Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 79


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 2 malam keadaan mansion Raymond menjadi sangat tegang, Christy baru saja di bawah pulang oleh Richard dan Reza. Michel nampak sangat khawatir melihat keadaan Christy yang berlumuran darah.


Richard baru saja menelfon dokter keluarga Raymond untuk datang mengobati Christy. Reza membuka balutan kain yang Richard pasangkan dilengan Christy.


Michel merasa perih saat melihat luka tembakan itu, sedangkan Zee yang masih disana tersenyum licik melihat kondisi Christy.


Tiba-tiba Christy menatap Zee tajam lalu berdiri, Christy menarik baju Zee hingga gadis itu merasa tercekik.


"Chris apa-apaan kamu, lepaskan kasihan Zse"kaya Siska berusaha melepaskan tangan Christy dari baju Zee.


"bunda tolongin aku"kata Zee membuat Siska semakin marah pada Christy.


Richard dan Reza hanya duduk melihat apa yang Christy lakukan, lagi pula walau ditahan gadis itu sekarang sedang marah jadi sangat sulit dilarang.


"dimana Alex kakak lo?"tanta Christy dengan nada dinginnya.


"gue gak tahu, udah seminggu dia gak hubungin gue sama sekali"kata Zee yang berusaha lepas dari cengkraman Christy.


"Chris lepaskan Zee, dia pasti kesakitan"kata Siska.


"lalu bagaimana dengan aku bunda, apa bunda tidak mau tahu aku sedang sakit atau tidak?"tanya Christy menatap Siska dengan senyuman sendunya.


Siska terdiam dan terus mencoba melepaskan tangan Christy dari baju Zee. Christy hanya bisa tersenyum sinis melihat betapa kerasnya usaha Siska untuk menyelamatkan Zee.


"Chris lepas, tangan kamu harus diobati"kata Michel berusaha membuat Christy mengerti.


"MINGGIR"teriak Christy lalu mendorong Michel hingga terhempas cukup jauh.


Raka dkk langsung membantu Michel berdiri, Michel nampak terkejut dengan apa yang Christy lakukan. Sepertinya gadis itu benar-benar marah saat ini. Matanya seperti mata elang yang benar-benar marah.


"kenapa bunda berubah?"tanya Christy yang beralih menatap Siska.


"apa maksud kamu?"tanya Siska yang tidak mau menatap Christy.


"kenapa bunda menjauh dari aku, kenapa bunda sayang sama Zee, kenapa bunda perhatian sama Zee. Kenapa bunda gak pernah mau ngelihat aku lagi, KENAPA BUN KENAPA"kata Christy dengan suara yang lantang diakhir kalimatnya.


Siska hanya diam dan masih berusaha melepaskan Zee dari Christy. Christy tersenyum sinis dan menghapus kasar air matanya yang sudah terjatuh.


Tiba-tiba Christy menghepaskan Zee untung saja Siska menahannya, Christy menatap Zee dan Siska dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


"budan buat aku benci dengan seorang ibu untuk kedua kalinya, dulu aku benci pada mommy karena membuangku dan sekarang aku juga menjadi benci pada bunda karena bunda membuangku. Tapi ada perbedaan diantara mommy dan bunda"kata Christy tersenyum sinis.


"bedanya adalah, walaupun mommy membuangku tapi dia tetap menjaga posisi aku sebagai putrinya. Sedangkan bunda, setelah bunda membuangku justru bunda mengganti posisi ku dengan gadis licik itu. Apa bunda tahu? Aku cemburu melihat kedekatan kalian"kata Christy menunjuk Zee dengan tatapan marahnya.


"dan buat lo Zee, gue rasa lo udah berhasil buat gue cemburu sama kehadiran lo. Dulu lo ambil Putri dari gue dan sekarang bunda, setelah ini siapa lagi? Ayah? Abang gue? Michel?"tanya Christy menghapus air matanya.


"Chris aku mohon udah"kata Michel yang merasa tidak kuat melihat kekasihnya seperti itu.


"lo ajah yang lebay, gue gak pernah ambil Putri atau bunda dari lo. Mereka yang mau datang ke gue, itu semua karena mereka tahu siapa yang baik dan buruk disini"kata Zee membuat Christy tersenyum layaknya iblis.


"baik dan buruk? Lo tahu apa soal itu? Bahkan sifat lo jauh dari kata baik maupun buruk. Karena apa? Karena lo lebih pantas disebut penjilat"kata Christy mendorong Zee dengan telunjuknya.


"Christy sudah hentikan semua ini, apa kamu tidak berfikir sebelum berbicara"kata Siska menarik Zee kebelakangnya.


"lalu bagaimana dengan bunda? Apa bunda pernah berfikir sebelum mengeluarkan kata-kata yang buat hati aku hancur? Apa bunda pernah berfikir sedikit saja kalau aku rindu dengan bunda yang dulu"kata Christy menatap Siska sendu.


"bunda tidak pernah berubah, kamu saja yang terlalu berfikir kemana-mana"kata Siska yang tetap tidak mau menatap Christy.


"lagi dan lagi aku salah di mata bunda, sebenarnya aku harus bagaimana supaya bunda balik seperti dulu? Tertawa bersama yang lain, kumpul bersama yang lain. AKU HARUS BAGAIMANA"kata Christy berteriak frustasi.


"Kamu hanya perlu hilang dari kehidupan bunda dan keluarga ini. Itu sudah sangat cukup"kata Siska membuat Christy semakin hancur.


"apa hanya itu mau bunda?"tanya Christy membuat Raka dkk menatapnya terkejut.


"iya"jawab Siska memalingkan pandangannya.


"princess sudahlah. Jangan denganrkan perkataan orang ini. Kita kekamar saja dokter akan segera datang"kata Richard meraih tangan Christy, namun gadis itu sedikit menghindar.


"baiklah kalau itu mau bunda, akuu akan pergi dari hidup bunda dan keluarga ini"kata Christy semakin membuat semua orang terkejut.


"princess apa yang kamu katakan"kata Richard marah.


"Chris jangan kayak gini"kata Michel.


"Chris abang mohon jangan berbicara seperti itu"kata Raka.


"aku akan pergi, tapi bukan untuk sekarang. Aku akan menyelesaikan semua masalahku terlebih dahulu, setelah itu aku akan pergi untuk selamanya"kata Christy menatap Siska.


"Chris aku mohon jangan kayak gini"kata Michel yang sudah merasa hancur mendengar perkataan Christy.

__ADS_1


"kenapa kamu tidak pergi sekarang saja, kenapa harus nanti?"tanya Siska.


"apa segitu gak sukanya bunda sama aku?"tanya Christy.


"sudahlah kamu terlalu banyak bicara, Zee ikut bunda kita obati leher kamu"kata Siska lalu menarik Zee pergi dari sana.


Seketika Christy terduduk dilantai, Richard dan Michel langsung mendekat pada Christy. Gadis itu menangis saat ini tapi tidak ada isakan sama sekali. Semua orang tahu tangisan yang tidak mengeluarkan suara jauh lebih sakit jika dilihat.


"princess jangan seperti ini"kata Richard yang merasa tidak sanggup melihat keadaan Christy.


"Chris kamu gak sendiri, ada aku ada bang Richard dan masih banyak lagi"kata Michel menggenggam tangan Christy.


"bang, Cel. Padahal aku juga terluka, bahkan luka dilenganku jauh lebih parah dari pada bekas merah di leher Zee. Lalu, kenapa bunda lebih memilih mengobati dia?"tanya Christy menatap kedua pria itu.


"ada abang disini, abang bisa mengobati kamu"kata Richard.


Christy langsung berdiri dan di ikuti Richard dan Michel. Christy menatap mereka semua satu persatu.


"apa kalian pernah dengar, mau sebesar apapun luka pada seorang anak jika ibunya yang mengobatinya pasti luka itu sangat cepet sembuh"kata Christy lalu berjalan hendak naik keatas di ikuti Richard dan yang lain.


"bisa tinggalkan aku sendiri dulu"kata Christy berbalik menatap semuanya.


"tapi princess, kamu harus diobati"kata Reza.


"aku bisa mengobatinya sendiri"kata Christy lalu naik keatas dan masuk kekamar lalu menutup pintunya.


"sebenarnya apa yang terjadi bang, dan lo siapa?"tanya Michel menatap Reza.


"bukannya kita pernah bertemu sebelumnya?"tanya Revano merasa tidak asing saat melihat Reza.


"kita memang pernah bertemu dan gue tahu siapa kalian semua"kata Reza.


"gue balik dulu, jaga princess. Gue khawatir sama dia"kata Reza pada Richard lalu pergi.


"sebaiknya mulai sekarang jangan menambah beban princess"kata Richard menatap semua orang.


"bang lo harus jelasin apa yang terjadi, kenapa Chris sampe terluka kayak gitu?"tanya Raka.


"jika sudah waktunya kalian akan tahu ada masalah apa saat ini, dan saat kalian tahu nanti pasti kalian akan mengerti kenapa ini bisa terjadi"kata Richard lalu pergi.

__ADS_1


"tuhan sebenarnya ada apa ini? Kenapa gadisku terluka. Hari ini aku melihatnya terluka lagi, dibatin dan juga fisik. Kapan gadisku bisa bahagia? Aku tidak kuat melihatnya seperti itu. Duniaku terasa hilang karena melihat gadisku terluka"batin Michel sendu.


__ADS_2