
Sudah satu minggu Chtisty masih dalam keadaan koma, tidak ada kemajuan dalam kondisi Christy. Kedua pria yang sangat menyayangi Christy itu sudah frustasi. Merasa kalau semuanya sia-sia.
Hanya ada 3 orang yang bolak-balik rumah sakit untuk melihat keadaan Christy. Vira, Michel dan juga Richard. Rumah sakitpun masih di jaga dengan sangat ketat oleh semua anggota KC.
Sudah lebih 10 dokter yang Richard datangkan dari beberapa negara, dokter dengan keahlian yang sangat tinggi. Semua dokter itu tidak pernah lengah dalam mengawasi Christy. Setiap menit mereka selalu mencatata setiap kemajun kondisi Christy walau hanya 1 persen.
Sudah satu minggu Michel terus bolak-balik dari sekolah kerumah sakit. Pagi hari sebelum kesekolahpun, Michel menyempatkan datang untuk mengucapkan selamat pagi pada gadis yang dicintainya itu.
Richard bahkan hanya meninggalkan Christy disaat pria itu akan mandi dan makan dimansion miliknya. Sekalipun Richard tidak pergi, ada Vira yang datang membawakan pakaian dan makanan untuknya.
Vira juga sangat lelah, dia harus mengurus perusaahan milik Christy. Vira tidak bisa membayangkan bagaimana Christy mengurus itu semua sejak kecil. Perusahaan sebesar itu sangat sulit dikelola untuk seorang remaja.
Jam menunjukan pukul 4 sore, Michel datang untuk melihat keadaan Christy. Saat hendak masuk, Michel berpapasan dengan Richard yang baru saja keluar dari ruangan Christy. Richard menepuk lemah pundak Michel.
"bang ada perkembangan tentang kondisi Chris?"tanya Michel menatap Richard yang berjalan hendak pergi.
"tidak ada"jawab Richard berbalik sejenak menatap Michel lalu berjalan pergi.
Dengan lesu Michel masuk kedalam ruangan Christy. Michel masih melihat alat-alat medis itu yang tertempel disetiap inci tubuh Christy. Dia duduk disamping brankar Christy, lalu menggenggam erat tangan gadisnya itu.
"sore Chris udah satu minggu loh, emang kamu gak rindu sama aku? Buka mata kamu dong aku rindu nih. Rindu ngobrol sama kamu, rindu bercanda sama kamu. Aku rindu semuanya tentang kamu"kata Mkchel tersenyum sendu menatap wajah pucat Christy.
"aku harus lakuin apa lagi supaya kamu bisa sadar Chris, aku udah kaya orang gila ngelihat kamu kayak gini. Aku sayang sama kamu aku cinta sama kamu. Aku mohon bangun Chris"kata Michel menunduk sendu mencium punggung tangan Christy yang sangat mulus itu.
Michel selalu menjadi lemah saat berhadapan dengan Christy, hatinya selalu hancur jika melihat kondisi Christy. Sudah satu minggu, tetapi tidak ada kemajuan sama sekali. Gadis itu sadar dan itu membuatnya ingin gila.
Michel tidak sanggup lagi mendengar banyaknya pertanyaan soal keberadaan Christy, bagaimana Cris? Dimana dia? Apa dia baik-baik saja? Pertanyaan itu membuat Michel sangat tidak sanggup.
Terlebih lagi jika berhadapan dengan orangtua Christy, dia merasa sangat bersalah karena tidak jujur soal keberadaan Christy. Pria itu benar-benar bisu dihadapan semua orang.
"kamu harus bangun Chris dan bilang ke bang Richard untuk nemuin kamu dengan keluarga kamu. Aku gak tega lihat mereka sedih setiap hari karena memikirkan kondisi kamu"kata Michel menghapus air mata yang jatuh begitu saja tanpa seizin empunya.
"mereka sudah sedih dengan kondisi Raka yang juga koma, apa lagi kalau mereka nanti tahu kalau kamu juga koma Chris. Mereka pasti akan sangat sedih"kata Michel mengusap rambut hitam pekat milik Christy.
"kamu memang malaikat yang tuhan kirim untuk semua orang, disaat kamu menghilang semua berubah. Semua orang seolah bermusuhan, persahabatan aku mulai renggang, persahabatan kamu juga sudah hancur. Fara berubah Chris, dia jadi emosian sekarang. Dia jadi tertutup, bahkan dia gak pernah bareng Tasya lagi. Mereka semua menjalani hari demi hari dengan kesendirian. Kalau ada kamu semua pasti akan membaik, aku mohon sadar Chris"kata Michel yang sudah tidak bisa menahan isakannya lagi.
Michel mencium tangan Vhristy cukup lama. Air mata Michel terjatuh membasahi tangan Christy, dia merasa benar-benar hancur saat ini. Christy tidak menjawabnya lagi, Christy masih tertidur membuatnya semakin frustasi.
"bangun Chris aku mohon"kata Michel dengan isakan yang terdengar sangat menyakitkan.
Dari ambang pintu terlihat ada Richard yang berdiri bersana Vira. Richard bisa merasakan apa yang Michel rasakan, karena dia juga merasakannya. Vira merasa sangat sedih melihat kondisi Christy dan kedua pria itu.
Richard menutup perlahan pintu itu lalu terduduk lemas dilantai, Vira terkejut lalu berusaha membuat Richard kembali berdiri. Richard terlihat sangat rapuh. Pria kuat itu terlihat hancur. Vira merasa sedih melihat kondisi Richard saat ini.
"kenapa princess belum sadar"kata Richard mengacak rambutnya frustasi.
"lo harus sabar, dokter juga sedang berusaha saat ini"kata Vira.
"kenapa bukan saya? Kenapa bukan saya yang ada diatas brankar itu? KENAPA TUHAN"kata Richard dengan teriakan yang menggegam dilorong rumah sakit.
"Richard lo gak boleh kayak gini. Lo harus mikirin perasaan Chris kalau dia ada diposisi lo, ngelihat orang yang disayang terbaring lemah"kata Vira.
"saya tudaj kuat, saya tidaj bisa melihat princess seperti ini"kata Richard menampilkan tatapan sendunya.
"ada gue yang selalu ada buat lo dan Chris. Kita bisa laluin semua ini"kata Vira menggenggam tangan Richard.
Richard menatap tangannya yang digenggam erat oleh seorang gadis, untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun lalu ada gadis yang menggenggam tangannya selain Christy adiknya. Dan itu adalah Bira
"eh maaf gue...."kata Vira melepaskan genggaman tangan, namun secara tiba-tiba Richard menariknya kedalam pelukannya.
Tubuh vira yang hanya setinggi dada Richard, membuatnya tidak bisa bergerak karena dipeluk oleh Richard. Pria tinggi berparas dewa itu lagi dan lagi secara tiba-tiba memeluknya.
Vira hanya terdiam merasakan dagu Richard yang tertempel dibahunya, Richard selalu melakukan itu. Vira merasakan ada yang aneh dihatinya saat Richard memeluknya.
__ADS_1
"terimakasih"bisik Richard dengan suara serak ditelinga Vira.
"ya tuhan perasaan apa ini, kenapa aku merasakan hal yang aneh. Pria ini membuatku nyaman. Tuhan jangan permainkan hatiku"batin v
vira.
"tuhan jaga kedua gadis yang aku cintai ini"batin Richard.
//ski//
Dimansion Raymond terlihat sangst sepi, tidak ada canda tawa seperti biasa. Semua orang sibuk mencari Christy, mereka sudah mencoba mencari informasi di RD hospital. Namun pihak rumah sakit mengatakan kalau Christy sudah lama dibawa pergi oleh Richard. RD hospital adalah rumah sakit milik Raymond, namun kekuasaan Richard melebihi kekuasaan Raymond.
Raymond dan Wijaya sudah hampir putus asa mencari keberadaan putri kesayangan mereka. Tidak ada kabar sama sekali, mereka sudah sangat khawatir. Terlebih lagi Siska yang mengurung diri di kamar karena merasa bersalah. Siska hanya bisa mengurung diri sambil menangis merutuki kebodohannya yang berujung dirinya merasa bersalah.
Siska tidak menyangka semua akan seperti ini, entah apa yang membuatnya percaya pada Zee. Demi gadis licik itu, Siska sampai mengatakan kalau Christy adalah anak pembawa sial. Namun anak yang dikatai pembawa sial, justru dia yang menyalamatkan nyawanya. Rasa bersalah itu semakin mendalam.
Tok
Tok
Tok
Raja mengentuk pintu kamar kedua orangtuanya itu, Raja masuk membawa nampan berisi makanan dan air putih. Raja berjalan mendekat kearah Siska yang terduduk didekat jendela kamar. Tatapan Siska sangat kosong, tidak ada apa-apa dimata Siska.
Raja menaruh nampan itu disampingnya lalu menatap Siska, wanita itu menoleh melihat ada Raja yang datang. Siska menatap Raja sendu, Raja sebenarnya masih belum memaafkan Siska. Namun dia merasa kasihan melihat Siska yang terus-terusan bersedih, Raja juga merasa sedih soal Christy.
"bunda makan dulu"kata Raja memberikan nampan berisi makanan.
"nanti saja, bunda tidak lapar"kata Siska berusaha tersenyum didepan Raja.
"sebelumnya maaf kalau Raja ngomong kasar, tapi Raja gak mau tambah pusing dengan kondisi bunda. Sekarang aku sudah cukup pusing mencari keberadaan Chris"kata Raja lalu keluar dari kamar.
Siska merasa sangat sedih mendengar perkataan Raja, dua sadar jika itu semua karena ulahnya. Siska melempar nampan berisi makanan itu hingga berhamburan dimana-mana.
"Raja juga minta maaf bunda"kata Raja yang masih berdiri didekat pintu mengintip Siska yang menangis dikamar
Raja berjalan turun kebawah, saat akan turun dia melihat sosok Richard yang baru memasuki mansion. Raja langsung berlari menghampiri abangnya itu.
"bang gue mohon sama lo kasih tahu dimana Chris. Kasihan orangtua kita"kata Raja menatap Richard dan memohon agar Richard memberitahu keberadaan Christy.
"minggir"kata Richard menyenggol Raja lalu berjalan.
"BANG"teriak Raja yang sudah kehabisan kesabaran.
Richard berbalik lalu menatap Raja. Raja terlihat sangat marah, Richard hanya menatap Raja dengan tatapan meremehkan.
"gue cuma mau ketemu Chris. Ayah dan daddy sudah sangat lelah mencari Chris. Gue mohon bang jangan sembunyiin Chris dari kita"kata Raja berusaha membuat Richard mengerti.
"sudah selesai?"tanya Richard tersenyum sinis.
"mau sekeras apapun kalian berusaha, princess tidak akan kembali pada kalian"kata Richard lalu berjalan menuju kamarnya meninggalkan Raja .
"AARRRGGHH"teriak Raja marah.
Raja yang sangat marah seketika menghancurkan semua barang yang ada di dekatnya, beberapa maid terkena amukan dari Raja. Mereka hanya bisa terdiam membiarkan Raja memukul mereka.
Tiba-tiba Revano dan Fikra yang baru masuk di mansion terkejut melihat apa yang terjadi. Mansion berantakan, para maid terduduk lemas dan Raja yang masih memukuli beberapa maid lainnya.
"UDAH-UDAH"teriak Revano menarik maid yang terus saja di pukuli Raja.
"bapak tidak apa-apa?"tanya Revano pada maid yang seumuran dengan daddynya itu.
"tidak apa-apa tuan"kata maid itu dengan ringisan kecil.
__ADS_1
"maafin saudara saya yah pak"kata Revano meminta maaf atas kelakuan Raja.
"tuan Raja sedang marah, saya bisa memaklumi tuan"kata maid itu.
"kalian bawa yang lain kerumah sakit"kata Revano menyuruh beberapa maid yang tidak terkena pukul untuk membawa maid yang terkena pukulan Raja.
"LO GILA HAH"teriak Revano marah mendorong Raja yang tertunduk merutuki kebodohannya itu.
"Ja lo kenapa sih, lo mau bunuh semua maid dimansion hah? Udah jadi mafia mau sok jagoan lo"kata Fikra marah mendorong Raja akibat terlalu marah.
"bingung gue sama lo, sekarang lo jadi emosian sama kayak Michel. Kalian itu sebenarnya kenapa? Gue capek kayak gini Ja"kata Revano mengacak rambutnya frustasi.
"gue kayak gini karena gue bingung harus ngapain lagi supaya bisa ketemu Chris, adek gue belum ada kabar Rev. Kita semua gak ada yang tahu dia dimana"kata Raja frustasi.
"asal lo tahu, Chris juga adek gue Ja. Gue juga bingung harus gimana lagi. Tiap hari gak ada satu haripun gue gak nyari Chris,tapi itu semua sia-sia. Kalau lo kayak gini, sama ajah lo buang-buang tenaga lo Ja. Mending lo simpan tenaga lo buat lebih keras usaha nyari Chris"kata Revano yang juga merasa frustasi dengan apa yang terjadi pada keluarganya saat ini.
"Ja kita sahabatan, kita pasti bantu lo. Meskipun Michel masih belum ngomong sesuatu ke kita. Kita pasti akan terus usaha buat nyari chris"kata Fikra.
"kalian tidak akan pernah berhasil"kata Richard yang baru saja turun dan menatap remeh ketiga orang itu.
"bang Richard"kata Revano terkejut melihat ada Richard dimansion.
"jangan buang-buang waktu kalian untuk hal yang tidak bisa kalian raih"kata Richard lalu pergi meninggalkan mansion.
"kalian tidak akan bisa bertemu princess lagi"batin Richard.
//skip//
Pagi hari yang cukup mendung dengan angin yang bertiup kencang, seolah tahu isi hati seorang pria tampan. Pria dengan baju sekolah milik IHS dengan jas hitam dan dasi sekolah. Tas hitam yang bergelantung dipundak kanan pria itu.
Dengan bunga lily berwarna putih yang setia digenggamnya, dia berjalan dilorong rumah sakit yang masih sepi. Karena masih terlalu pagi untuk para penjenguk. Beberapa dokter dan suster menunduk hormat melohat pria itu yang berjalan menyusuri lorong rumah sakit. Dia adalah Michel. Pagi ini adalah hari pertama ujian di IHS dilaksanakan untuk para kelas 12.
Michel datang lebih pagi kerumah sakit untuk melihat kondisi Chris, setidaknya dia bisa melihat gadis yang dicintainya sebelum ujian nanti. Saat hendak masuk, Michel bertemu dengan Richard yang terlihat baru bangun tidur. Richard terlihat sangat lelah, hampir setiap hari Richard selalu dirumah sakit. Richard tidak mau jauh dari princessnya.
"bukannya hari ini ujian disekolah?"tanya Richard menatap Michel yang sudah rapi dengan pakaian sekolahnya.
"iya bang, gue cuma mau lihat Chris sebelum ujian. Sekalian kasih bungan ini"kata Michel menunjukan bunga lily putih di tangannya.
"kamu tahu kalau princess suka bunga lily putih?"tanya Richard menatap bunga kesukaan adiknya itu.
"gue tahu bang, ini juga bunga kesukaan lo dan Rasya kan"kata Michel tersenyum tipis.
"makasih Cel, kamu selalu ada buat princess"kata Richard memeluk erat tunangan adiknya itu.
"gue udah janji sama lo bang untuk jagain Chris, gue cinta sama dia. Gak mungkin gue ninggalin dia"kata Michel mengusap pundak Richard.
"yaudah kamu masuk sana, ssya mau ganti baju dulu"kata Richard melepaskan pelukannya.
"lo bawa baju ganti bang? Lo gak makan pagi dulu gitu?"tanya Michel.
"ada Vira yang urus"kata Richard menepuk pundak Michel, lalu berjalan pergi.
Michel hanya tersenyum simpul lalu masuk kedalam, dia melepas tasnya dan menaruhnya di sofa yang ada diruangan Christy. Lalu Michel duduk dikursi yang ada di samping brankar Christy. Michel masih merasa tidak ada perubahan dari Christy, alat medis itu tidak ada yang terlepas satupun dari badan kekasihnya.
"pagi Chris, aku bawain bunga kesukaan kamu nih. Hari ini aku udah mau ujian. Dan gak lama lagi aku akan lulus, kamu harus cepet bangun yah. Supaya kita bisa mulai hidup baru yang lebih indah"kata Michel sambil tersenyum menatap wajah Christy.
Michel mengecup kening Christy, air mata itu jatuh lagi membasahi kening Christy. Michel selalu menjadi cengeng jika dihadapan Christy. Michel merasa setengah dunianya menghilang, tidak ada senyuman dibibirnya lagi, tidak ada candaa, bahkan tidak ada suara yang keluar dari bibir pria itu. Hanya dihadapan Christy saja dan tidak dihadapan orang lain.
Michel mengeluarkan HPnya dan memotret wajah Christy, ini sudah menjadi kebiasaanya selama datang menjenguk Christy. Michel menyimpan foto-foto itu dan dia menulis setiap tanggal foto itu diambil. Michel ingin saat Christy bangun nanti, Christy akan melihat setiap hari dirinya saat dalam keadaan koma. Dan Michel mau setiap hari itu diganti dengan hari yang lebih indah dimasa depan.
"aku harus pergi sekarang Chris, ujian akan segera dimulai. Sehabis dari sekolah aku akan datang lagi. Cepet sadar yah"kata Michel mencium tangan Christy lalu mengambil tasnya dan keluar dari ruangan Christy.
"gue harus bisa selesain sekolah gue, semua ini demi Chris. Gue harus bisa nyembuhi dia"kata Michel bertekad untuk bisa menyembuhkan kekasihnya itu.
__ADS_1
"tuhan bantu aku untuk menyelesaikan semuanya, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membuat gadisku sadar. Itu janjiku"batin Michel.