
Sudah dua jam para keluarga dan sahabat menunggu diluar ruang operasi, Richard belum juga keluar dari dalam. Semua orang masih belum bisa merasa lega.
Michel masih seperti orang gila. Rambut acak-acakan, baju penuh darah sangat buruk. Siska dan Lutri yang sudah membaikpun ikut menunggu didepan ruang operasi.
Keduanya benar-benar merasakan penyesalan yang mendalam, Putri menyesal sudah berlaku buruk pada Christy sahabatnya. Siskapun sama menyesalnya karena tidak percaya pada anaknya.
"PUAS LO HAH PUAS, LO LIHAT SEKARANG CHRIS KAYAK GINI HANYA DEMI NYELAMATIN KALIAN"kata Fara yang sangat marah.
"hiks hiks gue minta maaf Far. Gue nyesel"kata Putri yang sudah terisak.
"penyesalan lo gak ada gunanya, sekarang kita gak ada yang tahu nasib Chris selanjutnya. Kalau sampai Vhris kenapa-napa, gue gak akan pernah mau kenal sama lo lagi"kata Fara yang sangat marah.
"Far gue mohon, maafin gue"kata Putri berlutut dihadapan Fara.
"seharusnya dari awal lo lebih percaya sama Chris, lo itu sahabat kita Putri. Lo lihat sekarang, Chris rela berlutut depan Zee dan Alex, karena apa? Karena dia gak mau kalau kalian sampai dilukai sama Zee dan Alex"kata Tasya menghapus kasar air matanya.
"hiks hiks gue nyesel, gue tahu gue salah. Gue mohon maafin gue"kata Outri yang masih berlutut.
"Far"kata Fikra menepuk pundak Fara.
"apa Fik, gue gak akan pernah maafin dia"kata Fara penuh penekanan.
"lo jangan kayak gini, apa lo gak mikir gimana perasaan Chris kalau lihat para sahabatnya kayak gini"kata Fikra.
"dia bukan sahabat gue"kata Fara menatap tajam Putri.
"berdiri"kata Revano merangkul pundak Putri dan mengangkatnya agar gadis itu berdiri.
"gak semua kesalahan bisa dimaafin, semua perlu waktu"kata Revano pada mantan kekasihnya itu.
"Rev aku ngaku salah, aku minta maaf"kata Putri menatap sendu Revano.
"aku gak pernah marah sama kamu Put, aku hanya kecewa"kata Revano lalu menjauh dari Putri dan berdiri disamping Raja.
"maafin gue Chris"kata Putri menunduk sendu.
Sama seperti Putri, terlihat Siska menangis tersedu-sedu dan tidak hentinya mengucapkam kata maaf. Raymond hanya bisa terdiam dan menahan amarahnya melihat Siska yang ada disana.
__ADS_1
Raymond sudah sangat kecewa dengan kelakuan Siska selama ini, Raymond sudah memperingati istrinya itu. Namun Siska sangat keras kepala.
"Siska kamu harus kuat"kata Megan yang masih sedikit terisak.
"aku salah Megan. Hiks hiks aku gak percaya dengan putriku sendiri"kata Siska terisak.
"kamu baru sadar sekarang? Kemana kamu selama ini? Lihatlah, anak yang kamu bilang sial justru dia yang menyelamatkan kamu dan rela mempertaruhkan nyawanya hanya untuk siapa hah? UNTUK KAMU"kata Raymond yang sangat marah.
"kamu harus kontrol emosi Raymond. Kasihan istri kamu"kata Wijaya menegur Raymond.
"GARA-GARA KAMU ANAKKU SEPERTI INI, GARA-GARA KAMU SEMUANYA KACAU"kata Raymond yang sudah sangat marah.
"hiks hiks maafin aku mas. Aku ngaku salah"Siska yang sudah menangis tersedu-sedu.
Saat mereka semua saling beradu argumen, Richard tiba-tiba keluar. Semua orang berdiri dan mendekat kearah Richard.
Tatapan pria itu berubah drastis, tatapannya sangat mengerikan. Aura yang keluar dari dirinya sangat menyeramkan. Semua orang merinding berdiri disekitarnya.
Richard tiba-tiba menarik Rahel yang ada disana. Reyhan, Raja, Fara,dan Tasya berlari mengikuti Richard yang membawa Rahel pergi.
"bagaimana dengan Chris?"tanya Megan khawatir.
Semua orang nampak sangat khawatir, kenapa sangat lama? Itulah yang mereka fikirkan sejak tadi. Christy dan raka belum ada satupun yang keluar dari ruang operasi.
Tiba-tiba brankar yang menampilkan Christy diatasnya dibawa keluar secara tiba-tiba, semua orang terkejut melihat Christy yang dipenuhi darah. Michel langsung menggenggam erat tangan Christy.
"dokter ada apa? Ada apa dengan tunangan saya?"tanya Michel khawatir.
"maaf tuan. Nona Christy harus menjalani operasi kedua. Operasi pertama tidak membuat kondisinya membaik. Peluru itu sangat berbahaya, kita harus selesaikan operasi ini secepatnya"kata dokter itu.
"suster cepat"kata dokter itu.
Brankar Christy dibawa dengan sangat cepat, para keluarga dan sahabat berlari dan mengikuti dokter itu. Saat sampai diruang operasi yang kedua, mereka semua ditahan.
Brankar Christy dibawah kedalam ruang operasi, Michel terduduk lemas didepan ruang operasi. Christy yang dipenuhi darah membuat Michel seperti akan gila.
Darah itu sangat banyak, Michel menjadi sangat takut melihat kondisi Christy. Michel mengacak rambutnya frustasi. Dia sudah benar-benar gila memikirkan kondisi Christy.
__ADS_1
"Chris aku mohon bertahan hiks hiks"kata Michel menunduk sendu.
"Celo harus kuat"kata Dimas.
"Dim, cewek gue Dim. Dia pasti kesakitan, apa lo lihat tadi? Alex mukulin cewek gue, pasti sakit Dim"kata Michel menatap Dimas sendu.
"gue tahu Cel ,gue juga sedih lihatnya. Tapi semuanya gak bisa diulang Cel"kata Dimas yang juga sangat sedih.
"Chris kesakitan Dim, dia kesakitan"kata Michel yang kembali terisak.
"lo pasti kuat Cel, lo kuat"kata Dimas memeluk sahabatnya itu.
Dimas menghapus air matanya yang tertuh, Dimas juga sangat sedih. Christy sudah dianggapnya sebagai adik, melihat Christy dalam kondisi seperti ini membuatnya merasa sangat sedih.
"Chris cewek kuat dia pasti bisa bertahan"kata Dimas melepaskan pelukannya lalu menepuk pundak Michel.
"tuhan kembalikan gadisku seperti semula, aku tidak kuat lagi seperti ini"kata Michel memukul dadanya yang terasa sakit.
"tuhan jangan engkau ambil gadis baik ini, dia sangat baik untuk semua orang. Dia seperti malaikat untuk semua orang. Dia seperti dunia untuk semua orang. Kalau engkau ambil gadis ini, bagaimana dengan kami. Dunia kami akan hilang, malaikat kami akan hilang, semua akan berubah. Jangan engkau ambil dia"batin Dimas sendu.
Sedangkan Richard dia pergi membawa Rahel, Reyhan, Raja, Fara, dan Tasya mengikuti keduanya. Entah apa yang Richard fikirkan saat ini.
Keempat orang itu bingung kenapa mobil Richard mengarah kearah markas KC, jam sudah menunjukan pukul 3 pagi. Sebentar lagi akan fajar.
Richard menarik Rahel masuk kedalam markas, semua anggota KC menunduk hormat melihat jendral mereka datang.
"SEMUA KUMPUL DIRUANG UTAMA"teriak Richard dengan suara yang sangat menyeramkan.
Seketika semua anggota berlari menuju ruang utama. Raja, Reyhan, Fara dan Tasya juga ikut berkumpul. Richard berdiri didepan bersamaan dengan Rahel yang digenggamnya sejak tadi.
"MALAM JENDRAL"teriak semua anggota KC menunduk hormat menyambut jendral mereka.
"saya ingin menyampaikan sesuatu"kata Richard dengan nada yang sangat menyeramkan.
Semua anggoga nampak merinding dengan kehadiran Ruchard disana. Auranya sangat menyeramkan, membuat semua orang sangat takut berada didekatnya.
"malam ini, saya Richard Walton Raymond sebagai jendral KING COBRA. Akan mengangkat Rahel sebagai leader KING COBRA"Kata Richard membuat semua orang terkejut.
__ADS_1