesai dan sekarang


Christy telah kembali. Christy tersenyum sinis menatap Zee yang sudah


lemas akibat kelakuan Angel kepribadian gandanya itu.


"itu udah sepantasnya di terima sama dia"kata Fara santai.


"gue tau lo kuat, tapi gak gini juga Chris. Kasihan dia"kata Putri marah.


"dia udah ngusik gue dan gue gak suka"kata Christy penuh enekanan disetiap katanya.


"lo udah dewasa Chris, jangan kayak


bocah.Ini cuma masalah sepele"kata Putri membuat Christy sedikit marah


saat mendengar kata bocah dari mulut sahabatnya itu.


"Putri lo apa-apaan sih"kata Fara marah karena tidak suka mendengar apa yang barusan Putri katakan.


"lo juga Far lo yang paling dewasa di antara


kita, seenggak lo kasih tau ke chris kalau ini cuma masalah sepele"kata


putri menatap tajam kearah Fara


"justru karena gue dewasa, gue tahu yang di


lakuin Chris itu udah bener. Lo yang harusnya mikir, lo udah kenal Chris


luar dan dalam. Apa masalah kayak gini lo gak mikir  juga, b**o lo


Put"kata Fara marah.


"udah dong, kok malah jadi berantem sih"kata Tasya berusaha melerai kedua sahabatnya itu.


"dia salah dan lo tau itu, jangan sampai buat gue hilang kendali dan mukulin lo disini"kata Christy menatap Putri dingin.


"pukul Chris pukul, emang itu yang lo tau


kan. Apa-apa main tangan, lo itu berpendidikan tapi kelakuan lo kayak


orang gak berpendidikan tahu gak"kata Putri semakin membuat mereka semua


terkejut.


"Put kamu apa-apaan sih"kata Revano pada kekasihnya itu.


"kenap,  kamu marah aku ngatain adik kamu iya, hah"kata Putri membentak Revano.


"kalian apa-apaan sih, kenapa malah berdebat gini"kata Fikra, menarik Revano menjauh dari Putri.


"gue cuma mau lo sadar,  yang lo lakuin barusan itu keterlaluan Chris"kata Putri menatap Christy.


"okey mau lo apa sekarang?"tanya Christy berusaha bersabar menghadapi Putri.


"minta maaf sama Zee"kata Putri membuat mereka semua menatap Putri tidak percaya.


"apa-apaan sih Put"kata Fara semakin marah.


"Put gak gini juga caranya"kata Tasya.


"Chris gak salah, jadi gak perlu minta maaf"kata Raka menarik Christy kebelakangnya.


"lo gila Put"kata Michel sangat marah.


"Putri ini terlalu berlebihan"kata Revano memegang tangan Putri.

__ADS_1


"kenapa hah? gak suka? Chris salah jadi dia


harus minta maaf,gak selamanya dia yang selalu di atas kan"kata Putri


menatap para sahabatnya itu.


"okey kalau itu mau lo"kata Christy membuat


mereka semakin dibuat tidak percaya, seorang Christy mau meminta maaf


atas hal yang tidak diperbuatnya. Ayolah ini sangat gila menurut mereka.


"Chris, gak ada minta maaf. Kamu gak salah ngapain sih minta maaf"kata Michel marah.


"Chris udah kita pergi ajah biarin dia"kata Raja.


Christy hanya acuh dengan perkatan mereka,


Christy mendekat kearah Zee lalu berusaha agar emsoinya tidak keluar.


Zee tersenyum sinis menatap Christy.


"gue minta maaf"kata Christy membuat seisi


kelas melongo, karena ini pertama kalinya Christy meminta maaf pada


seseorang, terlebih lagi musuhnya.


"gue tau gue salah, tapi tadi gue gak sengaja Chris"kata Zee dengan wajah yang dibuat sedih membuat Michel geram.


"maaf karna buat leher lo gitu"kata Christy dengan susah payah karna menahan emosi.


"gue udah anggap lo temen, jadi gue terima maaf lo"kata Zee membuat Fara semakin marah, Zee sangat pandai berpura-pura.


Christy langsung keluar meninggalkan


semuanya, Fara dan Tasya menatap Putri tajam begitu pula dengan Raka


dkk. Fara tidak habis fikir dengan jalan berfikir Putri.


"lo kerterlaluan Put, lo buat Chris minta maaf sementara dia gak salah"kata Fara emosi.


"dia salah Far. Tuh lihat Zee masih baik mau


terima maaf dari Chris"kata Putri yang masih saja membela Zee, semakin


membuat Fara emosi.


"ini peringatan


terakhir buat lo. Kalau sampai lo buat Chris minta maaf lagi, lo habis


di tangan gue"kata Fara marah, lalu keluar dari kelas untuk menyusul


Christy


"Put lo gila, kalau sampai kejadian tadi di ketahui jendral. Habis lo"kata Tasya sedikit berbisik pada Putri.


"sinting lo Put"kata Raja lalu keluar diikuti yang lainnya.


Sedangkan ditaman belakang sekolah, Christy


sedang duduk dan menatap langit yang sangat terang. Tiba-tiba Fara


datang dan duduk disebelah Christy.


Christy hanya tersenyum kecil kearah Fara,


lalu kembali fokus pada langit yang terang itu. Fara tahu saat ini Chris


sedang sedih,  tapi menurut Fara sahabatnya itu sangat pandai dalam menutup sisi sedihnya.


"kenapa lo harus nurutin kata Putri buat minta ke cewek itu?"tanya Fara menatap Christy.


"lo tau Putri orangnya keras, gue gak mau berantem cuma karena masalah itu"kata Christy enteng seolah tidak ada masalah.


"tapi itu keterlaluan Chris, kenapa lo gak mukulin Putri ajah sekalian"kata Fara marah.


"lo tau gue gak mungkin nyakitin sahabat


gue, lebih baik gue minta maaf dari pada harus mukuin Putri. Gue gak mau


persahabatan gue hancur Far"kata Christy menatap Fara sambil tersenyum


tipis.


"lo selalu mendahulukan perasaan orang dan


mengesampingkan perasaan lo, apa lo gak mikir orang-orang yang lo


kedepankan belum tentu ada disaat lo butuh. Termaksud gue Chris"kata


Fara menatap sendu wajah Christy.


"sahabat, keluarga dan kekasih. Ketiganya


sama-sama berarti dihidup gue, percuma gue bahagia kalau kalian gak


bahagia. Itu namanya egois Far dan gue yakin lo adalah sahabat terbaik


yang ada di dunia ini"kata Christy menggenggam tangan Fara.


"lo terlalu baik untuk ukuran manusia Chris,


kenapa tuhan selalu buat lo berada di posisi paling dasar"kata Fara


berusaha menaha air matanya.


"apa lo tahu, tuhan adalah pembuat skenario


terbaik. Kadang tuhan membuat kita di atas dan kadang dibawah, gue pasti


bisa bahagia tapi mungkin belum saatnya"kata Christy tersenyum pada


Fara, dia ingin meyakinkan sahabatnya itu bahwa dirinya baik-baik saja.


"apa lo tahu sejak awal kenal lo, gue udah


anggap lo adek gue. Gue gak suka kalau lo sedih dan gue mau setiap lo


ngerasa rapuh, gue harus orang pertama yang lo datangin saat itu


juga"kata Fara menunjukan jari kelingkingnya.


"i promise"kata Christy lalu melingkarkan jari kelingkingnya di jari kelingkin Fara


"gue seneng kalau lo seneng Chris"batin Fara

__ADS_1


"makasih Far"batin Christy.


__ADS_2