Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 72


__ADS_3

"princess"panggil Richard dari depan pintu kamarnya, yang melihat Christy berdiri didepan pintu kamar Raka.


Christy yang tadinya terdiam cukup lama, tiba-tiba tersenyum pada Richard yang memanggilnya. Christy berjalan mendekat kearah Richard yang berdiri regak didepan kamarnya.


"maaf buat abang nunggu"kata Christy


"tidak usah bicara dengan Raka lagi,kamu selalu sedih kalau berbicara dengan anak itu"kata Richard.


"wajar aku sedih, dia abang aku sama kayak bang Richard. Harusnya abang minta maaf karena udah matahin kaki sama tangannya bang Raka"kata Christy.


"minta maaf ke dia? Mendingan abang tidur"kata Richard meledek Christy lalu masuk kekamar.


"bang aku serius"kata Christy ikut masuk kekamar Richard.


"abang juga serius, mendingan tidur dari pada minta maaf ke bocah bodoh itu"kata Richard membanting tubuhnya di king size miliknya.


"terserah deh"kata Christy kesal


"princess"panggil Richard.


"apa"jawab Christy judes.


"sini"kata Richard menarik Christy dan memeluknya erat.


"astaga bang, sesak nafas aku kalau gini"kata Christy kesal.


"abang gak mungkin buat kamu berhenti nafas princess"kata Richard terkekeh.


"hmm princess, besok mau gak ke mall bareng abang?"tanya Richard lalu duduk dan bersandar di ranjangnya.


"ke mall? Ngapain?"tanya Christy


"jalan-jalan dong princess, gak mungkin ke mall mau bunuh orang kan gak lucu"kata Richard.


"yaelah bang, mau di mall di manapun juga abang selalu ngebunuh orang"kata Christy terkekeh.


"jangan meledek, kamu juga sama dengan abang"kata Richard mencubit pipi Christy gemas.


"hehehe iya juga sih"kata Christy terkekeh.


"gimana mau gak ke mall?"tanya Richard.


"emang jam berapa?"tanya Christy


"setelah makan siang, abang jemput disekolah"kata Richard.


"lalu pelajaran aku gimana?"tanya Christy.


"mau belajar atau gak kamu juga udah pinter, kamunya ajah kurang kerjaan mau sekolah lagi"kata Richard tersenyum.


"dari pada cuma ngurusin perusahaan, kan gak ada manis-manisnya gitu"kata Christy membuat Richard tertawa.


"bang Richard tuh sebenernya ganteng malahan tampan. Tapi gak pernah ketawa, kalau ketawa ginikan gantengnya kelihatan"kata Christy mengelus pipi Richard yang sangat mulus.


"makanya abang bersyukur ada kamu dihidup abang, kalau gak ada kamu abang gak mungkin bisa ketawa gini"kata Richard tersenyum dan mengecup kening Christy.


"cuma aku doang yang bisa buat abang ketawa?"tanya Christy.


"memangnya menurut kamu ada lagi selain kamu?"tanya Richard balik.


"entah"jawab Christy bingung.


"berbicara soal perusahaan, apa mereka sudah tahu kalau JP Morgan Chase itu punya kamu?"tanya Richard.


"aku belum mau mereka tahu bang,apa lagi perusaha ayah dan perusahan daddy sedang bekerja sama dengan perusahaan aku"kata Christy.


"perusahaan kamu masih ada di peringkat pertama diseluruh dunia,ternyata kamu sangat pandai mengelola semuanya"kata Richard bangga.


"semua itu juga karena abang"kata Christy.


"sebaiknya kamu kekamar istirahat. Besok kita ke mall"kata Richard lalu membaringkan tubuhnya dan menutup kedua matanya.


"tidur disini ajah deh"kata Vhristy terkekeh lalu memeluk tubuh Richard, membuat Richard tersenyum dengan mata yang masih tertutup.


"good night bang"kata Christy mengecup singkat pipi Richard.


"good night princess"jawab Richard lalu memeluk tubuh Christy.


//skip//


Mansion Raymond seperti biasa cukup ramai dengan Raka dkk dan Christy dkk, mereka semua sedang sarapan bersama. Tidak ada canda taqa seperti biasa, hanya ada suara dentingan sendok dan garpu.


Suasan yang sangat canggung membuat mansion seperti rumah hantu, para maid yang biasanya tertawa hanya bisa memandang wajah datar para majikannya itu.

__ADS_1


"kamu"tunjuk Richard pada salah satu maid, membuat maid itu menunduk hormat dan mendekat kearah Richard.


"siap, ada yang bisa saya bantu tuan muda?"tanya maid itu sambil menunduk.


"sebelum makan siang jemput saya di kantor"kata Richard.


"siapa tuan, tapi maaf sebelumnya kalau boleh tahu kantor yang mana tuan?"tanya maid itu lagi.


"JP morgan Chase"jawab Richard.


"baik tuan, kalau begitu saya undur diri"kata maid itu menunduk hormat lalu pergi.


"apa saya boleh tahu, ada urusan apa kamu ke kantor itu?"tanya Wijaya penasaran.


"Richard kamu kenal dengan pemilik perusahaan itu?"tanya Raymond.


"bukannya kalian bekerja sama dengan perusahaan itu"kata Richard menatap Wijaya dan Raymond.


"itu memang benar. Tapi tidak ada yang tahu siapa pemiliknya, rapat para CEO saja dia selalu memakai topeng dan tidak pernah bicara malah menyuruh sekretarisnya"kata Wijaya.


"kalau kalian sedikit lebih teliti, kalian pasti mengenal dia"kata Richard membuat Raymond dan Wijaya bingung.


"princess, abang pergi duluan. Jangan lupa sebelum makan siang"kata Richard mencium pucuk kepala Christy lalu berdiri hendak pergi.


"dan untuk kalian, berhenti mengganggu adik saya"kata Richard menunjuk Zee dan Putri lalu pergi begitu saja.


"hmk Cel, kamu sarapannya udah?"tanya Christy.


"udah kok. Mau berangkat sekarang?"tanya Michel lembut.


"iya"jawab Christy.


Christy berdiri dari duduknya di ikuti yang lain, Christy memeluk Raymond,wijaya dan juga Megan. Sedangkan Siska? Bahkan dia tidak mau melihat Christy. Christy hanya tersenyum kecut dan merasa sedih.


Raka yang melihat kelakuan Siska menjadi marah, untung saja Fara menahan Raka agar kekasihnya itu tidak mengeluarkan amarahnya. Christy berjalan keluar digandeng oleh Michel dan masuk kedalm mobil.


Zee baru saja ingin menahan pintu mobil Michel, namun tangan Fara lebih cepat menahan tangan gadis licik itu. Fara menatap Zee tajam, Zee pun tidak mau kalah dan menatap Fara balik.


"lepasin"kata Zee kesal.


"gue udah ingetin ke lo, jangan pernah rusak hubungan mereka"kata Fara marah


"kalau gue gak mau? Masalah hah?"tanya Zee nyolot.


"maksud lo apaan? Kalau punya mulut di jaga"kata Zee marah.


"seharusnya gue yang ngomong gitu, kalau punya mulut di jaga dan kalau punya otak di pake cih dasar lo**e"kata Fara tersenyum sinis lalu berlalu pergi masuk kedalam mobil Raka.


"sekarang lo bisa ngehina gue, tapi nanti gue pastiin lo bakal berlutut dan mohon-mohon ke gue"kaya Zee marah.


//skip//


Christy dkk dan Raka dkk sudah sampai disekolah, mobil mewah milik mereka berjejer rapi di parkiran khusus petinggi. Para most wanted itu menjadi sorotan setiap pagi, mereka seperti selebriti yang selalu ditunggu kedatangannya.


Mereka berjalan berjejer sangat rapi,Christy dan Michel yang berjalan paling depan. Mereka menjadi pasangan paling populer di IHS. Banyak orang yang iri dengan hubungan keduanya.


"Cel udah dikelas, kamu balik kekelas sana"kata Christy berhenti tepat didepan kelasnya.


"padahal masih pengen dekat kamu"kata Michel membuat Christy terkekeh.


"udah yah Cel, jangan sok imut gitu ih"kata Christy.


"aku emang udah imut, muka aku ajah baby face iya kan"kata Michel menoel-noel pipi Christy.


"udah sana kekelas"kata Christy.


"yaudah, istirahat tunggu disini yah"kata Michel mengecak gemas rambut Christy.


"iya iya"jawab Christy tersenyum.


Michel mencium singkat pipi Christy lalu berjalan menuju kelasnya bersama dengan Raka dkk. Christy tersenyum melihat punggung Michel yang perlahan menghilang.


"cih alay"kata Zee sinis menatap Christy.


"duh, susah yah hidup dilingkungan yang orangnya pada sirik"kata Christy sinis membuat Zee kesal.


"maksud lo apaan hah"kata Zee hendak mendorong Christy namun ditahan oleh Christy.


"baju gue baru dicuci kemarin. Kalau disentuh sama lo nanti kotor, secara lo itu..."kata Christy terhenti.


"SAMPAH"kata Christy dengan tegas lalu menghempaskan tangan Zee.


"Chris lo apa-apaan sih"kata Putri membela Zee.

__ADS_1


"lo siapa? Gue kenal lo?"tanya Christy sinis membuat Putri terdiam.


Christy berbalik dan masuk kedalam kelas, ada rasa sakit saat berkata seperti itu pada Putri. Christy bingung harus berkata apa lagi.


"Chris are you okey?"tanya Tasya lembut.


"yes. I'm ok"kata Christy tersenyum paksa .


"gak usah lo fikirin, mereka gak guna"kata Fara kesal.


"pagi anak-anak"teriak guru yang baru saja masuk kedalam kelas.


//skip//


Kring... Kring... Kring


Bel istirahat sudah berbunyi, semua murid IHS berhamburan menuju kantin. Michel yang baru sampai didepan kelas Christy, langusng menggandeng Christy menuju kantin.


Mereka duduk dimeja pojok kantin, meja yang cukup besar untuk mereka. Fikra dan Dimas sudah pergi memesan makanan, sedangkan yang lain sibuk pada masalah masing-masing.


Christy sesekali memainkan HPnya dan Michel yang selalu mengganggu Christy, gadis itu hanya bisa mengoceh dengan kelakuan kekasinya itu. Sedangkan Michel, dia justru terkekeh puas karena berhasil membuat Christy kesal.


"oh iya. Cel, bang Raka bang Raja. Sebelum makan siang aku mau keluar sama bang Richard"kata Christy.


"kemana?"tanya Raka


"ke mall bang"jawab Christy sambil tersenyum.


"kalau mau ke mall kan bisa sore,ngapain harus izin dari sekolah duh **** banget sih"kata Zee yang mendapatakan tatapan tajam dari Raja, Raka dan Michel.


"kalian denger gak, ada orang yang bicara barusan? Kok ada suara gak ada orangnya yah"kata Raja menyinggung Zee.


"iya nih, duh makin horor ajah nih sekolah"kata Tasya yang ikut-ikutan.


"cih"desis Zee kesal.


"kalau perginya sama bang Richard sih gak apa-apa"kata Raka.


"pulangnya jam berapa?"tanya Michel


"belum juga pergi Cel, masa ditanya pulangnya jam berapa"kata Christy.


"kan nanya doang"kata Michel.


"makanan datang"kata Fikra dan Dimas yang membawa nampan berisi makanan yang mereka pesan.


"makasih"kata mereka bersamaan.


"Cel ambilin sambel itu dong"kata Fara meminta dolong pada Michel.


"nih"kata Michel.


Sambel yang cukup banyak itu baru saja ingin diraih oleh Fara, namun tangan Zee yang entah kenapa menyenggol sambel itu hingga berjatuhan dan terciprat ke arah Christy.


Seragam Christy terkena sambel, membuat Michel menatap Zee tajam. Zee tersenyum sinis membuat Fara naik pitam.


Baru saja Fara ingin mengeluarkan emosinya, meja yang penuh dengan makanan itu seketika berhamburan. Christy menghamburkan semuanya membuat kantin terdiam seketika.


Wajah Christy terlihat sangat marah bola matanya berubah menjadi merah. Angel sudah keluar menguasai tubuh Christy. Zee masih tetap menatap Christy remeh.


"kamu berulah lagi rupanya"kata Angel menatap Zee horor.


"saya tidak suka, jika ada orang yang mengganggu kenangan adik saya"kata Angel mendekat kearah Zee dan menarik kera baju Zee.


"lepasin, sakit be**. Cel tolongin aku"kata Zee manatap Michel sedangkan Michel hanya acuh.


"jika bukan karena Chris, sudah lama saya membunuh kamu"kata Angel berbisik ditelinga Zee membuat Zee merinding.


BRUK


Tubuh Zee terlempar cukup jauh dan menghantam meja kantin, Angel sangat kuat membuat para murid merinding. Hampir setiap hari mereka melihat Christy yang berkelakuan sangat kasar.


"Angel udah"kata Raka menahan tangan Christy.


"hmm"jawab Angel lalu menutup matanya sekejap.


Mata christy sudah seperti semula,Christy sudah kembali. Christy menatap Zee remeh dan mendekat kearah Zee.


"lo bukan tandingan gue"kata Christy berjongkok dan berbisik ditelinga Zee.


"dan satu lagi, jangan pernah berharap untuk bisa dapetin Michel. Karena sampai kapanpun, Michel tetap milik gue"kata Christy membuat seisi kantin berbisik tentang Zee yang menyukai Michel.


"GUE BAKAL NGELAKUIN APAPUN,SUPAYA MICHEL JADI MILIK GUE"teriak Zee membuat Christy tersenyum sinis.

__ADS_1


"jangan bermimpi disiang bolong"kata Christy mengejek Zee.


__ADS_2