
"KAMU"
Chtisty menatap bingung orang itu,kenapa dia bisa kesini dan dari mana dia tahu jika Christy disini. Christy menghapus air matanya dan menatap dingin keorang itu.
"kamu juga egois, kamu hanya memikirkan perasaan kamu saja dan menganggap angin lalu perasaan orang lain. Bahkan kamu jauh lebih egois di bandingkan Rasya"kata pria itu dengan tatapan sendunya.
"kamu tidak tahu apa-apa"kata Christy marah.
"aku tahu Chris, sangat tahu. Kamu sedih karna kehilangan Rasya, kamu hancur dan aku tahu itu. Tapi bukan hanya kamu yang kehilangan, kami juga kehilangan sosok Rasya, kami juga sedih dan kamu tidak perduli akan itu"kata pria itu yang memencarkan tatapan kesedihannya.
"aku mencintainya, jadi wajar jika aku sedih dan hancur. Dia egois karna meninggalkanku sendiri, dia egois"kata Christy emosi.
"kamu juga egois, Chris. Kamu hanya mementingkan perasaan kamu saja,apa kamu tidak berfikir perasaan sahabat-sahabat kamu? Keluarga kamu? Saat melihat sikap dingin kamu seperti inj"kata pria itu marah.
"aku kehilangan, wajar jika sikap ku seperti ini"kata Christy.
"kamu hanya memikirkan perasaan kamu saja. Kamu ingin mati bersama Rasya, apa kamu tidak berfikir nasib keluarga dan sahabat-sahabat kamu? Mereka semua akan kehilangan, kamu tahu rasa kehilangan seseorang seperti apa. Kamu juga mau kami merasakannya?"tanya pria itu yang terlihat marah.
"jangan bersikap seolah hanya kamu yang tersakiti dan kehilangan, kami juga kehilangan disini. Tolong fikirkan perasaan kami juga"kata pria itu.
"aku cinta sama dia, aku gak sanggup kalau dia pergi untuk selamanya hiks hiks"kata Christy dan tangisannya pun pecah seketika.
"aku juga mencintaimu sama seperti kamu mencintainya, kita sama-sama kehilangan. Mamu kehilangan dia dan aku kehilangan sosok gadis yang dulu sangat ceria jika bersama aku"kata pria itu sedih.
Christy terdiam dan menatap pria itu, Christy bisa melihat tatapan kesedihan pria itu. Christy tidak bisa membohongi perasaannya, kalau dia juga mencintai pria dihadapannya ini.
Pria itu pernah membuat hari-hari Christy berwarna, membuat Christy bisa tertawa ceria, dia ada disaat Christy rapuh dan tak tau arah. Christy tidak berniat membuat orang itu sakit, tapi Christy juga bingung sekarang.
"aku mohon, jangan seperti ini. Hati aku sakit lihat kamu kayak gini"kata pria itu.
"kenapa tidak meninggalkanku saja, sama seperti Aya meninggalkanku. Aku tidak mau lagi merasa kehilangan seseorang yang berharga bagiku, aku tidak sanggup Michel. Kenapa kamu tidak pergi saja, menjauh dari hidupku. Aku ini pembawa sial Michel"kata Christy sendu.
Pria yang disebut Michel itu merasa iba melihat gadisnya seperti ini,Michel langsung memeluk Christy erat dan enggan melepaskannya. Christy memukul dada Michel berkali-kali, tapi Michel hanya diam.
Michel tahu ini adalah hari-hari terberat bagi gadisnya itu, Michel mencintai gadisnya dan tidak mau jika gadisnya itu bersedih. Memang benar kata pepatah, mencintai tidak perlu memiliki alasan.
"aku mohon jangan seperti ini, aku mencintaimu Chris. Sangat mencintaimu"kata Michel berusaha menahan air matanya.
"Cel, kenapa harus aku? Aku lelah dengan semua ini hiks hiks"kata Christy dengan isak tangisnya.
"kamu bisa melaluinya, jangan menyerah samapai disini. Ada aku disamping kamu, kita bisa melaluinya bersama. Percayalah"kata Michel mengelus rambut Christy.
"aku takut kehilangan lagi Cel"kata Christy.
Michel melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata Christy. Michel memegang kedua tangan Christy dan menatap kedua mata gadis itu.
Michel bisa melihat ada kesedihan dimata gadisnya saat ini, Michel tahu Christy sangat rapuh saat ini. Itu sangat nampak walau hanya dari tatapannya.
"kamu harus yakin, kamu bisa melewatinya. Aku disini, bersama kamu"kata Michel lalu mencium kening Christy.
Ada rasa nyaman ketika Michel mencium keningnya, gadis itu merasa hatinya damai ketika Michel mencium keningnya. Seolah keadaan mulai membaik, itu yang dirasakan Christy.
//skip//
Jam istirajat di IHS sedang berlangsung, Raka dkk dan Christy dkk sedang berada dikantin. Dimas dan Fikra berusaha mengeluarkan lelucon mereka, berharap Christy bisa terhibur. Christy hanya tersenyum tipis berusaha menghargai usaha kedua pria di hadapannya itu.
Michel memegang tangan Christy dan tersenyum pada gadisnya itu, Fara menatap sendu kearah Christy. Faralah yang sangat dekat dengan Christy dibandingkan dengan Tasya dan Putri. Fara sangat perduli pada sahabatnya itu.
Christy bisa merasakan ada kesedihan di hati Fara sahabatnya. Christy tidak bermaksud membuat Fara sedih, tapi Christy benar-benar tidak ingin tersenyum walau sedikit.
"Chris, entar sore ke mall yuk"kata Tasya berusaha menarik perhatian Christy.
"gak bisa, maaf"kata Christy menolak secara hati-hati.
"yah, padahal lagi ada cafe serba es krim baru buka loh"kata Tasya yang tahu jika Christy akan lupakan kesedihannya jika berhadapan dengan es krim.
"vanilla?"tanya Christy menatap Tasya.
"yes"kata Tasya tersenyum lebar.
"okey, nanti sore"kata Christy tersenyun tipis.
Mereka semua tersenyum puas, setidaknya ini permulaan yang baik. Raka dan Raja mengelus kepala Christy membuat Christy menatap keduanya. Christy tidak bisa bohong, dia merindukan kedua abangnya itu.
__ADS_1
Sudah lama Christy tidak sedekat ini dengan abang kembarnya itu, Christy memeluk Raka dan Raja bergantian. Walau dengan ekspresi datar, Raka dan Raja tetap senang karna Christy memeluk mereka.
"kita juga boleh ikut kan sama kalian?"tanya Raja menatap para gadis di hadapannya.
"ide bagus, ikut ajah. Makin rame makin seru tuh"kata Putri semangat.
"okey deal, kita pergi semua"kata Fara tersenyum.
"party is time"kata Dimas ceria
"b**o"kata Fikra menjitak kepala Dimas.
"sewot amat lu an**ng"kata Dimas nyolot.
"an**ng teriak an**ng"kata Fikra tertawa.
"makan tuh bakso pedes"kata Dimas menyuapkan bakso pedas miliknya.
"aaa pedes, kurang ajar lo Dim"kata Fikra dengan wajah yang sudah memerah karna kepedasan.
Mereka semua tertawa melihat tingkah keduanya, Christy juga ingin tertawa tapi sangat sulit. Entah kenapa semua lelucon itu tidak mempan untuknya.
Rasya memang berpengaruh besar dihidup Christy karena kepergiannya, Christy menjadi lebih dingin dari sebelumnya. Michel, dia hanya bisa tersenyum tipis melihat wajah datar gadisnya itu.
Michel rasa dia lebih baik kehilangan cintanya, dari pada harus menyaksikan gadisnya terluka. Semua ini diluar perkiraannya, Michel fikir setelah dia pergi ke London, keadaan Christy akan berubah.
Tapi justru semuanya memburuk dan Rasya meninggal, andai waktu bisa di ulang Michel lebih memilih mempertahankan Christy, dari pada harus membuatnya bahagia bersama Rasya dan itu hanya sekejap.
"maafin aku Chris, aku gak bisa apa-apa selain tetap disamping kamu. Aku mohon jangan terlarut dalam kesedihan, aku tidak kuat melihatnya. Aku tahu kamu mendengar isi hati aku"batin Michel dengan tatapan yang ditujukan kepada Christy.
"kamu sudah berusaha, maaf karena selalu membuat kamu sakit. Aku juga terluka, maafin aku Cel"batin Christy.
//skip//
Jam sudah menunjukan pukul 4 sore, Raka dkk dan Christy dkk sudah berada di mall milik keluarga stamford. Mereka semua berjalan berdampingan dengan pasangan masing-masing, hanya Fikra dan Raja yang tidak memiliki pasangan.
Christy dan Nichel jalan paling depan,Michel memegang tangan Christy sejak masuk kedalam mall. Entahlah pria itu sangat suka memegang tangan gadisnya, semua pengunjung mall dibuat terkejut dengan penampilan dan wajah Raka dkk dan Christy dkk.
Christy dkk membuat kaum Hawa menjadi iri, mereka sangat perfect tidak ada cela sedikitpun. Jika di dunia ada manusia yang sempurna, maka mereka masuk dalam daftar orang paling sempurna.
Michel terkadang melototi semua pria yang menatap penuh minat pada gadisnya itu, Michel tidak suka dengan tatapan pria-pria itu kepada gadisnya.
Michel yang tadinya memegang tangan Christy, sekarang memeluk possesive pinggang Chtisty. Michel ingin semua orang tahu jika Christy adalah gadisnya, Christy adalah miliknya.
Mereka masuk kedalam salah satu cafe yang berada di dalam mall itu,cafe itu bertemakan es krim mulai dari pintu masuk hingga semua meja dihias berbagai eksesoris yang mirip seperti es krim.
Mereka menyuruh pelayan untuk menggabungkan beberapa meja dan kursi agar cukup untuk mereka,setelah tersusun mereka semua duduk berdampingan. Fikra dan Raja saling menatap dengan tatapan jijik.
"Fik nyari pacar sana, biar gue gak sama lo mulu. Entar dikira gak normal gue"kata Raja jengah.
"lo nyadar dong, lo juga gak punya pacar. Cari sana, numpung lagi di mall, katanya ganteng kok jomblo"kata Fikra membuat mereka tertawa terkecuali Christy yang sibuk dengan hpnya.
"gue itu kalau nyari cewek milih-milih, gak kayak lo cabe dipacarin juga. Dasar kambing conge"kata Raja menjitak kepala Fikra.
"kalian ada-ada ajah"kata Revano tertawa terbahak-bahak.
"Chris temenin gue pesen es krim yuk"kata Fara menarik tangan Christy tanpa persetujuannya.
Christy hanya mengikuti langkah Fara yang menuju ke tempat pemesanan,Fara memilih banyak menu es krim karna semua terlihat lezat. Mata Christy hanya terdiam dimenu, yaitu es krim vanila jumbo. Itu sudah cukup menurutnya, Fara tahu sahabatnya itu penggila vanila.
Mereka menunggu pesanan datang, Fara tidak hentinya berceloteh untuk mendapat perhatian dari Chtisty. Tapi Christy hanya diam dan menunggu pesanan itu, Fara sudah kehabisan akal entahlah kenapa sahabatnya itu sangat suka diam.
Padahal menurut Fara diam itu tidak asik, Fara lebih suka bercerita dan tertawa bersama yang lain. Fara mencoba berbagai cara agar Christy mau berbicara padanya, setidaknya hanya satu kalimat itu sudah lebih dari cukup.
Fara mempunya satu cara untuk membuat Christy berbicara, dan Fara rasa cara itu sangat ampuh. Karena Fara juga baru tahu tentang masalah ini.
"lo kenal Rahel?"tanya Fara membuat Christy terkejut dan menatap Fara.
"maksud lo?"tanya Christy berpura-pura bingung.
"ngapain nyembunyiin anak orang di mansion lo go**ok"kata Fara terkekeh membuat Christy kesal.
"ngapain lo kemansion gue?'tanya Christy.
__ADS_1
"kemarin, gue mau ngambil jaket gue disana. Eh malah lihat anak cewek lagi nonton TV berdua"kata Fara membuat Christy bingung.
Setahu Christy, Rahel hanya tinggal sendiri. Memang ada maid, tapi tidak mungkin mereka ikut nonton bersama Rahel. Christy memutar kembali fikirnya mencoba mencerna perkataan Fara.
"berdua? Maksud lo?"tanya Christy.
"iya, mereka berdua. Sattu anak cewek umur sekitar 11 sampe 12 lah, dan anak cowok umur 15 tahunan gitu"kata Fara
"cowok? Lo gak salah lihat?"tanya Christy.
Fara mengangguk mengiyakan perkataan Christy, sedangkan Christy dia langsung menelfon Rahel. Karena dia penasaran siapa yang bersamanya dimansion selain maid.
Hanya butuh satu deringan, Rahel sudah mengangkat telfon dari Christy. Ffara menatap Chtisty penuh tanya, karena penasaran siapa yang Christy telfon saat ini.
"kakak akan datang malam ini, jangan tidur sebelum kakak sampai. Ada yang kakak ingin tanyakan ke kamu"kata Christy.
"...."
"tunggu saja"
Setelah itu Christy mematikan telfonnya dan kembali terdiam,pesanan mereka telah selesai. Fara dan Christy membawa nampan yang berisi banyak es krim.
Tasya dan Putri terlihat semangat saat es krim yang dibawakan Fara dan Christy sudah berada di hadapan mereka. Mereka semua langsung melahap es krim sesuai rasa kesukaan mereka, Christy terlihat damai dengan es krim vanilla kesukaannya itu.
Michel tersenyum bahagia saat melihat Christy lahap memakan es krimnya, Michel sesekali melap sisa es krim yang ada di pinggir bibir Christy.
Mereka semua berselfie bersama sambil memegang es krim mereka,Christy mau tidak mau hanya mengikuti kemauan sahabat-sahabatnya itu.
Mereka semua tertawa bersama ketika Michel dengan kelakuan jahilnya mengoleskan es krim ke hidung Christy. Aedangkan gadis itu dia hanya mendengus kesal dengan kelakuan Michel.
Mereka semua berakhir saling mengoleskan es krim kewajah satu sama lain, mereka membuat para pengunjung cafe terhibur dengan kelakuan konyol mereka.
Hati Christy sedikit terhibur setidaknya kesedihannya bisa berkurang, Christy hargai usaha para sahabatnya untuk membuatnya tersenyum walau hanya senyuman tipis
"eh udah mau jam 8 nih, balik yuk. Takut macet kalau kemalam"kata Revano.
"iya nih, takut orang rumah nyariin juga. Soalnya tadi gue cuma izin sama bunda"kata Raka.
"kalian duluan ajah, gue mau ngobrol dulu bareng Chris"kata Michel menatap para sahabatnya.
"yaudah kita duluan, Cel jangan kemalam. Nanti Chris dicariin bang Richard"kata Raja menepuk pundak Michel.
"gak lama kok tenang ajah"kata Michel tersenyum tipis.
Mereka semua langsung keluar dari cafe, sekarang hanya tersisa Christy dan Michel. Christy menatap Michel berharap pria dihadapannya itu bicara karena hari semakin malam.
"mau ngomong apa?"tanya Christy.
"sebenarnya, aku gak mau ngomong apa-apa sih. Aku cuma pengen berdua sama kamu lebih lama"kata Michel tersenyum tipis.
"aku cinta sama kamu Chris"kata Michel, sukses membuat Christy terdiam dan menatap Michel dengan tatapan yang sulit diartikan.
"tapi sayangnya, waktu aku untuk buat kamu cinta sama aku udah habis. Dan kamu belum cinta sama aku"kata Michel dan terkekeh kecil.
"waktu kamu belum habis"kata Christy membuat Michel tersenyum lebar.
"apa aku masih punya waktu?"tanya Michel berharap Christy menjawab YA.
"kenapa kamu masih cinta sama aku? Setelah aku lebih milih Rasya dibanding kamu. Apa kamu gak benci sama aku?"tanya Christy.
"memilih itu hak kamu, aku gak mau jadi egois dengan mempertahankan kamu. Sedangkan kamu mencintai pria lain, mencintai tidak harus memiliki. Tapi saat ini, aku ingin kembali memperjuangkan kamu"kata Michel membuat Christy cukup terharu.
"aku bukan yang terbaik untuk kamu, masih banyak gadis lain. Gadis yang datang bersamamu dari London, dia gadis cantik kenapa tidak mencintainya saja"kata Christy menatap Michel.
"sudah berapa kali aku bilang, mencintai tidak harus memiliki alasan. Aku mencintai kamu, karena itu adalah kamu. Dan soal gadis yang datang bersamaku, aku hanya menganggapnya teman tidak lebih"kata Michel memegang tangan Christy dan menatapnya dalam.
"kenapa harus aku Cel? Aku gak cinta sama kamu. Apa kamu masih tetap mau sama aku?"tanya Christy membuat Michel tersenyum.
"aku selalu ingat perkataan Rasya, dia bilang kamu sudah mencintai aku. Tapi rasa cinta itu menjadi sebuah keraguan, ketika kehadiran Rasya. Dan Rasya bilang, kamu belum menyadarinya. Aku yang akan membuat kamu menyadari, kalau sebenarnya kamu juga cinta sama aku"kata Michel.
"kita mulai semua dari awal, kita bangun hubungan ini. Kita buat banyak memory indah dan itu hanya kita berdua, aku mohon bantu aku buat hati kamu. Dan kamu akan sadar kalau kamu juga cinta sama aku"kata Michel menggenggam tangan Christy.
Entah kenapa Christy justru mengangguk yang artinya mengiyakan perkataan Michel. Michel langsung bediri dan memeluk Christy. Mereka menjadi pusat perhatian pengunjung cafe, banyak yang memfoto dan histeris karna adegan dihadapan mereka itu.
__ADS_1
"Ras gue bakal nepatin janji gue ke lo,gue bakal buat Chris bahagia. Karena gue cinta sama dia, semoga tenang disana bro"batin Michel.
"Aya, aku akan mencobanya lagi. Semoga aku bisa"batin Christy.