
Author pov
Jam menunjukan pukul 4 sore, Christy dkk dan Raka dkk sedang berkumpul di mansion Raymond. Bahkan Zee juga ikut dengan alasan ingin lebih dekat dengan mereka. Fara yang sejak awal tidak suka dengan Ze, hanya menatap sinis gadis itu. Berharap Zee pulang dan tidak ikut kumpul bersama mereka.
Fara juga masih sedikit marah saat melihat wajah Putri, Fara tidak suka dengan apa yang putri lakukan disekolah pagi tadi. Sedangkan Christy dia hanya diam menatap Fara yang sudah mulai kesal.
Saat mereka sedang duduk bersama tiba-tiba Richard masuk dari luar mansion. Tatapan Richard benar-benat menakutkan saat ini, mereka semua spontan langsung berdiri dan menatap Richard yang perlahan mendekat kearah mereka.
"kalian ikut dengan saya. Sekarang"kata Richard menatap Christy dkk bergantian dengan tatapan tajamnya.
"ta..."kaya Fara terhenti ketika Richard menatapnya dengan tatapan yang benar-benar menakutkan.
"ikut saya sekarang"kata Richard dengan penuh penekanan disetiap katanya.
"dan untuk kalian jangan mengikuti kami. Kalau sampai saya tahu kalian mengikuti kami, mati kalian"kata Richard menunjuk Raka dkk bergantian membuat mereka mendadak menjadi merinding.
Richard langsung berjalan keluar dari mansion di ikuti Christy dkk. Richard masuk kedalam satu mobil yang cukup besar di ikuti Christy dkk. Sedangkan Raka dkk, mereka bingung dengan apa yang barusan terjadi.
Ingin sekali rasanya mereka ikut, tapi mereka tahu ancaman yang Richard berikan bukan hanya sekedar ancaman. Michel menjadi khawatir terlebih lagi saat melihat tatapan murka yang Richard perlihatkan barusan.
"Cel kita pulang yuk, aku capek nih"kata Zee bergelayut manja di tangan Michel yang langsung di hempaskan oleh pria itu.
"pulang ajah sendiri, gue mau nunggu Chris balik"kata Michel menatap tajam kearah gadis di sampingnya itu.
"kamu kenapa sih mikirin dia mulu, dia ajah gak mikirin kamu. Sadar dong Cel"kata Zee membuat Raka dkk menatapnya tajam karena tidak suka dengan apa yang di katakan gadis itu.
"lo sadar diri dong, lo bukan siapa-siapa disini jadi diam ajah"kata Raja emosi.
"mendingan lo keluar dari sini, dari pada gue suruh satpam seret lo keluar"kata Raka menatap Zee dengan tatapan sinisnya.
"biasa ajah dong, gue bisa keluar sendiri kali"kata Zee menyambar tasnya lalu berjalan keluar dari mansiom Raymond.
Sedangkan Richard dan Christy dkk mereka sudah sampai di markas KC,entahlah kenapa Richard membawa mereka kesini. Tetapi perasaan ke empat gadis itu sudah mulai tidak enak sejak tadi.
Saat masuk kedalam markas mereka bertemu Reza dan Aron yang sedang duduk bersantai bersama anggota KC lainnya, Reza dan Aron yang sadar kedatangan mereka langsung berdiri dan menyapa mereka semua.
Richard tiba-tiba menyambar belatih tajam yang Aron simpan disaku jaketnya, lalu mengarahkan belatih itu keleher Putri. Mereka semua dibuat terkejut dengan apa yang di lakukan Richard saat ini, terlebih lagi Christy yang menatap Richard penuh tanya.
Richard menatap Putri dengan tatapan tajamnya, Putri sudah mulai ketakutan. Terlebih lagi orang di hadapannya saat ini adalah jendralnya yang tidak segan-segan menebas kepalanya saat itu juga.
Christy memegang tangan Richard berharap kakaknya itu menurunkan belatih itu dari leher sahabatnya,bukannya luluh Richard justru menatap Christy jauh lebih tajam membuat Christy mematung saat melihat tatapan tajam itu.
"lo apa-apan sih, bercanda lo gak lucu Richard"kata Reza menatap Richard bingung sedangkan yang ditatap seolah tuli saat itu.
"kamu menyuruh adik saya meminta maaf, cih bodoh"kata Richard menatap Putri dengan tatapan elangnya membuat gadis itu sebisa mungkin tetap tenang.
"ma....ma...maksud jendral apa?"tanya Putri tergagap-gagap karena berusaha menahan rasa takutnya.
"kamu hanya sahabatnya, jangan bertingkah seolah kau yang memberinya kehidupan"kata Richard lalu membuang belatih itu dan mencengkram kuat baju yang dipakai Putri hingga gadis itu sedikit tercekik.
"bang jangan seperti ini, aku mohon"kata Christy berusaha untuk membuat Richard luluh.
"princess, kamu tahu abang tidak suka jika kamu meminta maaf kepada seseorang, terlebih lagi bukan salahmu"kata Richard emosi.
"itu salah aku, jadi aku berhak minta maaf. Lepaskan Putri bang aku mohon"kata Christy.
"itu bukan salahmu, gadis itu yang memulainya. Apa perlu abang membunuhnya saat ini juga bersama dia"kata Richard tersenyum iblis kearah Putri.
__ADS_1
"jangan bang aku mohon lepaskan Putri. Aku idak akan mengulanginya lagi aku mohon jangan sakiti sahabatku"kata Christy berusaha membuat Richard mengerti.
"jendral saya mohon lepaskan Putri"kata Fara yang ikut memohon berharap Richard bisa berhenti mencekik Putri.
"rruchard kasihan dia lepaskan cekikan itu"kata Aron marah.
Richard melepasan cekikannya pada Putri mereka semua bernafas lega. Tetapi baru saja Putri mengatur nafasnya, Richard sudah melayangkan bogemannya.
Putri yang masih bisa menangkis terlibat aksi baku hantam bersama Richard. Mereka semua semakin dibuat panik saat melihat Putri yang sudah mulai terlihat lemah akibat pukulan Richard yang berkali-kali mengenai tubuhnya.
Christy yang bingung langsung membantu Putri dan memukul Richard dengan sekuat tenaganya. Richard yang tidak ingin menyakiti Christy hanya berusaha menangkis tanpa mau melawan.
Christy memukul Richard membuat pria itu tersungkur kelantai, Christy langsung melihat kondisi Putri yang sudah terbaring lemas di lantai dan sudah tidak sadarkan diri.
"Fara, Tasya. Bantu gue angkat Putri, kita bawa dia kerumah sakit"kata Christy panik karena Putri yang sudah tidak sadarkan diri.
"SUDAHKU PERINGKATKAN JANGAN PERNAH SAKITI SAHABATKU"teriak Christy menatap Richard dengan tatapan elangnya.
Richard kembali berdiri dan menghapus kasar darah yang dikeluarkan sudut bibirnya, Richard menatap Christy penuh arti lalu meninggalkan mereka semua tanpa berkata sedikitpun.
Reza dan Aron langsung mengangkat Putri dan memasukannya kedalam mobil. Mereka semua menuju kerumah sakit untuk memeriksa keadaan Putri. Christy tidak melepaskan genggaman tangannya dari tangan Putri, berharap sahabatnya itu bangun.
Tasya sudah menangis melihat kondisi Putri yang sangat lemah dan penuh luka akibat pukulan yang Rihard berikan. Fara berusaha menenangkan kedua sahabatnya itu, walaupun dia juga saat ini jauh lebih khawatir.
"Putri please bangun, maafin gue gak bisa lindungin lo"kata Christy dengan tatapan sendunya.
"ini bukan salah lo Chris, jangan nyalahin diri lo sendiri"kata Fara mengusap lembut punggung Christy.
"Far, kenapa jadi gini sih. Kenapa bang Richard semarah itu"kata Christy menatap Fara.
"apa lo lupa, bang Richard paling gak suka kalau tahu lo minta maaf dengan apa yang bukan salah lo. Terlebih lagi lo minta maaf sama Zee, yang notebenya adik dari Alex musuh terbesar KC"kata Fara panjang lebar berusaha agar Christy mengerti.
"iya gue ngerti Chris, tapi bang Richard gak salah. Lo harus ingat itu"kata Fara. Menatap Christy dengan tatapan yang sulit diartikan.
"kalian tenanglah biar abang yang membicarakan ini bersama Richard"kata Reza. Sambil fokus menyetir mobil.
//skip//
Jam menunjukan pukul 7 malam, Christy dkk masih setia menunggu Putri yang belum sadar sejak sore tadi. Raka dkk yang baru mengetahui langsung bergegas kerumah sakit. Revano yang statusnya adalah pacar Putri, sangat khawatir saat mengetahui kekasihnya masuk rumah sakit.
Christy dkk duduk didalam ruang VVIP yang Putri tempati saat ini,mereka menatap sendu wajah Putri yang penuh dengan lebam dan sangat pucat. Tiba-tiba Raka dkk masuk dan menatap mereka penuh tanya dan rasa khawatir. Christy langsung memeluk Raka dan Raja membuat kedua kakaknya itu sedikit terkejut.
"sebenarnya ada apa Chris?"tanya Raka lalu melepaskan pelukannya dan menatap Christy.
"bang maafin aku. Aku gak bisa jaga Putri"kata Christy beralih menatap Revano yang berdiri disamping brankar Putri.
"bukan salah kamu princess, jangan menyalahkan diri sendiri yah"kata Revano mengusap perlahan rambut Christy.
"sebenarnya ada apa ini? Dan kemana bang richard?"tanya Michel yang mulai pusing dengan semuanya.
"maaf, kami tidak bisa memberitahu kalian"kata Tasya menatap Raka dkk berharap mereka mengerti dan berhenti bertanya.
"sebaiknya kalian semua pulang dulu, biar gue sama yang lain jagain Putri. Besok baru kalian balik kesini lagi"kata Fikra.
"bener yang Fikra bilang, pasti kalian capek banget. Kalian pulang ajah"kata Dimas lalu memeluk Tasya membuat gadis itu nyaman.
"tapi Cel aku mau tunggu Putri sadar"kata Christy memohon pada Michel.
__ADS_1
"aku tahu kamu khawatir, tapi ini sudah malam Chris. Nanti kalau Putri sadar pasti aku kabarin"kata Michel mengelus lembut rambut Christy.
"janji yah, kamu harus kabarin aku"kata Christy menatap Michel.
"iya Chris"kata Michel lembut lalu mencium kening Christy.
"gue antar sampe ke bawah"kata Raka. Lalu mereka semua keluar dari ruangan VVIP yang ditempati Putri itu.
Saat sampai di lobby rumah sakit, Raka memeluk Christy dan mencium kening adiknya itu. Christy tersenyum kecil dan mencium balik pipi Raka. Hari ini Christy lelah, tapi rasa lelahnya hilang karena rasa khawatir atas kondisi Putri saat ini.
Raka mengelus kepala Vhristy karena Raka tahu princessnya itu sedang lelah dan juga khawatir, Raka selalu peka jika hal yang mengenai adik kesayangannya itu.
"mau abang yang antar? Kamu kecapean banget, gak mungkin kan nyetir sendiri"kata Raka menatap lembut adiknya.
"gak usah bang, aku udah nelfon supir kok tadi. Abang jagain Putri ajah, kalau dia udah sadar langsung telfon aku yah"kata Christy.
"iya pasti abang telfon"kata Raka lembutm
"aku pulang dulu, tuh supirnya udah ada"kata Christy.
"yaudah, pak hati-hati jangan terlalu balap ini sudah larut"kata Raka pada supir yang akan mengantar Christy.
"siap tuan"kata supir itu pada Raka.
"kalau udah nyampe dirumah kabarin ke abang yah. Good night princesa"kata Raka lalu mencium kembali kening Christy.
"iya pasti, good night my prince"kata Christy lalu berjalan keluar dari lobby bersama ke 2 sahabatnya.
Tetapi tangan Fara tiba-tiba ditahan oleh Raka. Christy dan Tasya yang tahu hanya tetap berjalan agar keduanya bisa berbicara empat mata. Tiba-tiba Raka memeluk erat tubuh Fara, membuat gadis itu merasakan kenyaman. Fara tersenyum saat kekasihnya itu memeluknya erat.
Fara menepuk perlahan punggung Raka membuat pria itu semakin tidak mau melepaskan pelukannya,sepertinya Raka dalam mode manja fikir Fara saat ini.
"kamu kenapa hmm?"tanya Fara sambil mengelus punggung Raka.
"aku kangen sama kamu"kata Raka menenggelamkan kepalnya di leher mulus milik Fara kekasihnya.
"maaf karena jarang ada waktu buat kamu"kata Fara merasa bersalah.
"ternyata pacaran sama orang dingin susah yah"kata Raka melepaskan pelukannya dan menatap lekat mata Fara.
"maksud kamu aku dingin?"tanya Fara.
"iya, kamu dingin. Yah walau gak sedingin Chris sih , tpi kalian berdua sama-sama terlalu tertutup. Ngomong ajah jarang"kata Raka menarik hidung Fara membuat gadis itu kesal.
"hmm kamu gak suka sifat aku yang seperti itu? Apa aku harus ngerubah diri aku?"tanya Fara membuat Raka tersenyum manis.
"aku suka kamu apa adanya seperti ini. Aku tahu kamu dingin, bahkan cuek. Tapi aku juga tahu sebenarnya kamu itu sangat perhatian, tapi dengan cara kamu sendiri"kata Raka menggemggam tangan Fara.
"aku beruntung punya kamu, kamu selalu bisa ngertiin aku dan kamu bisa tahan dengan sikap cuek dan dingin aku ini "kata Fara tersenyum manis.
"dari awal sejak aku nembak kamu,aku udah janji gak bakal permasalahin sifat kamu ini"kata Raka mengelus lembut pipi Fara.
"makasih, aku sayang sama kamu Rak"kata Fara lalu memeluk Raka membuat Raka tersenyum lebar dan membalas pelukan Fara.
"aku jauh lebih sayang sama kamu Fara"kata Raka dengan suara seraknya.
Dari kejauhan ada seseorang yang tersenyum licik menatap Raka dan Fara yang masih berpelukan, orang itu berpakaian serba hitam bahkan memakai topeng.
__ADS_1
"berpelukan lah lebih lama, karena setelah ini gue bakal ngancurin kebahagiaan kalian dan bukan hanya kalian, tapi semua sahabat kalian akan gue rebut kebahagiaannya. Tunggu ajah"kata orang itu lalu pergi dari sana.
"lo hancurin kebahagiaan orang tersayang gue, gue janji akan buat lo jauh lebih menderita. Bahkan sampai keturunan lo selanjutnya itu sumpah gue"batin seseorang.