
Author pov
Pagi ini Rasya sedang sarapan dimansion keluarganya. Hari ini Rasya tidak akan mengantar Christy kesekolah, alasannya karna Rasya akan pergi ke rumah sakit untuk check up.
Tapi Rasya bilang pada Christy jika dia sedang ada urusan penting yang tidak bisa ditunda. Sekarang Rasya sedang memakan roti yang sudah disiapkan mamanya tadi.
"Rasya, kamu check up bareng mama ajah yah"kata wanita paru baya itu menatap putra kesayangannya.
"aku bisa sendiri kok mah"kata Rasya
"sama mama ajah Rasya"kata wanita itu memaksa Rasya.
"mah, aku udah dewasa. Aku bisa pergi sendiri, lagian hari ini mama sibuk kan. Mama harus ke butik pagi ini"kata Rasya mencoba membuat mamanya itu mengerti.
"kamu ini selalu tau semua jadwal mama. Okey, mama gak temenin. Tapi sebelum dan sesudah check up kamu harus telfon mama"kata mama Rasya membuat Rasya mengangguk.
"iya mamaku sayang. Kalau gitu, Rasya pergi dulu yah, takut lama antri nya"kata Rasya mencium pipi mamanya.
"hati hati sayang"
Rasya keluar dari mansion lalu masuk kedalam mobilnya, dan keluar dari parkiran mansion. Rasya melajukan mobilnya dengan kecepatan standar.
Rumah sakit yang rasya datangi, adalah S'D hospital milik keluar Stamford. Awalnya Rasya ingin check up di R'D hospital. Tapi Rasya takut ketahuan oleh Christy.
15 menit perjalanan, akhirnya Rasya sampai dirumah sakit. Rasya memarkirkan mobilnya lalu masuk kedalam rumah sakit itu.
Saat baru masuk, Rasya berpapasan dengan salah satu dokter yang bernama Lukman dan dokter itu adalah adik dari papa Rasya.
"eh Rasya"kata Lukman menyapa keponakannya itu.
"om Lukman apa kabar?"kata Rasya lalu bersalaman dengan Lukman.
"om baik-baik ajah. Gimana perkembangan jantung kamu?"tanya Lukman yang juga tahu kondisi Rasya. Karena, dia juga salah satu dokter yang memeriksa keadaan Rasya.
"semakin buruk om"kata Rasya tersenyum tipis dan Lukman mengerti perasaan keponakannya itu.
"jangan menyerah, mana Rasya yang om kenal berani, mana Rasya yang mau berusaha sembuh untuk princessnya"kata Lukman yang juga tahu siapa Christy.
"apa masih ada harapan?"tanya Rasya menatap Lukman penuh arti.
"pasti ada harapan, jangan menyerah. Om ada disini, fikirkan princess mu itu"kata Lukman meyakinkan Rasya.
"karna dia, aku berjuang sampai sekarang om. Apa semua ini akan berarti?"tanya Rasya dengan wajahnya yang terlihat sendu.
"pasti itu sangat berarti. Om mau bertanya, apa masalah penyakit mu ini princessmu itu belum tahu?"tanya Lukman membuat Rasya mengangguk perlahan.
"aku tidak ingin princess tau sisi lemahku. Aku tidak ingin dia terbebani"kata Rasya membuang nafasnya gusar.
"disaat kamu sedang bertarung dengan penyakit ini, yang kamu butuhkan adalah dia. Saran om beritahu dia secepatnya, apa kamu mau dia tahu sendiri? Atau tahu dari orang lain? Itu pasti menyakitinya"kata Lukman. Rasya tahu tentang itu, tapi dia bingung harus bagaimana.
"aku belum sia, jika princess tau penyakitku"kata Rasya sedih.
"jangan membiarkannya tau masalah ini dari orang lain, om takut dia terluka dan berfikir kalau dia tidak penting untukmu. Sehingga kamu tidak memberitahunya masalah ini"kata Lukman menepuk pelan pundak Rasya.
"aku akan memikirkannya"kata Rasya
"mari masuk keruangan om. Hari ini, om yang bertugas memerikasmu"kata Lukman mengajak Rasya masuk keruangannya.
Lukman membawa Rasya masuk kedalam ruangannya, dan mengecek semua kondisi organ tubuh Rasya.
Saat hasil tesnya keluar, Kukman terlihat bingung harus mengatakan apa. Kondisi Rasya semakin memburuk, obat-obatan yang diberikan padanya hanya untuk mencegah rasa sakit sekejap.
"om akan berusaha mencari pendonor untuk jantungmu"kata Lukman menutup kertas hasil pemeriksaan milik Rasya.
"sangat sulit. Om sendiri yang bilang, darah aku RH negatife dan itu sangat langka"kata Rasya menatap lekat mata Lukman.
"om akan berusaha"kata Lukman.
"walaupun ada, itu tidak berguna lagi. Semua sia-sia saja, apa ajalku sudah dekat?"tanya Rasya membuat Lukman sedikit marah mendengarnya.
__ADS_1
"jangan bicara seperti itu Rasya. Om maupun kamu bukan tuhan, yang bisa mengetahui ajal. Jangan dengarkan perkataan dokter-dokter luar negeri itu, mereka hanya tau mendiaknosa tanpa tau akhirnya"kata Lukman marah.
"aku akan berusaha untuk sembuh. Aku akan usaha sebisa ku, om tolong bantu aku"kata Rasya
"itu sudah pasti. Mari kita lawan penyakit itu bersama"kata Lukman
"terimakasih om"kata Rasya tersenyum
"sama-sama"kata Lukman membalas senyuman Rasya.
Setelah itu Rasya berpamitan dan keluar dari ruangan omnya, Rasya melewati resepsionis. Rasya tidak sengaja melihat Faris kakak kandung Christy.
Rasya mendekatinya, lalu menyapanya. Faris tampak bingung karna dia tidak mengenal Rasya sama sekali.
"Faris, lo Faris kan?"kata Rasya menatap Faris yang terlihat bingung.
"iya, gue Faris. Lo siapa?"tanya Faris menatap Rasya.
"gue Rasya, pacarnya Chris eh maksud gue Dara"kata Rasya yang juga tahu nama asli Christy.
"oohh, gue inget. Soalnya Richard perna cerita tentang lo ke gue"kata Faris tersenyum pada Rasya.
"lo kenal bang Richard?tanya Rasya
"iya gue kenal sama dia. Bahkan dia yang bantuin gue ketemu sama Fara"kata Faris membuat Rasya mengangguk mengerti.
"ohh gitu, lo ngapain kesini?"tanya Rasya.
"nganterin mommy gue, dia lagi sakit karna mikirin Dara"kata Faris yang seketika ekpresinya berubah drastis.
"semoga cepet sembuh yah. Sabar ajah, Chris emang susah buat maafin orang apa lagi kalau dia udah kecewa"kata Rasya menepuk pundak Faris.
"gue maklumin kok, lagian ini juga karna salah keluarga gue"kata Faris tersenyum tipis.
"2 minggu lagi ulangtahun Chris, di rayainnya di mansion Raymond. Lo datag ajah, ajak orangtua lo sama adek lo si Revano"kata Rasya membuat Faris berdikir sejenak.
"gue takut, Dara marah kalau lihat ada keluarga stamford disana"kata Faris.
"gue bakal datang, semoga ajah dia nerima kedatangan gue"kafa Faris tersenyum tipis.
"gue balik duluan yah, masih ada urusan soalnya"kata Rasya
"hati-hati di jalan Ras"kata Faris menepuk pundak Rasya.
Rasya tersenyum lalu berjalan keluar dari rumah sakit. Rasya masuk kedalam mobilnya, lalu keluar dari area parkiran.
Rasya melajukan mobilnya kearah sekolah Christy yaitu IHS. Rasya ingin menemui princessnya itu.
Jarak S'D hospital ke IHS cukup dekat,Rasya sudah sampai dan memarkirkan mobilnya di samping mobil Christy.
Saat Rasya keluar dari mobil, semua siswi IHS yang kebetulan sedang istirahat menjerit karna melihat ketampanan Rasya.
Rasya memakai topi dan sengaja memakainya terbalik, membuatnya semakin tampan. Rasya berjalan masuk dan menyusuri koridor. Mencari keberadaan gadisnya itu.
Saat dikoridor, Rasya tidak sengaja melihat Christy dkk dan Raka dkk yang duduk disamping lapangan basket.
Rasya menghampiri mereka dan langsung mencium pipi Christy, membuat gadis itu terkejut dan membuat semua murid IHS menjerit.
"njiirr si Christy di cium"
"ganteng banget cowoknya"
"gak ada harapan lagi buat dapetin Christy"
"serasi banget sih"
"pengen gue dicium sama cogan kayak gitu"
"beruntung banget sih tuh cowo, bisa dapetin Christy"
__ADS_1
Seperti itu perkataan mereka semua, saat melihat Rasya mencium pipi Christy secara tiba-tiba.
"Aya, dilihatin orang. Malu tau"kata Christy mencubit perur Rasya.
"ngapain malu, harusnya kamu bangga dicium orang ganteng"kata Rasya memuji dirinya sendiri.
"iya deh, orang ganteng bebas"kata Christy membuat para sahabatnya terkekeh.
"lo berdua, kalau mau pacaran jangan disini. Gak ngehargain orang jomblo lo semua"kata Fikra kesal, namun membuat yang lain tertawa bahagia.
"yee, lonya ajah yang sewot"kata Putri
"lo tuh yang sewot"kata Fikra
"lo"
"lo"
"lo Fikra"
"lo Putri"
"udah-udah, kalian setiap ketemu berantem mulu. Jodoh baru tau rasa"kata Raja
"gue sama dia? Ogah"kata Fikra dan Putri bersamaan membuat para sahabat mereka tertawa.
"tuh, ngomongnya ajah samaan"kata Raka sambil tertawa.
"terserah"kata mereka berdua bersamaan lagi.
"Ras, lo kesini ada urusan apa?"tanya Raka menatap Rasya yang duduk disebelah Christy.
"cuma mau ketemu princess doang kok"kata Rasya dengan senyuman manisnya.
"2 minggu lagi, kamu ulang tahun princess. Dirayain di mansion ajah biar gak repot yah"kata Rasya menatap Christy.
"aku juga maunya di mansion ajah Aya. Biar gak ribet gitu"kata Christy
"wih, makan enak lagi gue"kata Dimas dan Fikra bersamaan.
"makan mulu lo berdua"kata Revano menjitak kepala Fikra dan Dimas membuat kedua pria itu kesal.
"eh Van, tadi gue ketemu sama Faris dirumah sakit"kata Rasya memancing Christy.
"perasaan, bang Faris gak sakit deh"kata Revano bingung.
"bukan Faris yang sakit, tapi mommy lo"kata Rasya membuat Christy sedikit terkejut.
"mommy sakit, apa karna mikirin gue? Gak mungkin, gue kan anak pembawa sial. Mana mungkin mommy mau mikirin gue"batin Christy
"tapi kemapa mommy gak bilang yah"kata Revano bingung
"mungkin mommy gak mau bikin lo kefikiran"kata Raja membuat Revana mengangguk.
"gue tadi juga udah ngundang Faris sama orangtua lo ke ulangtahun princess"kata Rasya membuat mereka semua terkejut.
"tapi"kata Revano melihat ke arah Christy yang terdian.
"udah gak apa-apa, ajak orangtua lo"kata Rasya yang mengerti arti tatapan Revano.
"Aya kamu..."kata Christy terpotong
"udah, gak apa-apa. Ada aku, gak akan ada yang bisa nyakitin kamu"kata Rasya menggenggam tangan Christy.
"Ras lo gak salah?"tanya Raja menatap Rasya.
"gue yang atur. Kalian tenang ajah"kata Rasya tersenyum pada semuanya.
Sedangkan Christy dia terdiam. Di ulangtahunnya yang ke 17, keluarga stamford akan datang. Apa Christy bisa menghadapi mereka?
__ADS_1
"aku akan berhadapan lagi dengan mereka, apa aku kuat? Melihat mereka, membuatku teringat kejadian itu. Aku takut, tuhan aku mohon jangan membuatku terluka lagi. Aku belum siap"batin Christy.