
Jam menunjukan pukul 4 sore, Taka dkk dan Fara dkk sedang berkumpul di mansion keluarga Raymond. Hanya Vhristy yang tidak ada disana dan itu membuat Michel sedikit merasa ada yang kurang.
Pagi tadi Christy tidak masuk sekolah, itu sudah cukup membuat Michel tidak bersemangat. Terlebih lagi sekarang Zee sudah bersekolah di IHS. Michel merasa risih karena Zee berada di sekolah yang sama dengannya.
Michel tidak habis fikir dengan gadis itu, kenapa selalu mengikutinya kemana saja dia pergi. Michel sekolah di IHS pun dia juga ikut.
"Chris kemana sih?"tanya Michel yang mulai khawatir dengan keberadaan Christy saat ini.
"lo udah coba telfon? Soalnya gue telfon, Chris gak di angkat"kata Raka memeriksa kembali hpnya siapa tahu ada pesan dari Christy.
"udah, gak di angkat. Wa gue cuma di read dan gak dibalas"kata Michel.
"tunggu ajah, Chris udah mau balik kok"kata Fara yang tahu jika Christy sedari pagi ada di markas.
"lo tau dari mana Far? Chris nelfon lo atau ngecht lo?"tanya Michel.
"tuh dia"kata Fara menatap pintu mansion yang terbuka menampilkan Christy dan Richard yang baru saja masuk.
"Chris, kamu dari mana ajah? Aku khawatir sama kamu"kata Michel mendekat kearah Christy.
"maaf buat kamu khawatir"kata Christy lalu tersenyum tipis kearah Michel.
"bang, aku kekamar duluan"kata Christy mencium pipi Richard lalu pergi menuju kamarnya.
Michel menyusul Christy sedangkan Richard dia masuk kekamarnya. Michel sekarang berada di kamar Christy, dia memperhatikan gadisnya itu yang sibuk dengan tumpukan berkasnya.
Christy yang merasa di perhatikan langsung menyimpan berkasnya dan menatap balik kearah Michel, justru Michel yang menjadi salah tingkah saat Christy menatapnya.
"salah tingkah"kata Christy membuat Michel terkekeh.
"Chris kamu kok gak sekolah tadi?"tanya Michel lalu mendekat kearah Christy.
"aku ada urusan sama bang Richard"kata Christy lalu menutup semua berkas yang membuatnya sibuk dari tadi.
"kamu tahu gak, tadi di sekolah ada murid baru. Bahkan sekelas sama kamu"kata Michel.
"Zee kan"kata Christy yang sudah tahu siapa yang Michel maksud murid baru itu.
"loh, kamu udah tahu?"tanya Michel sedikit terkejut, karena Christy sudah tahu soal Zee yang menjadi murid baru di IHS.
"Cel, sekolah itu punya aku. Jadi wajar kalau aku tahu"kata Christy lalu membaringkan badannya di king size miliknya.
Michel duduk disamping Christy dan mengangkat kepala Christy lalu menyimpannya di pahanya. Christy hanya tersenyum dengan tingkah Michel itu. Michel memainkan rambut Christy dan sesekali mncubit kedua pipi Christy.
Christy tahu saat ini Michel dalam mode manjanya yang sangat mengesalkan itu, Michel selalu ingin memainkan rambut Christy dan mencubit pipi Christy jika sedang dalam mode manja.
"Cel, hubungan kita sekarang apa? Teman? Pacar? Atau apa?"tanya Christy menatap mata Michel.
"kamu milik aku dan aku milik kamu. Sudah jelas?"kata Michel menatap lekat manik mata milik Christy.
__ADS_1
"aku takut kehilangan lagi Cel"kata Christy dan tatapannya berubah menjadi sendu, membuat Michel sedikit sedih saat melihatnya.
"tidak perlu takut, aku gak akan pergi dan aku akan tetap sama kaku. Itu adalah janji aku dan perintah dari mendiang Rasya"kata Michel mengelus lembut rambut Christy.
"terkadang, aku bingung. Kenapa gadis seperti aku, bisa mendapatkan 2 pria sekaligus yang sangat mencintaiku mengalahkan diriku sendiri"kata Christy tersenyum tipis.
"tidak perlu bingung, karena jawabannya hanya satu"kata Michel mengelus pipi Christy.
"memangnya apa?"tanya Christy.
"karna kamu istimewah"kata Michel lalu tersenyum manis, begitu pula dengan Christy yang tersenyum saat mendengar apa yang Michel katakan barusan.
"apa kamu tahu, sepertinya dalam waktu dekat ini akan banyak masalah yang datang silih berganti. Aku takut tidak bisa menghadapinya"kata Christy lalu duduk sejajar dengan Michel.
"aku ada untuk kamu, disaat seluruh dunia enggan untuk percaya sama kamu. Kamu harus ingat, ada aku yang selalu percaya sama kamu"kata Michel. Christy bingung dengan jalan fikir Michel yang selalu mau percaya padanya.
"dan disaat kamu udah gak percaya sama aku, disaat itu juga aku akan pergi Cel"kata Christy dengan tatapan seriusnya.
"dan aku gak akan biarin kamu pergi. Kecuali kita pergi bersama, itu janji aku"kata Michel menggenggam tangan Christy.
Michel langsung memeluk Christy begitupula dengan Christy yang membalas pelukan Michel. Michel bisa mencium aroma mint khas milik gadisnya itu.
Aroma mint itu menjadi ciri khas Christy yang sangat Michel kenali. Christy merasakan kenyamanan disaat Michel memeluknya. Rasa nyaman itu Christy rasakan saat bersama dengan Rasya.
Kedua pria itu menjadi bagian penting di kehidupan Christy,menurut Christy mereka adalah sosok yang bisa membuat Christy bangkit walau perlahan.
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang melihat mereka dari balik pintu. Orang itu tersenyum manis saat melihat keduanya. Orang itu senang jika sahabatnya bahagia walau hanya sebentar.
"makasih lo selalu ada buat gue di garis paling depan untuk lindungin gue. Terkadang gue fikir, gue gak berhak dapat sahabat sebaik lo, dan gue harap semoga masalah yang akan datang itu gak buat rasa perduli lo ke gue berkurang"batin Christy.
//skip//
Jam menunjukan pukul 6 pagi, dimansion keluarga Raymond sangat ramai. Bukan hanya karena kedua keluarga yang tinggal disatu atap, tetapi karena para sahabat Raka dan Christy juga ikut sarapan di mansion Raymond.
Christy sudah duduk di kursinya yang bersampingan dengan Richard, hanya mereka berdua yang selalu menampilkan wajah dingin saat dimeja makan, sangat serasi fikir semua orang.
Raymond dan Wijaya terlihat kompak menjahili istri mereka, Megan dan Siska yang menampilkan wajah kesal mereka ketika suami mereka sangat senang mengusik mereka.
Fikra dan Dimas yang selalu melontarkan candaan, membuat meja makan semakin ramai jadinya. Bahkan para maid sesekali ikut tertawa terbahak-bahak, karena kelakuan Dimas dan Fikra yang sangat konyol.
Saat mereka sedang asik bercanda, tiba-tiba ada seorang gadis yang masuk kedalam mansion dan tersenyum manis pada semua orang. Sedangkan Christy, dia hanga melirik sekejap lalu kembali fokus pada sarapannya.
"lo ngapain kesini?"tanya Fara dengan nada bicara yang terbilang sedikit judes.
"gue mau berangkat bareng Michel"jawab orang itu, membuat Michel yang merasa namanya disebut menatap heran kearah gadis itu.
"maksud lo?"tanya Michel menatap gadis itu heran bercampur kesal.
"aku berangkat sama kamu, soalnya kak Alex udah balik ke london"kata gadis itu dengan sangat santai.
__ADS_1
"gue gak bisa. Gue ke sekolah naik motor bareng Chris"kata Michel tersenyum pada Christy dan dibalas senyuman oleh Christy.
"terus aku naik apa Michel?"tanya gadis itu dengan nada bicara yang sedikit dibuat-buat imut.
"sama Fikra dan Raja ajah. Mereka naik mobil. Bisakan Fik, Ja?"tanya Michel pada keduanya.
"selagi dia gak bikin mobil gue kempes, yah fine fine ajah. Iya gak Fik"kata Raja membuat mereka semua tertawa dan membuat gadis itu kesal.
"nak duduk dulu, sarapan bersama kami. Disamping Chris ada kursi kosong, duduklah dulu"kata Megan dengan ramahnya menyuruh gadis itu duduk.
"iya tante, makasih"kata gadis itu lalu duduk dikursi yang kosong disamping Christy.
"Zee, lo kenapa pindah dari London ke sini? Kan lo gak punya keluarga disini?"tanya Revano mencoba memancing Zee.
Gadis yang datang di mansion Raymond adalah Zee, entahlah gadis itu selalu mengekor kemana saja Michel pergi. Zee seperti tidak punya malu mengejar-ngejar pria yang jelas- jelas sudah memiliki pacar.
"gue mau deket sama Michel"jawab Zee percaya diri, membuat meja makan yang tadinya ribut menjadi hening seketika.
"lo ngomong apa sih"kata Michel kesal karena tidak suka jika Zee berkata seperti itu, terlebih lagi didepan banyak orang.
"emang aku ngomong apa?"tanya Zee dengan wajah sok polos, membuat Fara dkk menjadi jijik dan ingin menampar Zee menggunakan kaki mereka.
"sekeras apapun lo berusaha, yang sudah menjadi milik gue gak akan pernah gue lepas"kata Christy dengan nada dingin tetapi tatapannya fokus pada makanannya.
"Michel bukan milik siapa-siapa, termaksud lo"kata Zee dengan nada bicara sinis membuat Christy mengeluarkan senyuman iblisnya.
"tapi sayangnya, dia milik gue. Sekarang ataupun nanti, berusahalah untuk mendapatkannya dan hadapi iblis dikedepannya"kata Christy menatap Zee dengan tatapan elangnya. Zee yang di tatap seperti itu berusaha sok berani, padahal rasanya nyawanya sudah hilang.
Zee hanya tersenyum sinis dan menatap gelas yang berisi susu panas di hadapannya, dengan gerakan perlahan Zee hendak membuat gelas itu jatuh tepat di kaki Christy.
Baru saja Zee menjatuhkannya, tetapi sayangnya gerakan gelas jatuh itu kalah cepat dengan gerakan tangan Richard. Pria itu entah sejak kapan berdiri di antara Zee dan Christy.
Richard menatap Zee dengan tatapan pembunuhnya, Richard tidak suka ada orang yang berusaha menyakiti princessnya. Richard melempar gelas itu jauh dari meja makan dan berbunyi suara pecahan.
"jangan pernah mencoba melukai milik saya, karena itu sangat fatal akibatnya"kata Richard dengan nada bicara yang sangat mengintimidasi.
"a...a...a....apa ma....ma....maksud lo?"tanya Zee dengan gelagapan karena menahan rasa takutnya.
"kalian semua berangkatlah kesekolah"kata Raymond yang mencoba mencairkan suasana.
Mereka semua langsung berjalan hendak keluar dari mansion, tetapi suara lantang milik Richard membuat mereka berhenti dan merasa takut seketika.
Entahlah Richard selalu berhasil membuat siapa saja merasa takut saat dia berbicara, terutama Zee yang sudah sangat takut saat mendengar nada bicara Richard.
"jangan pernah bermain-main dengan saya. Karena kalian tidak tahu akibat dari perbuatan kalian, sedikit saja kalian sakiti adik saya, maka kalian akan merasakan rasa sakit yang jauh lebih sakit dari kata wajar. Dan perkataan ini berlaku untuk kalian semua, terutama untuk kamu serigal berbulu domba"kata Ruchard membuat mereka bingung siapa yang Richard maksud serigala berbulu domba itu
"sial, orang itu sangat menakutkan. Rencana belum di mulai, tapi gue udah takut dengan akhirnya nanti"batin Zee.
"makasih bang"batin Christy.
__ADS_1
"kembali kasih princess"batin Richard.