Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 73


__ADS_3

Disebuah mall terbesar di jakarta, lebih tepatnya mall milik keluarga Raymond. Seorang gadis berjalan bergandengan dengan pria tinggi bertubuh atletis.


Keduanya terlihat mendekati kata sempurna, mereka menjadi pusat perhatian para pengunjung. Terlebih lagi si pria yang terkenal dengan jabatannya sebagai jendral mafia terbesar didunia.


"itukan Christy anak keluarga Raymond"


"baru kali ini gue lihat abangnya itu"


"diakan Rihard, abangnya Christy yang jendral mafia itu"


"gue kira cuma cerita orang doang muka mereka dingin, ternyata beneran"


"yang cowok ganteng banget"


"mereka saudaraan tapi kayak pacaran yah"


"kalau dilihat-lihat Christy juga cocok jadi mafia yah"


Perkataan satu orang itu membuat Richard tersenyum sinis, Richard merasa orang yang berbicara itu bisa menilai seseorang.


Richard dan Christy masuk kesalah satu tempat makan yang ada di dalam mall, Richard baru saja ingin masuk keruang VIP tapi Christy menahan tangannya.


"kita duduknya gabung sama orang-orang ajah"kata Christy membuat Richard bingung.


"emangnya kenapa? Ruang VIPnya gak bagus? Kita cari tempat lain?"tanya Richard dengan suara lembutnya.


"bukan gitu bang, aku bosen di ruang VIP mulu sepi gak ada suara"kata Christy tersenyum tipis, membuat Richars sedikit heran.


"tumben suka di tempat ramai"kata Richard mengejek.


"hehehe pengen ajah, yuk"kata Christy menarik Richard duduk di meja yang ada ditengah-tengah para pelanggan lainnya.


Tiba-tiba menejer tempat makan itu menghampiri meja Richard, menejer itu menunduk hormat pada Richard.


"apakah anda ingin memesan sesuatu tuan?"tanya si menejer dengan sangat sopan.


"princess, kamu mau apa?"tanya Richard pada Christy.


"hmm aku salted egg chicken sama minumnya jus mangga ajah"jawab Christy.


"apa ada lagi?"tanya si menejer.


"saya sama kan saja dengan adik saya"kata Richard.


"baik tuan, kami akan membuatkannya. Mohon ditunggu"kata si menjer menunduk hormat lalu pergi.


Richard dan Christy asik mengobrol bahkan Richard sesekali tersenyum,membuat para pengunjung histeris dibuatnya.


Bahkan ada beberapa orang yang memfoto wajah Richard. Richard hanya acuh dan tidak perduli, pria itu terlalu dingin membuat orang takut padanya.


Makanan yang mereka datang dengan cepat, terlihat sangat lezat untuk Christy. Makanan mereka sudah ditata rapi dimeja oleh pelayan.


Christy dan Richard menyantap makanan mereka, Richard sesekali tersenyum memperhatikan wajah Christy yang sangat lahap.


Richard yang tadinya memperhatikan Christy, justru menatap pria bertopi hitam disudut yang memperhatikan Christy sejak tadi.


Richard sudah memperhatikan orang itu sejak masuk kedalam mall, Richard tidak suka ada yang mengintai dirinya terlebih lagi Christy adiknya.


"udah gak usah di lihatin"kata Christy menegur Richard.


"kamu juga ngerasa diperhatiin dari tadi?"tanya Richard.


"iya aku ngerasa bang. Tapi yaudah lah, kita kesini kan mau senang-senang"kata Christy tersenyum.


"tapi kalau dia berbuat hal yang berbahaya pada kamu, abang akan bunuh dia sekarang"kata Richard serius.


"iya bang, udah lanjut makannya"kata Christy mengelus tangan Richard.


Richard berusaha untuk tetap tenang dan lanjut makan, sedangkan si pria bertopi hitam itu terus saja melihati Christy. Christy yang juga merasakannya berusaha tetap tenang.


Setelah makanan mereka habis, Richard membayar semuanya lalu menggandeng Christy pergi. Richard merangkul pundak Christy dan selalu memperhatikan sekitar.


"bang gak usah khawatir, anggota KC adakan disini?"tanya Christy, yang tahu jika Richard sangat was-was sejak tadi.


"abang tidak meminta mereka menjaga kita, karena abang kira kamu akan risih"kata Richard.


"benarkah? Berarti tidak ada yang menjaga kita sekarang?"tanya Christy sedikit terkejut.


"iya. Lagi pula ada abang yang jaga kamu"kata Richard tersenyum.


Richard dan Christy berjalan mengitari mall, sesekali mereka singgah untuk melihat-lihat barang. Christy terlihat bahagia hari ini membuat Richard ikut senang melihatnya.


Saat mereka berjalan berdampingan, tiba-tiba ada seorang pria yang menabrak Richard hingga rangkulan Richard terlepas dari bahu Christy. Orang itu hanya tetap berjalan dan tidak meminta maaf sama skali.


Richard menatap punggung orang itu,ingin rasanya Richard memukuli orang itu. Christy langsung berjalan mendekat kearah Richard.


"abang gak apa-apa?"tanya Christy.


"iya"jawab Richard.


DOR


DOR


DOR


Suara tembakan menggema didalam mall, para pengunjung histeris dan berlarian keluar mall. Richard dan Christypun sedikit terkejut dengan suara tembakan barusan.


Richard menggenggam tangan Christy cukup kuat, Richard berlari sambil menggandeng tangan Vhristy. Ada rasa khawatir di benak Richard saat ini.


Tiba-tiba ada suara seseorang yang berbicara menggunakan mic melalui announcer yang ada di mall, seketika Richard berhenti dan mendengarkan suata orang itu.


"mall ini sudah dikepung dan untuk lo, jendral KING COBRA gue bakal pastiin lo mati hari ini. Termaksud adek lo"kata pria itu membuat Richard sangat marah.


Richard mengenal suara itu, suara leader BD Alex kakak dari Zee. Richard sangat marah saat mendengar jika adiknya akan dibunuh.

__ADS_1


Richard berlari turun kelantai dasar menggunakan eskalator, Richard senantiasa menggenggam tangan Christy.


"bang Richard harus tenang, kita bisa melawan mereka bersama-sama"kata Christy mencoba membuat Richard tenang.


"sedikit saja mereka melukai kamu, akan abang bunuh mereka semua"kata Richard marah.


Para pengunjung mall sudah histeris ketakutan, mereka ingin keluar namun semua pintu sudah di jaga oleh anggota BD.


Richard dan Vhristy berdiri tepat di tengah tengah para pengunjung, Richard selalu memperhatikan sekitar dan tidak mau melepaskan tangan Christy.


"tetap disamping abang"kata Richard berbisik pada Christy.


"apa ada senjata di jaket kamu?"tanya Richard.


"always"jawab Christy tersenyum licik.


"kalau sudah saatnya, kita mulai"kata Richard.


Tiba-tiba ada seorang pria tampan yang berjalan mendekat ke kerumunan pengunjung, para pengunjung mundur karena melihat jaket yang di pakai orang itu. Ada lambang BLACK DIAMOND disana.


Tentu semua orang tahu siapa mereka, sedangkan Alex si leader tersenyum licik menatap Richard dan Christy.


"akhirnya hari ini gue bisa lihat kalian mati"kata Alex tersenyum sambil bangga.


"jangan harap"kata Christy dengan aura pembunuhnya.


"dari dulu hingga sekarang, kalian memang beraninya main kroyokan"kata Richard mengejek Alex


"serang mereka"kata Alex.


Para anggota BD maju bersamaan menyerang Christy dan Richard secara membabi buta. Richard dan Christy dengan lihai menagkis dan menyerang para anggota BD.


Satu persatu anggota BD ambruk, mereka sangat banyak namun Richard dan Christy terlihat sangat handal, membuat anggota BD terkapar lemas.


"princess, keluarkan senjatamu"kata Richard melirik Christy.


Christy dan Richard bersamaan mengeluarkan pintol dan belatih mereka, satu persatu anggota BD mereka tembak membabi buta. Dan sesekali menyayat leher para anggota BD.


"REZA MASUK"Teriak Richard.


Seketika para anggota KC yang sangat banyak masuk kedalam mall, Alex menjadi panik melihat anggota KC yang sangat banyak. Beberapa anggota KC ditugaskan untuk mengamankan para pengunjung.


"an**ng kalian"teriak Aron lalu menyerang anggota BD.


Mereka semua saling menyerang dan sesekali menembak, Alex mau tidak mau ikut berkelahi bersama yang lain.


Richard terlalu fokus pada semua lawannya begitu pula dengan Reza,aron dan Christy. Alex yang melihat peluang, langsung menyambar belatih yang ada di saku jaketnya lalu berlari kearah Christy.


"PRINCESS"Teriak Richard melihat Christy yang terjatuh cukup keras dengan darah yang keluar dari perutnya.


Sedangkan Alex dan beberapa anggota BD lainnya sudah kabur,Richard berlari kearah Vhristy dan mengangkat kepala Christy lalu menaruhnya di pahanya.


Reza dan Aron juga sangat terkejut melihat Christy yang tertusuk. Christy berusaha menahan sakit yang dirasakannya saat ini.


"aku tidak apa-apa"kata Christy dan sesekali meringis kesakitan.


"SIAPKAN MOBIL CEPAT"teriak Aron marah.


Ketiga laki-laki itu terlihat sangat khawatir, Richard mengangkat tubuh Christy dan keluar dari mall. Para pengunjung yang ada diluar sangat terkejut melihat Christy yang berlumuran darah.


Richard, Reza dan Aron langsung masuk kedalam mobil dan meninggalkan mall. Richard tidak mau melepaskan genggaman tangannya. Christy memaksakan dirinya untuk tetap tersadar.


"pak, lebih cepat"kata Reza yang sangat khawatir.


"siap tuan"kata supir itu lalu menancap gas membelah macetnya kota jakarta.


10 menit mereka sampai di RD hospital, sudah ada 2 dokter dan 4 suster yang menunggu didepan rumah sakit. Richard langsung membaringkan tubuh Christy dibrankar dan langsung dimasukan kedalam ruang UGD.


Richard, Reza dan Aron menunggu diluar dengan wajah cemas. Richard mengacak rambutnya frustasi melihat darah yang sangat banyak di baju dan tangannya.


"BRE**SEK"Teriak Richard menggema di sekitar lorong rumah sakit.


"sebenarnya apa yang terjadi sebelum kami tiba disana?"tanya Reza menatap Richard.


"bukannya lo bisa tahu sebelum ini terjadi? Lalu kenapa seperti ini? Lo gak biasanya kayak gini"kata Aron marah.


"saya juga bingung, semuanya tidak pernah muncul sama skali. Semuanya terjadi tanpa sepengetahuan saya"kata Richard marah.


"siang jendral"kata anggota KC yang baru saja datang.


"perintahkan semua anggota, cari para anggota BD yang tersisa terutama Alex. Mati atau hidup, bawa mereka kehadapan saya"kata Richard dengan tatapan elangnya. Sangat terlihat jika pria itu sangat marah.


"SEKARANG"teriak Reza marah lalu anggota KC itu langsung pergi.


"kenapa jadi gini sih"kata Aron mengacak rambutnya frustasi.


Berbeda dengan ketiga pria yang sedang sangat khawatir, sedangkan di IHS Raka dkk dan Fara dkk sedang bersantai menikmati waktu istirahat kedua.


Mereka duduk ditribun lapangan sambil memakan jajanan. Michel sedari tadi hanya diam dan sesekali menelfon seseorang.


"lo telfon siapa sih Cel? Dari tadi muka lo tegang banget"tanya Revano menepuk pundak Michel.


"gue nelfon Chris. Hmm Far, coba deh lo telfon mungkin diangkat"kata Michel menatap Fara.


"okey tunggu"kata Fara lalu menelfon Christy.


"gak diangkat Cel"kata Fara.


"Raka lo punya nomornya bang Richard? Minta dong"tanya Michel menatap Raka.


"lo kenapa sih Cel?"tanya Raka bingung.


"iya nih, dari tadi gue perhatiin muka lo tegang banget"kata Fikra.


"perasaan gue gak enak dari tadi sumpah"kata Michel dengan wajah tegangnya.

__ADS_1


"lo khawatir? Sama Chris?"tanya Dimas.


"iya Dim, gue khawatir sama dia. Gak tahu kenapa dari tadi perasaan gue gak enak"kata Michel yang terlihat sangat gelisah.


"perasaan lo ajah kali"kata Raja.


"coba telfon bang Richard deh"kata Tasya.


"lo lupa atau gimana Sya, bang Richard gak pernah ngasih kita nomor HPnya"kata Fara.


"iya juga yah"kata Tasya.


"siang tuan"kata seseorang yang baru saja datang berpakain serba hitam.


"iya siang, ada apa pak?"tanya Raka.


"nona Christy sekarang ada dirumah sakit, tuan Richard menyuruh saya memberitahu pada tuan Raka dan teman-teman"kata orang itu.


Michel seketika merasa lemas mendengar Christy ada dirumah sakit, Michel langsung berdiri dan mendekat kearah orang itu.


"Chris kenapa pak?"tanya Michel mulai khawatir.


"nona Christy tertusuk belatih tuan"jawab orang itu semakin membuat Michel lemas.


"dirumah sakit mana?"tanya Michel mencoba tenang


"RD hospital tuan"jawab orang itu.


Michel langsung berlari menuju parkiran diikuti yang lain. Mobil mereka melesat cepat keluar dari sekolah. Terlebih lagi mobil Michel seperti dibawa oleh orang kesurapan.


Tidak butuh waktu lama mereka semua sampai dirumah sakit, Michel berlari kearah resepsionis dan bertanya dimana Christy berada.


"ap...ap...apaa ada pasien yang baru saja masuk, dia gadis dengan luka tusukan?"tanya Michel gelagapan dan berusaha mengatur nafasnya.


"tenang tuan pelan-pelan"kata si respsionis.


"ADA DIMANA DIA JAWAB"teriak Michel marah.


"Cel lo harus tenang"kata Raka mencoba membuat sahabatnya itu tenang.


"maafkan teman saya. Saya mau tanya, apa ada pasien yang baru masuk dengan luka tusukan?"tanya Raka tetap tenang walau sebenarnya pria itu juga sangat takut sekarang.


"ada tuan, dia masih di ruang UGD sebelah kanan sebelum pintu lift"kata siresepsionis menunjuk ruang UGD.


Michel langsung berlari diikuti semuanya, Michel melihat ada Richard dan 2 orang pria lainnya, Michel mengatur nafasnya dan menatap Richard berharap richard bisa menjelaskan semuanya.


"bang ada apa ini? Bukannya kalian ke mall?"tanya Michel khawatir.


"kami diserang"jawab Richard menatap Michel.


"diserang? Diserang siapa bang?"tanya Raka terkejut.


"BLACK DIAMOND"kata Richard dingin menatap Zee yang berdiri dibelakang Dimas.


"setelah semua ini jangan harap mereka bisa hidup tenang"kata Aron marah.


"Reza, aron. Pimpin semua anggota LC, cari Alex dan sisa anggota BD yang masih hidup"kata Richard dengan nada dingin.


"kalau princess sudah sadar, beritahu kami"kata Reza menatap Richard.


"pasti"kata Richard menepuk pundak kedua sahabatnya itu.


"kalau begitu kami pergi dulu"kata Reza lalu pergi bersama Aron.


"alex? Apa dia yang menusuk Chris?"tanya Michel.


"ya"jawab Richard.


"gak mungkin, lo jangan bohong. Gak mungkin kakak gue nusuk Christy"kata Zee membelas kakaknya


"tidak ada yang suruh kamu berbicara. Diamlah"kata Richard marah mendorong tubuh Zee hingga terjatuh.


"lo apa-apaan sih, lo banci hah beraninya ngelawan perempuan"kata Zee marah.


"lalu apa bedanya sama kakak lo hah? Dia juga nusuk Chris, kakak lo jauh lebih banci"kata Michel yang sangat marah.


"Michel kamu kok gitu? Kamu harusnya belain aku"kata Zee.


"gue gak mungkin belain cewek kayak lo ngerti"kata Michel menunjuk Zee.


Saat mereka sedang bertengkar tiba-tiba dokter keluar. Richard menatap kedua dokter itu berharap adiknya tidak apa-apa.


"luka tusukannya cukup dalam, tapi kami sudah membersihkan lukanya dan menutupnya. Nona Vhristy masih belum sadar mungkin 1 jam lagi dia akan sadar"kata dokter itu.


"sekarang dia baik-baik saja kan?"tanya Michel


"ada kabar buruk"kata dokter itu membuat suasana semakin tegang.


"apa kabar buruknya?"tanya Richard.


"belatih yang digunakan untuk menusuk nona Christy, sepertinya belatih yang dibuat oleh seseorang. Karena belatih itu mampu memasukan racun kedalam tubuh nona Christy"kata dokter itu membuat Richard marah.


"racun? Lalu bagaimana keadaannya sekarang"kata Raka khawatir.


"racun yang ada didalam tubuh nona Christy cukul berbahaya, untung saja dia cepat dibawah kesini. Kami sudah mengeluarkan racunnya, tapi efek samping dari racun itu adalah nona Christy tidak bisa makan sesuatu untuk 3 hari kedepan"kata dokter itu


"lalu bagaimana kalau dia tidak makan?"tanya Richard.


"kami akan memasukan cairan vitam dan tambahan zat besi di cairan infusnya, agar tubuhnya tetap fit walau tidak makan"kata dokter itu.


"suster masukan nona Chisty keruang VVIP khusus keluarga Raymond, tuan kalau begitu kami undur diri"kata dokter itu lalu pergi.


"kalian kabari orang rumah"kata Richard menunjuk Raka dan Raja


"iya bang"kata Raka.

__ADS_1


__ADS_2