
Jam menunjukan pukul 4 sore, Raka dkk dan Christy sedang berkumpul bersama di taman belakang mansion. Raka dkk terlihat bermain bola bersama, Christy hanya duduk dan memperhatikan mereka bermain.
Tiba-tiba Richard dan Reza datang lalu duduk didekat Christy. Christy tersenyum melihat keduanya yang datang kemansion.
"bang tanding bolo yuk, ajak temen abang juga tuh"kata Raka memanggil Richard.
"tidak"jawab Richard singkat.
"bang main ajah, aku gak pernah lihat abang main bola"kata Christy tersenyum pada Richard.
"yaudah kalau kamu yang minta. Za yuk"kata Richard berdiri di ikuti oleh Reza.
"bang Richard masuk di tim gue. Kalau lo sama Raja"kata Raka menunjuk Reza.
"okey"kata Richard dan Reza bersamaan.
Mereka semua mulai bermain dengan suara tawa yang terdengar, Raka dkk baru melihat Richard yang sangat bersemangat dengan suara tawaan yang sangat terdengar.
Christy tersenyum manis melihat Richard yang terlihat sangat gembira, wajah Richard tidak sepertia biasa,wajah yang biasanya menampilkan sisi iblis sekarang justru terlihat seperti seorang pria tampan yang menikmati masa usia matangnya.
"GOL"teriak Richard melihat tendangannya lolos dari tangkapan Fikra sebagai gawang.
"YEAAAAH"teriak Raka Revano dan Michel yang satu tim dengan Richard.
Raka, Revano dan Michel langsung memeluk tubuh kekar milik Richard. Richard awalnya sedikit terkejut dengan apa yang mereka lakukan.
Richard yang awalnya hanya diam akhirnya membalas pelukan ketiga pria itu, Richard tersenyum tipis bahkan hampir tidak terlihat
"ternyata tertawa lepas cukup menyenangkan"batin Richard.
Christy tersenyum bahagia melihat Richard yang terlihat akrab pada Raka. Christy berdiri dari duduknya dan hendak mendekat kearah para pria itu. Tiba-tiba tangan Vhristy ditahan dan dipaksa berbalik.
PLAK
Satu tamparan keras terdengar disana, seketika para pria itu berbalik menghadap Christy. Wajah Richard seketika berubah seperti iblis saat melihat adiknya ditampar seseorang.
Richard mendekat kearah orang itu dengan tatapan elangnya, Christy langsung menahan Richard tapi pria itu terlihat sangat marah, seketika Christy memeluk tubuh Richard dari belakang.
"STOP"teriak Christy memeluk erat tubuh Richard dari arah belakang.
Seketika Richard berhenti dengan deruh nafas yang kencang akibat menahan amarah. Christy setidaknya merasa lega karena Richard mendengarkannya.
Christy melepaskan pelukannya lalu menggenggam tangan Richard, Richard menatap Christy dengan tatapan yang sulit diartikan.
"bunda apa-apaan sih"kata Raka pada seseorang yang menampar Christy, yang tidak lain adalah Siska bunda mereka.
"itu pantas untuk anak brandalan seperti dia"kata Siska menunjuk Christy.
Christy hanya diam dan tetap memegang tangan Richard. Richard bisa merasakan tangan Christy bergetar karena menahan tangisannya. Richard sudah seperti bom waktu yang akan meledak sebentar lagi.
"maksud bunda apa"kata Revano marah.
__ADS_1
"dia itu anak berandalan,.mana ada seorang gadis yang tidak punya hati seperti dia. Karena ulah kamu sekarang Zee masuk rumah sakit "kata Siska marah menunjuk Christy.
"itu bukan salah Chris, semua itu dimulai oleh Zee. Dia yang mengganggu Chris duluan"kata Raja marah.
"mau Zee yang mulai atau bukan, memangnya dia harus memukul Zee hingga seperti itu"kata Siska marah.
"sebenarnya apa yang Zee katakan sampai bunda seperti ini?"tanya Michel.
"dia ceritakan semuanya, mulai dari Chris yang menamparnya dan menyeretnya hingga kelapangan"kata Siska membuat semua orang terkejut.
"bunda, tapi bukan Chris yang buat Zee seperti itu"kata Fikra yang mulai bersuara.
"iya bunda, kami semua disana dan bukan Chris yang membuat Zee seperti itu"kata Dimas.
"lalu siapa? Hanya dia yang tidak suka pada Zee. Dia iri pada Zee makanya melakukan hal menjijikan seperti itu"kata Siska membuat Christy berusaha menahan amarahnya.
"DIAM"teriak Richard membuat suasana semakin tegang.
"seharusnya anda bertermakasih pada adik saya. Kalau bukan karena dia, saya sudah membunuh anda detik ini juga"kata Richard dengan tatapan elangnya.
"bang"tegur Christy.
"sudah cukup princess, kamu sudah terlalu sabar dengan wanita tidak tahu diuntung ini. Asal anda tahu nyonya Siska yang terhormat, adik saya sudah dengan baik hati masih mau membela anda"kata Richard menunjuk Siska dengan jari telunjuknya.
"Richard kamu harus jaga bicara kamu, bunda ini orangtua kamu. Kenapa kamu lebih membela gadis yang jelas-jelas tidak ada hubungan darah sama kamu"kata Siska marah.
"saya lebih bangga pada adik saya ini yang anda katakan tidak memiliki hubungan darah sama sekali dengan saya. Dari pada harus mengakui kalau wanita yang sangat jahat seperti anda adalah orangtua saya"kata Richard marah.
"bunda udah cukup, bunda kenapa jadi gini sih"kata Raka yang sudah kehabisan akal melihat Siska yang semakin hari semakin tidak terkontrol.
"ini semua karena kamu dasar anak sial"kata Siska lalu menarik Vhristy hingga terlepas dari genggaman Richard.
Siska menarik paksa tangan Christy hingga masuk kedalam mansion. Richard, Reza dan Raka dkk mengikuti Siska.
"kamu harus menerima akibatnya"kata Siska menarik Vhristy lalu mendorongnya hingga kepala Christy terhentam cukup keras di tangga.
Darah segar mengalir di kepala gadis itu, Richard seperti orang kesetanan melihat adiknya terluka. Seketika Richard menarik tangan Siska membuat Christy dan Raka dkk terkejut.
Christy memaksakan dirinya berdiri untuk mengejar Richard, saat didepan mansion Richard menatap Siska penuh amarah. Richard mengeluarkan belatih dari saku celananya. Lalu menatap Siska dengan penuh amarah.
"BANG"teriak Christy lalu mendorong Siska menjauh dari Richard.
Belatih itu tidak mengenai Siska namun Christy yang mendorong Siska dan mencoba melindungi Siska. Siska terhempas cukup jauh dan menabrak bangku besi yang ada didepan mansion.
Richard seketika lemas melihat Christy yang terbaring lemas, Michel langsung berlari mendekat kearah Christy.
"Chris buka mata kamu please"kata Michel mengangkat tubuh Christy.
"kepala aku sakit Cel"kata Christy dengan suara yang sangat kecil.
"aku disini okey, bertahan aku mohon"kata Michel yang sangat khawatir.
__ADS_1
"SIAPAKAN MOBIL CEPAT"teriak Richard membuat salah satu supir dengan cepat mengeluarkan mobil dari garasi.
"princess bertahanlah"kata Richard mengangkat tubuh Christy masuk kedalam mobil.
Michel, Richard dan Reza langsung membawa Christy kerumah sakit. Sedangkan Raka dkk terdiam melihat Siska yang terduduk lemas.
"apa sekarang bunda masih mikir kalau Chris pembawa sial? Apa bunda pernah mikir gimana sakitnya Chris dengar perkataan bunda? Kalau tadi Chris gak nolongin bunda, mungkin bunda udah mati ditangan bang Richard"kata Raka marah lalu pergi.
Dimas dan Fikra membantu Siska untuk berdiri, keduanya merasa sangat kecewa melihat perubahan Siska saat ini.
"bunda buat kita kecewa"kata Fikra lalu pergi bersama Dimas.
"bunda sebenarnya kenapa? Bunda seperti orang asing di mata kami"kata Revano.
"bunda, Raja kecewa sama bunda"kata Raja dengan wajah sendunya lalu pergi bersama Revano.
Siska hanya berdiri dengan wajah yang sulit diartikan, Siska menangis tapi tidak tahu apa alasannya. Apa karena dia salah? Apa semuanya salah? Wanita itu nampak bingung dengan dirinya sendiri.
//skip//
Sudah 10 menit Christy didalam ruang UGD tapi, belum juga keluar. Richard sudah seperti orang kesetanan menunggu dokter yang memeriksa Christy cepat-cepat keluar.
Reza juga terlihat frustasi mengingat banyaknya darah yang keluar dari kepala Christy tadi. Sedangkan Michel, perasaan pria itu bercampur aduk. Dia marah, sedih, khawatir dan bingung harus bagaimana.
"kenapa lo harus kayak tadi sih bang KENAPA"kata Michel marah menatap Richard.
"semuanya pantas untuk wanita jahat itu"kata Richard membicarakan soal Siska.
"tapi karena kelakuan lo tadi, Chris celaka bang"kata Michel mengacak rambutnya frustasi.
"saya juga tidak mau jadi seperti ini"kata Richard marah.
"bisa gak kalian diam, ini rumah sakit. Kalian punya otak atau gak? Sekalipun kalian berkelahi disini semuanya gak bisa diulang"kata Reza yang jengah dengan kelakuan Richard dan Michel.
Saat mereka sedang bertengkar tiba-tiba dokter yang memeriksa Christy keluar, ketiga pria itu menatap sidokter seolah meminta penjelasan atas kondisi Christy saat ini.
"nona Christy sudah sadar, luka dikepalanya sudah saya bersihkan dan obati. Sebaiknya jangan biarkan tubuh nona Christy terluka lagi. Tubuhnya sudah cukup banyak bekas luka, terlebih lagi luka tusukan hari itu belum sepenuhnya pulih"kata dokter itu membuat ketiga pria itu sedikit lega.
"tapi, adik saya sekarang baik-baik saja kan dok?"tanya Reza.
"dia sudah baik, hmm dan satu lagi jangan biarkan dia terlau banyak fikiran. Obat tidur yang saya berikan terlalu tinggi dosisnya membuat nona Christy hampir saja keracunan"kata dokter itu.
"obat tidur? Maksud dokter?"tanya Michel bingung.
"dokter apa bisa saya melihata adik saya"kata Richard mengalihkan pembicaraan.
"nona Christy akan dipindahkan keruangannya dulu, setelah itu kalian bisa masuk. Saya permisi dulu"kata dokter itu lalu pergi.
"maksud dokter tadi apa bang?"tanya Michel yang masih penasaran.
"sudahlah jangan di bicarakan"kata Richard membuat Michel diam.
__ADS_1
"sebenarnya apa yang aku belum tahu dari kamu Chris, aku selalu terlambat jika itu mengenai kamu. Aku mau kamu bisa percaya sama aku, aku mau jadi orang pertama yang tahu semua tetang kamu"batin Michel sendu.