Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 40


__ADS_3

LONDON


AUTHOR POV


Langit malam yang indah dihiasa banyak bintang. Membuat semua orang yang masih sibuk dengan aktivitas mereka, merasa tenang saat melihat indahnya lagi malam dilondon.


Tapi tidak untuk seorang pria yang duduk dibalkon apartementnya, melihat indahnya negara london dari balkon. Sudah 3 hari pria itu meninggalkan indonesia, dia memang di london tapi rasanya nyawanya tertinggal di indonesia.


Pria itu adalah Michel. Dia duduk di balkon apartementnya, memegang foto-fotonya bersama gadis yang dicintainya hingga saat ini. Michel benar-benar merindukannya, melepaskan seseorang yang dicintai itu benar-benar sulit.


Sebelumnya, Michel adalah seorang playboy. Tapi entah kenapa setelah mengenal.Christy, dia hanya ingin menjaga gadisnya itu dan hanya mencintainya sampai akhir nafasnya.


Michel menghela nafasnya gusar, ingin rasanya Michel manangis sekarang. Hatinya benar-benar sakit saat ini, dan akhirnya pertahanannya itu tumpah membanjiri wajah tampannya.


Michel seorang pria yang terkenal hebat, sekarang menangis karna seorang perempuan. Biarlah orang melihatnya cengeng, Michel tidak perduli. Hatinya benar-benar sakit saat ini.


Michel mengacak rambutnya frustasi, entah kenapa air mata itu tidak kunjug berhenti. Rasa sakit di hatinya benar-benar menusuk.


"TUHAN, KENAPA ENGKAU MEMBERIKU COBAAN SEPERTI INI. HATIKU BENAR-BENAR SAKIT SAAT INI, UNTUK APA MEMBIARKANKU JATUH CINTA DAN PADA AKHIRNYA AKU YANG TERSAKITI. AKU MOHON JANGAN MENGUJIKU DALAM HAL CINTA. INI BENAR-BENAR MENYAKITKAN AAARRGGHH"Teriak Michel dengan air mata yang benar- benar tidak bisa di tahan.


Michel berteriak dari atas apartement, memberitahu pada tuhan keluh kesahnya. Rasa sakit yang dirasakannya benar-benar tidak bisa di tahan.


Andai waktu bisa diulang, Michel memilih untuk tidak mengenal cinta sama skali. Karna akhirnya benar- benar menyakitkan, membuat Michel putus asa.


//skip//


INDONESIA


AUTHOR POV


Pagi ini Christy dkk dan Rasya dkk sedang sarapan bersama di mansion Raymond. Rasya juga ada disini, sarapan bersama yang lain.


"princess, sore ini kita ke mall yah"kata Rasya, menatap gadis yang duduk disampingnya itu.


"hmm aku ada urusan Aya. Gimana kalau malam ajah"kata Christy mengingat ada beberapa urusan yang harus diselesaikannya hari ini.


"yaudah deh"kata Rasya tersenyum manis.


"bang, habis pulang sekolah aku ada urusan. Jadi gak langsung pulang yah"kat Christy pada Raka dan Raja.


"jangan terlalu lama Chris"kata Raka menatap Christy.


"iya bang"jawab Christy tersenyum tipis.


"udah setengah tujuh nih. Yuk jalan entar telat"kata Putri, lalu berdiri dan memakai tasnya.


"lats goooo"teriak Fikra membuat para sahabatnya tertawa.


Mereka semua masuk ke dalam mobil masing-masing. Raka bersama Fara,Raja bersama Fikra dan Putri ,Dimas bersama Tasya dan Revano. Swdangkan Christy, dia bersama dengan Rasya, mobil mereka berjalan terususun.


Dipaling depan ada mobil Rasya, kedua ada mobil Raka, ketiga ada mobil Dimas dan keempat ada mobil Raja.


15 menit perjalanan, mereka akhirnya sampai di IHS. Mereka semua menjadi pusat perhatian dan itu terjadi hampir setiap hari.


Mereka keluar dari mobil, membuat semua murid IHS merasa kagum kepada mereka semua, terlebih lagi saat melihat wajah cantik Christy yang tidak pernah luntur.


Rasya memeluk pinggang Christy possesive, lalu berjalan masuk ke dalam IHS diikuti Raka dkk yang berjalan dibelakang mereka.


Rasya mengantar Christy sampai didepan kelasnya, lalu mengecup singkat pipi Christy. Membuat semua murid semakin hiteris.


"Aya ihh ini kan sekolah"kata Christy, mencubit lengan Rasya.


"sekali-sekali boleh lah"kata Rasya menggoda Christy lalu terkekeh.


"aku pulang dulu. Entar malam jangan lupa yah, pake baju yang aku kirim"kata Rasya mengelus kepala Christy.


"iya Aya"kata Christy tersenyum manis pada Rasya.


Christy masuk kedalam kelas, lalu mengobrol dengan ketiga sahabatnya. Christy membahas tentang misi yang akan dilakukannya nanti.


Saat sedang asik mengobrol, Christy mendengar suara hpnya berbunyi. Itu bertepatan dengan guru yang masuk.


Christy tidak perduli, Christy tetap mengangkat telfonnya. Karna yang menelfon adalah Rahel, christy mengangkatnya lalu berbicara.


Bukan Rahel yang berbicara ditelfon, Christy terlihat bingung kenapa bukan rahel. Dan siapa yang menelfonnya menggunakan nomor Rahel?


"apa ini dengan kakaknya Rahel?"tanya seseorang yang menelfon Christy.


"iya saya kakaknya Rahel. Anda siapa yah? Kenapa menggunakan hp adik saya?"tanya Christy bingung.


"Rahel sekarang ada dirumah sakit. Dia tenggelam, saat praktek berenang tadi"kata orang itu, membuat Christy terkejut.


"APA"teriak Christy, membuat semua murid berbalik padanya.


"jaga dia. Saya segera kesana"kata Christy lalu berdiri dan membawa tasnya.


"mau kemana kamu Christy? Kita mau ulangan sekarang"kata guru yang mengajar, menatap Christy tajam.


Christy langsung mengambil lembar ulangan, mengisinya setelah 5 menit. Christy selesai dan memberikan kertasnya pada guru itu.


"jika ada yag salah, nanti saya perbaiki"kata Christy lalu keluar dari kelas.


"untung dia punya otak cerdas dan bisa menutupi sikap nakalnya itu"kata guru itu sinis.


Christy langsung berlari keluar gerbang dan menelfon seseorang


"siapkan motor, saya mau keluar. Cepat"kata Christy tegas.

__ADS_1


Saat sampai di depan gerbang, ada dua orang memakai jaket bertuliskan KC. Mereka adalah anak buah Christy.


Salah satu dari mereka, memberikan Christy kunci dan jaket kulit berwarna hitam. Christy memberikan tasnya ke salah satu anggota KC.


"pastikan tidak ada yang mengikuti saya"kata Christy memakai helmnya. Lalu melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.


Christy sangat lihai menerobos kemacetan, memasuki himpitan- himpitan mobil. Membuat semua pengendara kesal dengan tingkahnya.


Christy berhasil melewati kemacetan kurang lebi h 10 nenit. Christy sudah sampai dirumah sakit yang orang itu bilang.


RD Hospital, nama itu tertulis dibagian atas rumah sakit. Yah, rumah sakit ini milik keluarga Raymond.


Christy memarkirkan motornya di depan pos satpam, lalu berlari masuk. Siapa yang berani menegur anak pemilik rumah sakit, siap-siap angkat kaki dari sana.


Christy berlari kedalam rumah sakit, mananyakan pada resepsionis yang berjaga, ada diruangan mana Rahel. Swtelah mengetahuinya, Christy menaiki lift dan memencet tombol 3.


Rahel dirawat dilantai 3, kamar khusus anak-anak yang masih dibawah umur. Christy memasuki ruangan yang bertuliskan ruangan anggrek.


Saat Christy masuk, Christy melihat ada wanita paruh baya yang duduk dikursi dekat brankar. Tempat Rahel terbaring lemas.


"nona, yang tadi saya telfon?"tanya wanita yang berpakaian formal


"iya, saya Christy kakak Rahel. Ada apa sebenarnya? Kenapa bisa sampai seperti ini?"tanya Christy mendekat kearah brankar Rahel.


"tadi saat praktek berenang, Rahel terkena keram saat di air dan tidak ada yang memperhatikannya. Saya juga sibuk dengan anak-anak yang lain, tapi ada temannya yang menyadari kalau Rahel tenggelam. Untung anak itu cepat mengetahuinya, jika tidak. Mungkin Rahel tidak bisa diselamatkan"kata wanita itu menjelaskan kejadiannya


"syukurlah. Terimakasih, karna ibu membawa adik saya tepat waktu kesini"kata Christy tulus.


"kalau begitu, saya pulang dulu. Saya masih ada urusan disekolah"kata wanita itu, lalu keluar dari ruangan Rahel.


Christy duduk dikursi yang diduduki guru Rahel tadi. Lalu memegang tangan Rahel yang pucat, Christy melihat wajah adiknya itu.


Tiba-tiba Rahel membuka matanya perlahan, nembuat Christy sedikit lega saat melihat Rahel sudah sadar dari pingsannya.


"kak Chris, kok bisa disini?"tanya Rahel dengan suara lemahnya.


"adiknya kakak sedang sakit, sudah pasti kakak harus disini"jawab Christy tersenyum manis.


"kenapa bisa keram? Apa tidak pemanasan sebelum berenang?"tanya Christy menatap Rahel.


"aku udah pemanasan kok kak. Tapi gak tau kenapa, tiba-tiba keram"kata Rahel menatap kearah kakinya yang ditutupi selimut.


"lain kali berhati-hati, kakak sangat khawatir saat guru kamu telfon dan bilang kalau kamu dirumah sakit"kata Christy mengelus pipi Rahel.


"maaf, karna membuat kakak khawatir"kata Rahel menggenggam tangan Christy.


"sudahlah, tidak apa apa"kata Christy tersenyum manis.


"hmm ada yang ingin kakak beri tahu"kata Cjristy dengan tatapan seriusnya.


"kalau kakak ajarin Rahel bela diri, Rahel mau gak?"tanya Christy menatap lekat manik mata Rahel.


"wah, rahel mau kak. Rahel pengen jago berantem"kata Rahel antusias, membuat Christy bernafas lega. Setidaknya, Rahel mau dan tidak perlu dipaksa.


"bela diri, bukan untuk digunakan dengan cara salah. Kakak mau, Rahel gunaiin yang kakak ajarin nanti denga baik"kata Christy membuat Rahel mengangguk.


"aku akan gunaiin dengan baik kak"kata Rahel dengan sangat yakin.


"apa badan rahel sudah baikan?"tanya Christy.


"rahel tidak apa-apa kak. Tadi hanya syok ajah kok"kata Rahel.


"apa rahel mau latihan sekarang?"tanya Christy membuat Rahel semakin semangat.


"mau kak, yuk"kata Rahel, lalu perlahan turun dari brankarnya.


"bukan disini, tapi disuatu tempat"kata Christy lalu membantu Rahel untuk berdiri.


"kakak mau apapun yang rahel lihat nanti, coba untuk berani dan jangan takut. Ingat satu hal, Tuhan selalu ada untuk Rahel dan kak Chris selalu ada dihati Rahel. Ingat kedua kalimat itu"kata Christy pada Rahel.


"Rahel akan selalu ingat dengan kalimat itu kak"kata Rahel tersenyum manis.


"sekarang, ikut kakak"kata Christy membawa Rahel keluar dari rumah sakit itu.


Christy menggonceng Rahel menggunakan motor miliknya, membawa Rahel kesuatu tempat dimana Christy menyimpan semua rahasianya.


Christy memasuki hutan yang cukup lebat, dan berhenti didepan bangunan yag terlihat kusam. Bagunan itu memilik gerbang yang cukup besar.


Christy turun dari motornya, begitupula dengan Rahel. Rahel terlihat takut dan memegang kuat tangan Christy.


"ingat yang kakak bilang tadi. Jangan takut"kata Christy menatap wajah Rahel yang terlihat ketakutan.


Rahel perlahan melepaskan gengamannya itu, lalu berjalan seiringan dengan Christy. Christy menempelkan ibu jarinya digerbang itu, kalu gerbangnya terbuka lebar.


Terlihat bangunan besar, dengan betuliskan MARKAS KING COBRA.


Christy membawa Rahel kemarkas king cobra, tempat dimana para pembunuh bayaran dan mesin pembunuh berkumpul disana.


Saat Christy masuk, semua anggot KC menunduk hormat pada sang leader


Rahel terlihat takut, saat melihat banyak orang dengan wajah yang menakutkan menurutnya.


Rahel berusah agar ketakutannya itu hilang, Rahel kembali mengingat apa yang Christy katakan padanya sebelum mereka kesini.


"Tugan selalu ada untuk Rahel dan kak Chris selalu ada dihati Rahel"batin Rahel yang berulang kali mengatakannya.


Saat Christy masuk, Reza dan Aron yang menyadari kedatangan Christy langsung menghampirinya dan memeluknya.

__ADS_1


Reza dan Aron tampak heran, saat melihat ada anak gadis cantik yang berdiri disamping Christy, dengan wajah yang dipaksakan untuk berani.


"kamu gak salah? Bawa anak remaja kesini"tanya Reza menatap Rahel begitu intens.


"apa tidak berbahaya, membawanya kesini Chris?"tanya Aron, menatap Christy.


"aku akan mengajarinya bela diri"kata Christy membuat Reza dan Aron terkejut.


"jangan bercanda Chris. Dia masih terlalu muda untuk mengenal dunia kita, dunia mafia"kata Reza menarik Christy agar sedikit menjauh dari Rahel.


"yang bang Reza bilang benar Chris. Dia masih di bawah umur untuk masuk kedunia mafia"kata Aron sedikit berbisik agar Rahel tidak mendengarnya.


"aku belum menyuruhnya masuk keduniaku bang, ini baru permulaan. Tiak usah khawatir, apa kalian tidak ingat? Aku bahkan jauh lebih muda, saat masuk kedunia mafia. Umur ku 8 tahun saat masuk kedunia mafia"kata Christy, lalu kembali kedekat Rahel.


"katakan apa tujuan kamu?"tanya Reza, yang mulai curiga dengan Christy.


"aku tidak akan mengatakannya sekarang, akan ada waktunya"kata christy


"abang serahin semua ini kekamu. Ini kemauan kamu, jadi lakukan dengan baik"kata Reza mengelus pipi Christy.


"makasih bang"kata Christy tersenyum manis.


"ikut kakak yuk"kata Christy lalu memegang tangan Rahel.


Christy membawa Rahel keruangan latihan, yang biasa dia gunakan untuk berlatih atau mengalihkan fikirannya dari masalah.


Christy menyuruh Rahel mengganti pakaiannya, agar lebih leluasa saat latihan, begitu pula dirinya. Setelah selesai mengganti baju, Vhristy langsung menyuruh Rahel mengikuti beberapa gerakan yang Christy lakukan.


"kuatkan badanmu"kata Christy menepuk pelan dada Rahel


"lakukan yang kakak perlihatkan tadi"kata Christy lalu sedikit mundur dan membiarkan Rahel bergerak.


Rahel langsung mempraktekan gerakan demi gerakan yang Christy baru ajarankan. Rahel sangat lihai dalam bela diri. Diam-diam Christy tersenyum, melihat Rahel hang sangat baik dalam hal bela diri


Christy langsung maju kehadapan Rahel dan menyuruh Rahel menyerangnya. Awalnya Rahel ragu, tetapi Rahel kemudian memberanikan diri untuk menyerang Christy.


Keduanya saling menyerang, terbukti Rahel sangat pandai. Baru saja dia latihan, dan dia sudah menguasai beberapa gerakan mematikan milik Christy.


Christy langsung menyuruh Rahel berhenti, mereka berdua terduduk dan mengatur nafas masing-masing. Christy tersenyum puas, saat melihat kelincahan Rahel dalam bela diri.


"tidak salah aku memilihnya"batin Christy.


"ada yang ingin kakak beritahu"kata Christy yang terlihat sangat serius.


"apa kak"tanya Rahel yang juga menjadi serius.


"kakak adalah seorang mafia, lebih tepatnya leader mafia terkuat didunia"kata Christy membuat Rahel terkejut.


"ma...ma...mafia, kakak mafia?"tanya Rahel gugup. Dan sedikit takut.


"yang ada diluar itu mafia, mereka semua mafia?"tanya Rahel dengan ekspresi terkejut.


"iya, mereka anggota mafia yang bekerja untuk kakak"kata Christy.


"tapi, kenapa kakak jadi mafia? Kakak perempuan, itu bahaya. Kita harus keluar dari sini"kata Rahel panik.


"jangan khawatir, selama ada kakak. Kamu tidak akan dapat masalah"kata Christy


"apa tidak menakutkan, berada disekeliling mafia?"tanya Rahel menatap lekat manik mata Christy.


"untuk apa takut, kakak juga mafia"kata Christy tersenyum penuh arti.


"untuk apa jadi mafia? Mereka kan jahat, suka membunuh orang tanpa belas kasihan"kata Rahel yang terlihat tidak suka.


"mafia memang terkenal kejam, tapi mafia tidak akan berubah menjadi monster jika tidak ada yang memancing"kata Christy


"maksudnya?"tanya Rahel bingung


"hmm, begini. Jika kakak disakiti seseorang, apa reaksi Rahel?"tanya Christy


"aku pasti marah. Aku akan memukulnya, karna menyakiti orang yang Rahel sayang"kata Rahel membuat Christy tersenyum.


"seperti itulah devinisi mafia. Mafia tidak suka, jika barang atau seseorang yang mereka sayang di ambil atau disakiti"kata Christy


"hmm, apa Rahel boleh nanya sesuatu ke kakak?"tanya Rahel.


"tanyakan saja. Selagi itu masuk akal, kakak akan jawab"kata Christy tersenyum.


"kakak jadi mafia, karna apa? Dann untuk apa?"tanya Rahel yang penasaran seperti apa Christy.


"jawabannya gampang. Kakak jadi mafia, karna keluarga. Dan kakak jadi mafia, awalnya ingin membalas dendam. Tapi tidak jadi"kata Christy


"kenapa tidak jadi?"tanya Rahel


"kakak masih menyayangi mereka"kata Christy tersenyum penuh arti.


"walaupun mereka sudah menyakiti kakak?"tanya Rahel menatap Christy.


"kakak juga bingung, kenapa masih menyayangi mereka"kata Christy mengelus kepala Rahel.


"jangan khawatir. Sekarang Rahel ada untuk kak Chris, jadi kak clChris gak kesepian"kata Rahel lalu memeluk Christy.


Christy tersenyum lalu membalas pelukan Rahel. Mereka baru saja bertemu, tapi rasanya Christy sangat sayang pada Rahel.


Christy selalu ingin menjaga Rahel, Christy tidak suka jika adiknya itu di sakiti orang lainm


"rahel akan menjadi orang yang pas, untuk menggantikanku di dunia mafia. Banyak orang yang bergantung padaku, dan tidak mungkin aku pergi tanpa mengangkat ketua baru. Semoga keputusanku sudah benar"batin Christy.

__ADS_1


__ADS_2