Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 39


__ADS_3

Author pov


Pagi yang cerah membuat Christy lumayan bersemangat untuk kesekolah pagi ini. Kata Rasya, dia yang akan mengantar Christy. Gadis itu sudah menunggu Rasya di ruang makan sambil sarapan.


"Chris, kamu bareng abang ajah yah"kata Raja, membuat Christy menatapnya.


"aku sama Aya bang. Matanya dia mau jemput"kata Vhristy


Raka dan Raja saling pandang, seakan bingung harus mengatakan apa. Bagaimana bisa Rasya menjemputnya, sedangkan Rasya masih dirumah sakit.


"ini udah mau jam 7 Chris. Sama abang ajah, mungkin Rasya lupa"kata Raja mengacak Christy sekali lagi.


"gue gak pernah lupa sama janji gue. Apa lagi sama princess"kata Rasya yang baru masuk, lalu mendekat pada Christy dan mengacak rambut gadis itu.


"ih Aya kan berantakan"kata Christy kesal, lalu merapikan rambutnya yang acak-acakan.


"tetap cantik kok princess. Yuk berangkat, nanti telat"kata Rasya, dan mendapatkan anggukan dari Christy.


"duluan ke mobil ajah. Aku mau ngambil hp, ketinggalan di kamar"kata Christy, lalu berlari kekamarnya.


"siapa yang ijinin lo keluar dari rumah sakit?"tanya Raka, menatap pria dihadapannya itu.


"gue udah mendingan kok. Gak usah khawatir"kata Rasya, berharap kedua kembaran itu tidak khawati lagi padanya.


"lo udah minum obat pagi ini?"tanya Raja menatap Rasya.


"udah ja, hmm makasih udah nolongin gue semalan"kata Rasya, menepuk pundak Raka dan Raja.


"lo sahabat kita. Jadi kita bakal selalu ada buat lo"kata Raja, menepuk balik pundak Rasya.


"jaga kesehatan lo"kata Raka, membuat Rasya tersenyum sambil mengangguk.


"lah, kok masih disini? Kiraiin udah pada di mobil"kata Christy yang baru datang sambil memegang hpnya.


"nungguin kamu princess"kata Rasya lalu memeluk pinggang Christy possesive.


//skip//


Sekarang, Christy dan Rasya sudah sampai di sekolah. Mereka berdua menjadi pusat perhatian, terlebih lagi Rasya yang terlihat tampan dengn topi yang sengaja di pakai terbalik.


Dan kacamata yang bertengker dimata indahnya itu, dan kaos yang tipis membentuk tubuh atletis miliknya. Rasya memeluk pinggang Christy posesive, lalu berjalan masuk kedalam sekolah.


"tuu cowok ganteng banget"


"pacar barunya Christy""


"dia udah putus sama Michel yah?"


"enak yah jadi Christy. Baru putus, eh dapat yang baru. Ganteng banget lagi"


"ganteng banget, gak ada cela sedikitpun"


Setidaknya, perkataan semua murid murid itu tidak di ambil hati oleh Christy. Saat sampai didepan kelas, Rasya langsung mencium pucuk kepala Christy dan mengacak gemas rambut gadis cantik itu.


"belajar yang baik princess. Jangan buat ulah"kata Rasya, tersenyum begitu manis. Membuat jantung semya siswi semakin lemah. Kadar ketampanan Rasya semakin tinggi, saat pria itu tersenyum.


"iya Aya"kata Christy yang juga tersenyum manis.


"kalau udah pulang, langsung telfon aku. Nanti aku yang jemput okey"kata Rasya, mencubit gemas pipi Christy.


"siap bos"kata Christy, membuat Rasya semakin gemas.


Rasya mencium pipi Christy, lalu pergi meninggalkan Christy yang sudah masuk kedalam kelas.


Rasya berjalan menuju parkiran, saat melewati koridor Rasya merasa dadanya sangat sakit. Untung saja koridor sekarang sepi, karena semua murid sudah masuk.


Rasya terduduk di lantai, dia meraba saku jaketnya dan mengambil beberapa butir obat, laku memasukannya kedalam mulut. Rasa sakit tidak kunjung merada, malah bertambah sakit.


Keringat Rasya bercucuran, karena menahan rasa sakit yang sangat menusuk dadanya itu.


"lo kenapa?"tanya seorang pria, yang langsung berlari dari ujung koridor. Mengahampiri Rasya yang terduduk.


"Revano, gue gak apa apa"kata Rasya berusaha terlihat kuat dihadapn Revano.


Pria yang berlari itu adalah Revano. Tadinya Revano mau bolos, dan duduk di rooftoop sekolah. Tapi Revano melihat seorang pria yang dikenalinya, terduduk lemas di koridor sekolah.


"lo udah minum obat?"tanya Revano, menatap Rasya yang menahan sakit.


"udah Van"kata Rasya, meremas kuat dadanya.


"gue antar lo pulang"kata Revano membantu Rasya berdiri.


"gak usah, lo kan lagi sekolah Van. Gue bisa pulang sendiri kok"kata Rasya.


"gue lagi gak mood di sekolah. Gak usah ngebantah, emang lo mau kalau Chris lihat lo disini"kata Revano, membuat Rasya sedikit merasa takut. Takut jika Christy melihatnya seperti ini.


"terserah lo deh Van"kata Rasya, lalu membiarkan Revano membantunya.


Revano langsung memapah tubuh Rasya sampai keparkiran. Revano terlihat kasihan melihat kondisi Rasya yang sangat lemah.

__ADS_1


Revano juga takjub, melihat tubuh Rasya yang sangat proposional. Walau dia sedang sakit parah, tubuhnya terlihat bugar, seperti orang yang sangat sehat.


Revano langsung menancap gas, keluar dari sekolah untuk mengantar Rasya pulang.


"udah mendingan lo?"tanya Revano sambil menyetir, dan sesekali melirik kearah Rasya.


"lumayan"jawab Rasya mengelus dadanya yang masih terasa sakit, walau tidak sesakit tadi.


"apa lo gak ada niatan buat ngasih tau Chris kalau lu sakit?"tanya Revano, yang penasaran dengan rencana Rasya selanjutnya.


"gak Van. Gue gak mau princess ngelihat sisi lemah gue"kata Rasya, menghembuskan nafasnya gusar.


"apa lo yakin, Chris cinta sama lo?"tanya Revano.


"gue yakin, princess sangat cinta sama gue"kata Rasya sangat yakin.


"cinta, gak mandang lo sehat atau sakit Rasya. Yang terpenting, lo harus terbuka sama pasangan lo. Apa lagi masalah serius kayak gini"kata Revano membuat Rasya mengerti.


"gue belum siap jujur ke dia Van"kata Rasya, masih bingung dengan dirinya sendiri.


"cepat atau lambat, pasti Chris akan tau tentang penyakit lo. Walau lo nyuruh abangya Chris bantu lo nutup batin Chris"kata Revano membuat Rasya terkejut.


"dari mana lo tau, kalau bang Tichard juga bantuin gue?"tanya Rasya terkejut.


"Raja yang ngasih tau gue"jawab Revano.


"apa lo gak mikir, gimana kedepannya? Mungkin ajah Chris bakal benci sama bang Richard, karna ulah lo ini. Lo udah buat bang Richard masuk dalam kisah lo"kata Revano, membuat Rasya menghembuskan nafasnya gusar.


"tapi, cuma dia yang bisa bantu gue buat nutupin penyakit sialan ini Ban. Bang richard yang bisa nutup batin Chris"kata Rasya menatap sendu wajah Revano.


"gue serahin semuanya ke lo. Gue cuma mohon, jaga adik gue"kata Revano


"itu udah pasti Van"kata Rasya


Revano kembali fokus menyetir, sekitar 15 menit akhirnya Revano sampai di mansion Rasya. Di depan mansion, terlihat sepasang suami istri yang terlihat khawatir.


Saat Rasya turun dari mobilĀ  wanita paruh baya itu langsung memeluk Rasya. Seakan takut terjadi sesuatu pada Rasya.


"mama"kata Rasya, yang juga membalas pelukan wanita paruh baya yang dipanggilnya mama itu.


"kenapa gak bilang, kalau semalam kamu di rawat dirumah sakit?"tanya mama Rasya.


"papa gak suka, kalau kamu nyembunyiin sesuatu Rasya"kata papa Rasya terlihat serius.


"maaf, mah pah. Rasya cuma gak mau, buat kalian cape bolak-balik mansion rumah sakit. Itu doang kok"kata Rasya merasa bersalah


"kamu anak papa dan mama. Jadi wajar jika kami khawatir, papa gak akan cape walaupun harus bolak-balik rumah sakit"kata papa Rasya, menggenggam tangan putranya itu.


"makasih, mah pah. Maaf udah buat kalian khawatir"kata Rasya, tersenyum pada kedua orangtuanya itu.


"maaf menganggu, om tante. Saya mau pamit pulang dulu. Gue balik Rasya"kata Revano.


"biar di anterin supir Van. Lo kan gak bawa mobil"kata Rasya


"gue udah pesen taxi, tuh udah nunggu didepan"kata Revano.


"oh gity, yaudah. Makasih yah Van"kata Rasya pada Revano.


Revano menampilkan senyumnya pada ketiga orang itu, dan berbalik. Lalu senyumannya itu hilang, seketika ada rasa sedih saat melihat Rasya yang bahagia dengan keluarganya.


Sejak kajadian itu, Revano sangat jarang mendapat perhatian dari mommy dan daddy nya. Karna mereka berdua sibuk dengan kerjaan dan mencari Christy


Revano masih bisa memakluminya, toh ini juga salahya. Andai kejadian itu tidak terjadi, mungkin keluarga stamford akan menjadi keluarga yang sangat harmonis.


"gue rindu moment kayak gitu, disaat keluarga gue kumpul bareng. Ada bang Faris dan princess. Andai waktu bisa di ulang, gue cuma mau kejadian itu gak terjadi. Karna kejadian itu keluarga gue hancur, princess gue pergi dan berubah. Maafin abang princess, abang memang gak berguna. Abang juga salah satu alasan kamu pergi, maaf karna pernah mengeluarkan kata-kata yang sangat menyakitkan. Tuhanku mohon kembalikan semuanya seperti semula, jangan buat ada satu orangpun terluka atau bersedih. Sudah cukup semua cobaan yang engkau berikan, hamba mu ini benar-benar tidak kuat lagi"batin Revano sendu


//skip//


Di IHS semua murid sedang menikmati jam istirahat. Raka dkk dan Christy dkk sedang menikmati makanan yang mereka pesan itu. Hanya Revano dan Michel yang tidak ada di situ bersama yang lain.


Christy melihat semua wajah yang ada di hadapannya, tidak ada tanda- tanda keberadaan Revano. Bahkan disemua penjuru kantin


Ada perasaann tidak enak di hati christy, dia merasa jika abangnya itu sedang sedih sekarang. Christy bisa merasakannya.


"bang Revano kemana?"tanya Christy menggunakan kata bang.


"katanya dia bosen. Makanya bolos"jawab Fikra


"oh"kata Christy, lalu kembali fokus pada makanannya. Tetapi fikirannya masih ke Revano.


//skip//


Sekarang christy dkk dan Raka dkk sudah pulang sekolah. Christy sudah menelfon Rasya untuk menjemputnya, sekarang Christy sedang menunggu di depan gerbang IHS.


"Rasya jadi jemput kamu kan chris?"tanya Raka, yang menemani Christy menunggu Rasya.


"iya bang. tadi kata Aya dia udah di jalan kok"kata Christy


"kalian pulang ajah, gue disini temenun Chria nunggu Rasya"kata Raka, pada para sahabatnya yang juga ikut menunggu

__ADS_1


"gak usah bang. Abang ikut pulang juga sana, kan sore ini abang mau latihan basket"kata Christy


"latihannya bisa di tunda Chris"kata Raka, menatap Christy.


"tuh Rasya udah ada. Abang pulang yah jangan nunda latihan cuma karna aku"kata Christy menunjuk mobil Rasya yang baru sampai di depan gerbang IHS.


"yaudah, kalau gitu abang pulang yah. Jangan lama sampai dimansion Chris"kata Raka lalu berjalan memasuki mobilnya diikuti yang lain.


"maaf yah. Kamu udah lama nunggu disini?"tanya Rasya mengelus pucuk kepala Christy yang panas akibat menunggu dibawah sinar matahari


"lama banget Aya. Aku udah jadi ikan asin disini tau"kata Christy cemberut, membuat Rasya gemas melihatnya.


"kamu ada-ada ajah. Nasa princessnya aku jadi ikan asin, terus pangerannya apa dong?"tanya Rasya menarik hidung Christy.


"ikan manisnya princess"kata Christy membuat Rasya terkekeh.


"mana ada ikan manis. Aku baru denger"kata Rasya tidak habis fikir dengan apa yang Christy katakan.


"emang gak ada. Selain pangerannya princess Christy"kata Vhristy membuat Rasya terkekeh melihat tingkah lucu kekasihnya itu.


"yaudah yuk masuk mobil"kata Rasya, membuka pintu mobil untuk Christy.


Diperjalanan, Christy dan Rasya berbincang-bincang, dan kembali mengenang masa kecil mereka yang cukup singkat. Tapi memiliki banyak arti.


Christy yang memperhatikan jalan, merasa bingung. Ini bukan jalan menuju mansion Raymond, seharusnya Rasya belok kanan tetapi Rasya malah lurus kedepan.


"Aya, kita mau kemana? Kan mansion kekanan"kata Christy menatap Rasya.


"ketempat yang indah"jawab Rasya tersenyum tipis.


Christy hanya diam dan memperhatikan jalan. Sekitar 15 menit mobil Rasya berhenti di jalanan yang cukup luas, tetapi sepi pengendara.


Rasya turun dan membukakan pintu mobil untuk Christy, lalu menggandeng tangan Christy berjalan seiringan denganya.


Christy terlihat tidak menolak dengan ajakan Rasya,nmenurutnya Rasya tidak akan berbuat jahat kepadanya. Jadi dia mengikutinya saja.


Rasya berjalan ke dalam hutan yang cukup lebat, saat sampai di bagian ujung hutan. Ada rumah pohon besar di atas pohon yang cukup besar dan lebat.


Rasya menuntun Christy untuk naik keatas rumah pohon itu. Saat masuk kedalam, Christy terlihat kagum rumah pohon itu sangat besar dan saat membuka jendelanya, Christy bisa melihat keindahan danau dari atas pohon itu.


Rumah pohon itu dihiasi banya foto masa kecil Christy dan Rasya yang terlihat sangat bahagia.


"Aya, kamu yang buat semua ini yah?"tanya Christy memegang foto dirinya saat memakan es krim.


"iya, sebenarnya ini sudah lama. Tetapi belum sempat aku perlihatkan sama kamu princess"kata Rasya teraenyum melihat hasil hiasannya itu.


"seandainya aku enggak pergi waktu itu, mungkin semuanya gak akan kayak gini. Maaf princess ,aku gak bisa jadi pelindung kamu"kata Rasya menatap sendu mati mata Christy.


Christy langsung memeluk erat tubuh tinggi Rasya, mengusap punggung Rasya agar bisa tenang.


"jangan menyalahkan diri sendiri, ini sudah takdir. Aku juga minta maaf, karna gak bisa jaga hati aku buat kamu. Aku bener-bener udah putus asa waktu itu"kata Christy


"wajar kalau kamu membuka hati untuk pria lain, aku bisa memakluminya. Toh itu juga salah ku, dan karna salah ku ini michel juga menjadi korban"kata Rasya lalu melepaskan pelukannya, mencium kening Christy cukup lama.


"mau berjanji padaku?"tany Rasya


"aku tidak ingin berjanji, takut tidak bisa menepatinya, Aya."kata Christy, menunduk.


"demi aku princess. Kumohon"kata Rasya menggenggam tangan Christy.


"baiklah"kata Christy pasrah.


"berjanji untuk tidak menangis, jika suatu saat nanti nafasku berhenti. Berjanjilah untuk bisa mencari pelindung, setelah nafasku berhenti. Berjanjilah untuk selalu bahagia, walau bukan aku yang membuatmu bahagia"kata Rasya, membuat Christy menatapnya bingung.


"perjanjian macam apa itu? Aku tidak mau"kata Christy menolak.


"nyawa seseorang tidak ada yang tahu, selain tuhan. Aku mohon berjanjilah princesa"kata Rasya memohon pada Christy


"apa Aya mau pergi lagi?"tanya Christy sendu


"aku tidak tau kedepannya seperti apa. Tapi aku mohon, berjanjilah"kata Rasya


"baiklah, jika itu mau Aya. Aku akan berjanji, demi kamu"kata cmChristy


"terimakasih princess. Aku mencintaimu"kata Rasya


"aku tahu itu"kata Christy


Rasya langsung mengecup bibir Christy. Kecupan itu penuh arti, sangat lembut membuat Christy tidak menolaknya sama skali.


Disela kecupa itu, Rasya mengeluarkan air matanya. Ada rasa sesak saat meminta Christy berjanji seperti itu.


Tapi Rasya tidak ada pilihan lain, suatu saat nanti jika memang dia akan berhenti bernafas. Rasya tidak mau melihat princessnya menangis.


Christy melepaskan kecupan itu, lalu menghapus air mata kekasihnyam


"jangan menangis. Aya yang larang aku nangis kan"kata Christy membuat Rasya tersenyum.


"ini air mata kebahagiaan. Karna aku bisa bersama princess ku lagi"kata Rasya lalu memeluk Christy.

__ADS_1


"pelukan ini benar-benar nyaman. Apa nanti aku akan merasakannya lagi? Tuhanku mohon beri aku sedikit waktu untuk bersamanya, aku benar- benar mencintainya. Aku tidak mau terpisah darinya"batin Rasya.


__ADS_2