Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 69


__ADS_3

Ada tiga orang yang terduduk di lantai, dua orang merasakan sakit di lengan karena tertumbuk lantai cukup keras, sementara satu orang lainnya berhamburan darah dengan pisau yang baru saja di lepasnya sendiri dari bahunya.


"princess kamu tidak apa-apa?"tanya Richard melihat kondisi Christy yang terduduk disamping Fara.


"Chris ada yang luka? Bilang ke aku?"tanya Michel khawatir.


"aku gak apa-apa, tapi"kata Christy memegang bahu Richard.


"abang"kata Christy menatap Richard sendu.


"tidak apa-apa"jawab Richard yang masih bisa tersenyum.


Richard berdiri sambil memegang bahunya, Richard menatap Zee dan putri tajam. Pria itu sangat marah saat ini. 5 menit lalu nyawanya hampir hilang saat melihat pisau itu hampir mengenai bahu adik kesayangnnya.


Pisau yang berlumuran darah itu baru saja Richard cabut dari bahunya sendiri. Tidak ada raut kesakitan diwajah pria itu melainkan kemarahan.


Raymond menahan tangan rRichard membuat Richard menatap ayahnya itu tajam. Raymond meringis melihat darah yang cukup banyak di kaos putih yang Richard pakai saat ini.


"kita obati dulu lukamu itu"kata Raymond.


"saya mau memberi kedua orang itu balasan atas semua ini, setelah itu baru saya obati luka ini"kata Richard yang terlihat sangat marah.


"tidak ada gunanya melawan mereka, lebih baik kita obati luka kamu ini"kata Raymond menahan Richard.


"tidak"kata Richard menghampaskan tangan Raymond dari tangannyaa, lalu kembali mendekat kearah Zee dan Putri.


"ayah mohon dengerkan ayah sekali ini saja, bukan cuma kamu yang terluka tapi adikmu juga, Chris"kata Raymond membuat Richard berhenti dan melihat kearah Christy yang berdiri sempoyongan dengan lengan yang berdarah karena terhantam cukup keras disudut meja.


Richard langsung dengan sigap mendekat kearah Christy dan melemparkan pisau yang di pegangnya itu. Richard memegang tangan Christy dan melihat ada darah disiku adiknya itu.


"siapkan mobil saya mau kerumah sakit sekarang. Cepat"kata Richard dan langsung di patuhi oleh maid.


"apa sakit?"tanya Richard lembut.


"aku tidak apa-apa, tapi bahu abang"kata Christy sendu menatap bahu Richard yang masih saja mengeluarkan darah.


"ini hanya luka kecil untuk seorang mafia seperti abang"kata Richard mencoba membuat adiknya itu tenang.


"Michel, kamu ikut saya kerumah sakit"kata Richard yang langsung menggendong Christy ala brydal style.


"iya bang"kata Michel mengikuti Richard dari belakang.


Tiba-tiba Richard berhenti dan kembali menoleh kearah Putri dan Zee, tatapan Richard membuat semua orang merasa merinding.


"setelah ini jangan harap hidup kalian tenang"kata Richard tajam lalu pergi.


Putri hanya bisa menunduk merutuki kebodohannya, dia sudah berani membangunkan singa yang sedang tertidur pulas.


"KAMU GILA HAH"bentak Revano pada kekasihnya itu.


"a...a...aku gak sengaja Rev"kata Putri terbata-bata.


"kalau sampai tadi Christy yang kena pisau itu, gue sendiri yang bakal bunuh lo"kata Fara marah dengan tatapan tajamnya.


"saya peringatkan pada kalian berdua, mejauh dari anak saya. Kalian berdua seperti ancaman untuk anak saya"kata Raymond lalu keluar dari mansion.


"gue bingung harus bilang apa, tapi gue gak nyangka kalau lo bakal berbuat hal kayak tadi"kata Fikra kehabisan akal menghadapi semua setuasi ini.


"lo bukan Putri yang gue kenal"kata Tasya sendum


Semua orang pergi meninggalkan mansion, hanya tersisa Putri dan Zee. Siska? Wanita itu masuk kedalam kamar tanpa mengatakan sepatah kata pun, Zee mendekat kearah Putri lalu menatapnya.


"lo gak usah sedih, lo gak salah itu semua kan gak sengaja. Lo gak usah khawatir ada gue"kata Zee mengusap punggung Putri.


"lo bener gue gak salah. Tadi gue juga gak sengaja, gue juga gak butuh temen kayak mereka"kata Putri.


"kita temen sekarang"kata Zwe tersenyum lalu memeluk Putri.


"hampir ajah tadi si Chris yang kena,tapi gak apa-apa deh bagus juga kalau abangnya yang kena. Kalau abangnya sakit kan si Chris gak ada yang jagain. Gue lebih seneng kalau dia mati dan semua orang-orang yang sayang sama dia bakal jadi milik gue"batin Zee.


//skip//


Dirumah sakit milik keluarga Raymond, terlihat Richard dan Christy sedang diobati. Bahu Richard sudah di tutupi perban yang cukup tebal, Michel sedari tadi memegang tangan Christy dan sesekali mengecek tangan Christy yang tertutup perban itu.


"mau kamu lihat sampe jamuran, perbannya gak bakal berubah warna"kata Richard tidak habis fikir dengan kekhawatir Michel.

__ADS_1


"aku gak apa-apa Cel, jangan khawatir gini"kata Christy meyakinkan kekasihnya itu.


"gara-gara Zee kamu jadi kayak gini,lihat ajah kalau aku ketemu sama dia aku bakal bales"kata Michel geram.


"gak usah macem-macem yah Cel"kata Christy.


"tapi dia udah bikin kamu kayak gini. Tuh lihat, bang Richard juga kena imbasnya"kata Michel sangat kesal.


"biar aku yang urus, kamu gak usah ikut campur. Cukup tetap disamping aku ajah itu udah lebih dari cukup"kata Christy tersenyum.


"aku selalu ada didekat kamu Chris"kata Michel lembut.


"hm bang, soal taruhan waktu itu masih berlaku?"tanya Michel ragu.


"masih, kenapa? Mau mundur? Takut?"tanya Richard menatap Michel.


"gak kok, mau kapan? Sekarang juga gue siap"kata Michel berani.


"Cel, bang. Udahlah ini rumah sakit, lagian bang Richard juga masih butuh istirahat"kata Christy kesal dengan kedua pria dihadapannya itu.


"taruhan ini akan berakhir, karena 2 jam lagi kita pergi"kata Richard menatap Christy.


"kita gak bakal pergi sebelum luka abang sembuh titik"kata Christy penuh penekanan membuat Richard mengiyakan perkataan Christy.


"baiklah,bkalau itu mau kamu princess"kata Richard mengalahm


"tetaplah disini tunggu abang kembali"kata Richard melepaskan infus yang ada di tangannya membuat Christy menatapnya kesal.


"mau kemana lagi bang? Abang baru ajah diobatin"kata Christy kehabisan akal menghadapi Richard.


"abang tidak apa-apa. Michel kamu disini jagain princess sampai saya datang ngerti"kata Richard.


"iya bang"jawab Michel.


Richard langusng keluar meninggalkan Christy dan juga Michel. Christy mencoba fokus dan mencoba untuk menembus batin Richard saat ini, Christy sebisa mungkin memfokuskan fikirannya terhadap Richard.


Christy merasakan ketakutan saat ini,Christy bisa merasakan aura iblis dari Richard. Christy bisa merasakan kemarahan Richard yang sangat menakutkan itu.


"Cel kita harus ikutin bang Richard"kata Christy hendak turun dari brankar.


"kalau kita tetap disini, aku yakin pulang dari sini kita bakal dapat berita duka"kata Christy serius.


"maksud kamu apa?"tanya Michel bingung.


"lebih baik kita ikuti bang Richard dulu"kata Christy menarik Michel keluar.


Saat diluar mereka berdua ditahan oleh beberapa anggota KC, Christy tersenyum sinis rupanya abangnya itu sudah tahu apa yang akan di lakukannya. Michel sebisa mungkin melindungi Christy di balik badannya.


"jendral melarang kami untuk membiarkan kalian keluar"kata salah satu anggota KC.


"kami mau lewat. Minggir"kata Michel tegas.


"kalian bisa terkena masalah"kata anggota KC.


"minggir atau saya bunuh kalian"kata Christy marah.


"tapi miss. Mami tidak bisa, ini sudah di perintahkan oleh jendral"kata anggota KC takut.


"minggir atau kalian akan menjadi santapan peliharaan saya"kata Christy menatap para anggota KC dingin.


"baiklah, maafkan kami miss"kata anggota KC lalu membiarkan Michel dan Christy pergi.


Berbeda dengan Christy dan Michel. Richard sudah sampai di IHS, Richard melewati koridor yang mulai ramai dengan siswa-siswi yang baru saja istirahat.


Richard menjadi pusat perhatian para siswi karena wajahnya yang sangat tampan, tubuh tinggi dan kulit putih bersih terlihat hampir sempurna.


Pandangan mata Richard sangat dingin, aura kematian yang di pancarkannya membuat keadaan IHS menjadi sangat tegang.


"bang Richard"teriak Raka dari ujung koridor bersama dengan yang lainnya.


Richard hanya berjalan mendekat kearah Raka dkk dan fara dkk. Richard menatap Putri dan Zee tajam. Putri dan Zee hanya bisa menahan ketakutan mereka yang sudah di tatap oleh Richard.


Sorot mata Richard sangat tajam membuat Raka dan Raja menjadi takut. Richard berhenti tepat di hadapan Raka dkk dan juga Fara dkk.


"kenapa bang Richard kesini?"tanya Fara ragu-ragu dan menahan rasa takutnya.

__ADS_1


"kalian berdua maju"kata Richard menunjuk Putri dan juga Zee dengan jari telunjuknya.


"bang gue tau lo marah, tapi jangan buat macem-macem ini sekolah bang"kata Raja menahan Richard.


"SAYA BILANG MAJU KALIAN BERDUA"Teriak Richard membuat semua murid yang ada di koridor mendadak terdiam.


Putri dan Zee tetap bersembunyi di belakang Tasya dan juga Fara. Putri dan Zee hanya bisa menunduk takut dan was-was jika Richard berbuat hal yang sangat mengerikan.


Tiba-tiba Richard menarik kera baju Zee dan juga Putri kedepan. Kedua gadis itu hanya bisa pasrah merasakan sesak akibat tarikan yang Richard berikan.


"bang jangan kayak gini, kasihan mereka"kata Revano.


"bukan urusan kamu"kata Richard dan kembali menarik Zee dan Putri.


Semua murid merasa takut dengan apa yang Richard lakukan, Putri dan Zee ditarik seperti binatang menuju ketengah lapangan.


Mulai dari lantai 3 hingga lantai dasar dipenuhi semua murid IHS yang menonton Putri dan Zee yang di serat oleh Richard. Pria itu seperti tak pandang bulu, menarik hingga memukul Putri dan zZee seperti binatang.


"ini akibat karena kalian sudah melukai adik saya"kata Ricard lalu yang terlihat sangat marah.


Semua murid hanya bisa terdiam berharap Richard tidak membunuh Putri dan Zee. Kedua gadis itu sudah sangat berantakan, wajah yang penuh lebam dan juga darah yang keluar daru dahi dan juga ujung bibir keduanya.


"Raka gimana nih"kata Fikra panik.


"gue harus berhentiin ini semua"kata Raka mengambil keputusan.


"Raka jangan macem-macem, kamu tahu bang Richard gak bakal segan-segan ngabisin kamu"kata Fara menahan tangan Raka.


"aku gak mungkin biarin mereka dipukulin terus sama bang Richard,mereka bisa mati Far"kata Raka bingung.


Raka langsung mengarah ketengah lapangan untuk membantu Putri dan Zee. Richard menatap Raka tajam dan mendorong Raka sedikit menjauh.


"abang mau sampai kapan kayak gini,mereka bisa mati bang"kata Raka.


"mau mereka mati atau tidak itu bukan urusan saya"jawab Richard sangat santai.


"minggir sebelum kamu yang saya pukul"kata Richard menatap adiknya itu.


"gue gak takut"kata Raka membuat suasana semakin tegang.


"bang lo gila"teriak Raja pada kembarannya itu.


"Ja udah lo gak mungkin bisa bantuin Raka sekarang"kata Tasya menahan Raja.


"tapi Sya, Raka bisa mati kalau gini"kata Dimas khawatir.


"aku tahu, tapi mau kalian semua maju gak akan ada ngaruhnya sama bang Richard. Kalian sendiri tahu siapa dia"kata Tasya.


"disaat kayak gini cuma Vhris yang bisa buat semuanya berhenti"kata Fikra.


"Chris gak ada sekarang, cuma kita yang bisa usaha buat selesain semuanya"kata Revano.


Saat mereka sedang bingung harus berbuat apa, Richard dan Raka sudah saling memukul. Raka sudah lelah menangkis pukulan Richard yang membabi buta. Richard terus memukul Raka seperti lupa jika yang dipukulnya saat ini adiknya.


KREK


Suata tangan Raka yang patah sangat keras terdengar, Raka terduduk memegang tangannya dan berusaha menahan rasa sakit yang sangat dirasakannya. Richard bukannya membantu dia justru kembali menarik Putri dan Zee kehadapannya.


Fara berlari menuju kearah Raka dan memeluk kekasihnya itu, Fara hanya bisa menangis dan bingung harus berbuat apa. Fara hanya berharap Christy datang dan menghentikan kegilaan Richard saat ini.


"bang gue mohon, gue tahu gue salah tapi lo gak bisa bunuh gue dengan cara kayak gini"kata Putri lemas.


"kamu mati atau tidak, itu bukan urusan saya"kata Richard dan menghempaskan badan Zee dan Putri bersamaan.


Putri dan Zee terlempar cukup jauh dan terhantam ke ujung tribun lapangan, Richard hendak mendekat kearah Lutri dan Zee tapi Raka menahan kaki Richard menggunakan tangannya yang masih berguna itu.


"bang udah, lo bisa bunuh mereka. Tapi gak disini"kata Raka berusaha menahan sakit ditangan kirinya.


"lepas"kata Richard.


"gak gue gak bakal lepas, sebelum lo berhenti"kata Raka tetap memegang kuat kaki Richard.


Richard yang semakin marah menatap Raka tajam, Richard menendang badan Raka agar Raka bisa lepas dari kakinya. Bukannya lepas Raka semakin menguatkan genggaman tangannya.


Fara menangis sesegukan melihat Raka yang sudah muntah darah akibat tendangan Richard. Raka sudah mulai lemas tetapi masih saja memegang kaki Richard, agar Richard tidak kembali menyiksa Zee dan Putri.

__ADS_1


"BERHENTI"teriak seseorang dari arah kanan lapangan.


__ADS_2