Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 86


__ADS_3

Sekarang Christy dkk dan Michel dkk sedang berkumpul dimansion Raymond. Raka belum pulang sejak tadi. Keadaan Raymond cukup tegang.


Christy berharap Raka cepat pulang, karena Christy ingin menyelesaikan semuanya. Michel sudah sangat marah karena Raka yang tidak mengangkat telfon darinya.


Saat mereka sedang menunggu Raka, tiba-tiba Raka datang bersamaan dengan Ze. Mereka bingung kenapa mereka bisa bersama. Tiba-tiba Siska turun sambil tersenyun pada Zee dan Raka. Siska memeluk Zee dan Raka bergantian.


"lo dari mana hah? Lo tahu gak kita nungguin lo dari tadi"kata Michel menarik Raka mendekat kearah para sahabatnya.


"gue habis temenin Zee belanja pesanan bunda"jawab Raka santai seolah tidak merasa bersalah.


"Ka, lo sadar gak sih. Masalah tadi ajah belum selesai, lo malah asik asikan jalan. **** lo"kata Revano yang sudah mulai emosi.


"bisa gak jangan paka emosi"kata Fikra memisahkan para sahabatnya itu.


"bang"kata Christy mendekat kearah Raka.


"bang kita harus ngomong"kata Christy.


"abang capek"kata Raka dengan nada dinginnya.


"Ka, lo bisa gak ngomong yang iklas dikit? Lama-lama gue emosi lihat lo gini"kata Michel yang sudah sangat marah.


"kenapa? Marah gue kayak gini sama cewek lo?"tanya Raka dengan nada yang sangat membuat Michel semakin marah.


"gue gak mau mukul lo Raka"kata Michel menepuk keras pundak Raka.


"Cel, please"kata Christy memegang tangan Michel.


"Chris dia gak bisa dibiarin kayak gini, dia cuma salah paham doang"kata Michel menahan amarahnya dihadapan christy.


"bang sekarang kita harus selesain masalah ini, lo gak kasihan sama Chris? Dia udah banyak sakit hati bang"kata Raja berusaha menahan amarahnya.


"bukan urusan gue"kata Raka sinis.


"Raka lo apa-apaan sih, gue lama-lama emosi lihat lo gini"kata Dimas yang sudah sangat marah.


"kalian itu sahabat gue, kenapa malah mojokin gue kayak gini"kata Raka marah menatap para sahabatnya.


"karena lo salah ****"kata Dimas mendorong Raka cukup keras.


"udah dong, kalian kenapa gini sih sama bang Raka"kata Zee membela Raka.


"bang? Lo bilang bang Raka?"tanya Christy memastikan yang di dengarnya itu salah.


"iya bang raka, kenapa?"tanya Zee sinis.


"bang maksudnya apa? Kenapa dia manggil bang Raka?"tanya Christy memegang tangan Raka.


"dia juga seumuran sama kamu, jadi biarkan saja"kata Raka.


"bang Raka sebenarnya kenapa? Aku bingung harus ngapain sekarang"kata Christy berusaha menahan air matanya.


"mau abang, menjauh dari sekitar abang"kata Raka membuat Christy terdiam.


"BANG"teriak Raja marah.


BUGH


BUGH


BUGH


Seketika Raja sangat marah lalu memukul Raka hingga Raka terjatuh, ujung bibir Raka mengeluarkan darah akibat pukulan Raja.


Fikra dan Dimas langsung menahan Raja, pria itu sudah sangat marah sekarang. Siska dan Zee membantu Raka berdiri.


"Raja sudah, dia ini abang kamu"kata Siska marah.


"bukan, dia bukan abang aku bun. Dia orang asing yang berpenampilan seperti bang Raka. Bang Raka yang aku kenal bukan seperti ini"kata Raja marah menunjuk kembarannya itu.


"raka yang dulu tidak akan pernah kembali"kata Raka marah mendorong Raja.


"sekali lagi lo ngomong gue beneran bakal mukul lo"kata Michel mendorong Raka menjauh dari Raja.


"kalian sadar dong, Christy itu pembawa sial. Gara-gara dia bang Raka jadi gini dan kalin semua bertengkar karena dia"kata Zee semakin membuat suasan semakin tegang.


"lo diam"kata Michel menunjuk Zee dengan tatapan marahnya.

__ADS_1


"Michel kamu harus sadar, karena dia persahabatan kalian hancur"kata Zee membuat Michel semakin marah.


"diam"kata Christy dengan tatapan marahnya.


Itu bukan Christy sudah jelas dari bola matanya yang berubah menajdi merah, Angel sudah keluar. Kemarahan Christy benar-benar meledak kali ini.


Keadaan mansion seketika menjadi sangat menyeramkan, Christy perlahan mendekat kearah Zee. Zee terdiam karena merasa takut dan tidak bisa bergerak sedikit pun.


"karena lo, adik gue sedih dan karena lo adik gue terluka"kata Angel mencekik Zee cukup kuat.


Plak


Plak


Dua kali tamparan diberikan Angel untuk Zee. Angel terlihat sangat marah. Zee hanya bisa pasrah karena tidak bisa goyang sedikit pun.


"lepas"kata Raka menahan tangan Angel membuat kepribadian Christy itu berbalik menatap Raka.


"lo lebih bela dia dari pada adik lo sendiri?"tanya Angel.


"lepas bodoh"kata Raka mendorong Angel menjauh dari Zee.


Tiba-tiba Angel menghilang justru Christy kembali, gadis menatap Raka sendu. Raka malah fokus melihat keadaan Zee.


"bang"panggil Christy.


"sebaiknya kamu menjauh, kamu berbahaya buat semua orang"kata Raka membuat Christy benar-benar sakit mendengarnya.


BUGH


Satu pukulan dilayangkan Michel untuk Raka. Revano dan Dimas langsung menahan Michel. Pria itu benar-benar marah mendengar perkaatn Raka.


Michel merasa sakit melihat Christy yang terdiam dengan tatapan yang menandakan gadis itu rapuh, Michel menatap Raka dengan tatapan marahnya.


"lo ngomong sekali lagi gue pastiin mulut lo hancur"kata Michel dengan wajah yang merah karena marah.


"kenapa hah? Marah? Itu kenyataannya. Dia itu bahaya untuk kalian semua, kepribadiannya itu terlalu berbahaya buat kalian dan itu buat dia terlihat seperti orang gila"kata Raka.


"STOP"kata Fara dengan wajah marahnya.


Gadis itu sudah habis kesabaran mendengar Raka berkata hal yang membuat Christy sedih, dua benar-benar marah mendengar perkataan Raka.


"memang sudah 8 tahun, tapi baru sekarang aku sadar kalau di berbahaya untuk keluarga aku"kata Raka marah.


"kamu tahu? Aku nyesel pernah kenal sama kamu. Cowok yang gampang kemakan sama omongan cewen **** ini"kata Fara menarik Zee kehadapan Raka.


"lepasin sakit"kata Zee berusaha melepaskan genggam tangan Gara yang sangat kuat.


"Far lepasin, kasihan dia"kata Raka memegang tangan Fara.


"selamat Zee, lo udah berhasil buat Raka berubah. Lo udah berhasil buat Raka jauh dari Chris. Lo cocok dapat gelar cewek terlicik didunia"kata Fara menghepaskan tangan Raka dan Zee.


"aku pastiin kamu akan nyesel sama semua perkataan kamu"kata Gara marah menunjuk Raka.


"kalian cuma diam? Kalian sahabat gue. Kenapa gak belain gue?"tanya Raka menatap Fikra dan Dimas.


"Ka, gue emang yang paling **** diantar kalian. Tapi gue masih bisa bedain mana yang salah dan mana yang benar. Mana yang tulus dan mana yang gak"kata Fikra dengan wajah marahnya.


"lo salah Ka, lo salah karena percaya sama Zee. Demi satu batang emas, lo udah buang satu karung berlian yang sangat berarti"kata Dimas menggengan tangan Christy.


"Chris gak berbahaya sama sekali. Dia baik, dia tulus, dia gak milih-milih temen, dia selalu jagain kita. Lo salah kalau mikir Chris bahaya Ka"kata Dimas menggengan erat tangan Christy. Christy hanya bisa terisak mendengar perkataan Dimas.


"gak Chris, lo gak boleh nangis hanya karena cowok **** itu. Air mata lo terlalu berharga untuk jatuh karena dia"kata Dimas tersenyum tulus menghapus air mata Christy.


"apa lo lupa? Siapa yang buat gue sama Tasya baikan? Siapa yang selalu jagain kita kalau kita dalam bahaya? Siapa yang selalu ada buat kita kalau kita ada masalah? Hanya Chris"kata Dimas menatap Raka.


"gue ngomong gini, karena gue udah anggap Chris kayak adek gue sendiri Chris jauh lebih pantas dari pada dia"kara Dimas marah menunjuk Zee.


"Dim udah"kata Christy menahan Dimas.


"gak Chris. Raka harus sadar kalau dia salah. Ini saatnya gue balas semua hal yang lo lakuin buat gue sama Tasya"kata Dimas menatap Tasya dan Christy.


"buat lo Raka, gue pastiin setelah semua ini lo bakal nyesel sampai lo mau mati karena rasa bersalah lo"kata Dimas marah.


Saat mereka sedang beradu argumen, suara langkah seseorang terdengar memasuki mansion. Semua maid menunduk hormat melihat tuan muda keluarga Raymond datang.


Pria itu menatap semua orang dengan tatapan pembunuhnya, tentu kalian semua tahu siapa pria itu. Dia adalah Richard si pria pembunuh berdarah dingin.

__ADS_1


Raka hanya bisa terdiam menunggu dirinya terkena amukan Richard. Raka sudah tahu pasti resiko jika membuat Christy sedih. Richard menampilkan senyuman miringnya yang membuat semua orang merinding.


Richard memegang tangan Christy lalu memasukannya kedalam jaket yang dipakainya, Christy hanya diam dan menunggu apa yang akan Richard lakukan.


"kamu sudah tahukan alasan abang lebih memilih kamu dari pada dia?"tanya Richard menatap Raja, namun membuat Raka dkk bingung dengan apa yang Richard tanyakan


"iya bang"jawab Raja mengerti.


"kamu memang bukan pria sejati"kata Richard tersenyum sinis menatap Raka remeh.


"tidak usah menjanjikan hal yang bahkan tidak bisa kamu penuhi"kata Richard pada Raka.


"aku gak ngerti apa yang abang katakan"kata Raka.


"aku adalah abangnya, aku akan menjaganya, aku akan selalu disampingnya, aku tidak akan membuatnya menangis. Dasar pembohong"kata Richard menirukan perkataan yang selalu Raka katakan.


"mana janji kamu itu hah? Hanya perkataan saja? Tidak ada buktinya? Banci"kata Richard sinis.


"bang"tegur Christy membuat Richard menarik nafasnya perlahan.


"kamu beruntung karena princess melarang saya melukai kamu, kalau tidak. Saya pastikan mansion ini akan dipenuhi para pelayat"kata Richard menggit bibirnya menahan amarah.


"princess kita pergi"kata Richard membawa Christy pergi.


Tangan Dimas yang memegang tangan Christy seketika terlepas, Christy berbalik pada Dimas lalu terenyum.


"makasih"kata Christy tanpa suata namun dimengerti Dimas.


"gue juga"kata Dimas tersenyum menatap Christy.


//skip//


Disebuah mansion yang sangat megah dan besar terlihat banyak anggota KC yang berjaga diberbagai sudut mansion. Mansion itu adalah milik Richard.


Saat Richard pergi dari mansion Raymond, dia membawa Christy kemansion pribadinya. Richard sudah berusaha membuat Christy membaik, namun gadis itu hanya diam dan tidak berbicara.


Richard tidak menyangka jika Raka sangat berpengaruh besar di hidup Christy, dia seperti ingin membunuh Raka namun Christy sudah memperingatinya untuk tidak menyentuh Raka sedikitpun.


"princess, kamu makan dulu hmm?"tanya Richard menggenggam tangan Christy.


"nanti ajah bang"jawab Christy.


"mau abang pesenin makan apa?"tanya Richard


"terserah deh bang"jawab Christy.


"sini peluk abang"kata Richard lalu Christy mendekat dan memeluk Richard erat.


Richard memeluk Christy erat dan sesekali mencium kepala Christy. Christy hanya diam karena merasa nyaman jika Richard memeluknya seperti ini.


"princess masih sedih?"tanya Richard lembut.


"entahlah"jawab Christy bingung.


"bertahalanlah, setelah semuanya selesai kita akan pergi jauh"kata Richard mengelus kepala Christy.


"apa ini akan segera berakhir?"tanya Christy.


"iya princess, bertahanlah. Ada abang hmm"kata Richard.


"satu persatu pergi ninggalin aku. Pertama sahabat, kedua bunda dan ketiga orang yang paling aku sayang. Apa bang Richard juga akan ninggalin aku?"tanya Christy melepaskan pelukannya lalu menatap Richard.


"itu tidak akan pernah terjadi, abang sudah berjanji akan selalu disamping kamu. Dan ketika abang ingkari janji itu, maka abang sendiri yang akan pergi untuk selamanya"kata Richard dengan wajah seriusnya.


"aku takut kalau nanti abang juga seperti bang Raka. Entahlah, mungkin setelah itu aku akan mati"kata Christy.


"hey dengarkan abang, itu tidak akan pernah terjadi okey. Kalaupun abang harus memilih antar kamu dan keluarga itu, abang akan tetap milih kamu"kata Richard menggenggan tangan Christy.


"jangan berbohong aku mohon"kata Christy dengan tatapan sendunya


"abang tidak berbohong, percayalah. Jangan sedih lagi, abang tidak kuat melihat kamu seperti ini"kata Richard mengelus lembut pipi Christy.


"aku mohon cepat selesaikan semua ini, bunuh mereka untuk aku. Akhiri semua ini"kata Christy membuat Richard tersenyum seperti iblis.


"apapun untukmu princess"kata Richard lalu memeluk erat Christy.


"kisah ini akan segera berakhir, setelah ini abang akan membawa kamu jauh dari kehidupan lama kamu. Kita mulai semuanya dari awal hanya berdua"batin Richard.

__ADS_1


"setelah ini aku tidak yakin kita masih bisa bersama bang, terkadang takdir tidak semulus yang abang fikirkan."batin Christy


__ADS_2