Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 48


__ADS_3

"dia datang"


Pria berpakaian jas warna biru navy dengan rambut yang terlihat rapi menambah kadar ketampanan pria itu.


Pria itu berjalan dari depan pintu mansion hingga keatas panggung, dia tersenyum manis pada Christy.


Rasya ikut tersenyum, akhirnya kebahagiaan princessnya lengkap malam ini. Hanya itu yang Rasya inginkan.


Pria itu adalah Michel. Seorang pria yang ditunggu oleh Christy dari tadi, dan akhirnya dia datang juga.


"tiup lilinnya Chris"kata Michel dengan senyuman indahnya.


Christy tersenyum lalu meniup lilinnya, lalu seluruh tamu bertepuk tangan dan bersorak ria.


Christy memotong kuenya menjadi beberapa bagian, dan menaruhnya di satu piring kecil.


"suapan pertama, aku kasih ke orang yang paling aku sayang. Paling berarti di hidup aku. orang yang udah buat aku jadi seperti ini"kata Christy memberikan suapan pertama untuk Richard.


"makasih princess"kata Richard lalu mengecup kening Christy.


"suapan kedua, untuk 2 wanita yang sudah berjasa di hidupku. Mommy dan bunda"kata Christy


"yang ketiga, untuk 2 pria yang selalu memprioritaskan kebahagiaanku. Ayah dan daddy"kata Christy.


"suapan ke empar, untuk 2 orang laki-laki yang sudah mencintai aku dengan tulus. Dan selalu berusaha membuatku tetap tersenyum, Michel dan Aya"kata Christy.


Christy menyuapkan kue selanjutnya pada the twins, Fara, taasya, Putri,Faris, Revano, Fikra dan Dimas.


Mereka semua tersenyum bahagia, melihat Christy yang selama ini sangat sulit untuk bahagia akhirnya tersenyum lebar malam ini.


Mereka semua kembali menikmati pesta malam ini, tiba-tiba Rasya datang menghampiri Michel yang sedang berbincang pada Raka dkk.


"Cel gue mau ngomong"kata Rasya menatap Michel.


"gue juga Ras, diluar ajah. Disini brisik"kata Michel mengajak Rasya berbicara diluar mansion.


Rasya dan Nichel keluar dari mansion dan duduk dikursi taman, yang ada didepan mansion keluarga Raymond.


"lo baik-baik ajah selama di london?"tanya Rasya yang memulai pembicaraan.


"hmm lumayan Ras"jawab Michel menampilkan senyuman tipisnya.


"lo gimana, udah sembuh?"tanya Michel menatap Rasya yang duduk disebelahnya.


"gak ada harapan Cel"kata Rasya dengan senyuman yang dipaksakan.


"maksud lo?"tanya Michel bingung.


"besok, operasi transplantasi  jantung terkahir gue. Tingkat keberhasilannya hanya 50%"kata Rasya menunduk sendu.


"lo harus bertahan Ras, hari ini lo lihat betapa bahagianya Chris. Apa lo mau hancurin itu dalam waktu sehari?"tanya Michel.


"kalau boleh jujur gue takut Cel, gue takut operasi kali ini tidak berhasil dan nafas gue berhenti untuk selamanya"kata Rasya menatap lekat manik mata Michel.


"lo harus kuat, lo harus pastiin operasi ini berhasil. Lo harus tetap buat Chris bahagia"kata Michel yang juga menatap Rasya.


"dan lo gimana Cel? Apa lo rela Chris tetap sama gue? Bukannya lo cinta sama Chris"kata Rasya.


"gue emang cinta sama Chris, tapi gue gak boleh egois. Kebahagiaan Chris itu lo, dan bukan gue"kata Michel sendu.


"Chris juga cinta sama lo Cel, tapi perasaannya dibuat dilema karna kehadiran gue yang tiba-tiba ini"kata Rasya mencoba membuat Michel sadar, kalau Christy sudah mencintainya.

__ADS_1


"walaupun dia cinta sama gue, tapi lo cowok pertama yang dia cintai"kata Michel berusaha tersenyum, meskipun hatinya terasa begitu hancur.


"gue mohon sama lo, kalau tuhan benar-benar ambil nyawa gue nanti. Gue mau lo jagain Chris, lo harus percaya sama dia. Jangan tinggalin dia disaat seluruh dunia pergi ninggalin dia, jangan percaya dengan apa yang orang lain katakan untuk berusaha merusak hubungan kalian"kata Rasya yang terlihat sangat serius.


"hanya tuhan yang tau takdir kita kayak gimana. Lo hanya harus menunggu hasilnya dengan berusaha keras, lawan penyakit itu. Setidaknya untuk Chris hanya Chris"kata Michel


"besok operasi gue dimulai jam 10 pagi, jangan biarkan Chris tau soal ini. Gue gak kuat lihat dia rapuh nanti"kata Rasya.


"disaat seperti ini yang lo butuin hanya Chris, Ras. Kenapa lo gak jujur sekarang? Apa lo mau, Chris tahu soal ini dari orang lain?"tanya Michel


"gue benar-benar takut buat jujur ke Chris, gue takut dia hancur, gue takut dia sakit hati, gue takut Cel takut"kafa Rasya sendu.


"ini keputusan lo Ras dan gue hargain keputusan lo. Gue janji akan selalu jaga Chris dan itu janji gue ke lo"kata Michel


"jaga dia, jangan biarkan ada air mata yang jatuh di matanya"kata Rasya


"gue salut sama lo Ras, lo bertahan sejauh ini demi Chris. Lo rela telan beribu-ribu obat demi melawan penyakit itu"kata Michel menatap sendu wajah Rasya.


"gue jauh lebih salut sama lo Cel. Lo rela ngorbanin perasaan lo, demi kebahagian gue sama Chris, lo rela nyerahin kebagiaan lo ke gue"kata Rasya tersenyum menatap Michel.


"lo adalah sumber kebahagiaan Chris, dan Chris adalah sumber kebahagiaan lo. Malian saling melengkapi dan saling membutuhkan, gue gak akan mentingin ego gue demi cinta gue"kata Michel yang juga membalas senyuman Rasya.


"masuk kedalam yuk, entar mereka pada nyariin"kata Michel lalu berjalan lebih dulu


Rasya dan Michel berjalan masuk kedalam mansion dan mendekat kearah Christy dkk dan Raka dkk yang asik mengobrol.


Michel memegang tangan Christy, membuat Christy sedikit terkejut. Lalu menatap Michel cukup lama.


"aku mau ngomong sebentar ajah"kata Michel


"yaudah, di kolam belakang ajah"kata Christy


Christy dan Michel berjalan ke kolam berenang yang ada dibelakang mansion, Michel melepaskan gengaman tangannya lalu menatap Christy cukup lama.


"sangat bahagia. Karna kehadiran kamu melengkapi hari ini"kata Christy tersenyum menatap Michel. Christy merindukan sosok Michel.


"aku minta maaf"kata Christy


"untuk?"tanya Michel


"aku minta maaf udah buat kamu merasakan sakit karna masuk kedalam alur ini"kata Christy sedih.


"apa kamu tahu? Aku bersyukur mengenal seorang gadis seperti kamu. Kamu merubah sedikit demi sedikit hidup aku"kata Michel kembali menggenggam tangan Christy.


"apa kamu tidan membenciku?"tanya Christy menatap lekat manik mata Michel.


"aku tidak mungkin membenci orang yang paling aku cintai"kata Michel mengelus lembut surai rambut Christy.


"kenapa kamu sangat mencintai aku dan rela melihatku bahagia dengan pria lain?"tanya Christy menatap Michel sendu.


"aku rasa, mencintai tidak butuh alasan. Aku rela melihat kamu bahagia walau bukan dengan aku, karna melihat kamu bahagia sudah lebih dari cukup untuk aku"kata Michel tersenyum.


"aku sangat merindukanmu"kata Michel


Michel langsung memeluk erat tubuh Christy begitupula Christy yang membalas pelukan Michel. Mengelus lembut punggung pria itu.


Keduanya merasakan pelukan yang sangat nyaman, tidak disangkan keduanya sama-sama mengeluarkan air mata.


Michel menangis malam ini, tubuh Christy yang selalu dipeluknya dulu sangat dirindukannya.


"aku harap, disaat kamu tau tentang penyakit Rasya kamu tidak merasakan sakitnya kehilangan lagi. Aku tidak kuat melihatmu rapuh"batin Michel.

__ADS_1


//skip//


Sekarang Rasya dan Christy sedang duduk berdua ditaman yang ada di mansion Raymond. Meninggalkan semua tamu yang asik mengobrol didalam.


Setelah berbicara pada Michel, Rasya lagi yang meminta Christy untuk berbicara hanya berdua saja.


Rasya sedari tadi menggenggam tangan Christy, seolah takut jika Christy pergi dari sampingnya.


Christy juga memegang tangan Rasya dan menyandarkan kepalanya di bahu Rasya. Keduanya sedari tadi hanya diam enggan membuka suara.


Sampai akhirnya Rasya membuka suara, memecahkan keheningan yang tercipta sedari tadi.


"malam ini, aku ingin bersama kamu. Aku ingin menghabiskan waktu lebih lama sama kamu"kata Rasya berusaha menguatkan dirinya, agar tidak terlihat kalau perasaannya sedang hancur saat ini.


"apa kamu tidak lelah? Hari ini sampai seterusnya aku pasti ada. Untuk menghabiskan waktu sama kamu Aya"kata Christy tersenyum lebar.


"tidak ada waktu lagi princess. Hanya malam ini yang terakhir"batin Rasya sendu


"aku ingin malam ini tidur dikamar kamu yah"kata Rasya membuat Christy sedikut terkejut.


"kamu seriusan?"tanya Christy menatap Rasya.


"iya, hanya tidur bukan ngapa-ngapain princess"kata Rasya mencubit pipi Christy.


"memagnya kenapa? Malam ini kamu terlihat mencurigakan"kata Christy merasa ada yang janggal dari perilaku Rasya.


"entahlah, aku hanya ingin bersama kamu sampai besok pagi"kata Rasya tersenyum menatap indahnya bulan dan bintang.


"aku akan ikuti mau kamu"kata Christy tersenyum.


"Aya, kenapa perasaan tidak enak dihati aku semakin besar? Sebenarnya apa yang terjadi?"tanya Christy


"princess, itu hanya perasaanmu saja. Jangan terlalu difikirkan"kata Rasya menatap kekasihnya itu.


"Aya, besok jam 10 aku ada pensi di sekolah. Mamu datang yah"kata Christy


"hmm aku tidak bisa princess"kata Rasya membuat Christy merasa sedih.


"loh kok gak bisa sih?"tanya Christy dengan wajah cemberutnya.


"besok aku ada acara keluarga. Maaf"kata Rasya berbohong.


"hmm baiklah, tidak apa-apa"kata Christy tersenyum tipis


"princess aku mencintaimu"kata Rasya tersenyum dan menatap lekat manik mata Christy.


"aku tau itu"kata Christy tersenyun


"kenapa tidak mengatakannya?"tanya Rasya


"katakan apa?"tanya Christy bingung.


"kalau kamu mencintai aku juga"kata Rasya.


"kata itu sangat berharga untuk aku. Aku akan mengatakannya disaat waktunya sudah tepat"kata Christy mengelus pipi Rasya.


"kamu sudah dewasa sekarang"kata Rasya mengacak gemas rambut Christy.


"teruslah tersenyum, jangan biarkan senyuman itu luntur dari wajah cantik kamu"kata Rasya mengelus pipi Christy


"Tuhan perasaan tidak enak apa sebenarnya yang aku rasakan ini? Aku merasa seolah akan kehilang orang yang sangat berharga, tetapi siapa lagi tuhan? Aku benar-benar tidak siap dan tidak akan pernah siap"batin Christy.

__ADS_1


"jaga dia untukku tuhan, jangan biarkan kebahagiaannya sirna hanya karna kepergianku nanti. Buat dia tetap bahagia bersama Michel, malam ini aku benar-benar ingin bersamanya. Aku takut pergi untuk selamanya dan meninggalkannya, aku sangat takut benar-benar takut"batin Rasya.


__ADS_2