
Author pov
Jam menunjukan pukul 6 pagi, Rahel dan Christy sudah siap dengan pakaian serba hitam. Mereka terlihat seperti kakak beradik yang sangat cocok, Christy menaruh beberapa belatih kecil disaku jaket yang Rahel pakai.
Rahel sedikit takut karena melihat belatih kecil namun sangat tajam yang Christy simpan di jaketnya,Christy sesekali terkekeh melihat ekspresi wajah tegang yang Rahel perlihatkan. Christy juga menaruh beberapa pistol di jaket miliknya, entahlah apa yang Christy fikirkan saat ini.
Christy mengambil kunci mobil yang ada dinakas, lalu menggandeng tangan Rahel keluar dari mansion. Mobil yang Christy pakai adalah mobil lamborgini berwarna hitam mengkilat, entahlah hari ini mereka serba hitam.
Mobil Christy berjalan dengan kecepatan diatas rata-rata, Rahel yang sudah biasa hanya duduk tenang dan memperhatikan jalan. Hanya butuh 15 menit mereka sampai di markas yang berada di tengah hutan.
Markas itu lebih cocok jika disebut mansion, jika dari luar memang sangat kumuh. Tetapi jika gerbang yang tinggi menjulang keatas itu terbuka, akan nampak sebuah markas yang sangat besar.
Christy membawa Rahel masuk kedalam markas, semua anggota KC menunduk hormat pada leader mereka itu. Christy menampilkan wajah dinginnya, yang mampu membuat anggota KC merinding.
Christy dan Rahel disambut oleh Reza dan Aron panglima KC. Aron mengacak gemas rambut Rahel membuat gadis itu kesal dengan perbuatan Aron. Entahlah Rahel selalu kesal jika bertemu Aron yang selalu saja menjahilinya.
"hari ini jadwal latihan Tahel?"tanya Reza melihat Rahel yang berdiri disamping Christy.
"iya bang"jawab Christy singkat.
"abang minta maaf karena gak hadir di pemakaman Rasya"kata Reza menatap Christy.
"gak apa-apa, aku ngerti kok bang"kata Christy tersenyum dengan terpaksa.
"tidak usah tersenyum jika tidak bisa. Abang maklumin"kata Reza mengusap bahu Christy.
"makasih bang"kata Christy.
"hari ini abang ajah yang latih Rahel"kata Aron menarik gemas hidung Rahel.
"gak mau. Aku gak suka bang Aron"kata Rahel kesal.
"yah dianya ngambek"kata Aron menoel-noel pipi Rahel, membuat gadis itu semakin kesal.
"kak Chris"Rahel mengadu pada Christy, berharap kakaknya itu bisa membantunya lepas dari pria gila dihadapannya saat ini.
"bang Aron, udah jangan di gangguin terus"kata Christy menatap Aron yang tertawa bahagia, karena sudah berhasil membuat Rahel kesal setengah mati.
"hehehe iya deh maaf"kata Aron terkekeh.
"hari ini, Rahel biar aku yang latih. Ada sesuatu yang harus aku kasih tahu sekarang"kata Christy dengan wajah seriusnya.
"jangan bilang kamu..."kata Reza yang terhenti sejenak.
"udah saatnya dia tahu dan mulai mempersiapkan diri"kata Christy.
"semua keputusan ada di kamu princess, kita hargai keputusan kamu"kata Aron menatap Christy.
"makasih bang"kata Christy lalu memeluk Aron dan Reza bergantian.
"Rahel, kamu ikut kakak"kata Christy.
Christy dan Rahel berjalan menuju ruang bawah tanah, tempat dimana semua anggota mafia dari berbagai dunia yang disekap. Ruangan itu penuh dengan suara teriakan, isakan,dan tangisan.
Christy hanya menampilkan senyuman iblisnya membuat Rahel sedikit takut. Rahel ingin membantu orang-orang itu, tapi dia tidak berani. Rahel sangat baik menurut Christy.
Christy mengeluarkan pistol yang ada di saku jaketnya, Christy mengarahkan pistol itu pada salah satu tahanannya. Rahel merasa ngeri dengan apa yang Christy lakukan.
"hari ini kita latihan memusnakan parasit"kata Christy dengan senyuman iblisnya.
DOR
DOR
DOR
3 kali suara tembakan itu menggema diruang bawah tanah, 3 orang tahanan mati tanpa aba-aba.
Rahel dia hanya bisa diam dan merasa iba dengan orang-orang yang ditembak mati oleh Christy. Rahel hanya berusaha mengerti jalan fikirkan Christy yang sangat bertentangan dengan jalan fikirannya.
Christy memberikan pistol yang dipegangnnya itu kepada Rahel, Rahel nampak bingung dengan apa yang Christy lakukan. Christy mengarahkan tangan Rahel kesalah satu tahanan yang sudah tidak berdaya disana.
Rahel menggeleng berharap Christy tidak mengarahkan tangannya itu,Christy mengambil ancang-ancang lalu dalam sekali gerakan.
DOR
Mati sudah tahanan itu dan Rahel diam menutup matanya, Rahel berdoa dalam hatinya semoga yang dilakukannya barusan hanya hayalan. Ini pertama kalinya Rahel menembak orang yang tidak dikenalnya.
__ADS_1
"biasakan dirimu, ini akan kamu lakukan setiap saat"kata Christy dingin.
"maksud kakak?"tanya Rahel bingung.
"jangan terlalu percaya pada semua orang, mereka bisa saja menghianati kamu. Salah satu cara untuk tetap bertahan yaitu menjadi seorang iblis yang tak terkalahkan"kata Christy menatap lekat manik mata Rahel.
"tapi ini tidak benar kak, membunuh seseorang dengan kejam itu salah. Kakak bisa masuk penjara"kata Rahel.
"panggil semua polisi di penjuru dunia, jika mereka berani menangkap kakak. Sebelum mereka menyentuh kakak, mereka sudah kakak kirim menemui sang pencipta"kata Christy dengan smirk andalannya.
"kak, tapi kenapa Rahel harus belajar hal seperti ini? Semua ini bertentangan dengan kemauan aku"kata Rahel.
"dulu, kakak juga seperti kamu. Bahkan kakak jauh lebih takut dari pada kamu. Tapi kakak sadar, jika kita tidak mau di injak, maka injak mereka duluan"kata Christy penuh arti.
"prinsip kakak hanya satu. Kakak hanya mengembalikan apa yang kakak dapat, sederhananya ditendang yah tendang balik"kata Christy berusaha meyakinkan Rahel.
"apa kamu tahu sejak pertama kali kakak ketemu sama kamu, kakak yakin kamu bisa menggantikan posisi kakak. Kamu bisa menjaga apa yang kakak punya nanti"kata Christy memegang kedua tangan Rahel.
"tapi Rahel tidak bisa kak, Rahel tidak sekuat kakak. Rahel hanya anak biasa, bahkan jika Rahel dipukulpun, Rahel biasa menangis. Mana bisa rahel membunuh orang seperti yang kakak lakukan"kata Rahel.
"itu karena kamu belum menyadari kemampuan kamu, dan hari ini kakak akan membuat kamu menyadari kemampuan kamu itu"kata Christy.
"bagaimana caranya?"tanta Rahel
"MASUKLAH"teriak Christy.
Seseorang masuk kedalam ruang bawah tanah, orang itu memakai baju serba hitam seperti Rahel dan Christy. Tapi bedanya, jaket yang di pakai orang itu bertuliskan BLACK ROSE.
Rahel sedikit terkejut melihat siapa yang ada dihadapannya saat ini, Rahel semakin bingung dengan semua ini. Rahel menatap orang itu seakan ingin tahu kenapa dia ada disana.
"kak Reyhan?"kata Rahel terkejut melihat kedatang Reyhan disana.
"hai princess"kata Reyhan tersenyum manis pada Rahel.
"kakak kok disini? Terus kakak tahu dari mana tempat ini?"tanya Rahel yang masih terkejut.
"kakak yang suruh dia kesini, karena hari ini kita akan latihan bersama"kata Christy.
"kak Reyhan juga tahu kalau kak Chris mafia?"tanya Rahel menatap Reyhan.
"maaf baru memberitahu kamu, tapi aku juga mafia, princess. Bahkan leader mafia"kata Reyhan sedikit merasa bersalah.
"kak Chris juga gak nampak, karna dia cantik dan aku tampan"kata Reyhan bercanda.
"Reyhan Alexis, dia adalah penerus keluarga Alexis yang mendirikan BLACK ROSE mafia terkuat nomor 3 didunia"kata Christy menjelaskan semuanya pada Rahel.
"kak Chris kan ke 1, kak Reyhan yang ke 3. Terus yang ke 2 siapa?"tanya Rahel
"yang kedua BLACK DIAMOND, musuh terbesar KING COBRA. BD adalah mafia yang sangat terobsesi menjadi mafia terkuat nomor 1 didunia, dengan segala ide licik yang mereka lakukan"kata Christy menjelaskan tentang mafia.
"kalian berdua leader mafia, lalu kenapa kalian sangat akur? Bukannya semua kelompok mafia yang bermusuhan?"tanya Rahel menatap Reyhan dan Christy.
"hanya ada 2 mafia yang saling membantu, KING COBRA dan BLACK ROSE. Karena daddy Reyhan, kakak masih hidup sekarang"kata Christy mengingat kejadian 5 tahun lalu.
"memangnya daddy nya kak Reyhan ngelakuin apa buat kakak?"tanya Rahel
"hari dimana pesta tahunan para mafia, leader BLACK DIAMOND mencoba menembak kepala kakak saat kakak sedang berbicara di atas panggung. Tapi Alexis daddy Reyhan, berhasil menangkap si penembak, justru malah dia yang terkena tembakan. Untung saja peluru itu tidak membunuhnya"kata Christy mengingat kejadian saat dia hampir mati.
"daddy bilang, dia sangat kagum pada kakak. Di usia 11 tahun saat itu, kakak sudah berhasil memimpin kelompok mafia. Dan menurut daddy, kakak memang harus di lindungi"kata Reyhan tersenyum.
"daddy kakak sangat baik, beritahu padanya aku ucapkan terimakasih sudah menyelamatkan kakakku"kata Rahel tersenyum.
"pasti aku sampaikan"kata Reyhan mengacak gemas rambut Rahel.
"kita keruangan latihan sekarang. Sudah ada bang Richard disana"kata Christy.
"orang yang sangat mengerikan itu?"tanya Rahel
"bang Richard orang yang baik, jangan bilang dia mengerikan. Dia akan marah nanti"kata Christy tersenyum.
"kita keruangan latihan sekarang"kata Christy.
Christy berjalan lebih dulu sedangkan Rahel dan Reyhan jalan berdampingan di belakang. Christy keluar dari ruang bawah tanah dan menuju ke ruangan latihan.
Saat masuk keruangan latihan, di dalam ada Richard dan dua anggota KC lainnya. Rahel menunduk saat mata Richard menatapnya tajam, itu sangat menakutkan menurut rahel. Reyhan hanya terkekeh melihat tingkah gadis disebelahnya itu.
Christy memeluk Richard begitu pula sebaliknya, Richard tersenyum manis pada Christy adik kesayangannya itu. Richard juga tersenyum pada Reyhan orang sudah dikenalnya cukup lama.
__ADS_1
"latihan hari ini sangat berat, apa kalian sanggup?"tanya Richard menatap Rahel dan Reyhan bergantian.
"kami siap bang"kata Reyhan dengan suara lantangnya dan wajah angkuhnya.
"hari ini, kalian akan saling bertarung. Hanya kalian berdua"kata Richard membuat Christy sedikit terkejut.
"mereka berdua? Abang gak salah?"tanya Christy menatap Richard bingungm
"abang tidak salah princess, ini sudah aturannya"kata Richard dangar yakin.
"tapi bang, mana mungkin aku melawan Rahel. Dia tidak sebanding dengan kemampuanku"kata Reyhan menetap Richard.
"aku gak mungkin lawan kak Reyhan, dia temanku. Aku tidak mau menyakitinya"kata Rahel menolak.
"didalam sebuah pertarungan, tidak ada yang namanya teman. Mau sedekat apapun kalian, disini kalian menunjukan kemampuan kalian dan disini saya lihat siapa yang lebih tangguh diantara kalian. Terutama kamu Rahel"kata Richard menjatuhkan tatapannya pada Rahel.
"mulai lah, kami akan melihat kalian dari sana"kata Richard.
Richard langsung menarik tangan Christy kekursi yang sudah disiapkan oleh anggota KC, Christy dan Richard duduk memperhatikan Rahel dan Reyhan yang saling menatap.
Sedangkan Rahel dan Reyhan mereka saling diam dan saling menatap,mereka takut untuk menyerang duluan. Hingga Richard melemparkan belatih kecil kearah Rahel.
Reyhan dengan sigap menarik Rahel kearahnya, belatih itu terlempar jauh dan tidak mengenai Rahel. Christy menatap Richard penuh tanya. Christy bingung dengan jalan fikir kakaknya itu.
Richard hanya tersenyum lalu kembali memperhatikan Rahel dan Reyhan. Rahel terlihat terkejut dengan apa yang Richard lakukan.
"kita mulai, maaf jika menyakitimu"kata Reyhan.
Mereka saling menatap dan mengambil ancang-ancang, Reyhan mulai menyerang begitu pula Rahel. Mereka saling menyerang.
Christy dan Richard fokus pada Rahel dan Reyhan. Menurut mereka kedua orang itu sangat unggul dalam hal bela diri, mulai dari menyerang hingga menghindar.
Rahel dan Reyhan sangat serius dalam hal menyerang dan menghindar, sesekali Rahel terjatuh karna pukulan Reyhan begitu pula sebaliknya.
Richard tersenyum sinis melihat keduanya yang sangat takut saling melukai. Menurut Christy, Reyhan adalah seorang remaja laki-laki yang takut melukai seorang gadis.
Rahel yang mulai lelah mencari kesempatan dan memukul wajah Reyhan dengan sangat keras. Reyhan terjatuh dan memegang ujung bibirnya yang berdarah.
Rahel yang panik langsung menolong Reyhan. Rahel merasa perih saat melihat ujung bibir Reyhan yang mengelusarkan darah, Rahel merobek baju bagian bawah miliknya dan melap sisa darah yang ada di ujung bibir Reyhan.
Sedetik kemudian senyuman dibibir Christy terlihat, Christy merasa saat melihat keduanya dia teringat masa kecilnya bersama Rasya.
"kalau difikirkan terus, hati kamu yang akan sakit princess"kata Richard yang tahu isi fikiran adiknya itu.
"aku rindu Aya bang"kata Christy dengan tatapan sendunya.
"abang tahu, maaf karena abang tidak bisa berbuat lebih. Abang bukan tuhan princess"kata Richard menggenggam tangan Christy.
"abang sudah melakukan apa yang abang mampu, terimakasih banyak karena abang selalu berusaha membuat semuanya menjadi baik"kata Christy tersenyum tipis.
"abang sayang dan cinta sama kamu. Abang gak mungkin biarin orang yang abang sayang terluka"kata Richard menatap lekat manik mata Christy.
"rasa sayang dan rasa cinta abang sudah membuat semuanya membaik"kata Christy tersenyum.
"kak, kotak P3K nya dimana? Rahel mau obatin kak Reyhan"kata Rahel yang menghampiri Richard dan Christy.
"berikan ini, dia pasti merasa baikan"kat Richard memberikan satu plester dan kapas steril.
Rahel langsung mengambilnya dan kembali ke pada Reyhan. Rahel dengan hati-hati memberbersihkan luka Reyhan, kalu menempelkan kapas dan plester yang Richard kasih tadim
Reyhan hanya diam memandangi wajah cantik milik Rahel. Reyhan selalu merasa damai jika melihat wajah Rahel, entahlah perasaan apa yang dirasakannya itu.
Tanpa disadarinya, Reyhan mengelus lembut rambut Rahel. Rahel menjadi terdiam dengan perlakuan Reyhan. Rahel merasakan jantungnya berdetak 2 kali lebih cepat dari biasanya.
"tampan"
Satu kata terucap di dalam hati Rahel,sedangkan Richard dan Christy yang mengetahui isi hati Rahel hanya bisa terkekeh. Christy rasa adiknya itu sudah mulai menyukai seseorang.
"kamu cantik jika dilihat dari jarak seperti ini"kata Reyhan memajukan wajahnya menjadi sangat dekat dengan Rahel.
"ap.....ap....apa"kata Rahel gelagapan karena merasa malu.
"kamu cantik Rahel"kata Reyhan memperjelas perkataannya.
"kakak juga tampan"kata Rahel dengan suara yang sangat kecil tetapi masih didengar oleh Reyhan.
"terimakasih"kata Reyhan semakin membuat Rahel manjadi malu.
__ADS_1
"semoga kisah kamu tidak seburuk kakak, karna kakak tahu itu sangat menyakitkan. Semoga Reyhan bisa menjagamu disaat kakak pergi nanti"batin Christy.
"kamu selalu mengucapkan kata itu,sebenarnya kamu berniat pergi kemana princess"batin Richard kebingungan.