
Bagai disambir petir disiang bolong, Raymond dan Siska merasa sesak saat mendengar penuturan anak sulung mereka yaitu Richard. Pria berparas dewa itu menatap kedua orangtuanya tajam.
Richard seperti tidak mengenal kedua pasangan suami istri dihadapannya itu. Bahkan Wijaya dan Megan orangtua kandung Christy terdiam karena mendengar perkataan Richard barusan.
Keadaan mansion Raymond seperti rumah yang habis kerampokan. Mulai dari kaca, meja, bahkan hiasan rumah pecah akibat tembakan yang Richard layangkan.
Bersyukurlah Richard tidak menembak keempat orang dihadapannya itu. Semua maid hanya bisa diam menatap was-was jika tuan muda mereka berbuat hal nekat.
"Richard maafkan bunda, bunda tidak bermaksud berkata seperti itu"kata Siska yang sudah terisak.
"kalau saja saat itu saya ada didekat kalian, sudah saya tembak mati kalian semua"kata Richard tajam seolah dihadapannya saat ini adalah musuh terbesarnya.
"ini hanya kesalah pahaman, bunda kamu pasti tidak bermaksud berkata seperti itu"kata Wijaya membuat Richard menatapnya horor.
"kesalah pahaman? Tidak bermaksud? Tapi karena kesalah pahaman itu princess menangis dan saya tidak suka melihat dia menangis"kata Richard penuh penekanan disetiap katanya.
"saya sudah pernah memperingatkan kalian untuk tidak menyakiti adik saua, sedikit saja kalian membuatnya sakit saya pastikan kalian tidak akan melihatnya lagi"kata Richard membuat Raymond memejamkan matanya sejenak membiarkan rasa sakit dihatinya hilang walau hanya sebentar.
"ayah mohon jangan membawa Chris pergi lagi"kata Raymond menatap Richard dengan tatapan sendunya, memperlihatkan sisi lemahnya pada anak sulungnya.
"saya tidak akan membiarkan dia berada disekitar orang yang terus saja menyakitinya"kata Richard marah.
"apa maksud kamu? Dia anak saya dan tidak ada seorangpun yang bisa membawanya pergi mengerti kamu"kata Wijaya yang akhirnya tersulut emosi.
"saya bisa membawanya pergi kemanapun dan kapanpun, anda bilang dia anak anda? Lalu anda kemana selama ini. Anda membuangnya begitu saja seolah dia adalah barang yang sudah tidak terpakai lagi"kata Richard berhasil membuat Wijaya dan Megan merasakan sakit didada mereka.
"habiskan waktu kalian bersama princess sebelum jam 10 malam,karena malam ini saya akan membawanya pergi"kata Richard lalu pergi keluar dari mansion.
Raymond hanya bisa terdiam menahan air matanya agar tidak jatuh, jauh dari Christy membuatnya merasa sedih. Christy memang bukan anak kandungnya tapi Raymond sangat menyayangi Christy.
Megan dan Siska hanya bisa menangis menatap suami mereka masing-masing. Raymond menatap Siska sendu lalu pergi meninggalkan mansion.
"maafkan ayah Chris"kata Raymond sendu
//skip//
Kring... Kring... Kring
Bel istirahat sudah berbunyi, siswa dan siswi IHS berhamburan menuju kantin untuk mengisi perut mereka. Christy dkk pun sama, mereka sudah duduk rapi menunggu makanan yang sudah mereka pesan.
Christy masih saja diam membuat yang lain merasa bingung harus bagaimana. Raka, Raja dan Revano bahkan bingung haru memulai pembicaraan dari mana.
Saat mereka semua sedang sibuk dengan fikiran masing-masing, tiba-tiba Zee si gadis biang onar datang dan tersenyum seperti tidak ada masalah. Fara menatap Zee tajam seolah ingin memotong-motong tubuh gadis ular itu.
__ADS_1
"ngapain lagi lo kesini? Gak puas buat masalah tadi pagi?"tanya Raja dengan nada sewot di kalimatnya.
"loh kok gue? Lo yang duluan kan. Yang seharusnya di salahin itu lo sama adek lo ini"kata Zee menunjuk Christy yang duduk diam di hadapannya.
BRAK
Meja yang tadinya rapi menjadi berhamburan akibat tendangan Raka,pria itu seperti kesetanan saat melihat Zee menujuk adiknya. Fikra dan Dimas berusaha untuk menahan Raka agar pria itu tidak lepas kendali.
"MAU LO APA HAH"kata Raka dengan suara yang sangat besar, membuat semua murid yang ada di kantin menjadi tegang.
"Raka udah jangan gini"kata Rara berusaha menenagkan kekasihnya itu.
"Far, gara-gara dia Chris jadi sedih dan gara-gara dia bunda ngomong yang aneh-aneh ke Chris"kata Raka frustasi memandang Fara.
"ini itu bukan salah gue, yang harusnya disalahin itu Christy. Mau sok ngusir gue dari mansion eh padahal dia sendiri orang asing disana. Lucu yah kalian"kata Zee tertawa sumbang layaknya penyihir jahat.
"Zee diam lo"kata Michel yang mulai marah menatap Zee tajam.
"kenapa harus diam Michel? Aku bener kan, Christy cuma anak pungut keluarga Raymond dan cuma jadi beban di keluarga Raymond"kata Zee membesarkan volume suaranya.
Semua murid IHS nampak terkejut saat mengetahui jika Christy hanyalah anak pungut dari keluarga terkaya nomor 2 didunia itu, Fara semakin dibuat marah dengan kelakuan Zee saat ini.
Christy hanya diam menatap kearah lain dengan tatapan kosongnya, gadis itu tidak bisa berbohong jika saat ini hatinya benar-benar hancur. Beban? Kata itu membuat Christy rasanya ingin mati saja.
"kenapa? Marah? Gak usah marah kali. Lagian gue cuma mau ngingetin posisi dia ajah, supaya gak kebanyakan gaya. Anak pungut kok gak tahu malu"kata Zee sinis.
PLAK
Tamparan keras terdengar diseisi kantin, Zee gadis itu memegang ujung bibirnya yang mengeluarkan darah. Pria paruh baya yang berdiri dihadapan Zee membuat isi kantin cengo melihatnya.
Pria itu si pemilik sekolah ini, orang terkaya nomor 2 didunia itu ada di IHS hari ini. Siapa lagi kalau bukan Raymond ayah dari Christy, the twins dan juga Richard.
Raymond menatap Christy sejenak melihat putri kesayangannya yang terdiam disana, Raymond merasa sakit didadanya saat melihat kehancuran di mata gadis kecilnya.
"berani-beraninya kamu berkata seperti itu pada anak saya"kata Raymond menatap Zee tajam.
"om yang saya katakan itu memang benar kan? Dia hanya anak pungut"kata Zee lagi dan lagi membuat Raymond marah.
"Lalu kalau dia anak pungut kenapa? Sekalipun benar, Chris jauh lebih baik dari pada kamu. Chris ada 10 jengkel diatas kamu. Kamu hanya kuman yang selalu menganggu hidup Chris dan teman-temannya"kata Raymond marah membuat Zee terdiam.
"sekali lagi saya lihat kamu membuat putri saya sedih, saya pastikan kamu akan mati membusuk dipenjara"kata Raymond lalu beralih pada Christy.
"princessmya ayah kok diem? Biasanya kalau ada yang gangguin, orangnya langsung di pukulin kok sekarang diem?"tanya Raymond lembut pada Christy.
__ADS_1
"karena aku tahu ayah bisa melawannya untukku"kata Vhristy dengan mata yang sudah berkaca-kaca menandakan gadis itu ingin menangis.
"tidak apa-apa, ada ayah. Princess mau ikut ayah?"tanya Raymond.
"kemana?"tanya Vhristy balik
"nanti kamu tahu ayo"kata Raymond menggenggam tangan Christy.
"twins ayah pergi dulu bersama princess, sehabis pulang sekolah sore nanti langsung kemansion mengerti"kata Raymond pada anak kembarnya.
"kamu juga Revano, langsung pulang"kata Raymond pada Revano.
"iya ayah"jawab twins dan juga Revano.
Raymond membawa Christy pergi meninggalkan kantin, Zee yang masih ada disana harus bisa menerima resiko saat Fara memukulnya habis-habisan.
Fara tidak perduli dengan tatapan semua murid yang takut padanya, Zee hanya bisa pasrah saat pukulan Fara sesekali mengenai wajah dan juga perutnya.
"Far udah, lo mau buat dia mati apa?"katabPutri marah.
"lo itu kenapa sih? Lo selalu belain dia? Sahabat lo itu sebenarnya siapa?"tanya Fara marah pada Putri.
"gue gak belain siapa-siapa, lo mukulin dia atas dasar apa? Dia gak salahkan"kata Putri.
"dia gak salah maksud lo gimana? Jelas-jelas dia buat Chris sedih tadi"kata Tasya yang akhirnya terpancing emosi.
"yang Zee bilang semuanya benar kan? Chris hanya anak pungut. Lalu letak kesalahan Zee dimana"kata Putri sambil membantu Zee berdiri.
"gue gak habis fikir sama lo Put, lo sebelumnya gak gini. Sejak kapan lo nyebut Chris anak pungut? Lo gila Put"kata Fara yang semakin emosi.
"yang gila itu lo, lo selalu belain Chris walaupun dia salah. Lo sadar gak sih lo itu cuma jadi budaknya Chris doang"kata Putri.
"UDAH CUKUP, KALIAN APA-APAAN SIH"kata Michel marah.
"gue gak bakal tinggal diam kalau kalian nyakitin Chris, ngerti"kata Michel menunjuk Zee dan juga Putri.
"aku gak tahu harus ngomong apa lagi ke kamu"kata Revano tidak habis fikir dengan kekasihnya itu lalu pergi mengikuti Michel.
"kali ini gue juga bingung sama lo Put"kata Tasya lalu pergi diikuti yang lain.
"Putri makasih udah bantuin gue"kata Zee pada Putri.
"santai ajah, mendingan kita ke UKS obatin muka lo"kata Putri membawa Zee ke UKS.
__ADS_1
"kali ini gue udah berhasil buat 2 orang ngejauhin lo, pertama bunda dan yang kedua Putri. Selanjutnya gue bakal buat lo bener-bener sendiri"batin Zee.