
-kumohon jangan lagi sebaiknya nyawaku saja yang engkau ambil jangan dia aku tidak sanggup lagi tuhan aku lelah-
-christy walton raymond-
Author pov
Sinar matahari pagi membuat seorang pria tampan terbangun, pria itu adalah Richard. Semalaman dia dan Christy tidur di rumah sakit, untuk menjaga Rasya. Richard melihat Christy yang masih tertidur pulas di kasur yang Richard sudah sediakan.
Richard menepuk pelan pipi Christy,Christy yang merasa terganggu perlahan membuka matanya. Orang yang pertamakali Christy lihat saat bangun adalah Richard.
"bangun princess, kamu gak sekolah hmm"kata Richard mengelus pipi Christy.
"aku mau jagain Aya bang. Bolos sekolah ajah deh"kata Christy dengan mata yang masih berusaha dibukanya.
"princess, kamu harus sekolah. Aku gak mau kamu bolos karna aku"kata Rasya yang juga terbangun.
"Aya aku mau jagain kamu ajah"kata Christy membuka matanya lalu merubah posisi tidurnya menjadi duduk.
"princess dengerin aku kali ini, jangan ngebantah. Aku gak suka kamu bolos hanya karna jagain aku"kata Rasya serius menatap lekat mata Christy.
"okey aku sekolah. Bang suruh maid bawaiin baju sekolah, aku mandi disini ajah"kata Christy dengan wajah kesalnya.
Christy langsung masuk kedalam kamar mandi untuk bersiap ke sekolah. Richard duduk dikursi yang ada di samping brankar Rasya, Richard menelfon maid untuk membawakan perlengkapan sekolah Christy.
Rasya menyandarkan punggungnya di brankar miliknya, Rasya sesekali melihat jam di dinding. Richard memperhatikan gerak-gerik Rasya yang sedikit terlihat cemas.
"gimana perasaan kamu sekarang? Jawab jujur"kata Richard menatap Rasya.
"gue juga gak tau bang, hati gue kayak gak tenang"kata Rasya dengan wajah yang terlihat aneh.
"berusaha untuk tetap bertahan, saya mohon Rasya"kata Richard dengan tatapan yang sulit diartikan.
"gue mau bertahan bang, tapi takdir yang melarangnya. Gue gak bisa apa-apa"kata Rasya pasrah.
"princess baru ajah bahagia"kata Richard yang akhirnya memperlihatkan tatapan sendunya.
"maafin gue bang. Seharusnya dari awal gue gak hadir dihidup princess, gue cuma buat dia sedih bukan bahagia"kata Rasya menatap lekat manik mata Richard.
"saya justru bersyukur kamu hadir di hidup princess. Sebelum ketemu kamu dulu, princess jarang senyum dan tertawa, tapi saat kamh hadir senyuman di wajah princess tidak pernah pudar"kata Richard
"mendingan kamu suruh princess menemani kamu hari ini lo. Perasaan saya tidak enak Rasya"kata Richard menatap Rasya.
"maksud lo apa bang?"tanya Rasya yang bingung dengan perkataan Richard.
"perasaan saya tidak enak. Sebaiknya hari ini princess tidak usah kesekolah. Dia disini sama nemenin kamu"kata Richard.
"gue gak mau princess gak sekolah hanya karna jagain gue bang. Lagian gue bisa sendiri kok, palingan orangtua gue juga bakal datang entar"kata Rasya.
"terserah kamu sajah"kata Richard.
//skip//
Jam sudah menunjukan pukul 9 pagi,semua murid IHS berhamburan menyerbu kantin. Raka dkk dan Christy dkk juga sudah berada di kantin, termaksud Michel yang kembali bersekolah di IHS.
Mereka semua memakan pesananan yang mereka pesan tadi, sedangkan Christy dia hanya duduk diam menatap makanannya. Michel yang melihat Christy terdiam langsung memegang tangan Christy, dia sedikit terkejut dan alumanannya buyar.
"kamu kenapa, kamu sakit?"tanya Michel menatap mata Christy.
"aku gak apa-apa Cel"jawab Christy dengan senyuman yang di paksakannya.
"jangan bohong Chris, aku tahu kamu lagi mikirin sesuatu"kata Michel.
"hmm perasaan aku gak enak Cel"kata Christy dengan tatapan yang berubah menjadi sendu.
__ADS_1
"Rasya?"tanya Michel yang tahu betul arti tatapan Christy.
"gak tau Cel, perasaan aku gak enak dari tadi. Aku ngerasa bakal terjadi sesuatu"kata Christy gelisah.
"itu mungkin cuma perasaan kamu ajah Chris"kata Raka.
"mungkin karna kamu terlalu mikirin Rasya, makanya perasaan kamu jadi gak karuan"kata Raja menatap adiknya itu.
"aku takut bang"kata Christy menatap Raka dan Raja bergantian.
"udah gak apa-apa, kamu harus yakin kalau Rasya baik-baik ajah"kata Raka tersenyum pada Christy.
Dret....dret....dret
HP Raka bergetar menampilkan nomor tidak dikenal, ada seseorang yang menelfon Raka. Raka langsung mengangkat telfonnya dan rawut wajahnya berubah drastis. Raka langsung memberikan hp nya kepada Christy. Christy awalnya bingung
"halo"kata Christy yang masih terlihat bingung
"waktu kamu cuma 30 menit princess"
"bang Richard? Maksud abang apa?"tanya Christy bingung.
"Rasya drop princess"
Seketika HP yang Christy pegang jatuh kelantai. Michel langsung memegang pundak Christy, Christy menatap mata Michel dengan tatapan sendunya.
"antar aku kerumah sakit sekarang Cel"kata Christy dengan suara yang kecil.
"apa terjadi sesuatu?"tanya Michel.
"aku mohon cepat Cel"kata Christy.
"okey kita ke sana"kata Michel.
5 menit perjalanan mereka semua sampai di S'D hospital milik keluarga stamford. Mereka semua turun dari mobil dan masuk kedalam rumah sakit bersamaan.
Christy berlari sekuat tenaganya berharap masih ada waktu. Saat sampai di lantai 3, Christy melihat ada orangtua Rasya, orangtuanya(Raymon dan Megan,Wijaya dan Megan) dan Richard.
Christy bisa melihat kedua orangtua Rasya yang menangis, fikiran Christy semakin tidak karuan. Christy langsung berlari kearah Richard.
"bang ada apa sebenarnya?"tanya Christy.
"waktu kamu cuma 10 menit princess, masuklah dan bicara dengan Rasya"kata Richard dengan tatapan sendunya.
Christy langsung masuk kedalam ruangan yang ditempati Rasya. Christy bisa melihat tubuh Rasya yang dipenuhi alat-alat medis,dan alat EKG(pendeteksi detak jantung) Christy langsung duduk dikursi yang ada disamping brankar Rasya.
Rasya membuka matanya seyup,Christy benar-benar tidak kuat melihat Rasya yang sangat lemah. Christy mengganggam kuat tangan Rasya yang mulai dingin dan pucat pasih.
"Aya kamu kenapa"kata Christy dengan suara yang bergetar, dia menggenggan erat tangan Rasya.
"kamu datang princess"kata Tasya dengan suara yang parau dan sangat lemah.
"aku udah capek princess, aku mau istirahat"kata Rasya tersenyum tipis.
"aku disini Aya, aku temenin kamu istirahat yah"kata Christy.
"bukan itu maksud aku princess, kamu tau itu"kata Rasya
"Aya please jangan tinggalin aku lagi. Aku mohon sama kamu"kata Christy memegang erat tangan Rasya.
Semua yang menunggu diluar masuk bersamaan termaksud dokter dan satu suster. Kedua orangtua Rasya saling berpegangan dan saling menguatkan.
Rasya tersenyum menatap satu persatu orang terdekatnya, mereka semua membalas senyuman Rasya walau hati mereka sakit. Raka dan Raja mendekat kearah brankar Rasya dan memegang tangan kanan Rasya, sedangkan Christy memegang tangan kiri Rasya.
__ADS_1
"lo kuat Ras, lo kuat"kata Raka berusaha menahan air matanya.
"lo pasti bisa, demi Chris"kata Raja menatap sendu wajah Rasya.
"kalian harus berhenti jailin princess, janji yah"kata Rasya tersenyum pada kedua kembaran itu.
"ada lo yang selalu bantuin Chris kalau kita jailin kan Ras"kata Raka mengingat semua kenangan mereka.
"mulai sekarang udah gak bisa Rak, gue udah gak kuat"kata Rasya.
"Aya aku mohon, jangan ngomong gitu"kata Christy yang sudah mengeluarkan air matanya.
"makasih princess karna sudah hadir dihidup aku. Karna kamu aku bisa bertahan sampai detik ini, tapi sekarang aku udah gak kuat"kata Rasya mengelus pipi Christy.
"Aya kamu harus kuat demi aku, kamu udah janji gak bakal ninggalin aku lagi. Kamu harus nepatin janji kamu itu"kata Christy terisak.
"maaf karna tidak bisa menepati janji,tapi aku mau kamu nepatin janji kamu ke aku. Mamu harus tetap bahagia walau aku gak ada di samping kamu"kata Rasya berusaha menggenggam tangan Christy.
"dan buat lo Michel, swkarang gue mau lo jagain princess. Tetap di sampingnya, buat princess bahagia,jaga hubungan kalian, tetap percaya pada princess walau ada masalah yang sangat besar"kata Rasya menatap lekat manik mata Michel.
"lo pasti kuat Ras, lo sendiri yang bilang gak mau lihat Chris sedih. Lo harus tetap disamping Chris"kata Michel.
"princess akan tetap bahagia sekalipun gue gak ada. Karna lo ada untuk princess selamanya"kata Rasya.
"Aya udah berhenti ngomong gitu, aku mau kamu tetap disamping aku"kata Christy.
"tidak bisa princess waktuku sudah habis, maaf"kata Rasya.
"gak, kamu harus tetap sama aku Aya. Kamu harus kuat demi aku, please"kata Christy yang mulai putus asa berharap Rasya berhenti berbicara tidak masuk akal.
"kamu tahu aku udah berobat hampir keseluruh dunia, dan tujuan aku cuma satu yaitu sembuh. Aku berharap bisa bahagia sama kamu, tapi takdir berkata lain"kata Rasya.
"kenapa takdir selalu nempatin posisi aku di bagian paling dasar, bagian dimana aku selalu kehilangan. ku juga mau bahagia Aya, aku juga mau selalu terseyum. Kenapa tidak bisa, apa tuhan membenciku"kata Christy yang sangat putus asa.
"jangan berbicara seperti itu. Tuhan tidak membencimu, kamu tahu kan tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan umatnya"kata Rasya menggenggam tangan Christy.
"tapi ini sudah di luar batas kemampuan aku Aya. Aku udah capek, aku lelah. Aku juga mau bahagia seperti orang lain, aku ingin hidup disekitar orang-orang yang aku sayang dan cinta"kata Christy.
"percayalah, semua sudah diatur. Kkamu pasti akan bahagia princes, tapi bukan sekarang dan bukan aku kebahagiaan kamu dimasa depan. Tapi Michel, dia yang akan menjagamu setelah aku"kata Rasya berusaha tersenyum.
"aku ingin mendengar kata aku cinta kamu dari mulut kamu princess, kamu tidak pernah mengatakannya"kata Rasya tersenyum manis.
"kata itu sangat berharga dihidupku, aku pasti akan mengatakannya. Jadi aku mohon bertahan lah"kata Christy.
"waktuku tidak banyak maaf"kata Rasya
"aku mencintaimu princess"kata Rasya lalu sedetik kemudian matanya tertutup rapat.
EKG disamping brankar Rasya berbunyi cukup keras, detak jantung Rasya mulai menurun. Dokter dan suster menyiapkan defibrillator(alat setrum jantung) dokter dan suster berusaha keras untuk menstabilkan detak jantung Rasya.
"suster 200 joule"kata dokter itu dan menyetrum dada Rasya membuat tubuh Rasya sedikit terangkat.
"dokter detak jantung pasien semakin menurun"kata suster itu panik
"Aya aku mohon bertahan"kata Christy panik.
"suster 360 joule"kata dokter itu
Dokter itu kembali menempelkan alat yang mirip seperti setrika itu di dada Rasya. Tubuh Rasya sesekali terangkat, detak jantung Rasya semakin menurun. Semua orang semakin panik terlebih lagi Christy.
TIIIIIIIIIIIT....
"kumohon jangan lagi"
__ADS_1