
Author pov
Sekarang christy sedang duduk menyuapi bubur untuk Rasya, kondisi Rasya bisa dikatakan lumayan baik untuk saat ini. Jam sudah menunjukan pukul 7 malam tetapi Christy masih memakai seragam sekolahnya.
Rasya sudah beberapa kali menyuruh Christy untuk pulang dan mengganti baju, tetapi gadisnya itu sangat keras kepala.
"princess udah yah. Aku bisa makan sendiri, kamu pulang sekarang kamu harus istirahat"kata Rasya menatap Christy.
"aku mau jagain kamu Aya, udah berapa kali sih aku bilang"kata Christy menaruh mangkuk bubur itu di nakas yang ada di samping brankar tempat Rasya duduk bersandar.
"tapi kamu belum ganti baju dari tadi princess"kata Rasya berusaha membuat gadisnya itu mengerti.
"aku udah nyuruh bang Raka sama bang Raja bawain baju ganti. Paling sebentar lagi mereka datang"kata Christy.
Baru saja Christy membicarakan kedua kakaknya itu, tiba-tiba the twins masuk dengan membawa paper bag berwarna pink berisikan pakaian untuk Christy.
"Chris ganti baju ditoilet sana, bau asem kamu"kata Raka terkekeh.
"iya Chris kamu bau tau"kata Raja membuat Christy kesal.
"aku gak bau bau. Siapa suruh mulut sama hidung deketan, jadi nyium aneh-aneh kan"kata Christy merebut paper bag itu lalu masuk kekamar mandi yang ada di kamar VVIP Rasya.
Rasya hanya terkekeh melihat tingkah gadisnya yang sangat usil itu. Raka dan Raja saling pandang berusaha mengolah apa maksud Christy.
"maksud chris mulut kita bau"kata Raka dan Raja bersamaan.
"tuh tau"kata Rasya tertawa.
"ketawa Ras ketawa. Seneng lo lihat orang di katain"kata Raja kesal.
"hahahaha kalian tuh sering banget di kibulan princess"kata Rasya yang masih tertawa.
"gimana keadaan lo, udah mendingan?"tanya Raka
"buat sekarang baik sih Rak. Tapi gak tau besok"kata Rasya yang menjadi sedih.
"udahla, lo jangan mikirin hal negatif terus. Lo udah sehat sekarang, karna emang takdir lo sama Chris"kata Raja berusaha menyemangati Rasya.
"hmm semoga Ja"kata Rasya tersenyum tipis.
"ngomong-ngomong Michel mana? Dia gak ikut kesini?"tanya Rasya
"dia ada di apartement menemani temannya. Kalau saya tidak salah namanya Zee"kata Richard yang baru saja masuk kedalam ruangan Rasya
"Zee? Dia siapa?"tanya Rasya menatap Richard.
"kalau gak salah, dia cewek yang datang ke pensi tadi pagi. Gue yakin cewek itu yang namanya Zee"kata Raka.
"ohh iya bang, gue inget. Tapi kayaknya cewek itu suka sama si Michel deh"kata Raja membuar Rasya bingung.
"dia suka sama Michel? Kalau Michel gimana?"tanya Rasya.
"yah Michel sukanya sama Chris. Buktinya tadi gue lihat, Michel kayak risih gitu setiap Zee ada di dekatnya"kata Raka.
"Michel gak boleh deket sama cewek itu. Michel cuma bisa sama princess, gue mau kalian jauhin Zee dari Michel"kata Rasya menatap Raka dan Raja.
__ADS_1
"tanpa kita, Michel bisa jaga hati Ras. Dia itu udah ngunci hatinya buat Chris"kata Raja
"buat kalian berdua, saya peringatkan jangan pernah buat princess menangis. Jangan hilangkan rasa kepercayaan kalian hanya karna perkataan orang yang baru kalian kenal"kata Richard menatap Raka dan Raja dengan tatapan elangnya.
"ma...ma...maksud abang?"tanya Raka gugup.
"saya hanya memperingatkan saja,soal Michel saya yakin apapun yang terjadi dia akan tetap percaya dan berpihak pada princess. Tapi kalian berdua, saya yakin rasa kepercayaan kalian akan pudar nanti"kata Richard dengan smirk andalannya.
"kami selalu percaya sama Chris, apapun yang terjadi dan itu janji kami sejak dulu. Janji adalah hal yang harus ditepati"kata Raka sangat yakin dengan perkataannya.
"tidak usah mengajari saya tentang arti dari janji. Jika suatu saat nanti, kalian yang akan memakan omongan kalian itu"kata Richard menatap remeh kedua adiknya itu.
"aku akan membuktikannya, itu bukan hanya sekedar janji tetapi akan ada buktinya"kata Raja.
"lihat saja nanti"kata Richard.
Saat mereka sedang berbicara serius,tiba-tiba Christy keluar dari kamar mandi. Xhristy sudah selesai membersihkan badannya dan mengganti pakaian.
Richard tersenyum tulus lalu memeluk adiknya itu. Christy juga memeluk Richard, menghirup aroma mint khas tubuh kakaknya itu.
"abang udah makan malam?"tanya Christy menatap Richard.
"udah, kalau princesnya abang udah makan atau belum?"tanya Richard mengelus kepala Christy.
"udah kok, tadi makan bareng Aya"kata Christy tersenyum.
"malam ini kamu mau menemani Rasya?"tanya Richard
"iya bang, bolehkan?"kata Christy
"kasur? Abang gak salah bawa kasur kesini?"tanya Christy.
"abang gak mau kamu tidur di sofa. Nanti badan kamu sakit"kata Richard
"ada-ada ajah lo bang"kata Rasya terkekeh.
Richard kembali memeluk Christy, mengusap lembut rambut adik kesayangannya itu.
"abang tahu, kamu dengar semue pembicaraan tadi. Tapi kamu seolah tuli dan menganggapnya angin lalu"batin Richard
"aku sudah tahu apa yang akan terjadi bang, aku hanya perlu mempersiapkan diri untuk berjaga-jaga disaat aku akan dibuang untuk kedua kalinya lagi. Aku harap walaupun hanya 1 orang, itu sudah cukup untuk membuatku bertahan"batin Christy.
//skip//
Jam sudah menunjukan pukul 9 malam, Michel dan Zee masih berdua di apartement milik Michel. Entah sengaja atau tidak, Alex dan kedua teman Michel pergi meninggalkan mereka berdua.
Jika saja Michel tidak memiliki hati,dia sudah pergi kerumah sakit untuk menjenguk Rasya, dan meninggalkan Zee sendiri di apartement besarnya itu.
Zee sedari tadi selalu bergelayut ditangan Michel, michel hanya bersikap datar dan menampilkan wajah risihnya. Sungguh Michel tidak suka ada Zee didekatnya.
"Michel, aku kan mau jalan keliling kota ini. Kmu anterin yah"kata Zee dengan sangat manja.
"udah jam 9 Zee, jakarta macet. Gue males keluar"kata Michel sinis.
"terus tadi kamu mau keluar kemana? Kenapa gak jadi?"tanya Zee penasaran.
__ADS_1
"karna kakak lo nyuruh gue jagain lo disini. Kenapa juga dia gak ngajak lo"kata Michel kesal.
"emang tadi kamu mau kemana?"tanya Zee sangat penasaran.
"kerumah sakit jengukin temen"jawab Michel acuh.
"yaudah, aku temenin kesana"kata Zee
"gue mau nginep disana, gak mungkin lo juga nginep disana"kata Michel menatap kesal gadis di sampingnya itu.
"aku mau kok"kata Zee
"disana ada Chris. Gue gak mau dia mikir yang aneh-aneh karna lihat gue bawa lo kesana"kata Michel.
"Chris Chris dan Chris. Kenapa sih kamu bahas dia mulu"kata Zee yang sangat tidak suka jika Michel menyebut nama Christy.
"karna dia pacar gue. Kalau gak suka yah gak usah denger, hidup jangan dibuat susah. Kalau gak suka yaudah diam ajah"kata Michel lalu masuk kekamarnya.
Zee sangat marah, Zee tidak suka Michel selalu membahas tentang Christy. Zee benci pada Christy sangat benci, ingin sekali Zee menyuruh kakaknya itu membunuh Christy.
Alex adalah mafia, membunuh adalah hal yang gampang, itulah yang Zee fikirkan. Tetapi Zee memiliki ide licik,Zee akan membunuhnya tapi tidak sekarang.
"dia harus menderita, gue bakal bunuh lo secara perlahan. Li udah ngambil Michel dari gue, lo bakal mati Christy"kata Zee marah.
Saat Zee sedang emosi tiba-tiba Alex,Charly dan Peter datang. Alex langsung duduk dan mencium pipi Zee adiknya, Alex tahu jika Zee sedang kesal. Karna Akex melihat rawut wajah Zee yang sedikit berbeda.
"princessnya kakak kenapa?"tanya Alex lembut.
"lagi kesel"kata Zee jutek.
"eh Zee, si Michel mana?"tanya Charly
"kamar"jawab Zee singkat
Charly dan Peter langsung berjalan masuk kekamar Michel, sedangkan Zee dia kembali diam membuat Alex bingung.
"kenapa hmm? bilang sama kakak"kata Alex menggenggam tangan Zee.
"aku mau, abang bantuin aku nyingkirin pacarnya Michel"kata Zee
"maksud kamu nyingkirin gimana?"tanya Alex sedikit bingung.
"bantu aku buat Michel benci sama cewek itu dan buat Michel jadi milik aku"kata Zee.
"Zee, apa kamu tidak berfikir terlalu jauh"kata Alex menatap Zee.
"aku melakukannya karna aku mencintai Michel kak, apa salah?"tanya Zee.
"mencintai seseorang tidak salah Zee. Tapi cara kamu yang salah, apa kamu tidak berfikir kamu melakukan segala hal karna mencintai dia. Tapi apa dia mencintai kamu? Apa kamu mau setiap pagi bangun dan melihat wajah pria yang tidak mencintai kamu"kata Alex berusaha membuat Zee mengerti.
"Michel pasti akan mencintai aku, kalau cewek itu gak ada kak"kata Zee
"kalau kakak gak mau bantu aku, aku gak mau lagi lihat kakak"kata Zee marah.
"fine, apa yang kakak harus lakukan"kata Alex mengalah.
__ADS_1
"......"