Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 53


__ADS_3

-lagi dan lagi aku harus kehilangan-


-christy walton raymond-


Tiiiit...


"KUMOHON JANGAN LAGI"batin christy


Detak jantung Rasya berhenti, dokter itu menatap sendu kearah orangtua Rasya. Seperti di sambar petir di siang bolong, hati Christy seperti ditabrak beribu-ribu beton. Rasanya sangat sakit.


Air mata Christy jatuh tanpa aba-aba,gengagaman Rasya melemah dan terjatuh dari genggaman Christy. Sudah selesai, itu yang difikirkan semua orang. Dokter baru saja ingin menutupi wajah Rasya dengan kain putih, tetapi ditahan oleh Christy.


"tunggu, saya ingin mengatakan sesuatu"kata Christy berusaha menahan tangisannya yang sedikit lagi pecah.


"princess"panggil Richard dengan suara yang sangat pelan.


"hanya sebentar bang, aku mohon"kata Christy menatap sendu tubuh Rasya.


"Aya, maaf udah buat kamu harus bertahan sampai sekarang. Kamu pasti merasa sangat sakit melewati banyak pengobatan, maaf karna aku memaksamu bertahan"kata Christy dengan air mata yang tidak hentinya terjatuh.


Semua orang merasa iba kepada Christy, terlebih lagi Richard yang tidak kuat melihat adik kesayangannya menangis. Michel juga terlihat menatap Christy sendu dan tubuh pucat Rasya yang terbaring di brankar.


"aku mungkin terlambat mengatakannya, aemoga kamu bisa dengar apa yang aku katakan"kata Christy mencoba tersenyum meski hatinya begitu sakit.


"aku mencintaimu Rasya"kata Christy dengan tangisan yang sudah pecah.


"hiks hiks hiks aku kehilangan lagi hiks hiks"kata Christy dengan tangisannya yang sudah pecah.


"Chris kamu harus kuat, jangan nangis. Ada aku dan ada mereka yang selalu ada buat kamu"kata Michel memegang pundak Christy yang bergetar karna menangis.


"Cel dia ninggalin aku hiks, dia pergi Cel hiks hiks"kata Christy terisak menatap Michel.


Michel langsung memeluk tubuh Christy, Christy juga memeluk erat Michel. Michel tahu gadisnya saat ini sangat rapuh, ingin Michel menggantikan posisi gadisnya itu. Tapi takdir berkata lain.


Michel mengusap pelan punggung Christy, air mata Michel jatuh saat melihat tubuh Rasya yang terbaring kaku di atas brankar. Sungguh bukan ini yang Michel inginkan.


"Chris aku mohon berhenti menangis. Kasihan Rasya, pasti dia sedih"kata Michel yang berusaha menahan suara tangisannya.


"aku lagi-lagi kehilangan Cel"kata Christy yang terus terisak, sakit rasanya melihat orang yang dicintai pergi untuk selamanya.


Michel menggigit bibirnya agar isakan tangisnya tak pecah, Michel tidak bisa terlihat lemah disaat seperti ini. Michel harus menjadi sandaran untuk Christy, ini adalah hari terberat Christy. Disaat pria yang di cintai gadisnya itu pergi untuk selama-lamanya.


Michel melepaskan pelukannya lalu menggenggam tangan Christy, dia manatap lekat wajah Christy yang sangat sendu. Christy tidak hentinya menangis dan menatap wajah Rasya yang pucat pasih.


"kamu pasti bisa, kamu harus kuat ada aku ada mereka yang temani kamu disini. Percaya sama aku, kamu pasti bisa Chris"kata Michel meyakinkan Christy.


"lo harus kuat Chris, ada kita disini"kata Fara yang juga menangis.


"kita disini bareng lo"kata Tasya berusaha tersenyum dihadapan sahabatnya itu.


"kita sahabat, jadi lo gak akan sendiri"kata Putri menyemangati Christy.


"sakit Far, Sya, Put. Sakit hati gue"kata Christy menatap ke 3 sahabatnya.


"gue tau ini berat buat lo"kata Tasya mengusap perlahan punggung Christy.


"kasihan Rasya, dia harus lihat lo nangis karna dia. Chris lo harus kuat"kata Fara berusaha meyakinkan Christy.


"dokter urus semuanya"kata Richard


Brankar Rasya dibawa keluar oleh dokter dan suster itu. Christy menatap sendu wajah Rasya,tangisnya tidak bisa berhenti, Christy tidak percaya Rasya akan pergi untuk selamanya.


Christy menggenggam tangan Richard dan Michel dengan kuat. Lagi dan lagi air mata Christy jatuh dengan santainya membasahi wajahnya. Richard dan Michel manatp Christy iba.


"sayang kamu harus kuat"kata Siska dan Megan.


"bunda, mommy. Aya pergi ninggalin aku hiks hiks"kata Christy terisak menatap kedua wanita itu.


"kamu harus kuat nak"kata Wijaya meyakinkan Christy.


"anak ayah pasti kuat. Princess ayah kuat harus kuat"kata Raymond berusaha tersenyum.


"ayah daddy hiks hiks"kata Christy dengan tangisannya.


"Rasya pasti sedih lihat kamu seperti ini sayang, kamu harus kuat"kata salma mama Rasya, yang juga merasa terpukul akan kepergian putra kesayangannya itu.


"tante, Aya udah gak ada hiks hiks"kata Christy tidak kuat menahan isakannya.


"Rasya masih ada sayang, dia ada di hati kamu di hati kita semua"kata Salma dan menangis di pelukan suaminya.

__ADS_1


"Chris kamu harus bersiap nak. Siang ini Rasya akan kami makamkan"kata Bram papa Rasya.


"iya om"jawab Christy


"kamu harus kuat, ada abang dan Michel"kata Richard menggenggam tangan Christy.


Christy menatap Richard dengan tatapan sendunya. Richard langsung memeluk Christy erat, sungguh Richard tidak tega melihat Christy sangat rapuh seperti ini.


//skip//


Dimansion Rasya sudah ramai para pelayat, ada bendera putih yang bertengker di gerbang mansion. Banyak kursi yang disiapkan untuk para pelayat.


Tubuh Rasya di baringkan diruang tamu, Salma mama Rasya tidak hentinya menangis menatap wajah pucat anak kesayangannya. Bram senantiasa menenangkan istrinya itu.


Sedangkan Christy dia duduk disamping mayat Rasya. Christy menatap wajah pria yang sangat dicintainya itu, sungguh sakit rasanya melihat orang yang dicintainya terbujur kaku dengan wajah pucat.


Christy tidak melepaskan genggaman tangannya dari tangan Rasya, Christy bisa merasakan tangan Rasya yang sangat dingin dan terlihat pucat. Michel tetap disamping Christy dan berusaha menguatkan gadisnta itu.


"jangan biarkan air mata kamu jatuh dihadapan Rasya. Kasihan dia Chris"kata Michel memegang pundak Christy.


"Cel aku harap ini hanya mimpi buruk, dan bukan kenyataan. Aku gak sanggup"kata Christy berusaha menahan isakan tangisnya.


"Rasya akan tenang disana, kamu harus mengiklaskannya Chris"kata Michel menggenggam tangan Christy.


"Aya aku mohon kembali"kata Christy dengan isakan kecil yang keluar dari mulutnya.


Air mata Christy lagi dan lagi jatuh,Christy menggigit bibir bawahnya agar isakan itu tidak terdengar. Richard langsung duduk didekat Christy dan memeluk Christy erat.


Richard tidak kuat melihat Christy seperti ini, Christy memeluk erta tubuh Richard dan air matanya semakin deras terjatuh. Richard tahu adiknya sedang merasa sangat sakit saat ini, Richard tidak bisa berbuat apa-apa. Ini sudah takdir dan Richard tidak bisa merubahnya.


"princess kuatkan diri kamu, jangan seperti ini. Abang tidak bisa melihat kamu seperti ini"kata Richard melepaskan pelukannya, lalu menatap wajah Christy dan menghapus air mata Christy.


"bang, dia pergi dan gak bisa kembali. Lagi aku harus bagaimana?"kata Christy menatap lekat manik mata Richard.


"Rasya sudah lelah princess, biarkan dia istirahat dengan tenang. Mamu harus tetap bahagia demi Rasya"kata Richard menggenggam kuat tangan Christy.


"Christy bersiaplah nak, mayat Rasya akan dikebumikan sekarang"kata Bram memegang pundak Christy.


"apa tidak bisa sebentar lagi om? Aku mohon"kata Christy menatap Bram. Bram merasa iba dengan Christy, Bram tahu anaknya dan Christy saling mencintai.


"baiklah, om akan menunggu"kata Bram lalu pergi.


"Aua kenapa kamu pergi ninggalin aku? kenapa?"tanya Christy berharap Rasya menjawab pertanyaannya.


"kenapa kamu gak bawa aku sekalian bareng kamu Aya, kita bisa pergi bersama"kata Christy membuat Richard dan Michel sedikit terkejut mendengar perkataan Christy.


"princess abang mohon, jangan berkata seperti itu"kata Richard


"Chris kamu gak boleh ngomong gitu, apa kamu gak mikir? Disini masih ada banyak orang yang sayang sama kamu"kata Michel


"Aya kamu ninggalin aku lagi hiks hiks"kata Christy dan tangisannya pecah kembali.


Runtuh sudah pertahanan Christy,tangisnya pecah kembali hatinya terasa sangat sakit. Ingin rasanya Christy ikut saja bersama Rasya. Tapi takdir berkata lain.


Christy berdiri dari duduknya lalu mendekat kearah Bram, Bram langsung memeluk Christy. Bram tahu hati Christy sangat sakit, karna Bram juga merasakannya. Bram kehilangan anak semata wayangnya, anak yang sangat Bram banggakan dan sayangi,kehilang seseorang yang berharga itu sangatlah sakit.


Bram melepaskan pelukannya, lalu menghapus air mata Christy dan menatap lekat mata Christy. Christy sebisa mungkin menahan tangisnya dihadapan Bram.


"om, bawa Rasya sekarang"kata Christy dengan wajah yang sangat sendu.


"kalau kamu masih mau melihat Rasya, ridak apa-apa. Om bisa menunggu"kata Bram menatap Christy.


"kasihan Rasya om, bawa dia sekarang. Aku tidak mau egois menahannya tetap disini, maaf karna sudah membuat Rasya melewati banyak rintangan"kata Christy dengan air mata yang terus saja jatuh.


"om beruntung karna Rasya mencintai gadis sepertim kamu. Apa kamu tahu? Saat Rasya meninggalkan indonesia, dia tidak berhenti menangis di atas pesawat dan alasan adalah karna dia tidak mau kalau kamu sendiri. Dia sangat lucu saat itu"kata Bram mengingat masa lalu yang menurutnya sangat barharga.


"kamu harus tetap bahagia, karna kebahagiaan kamu adalah kebahagiaan Rasya. Percayalah, Rasya tetap ada dihati kamu dan dihati kita semua"kata Bram berusaha tersenyum.


Semua orang merasa tersentuh dengan perkataan Bram, Salma langsung memeluk Christy dan menangis dipelukan Christy. Christy tahu pasti Salma adalah orang yang paling sakit dibandingkan diri.


Pasti seorang ibu lah yang akan sangat terluka saat kehilangan anaknya, apa lagi Christy tahu jika Salma sangat sayang pada Rasya.


"kamu harus tetap tersenyum Chris, demi Rasya"kata Salma.


"bantu saya mengangkat peti Rasya"kata Bram pada Raka dkk,Richard, dan juga Faris.


Raka dkk langsung membantu Bram mengangkat peti Rasya. Richard dan Faris juga membantu Raka dkk.


Christy dkk, Salma, Megan dan juga Siska berjalan berdampingan. Christy berusaha kuat setidaknya untuk pemakaman Rasya hari ini.

__ADS_1


Mobil ambulance jalan meninggalkan mansion Rasya, ada beberapa mobil pelayat yang mengikuti ambulance dari belakang.


Setengah jam perjalanan mereka sampai dipemakaman yang mereka tuju, peti Rasya diangkat keluar dan dibawa menunuju liang lahat.


Peti Rasya baru saja ingin dimasukan kedalam liang lahat, namun Christy langsung menahannya. Mereka semua mengerti maksud Christy, mereka semua menaruh kembali peti mati Rasya.


Christy duduk ditanah dan mengusap pipi Rasya. Tangisan Christy sudah tidak bisa di tahan lagi, Christy sangat hancur saat ini benar-benar hancur saat ini.


"Aya apa waktu tidak bisa diulang? Aku mohon ulang waktu ini, aku tidak sanggup berada disituasi ini. Aku mencintaimu benar-benar mencintaimu, kenapa kamu ninggalin aku Aya, kenapa. Kenapa kamu diam? Kamu udah janji gak bakal ninggalin aku, tapi apa? Sekarang kamu ninggalin aku dan kamu gak mungkin bisa balik lagi. Aku rela kamu benci sama aku, kamu gak mau kenal aku lagi, aku gak apa-apa. Asal jangan pergi Aya, aku gak sanggup. Sakit Aya sakit hati aku"kata Christy membuat semua orang merasakan apa yang dirasakannya saat ini.


"Chris jangan seperti ini, kasihan Rasya"kata Michel tidak tega melihat Christy.


"Cel kenapa bukan aku ajah yang mati? Kenapa harus Aya? Aku udah capek Cel. Aku gak sanggup"kata Christy menangis.


"aku moho stop bilang gitu Chris. Aku cinta sama kamu, kamu tahu ditinggal orang yang dicintai itu sakit dan kamu sudah merasakannya saat ini. Apa aku juga harus merasakannya? Aku tidak sekuat kamu Chris"kata Michel merasa jengah mendengar Christy berkata seperti itu.


"kamu salah Cel, aku gak kuat. Aju capek Cel, capek"kata Christy memukul dadanya, Michel langsung menahan tangan Christy.


"aku mohon jangan gini Chris. Kita selesaikan pemakaman ini, kasihan Rasya"kata Michel.


"kuburkan sekarang"kata Richard.


Raka, Raja, Michel, Ruchatd dan Bram turun kedalam kubur dan juga peti Rasya yang mereka bawa turun.


Mereka naik keatas lalu menimbun kuburan itu dengan gundukan pasir,kuburan Rasya terlihat indah dengan taburan bunga yang Christy berikan. Ada bunga lily putih kesukaan Rasya yang Christy simpan didekat batu nisan, bahkan foto Rasya yang terlihat sangat tampan terpasang jelas disana.


Michel selalu menggenggam tangan Christy, Michel tahu saat ini Christy sangatlah hancur. Michel juga sedih karna Rasya meninggal, tapi Michel harus terlihat kuat setidaknya untuk Christy.


Para pelayat satu persatu meninggalkan tempat, hanya tersisa Christy dkk, Raka dkk, Richard, Faris,Bram, Salma, Siska, Wijaya, Raymond,dan Megan.


"sayang ayo kita pulang, langit sudah mendung pasti akan hujan"kata Siska bunda Christy.


"benar kata bundamu sayang, mari kita pulang"kata Megan mommy Christy.


"kalian pulanglah duluan, aku masih mau disini. Sebentar saja biarkan aku disini"kata Christy menatap batu nisan Rasya.


"hmm baiklah kami pulang duluan,Richard jaga adikmu"kata Raymond.


Mereka semua meninggalkan makan Rasya, termaksud Michel. Karna Richard yang menyuruh, hanya tersisa Richard dan Christy saat ini,Richard memposisikan dirinya jongkok disamping Christy.


"maaf princess, maafkan abang"kata Richard.


"ini bukan salah abang, jangan minta maaf. Ini semua sudah takdir, aku tidak apa-apa"kata Christy tersenyum pada Richard.


"jangan tersenyum kalau hati kamu sakit, itu buat abang hancur. Menangislah itu lebih baik"kata Richard.


Christy langsung memeluk Richard erat,h ancur sudah pertahanan Christy. Christy menangis sejadi-jadinya dipelulan Richard.


Hujan turun seolah tahu rasa sakit yang Christy rasakan, hujan itu jatuh bersamaan dengan air mata Richard,yah Richard menangis. Mati-matian Richard menahan air matanya sedari tadi dan akhirnya jatuh juga.


Air hujan itu menyapu bersih air mata Richard, Richard dan Christy basah kuyuh disamping kuburan Rasya. Sungguh Richard tidak kuat melihat Christy seperti ini.


"hiks hiks bang aku kehilangan lagi. Kenapa harus aku bang"kata Christy memukul membabi buta didada bidang Richard.


"menangislah, terkadang menangis adalah solusi terbaik di saat ada masalah"kata Richard mengusap kepala Christy.


"kenapa Aya ninggalin aku bang, aku cinta sama dia. Aku gak mau pisah dari Aya, bang"kata Christy memukul mukul gundukan tanah makam milik Rasya.


"TUHAN KENAPA HARUS AKU YANG KEHILANGAN, AKU BELUM MENGUKIR KISAH INDAH BERSAMANYA. KENAPA ENGKAU SUDAH MENGAMBILNYA, INI TIDAK ADIL. KENAPA HANYA DIA YANG ENGKAU BAWA, KENAPA BUKAN AKU SAJA TUHAN. AKU LELAH, AKU TIDAK SANGGUP LAGI"teriak Christy histeris.


Christy sudah seperti orang gila, baju putih yang penuh lumpur dan mata yang sudah bengkak akibat menangis. Christy berteriak menatap langit berharap sang pencipta mendengar keluh kesahnya.


"princess mari kita pulang, kamu bisa sakit jika seperti ini"kata Richard memapah tubuh lemas Christy.


Christy hanya diam dan mengikuti langkah Richard, Richard membawa Christy dan memasukannya kedalam mobil. Didalam mobil, Christy hanya diam dengan tatapan kosongnya.


Setengah jam perjalanan mobil Richard sampai di mansion Raymond. Baru saja Ruchard ingin membuka pintu mobil untuk Christy, gadis itu sudah membukanya sendiri dan jalan melewati Richard.


Didalam mansion ada Raka dkk, Faris,dan keempat orangtua duduk bersama di ruang tamu. Christy hanya berjalan melewati mereka, jangankan menyapa melirik sedikitpun tidak. Ini yang mereka takutkan.


Christy akan kembali bersikap dingin dan tak tersentuh, Michel menatap punggung Christy yang perlahan menghilang dari pandangannya.


"jangan menganggunya dulu biarkan dia sendiri"kata Richard dengan nada dingin.


Sedangkan Christy dia masuk kekamarnya dan memegang sebuah bingkai foto yang menampilkan gambar dirinya bersama Rasya. Difoto itu achristy tersenyum bahagia seolah tidak ada beban dihidupnya.


Air mata Christy jatuh memasahi bingkai foto itu, Christy menggigit bibir bawahnya agar isakan tangisnya tidak pecah lagi dan lagi.


"Aya kenapa tidak membawaku pergi bersama mu, kenapa kamu pergi sendiri. Ini tidak adil, kamu membuatku sendiri lagi"kata Christy mengusap bingkai foto itu.

__ADS_1


"kuatlah, abang selalu ada disampingmu. Kamu jauh lebih berharga dari pada nyawa abang, maaf tidak bisa berbuat apa-apa. Abang bukan tuhan yang bisa membuat orang yang sudah pergi kembali lagi, kuatlah ini pasti akan berakhir"batin Richard.


__ADS_2