Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 27


__ADS_3

Author pov


Malam ini, Fara dkk dan Raka dkk sedang berkumpul dicafe milik Christy. Mereka semua ingin bersantai malam ini, setidaknya melepas beban sebagai anak SMA.


Sedangkan Christy, dia sedang dalam perjalanan menuju cafe. Tempat janjian mereka.


Sambil menunggu Christy, mereka semua sudah memesan minuman terlebih dahulu, karena tenggorkan yang sudah kering.


"Far, Chris kok lama? Dia kemana?"tanya Raka, yang mulai gelisah


"Chris tadi kerumah sakit dulu, katanya mau jengukin bang Faris. Dia udah di perjalanan kesini kok, kamu tunggu yah"kata Fara, berharap Raka lebih tenang


"Faris, Faris dan Faris. Kenapa sih, kan ada keluarganya, Revano adeknya juga ada. Kenapa harus Chris sih"kata Raka kesal. Lalu menatap remeh Revano, membuat Revano terpancing emosi


"lo kalau ngomong difikir dulu. Dara itu adek gue, jadi dia berhak jagain abang gue"kata Revano marah


"seharusnya, gue yang bilang gitu. Kalau ngomong difikir dulu, Chris itu princess keluarga Raymond. Dia gak ada hubungan keluarga sama lo"kata Raka menatap tajam kearah Revano. Para sahabat merekapun mulai was-was, takut jika mereka berdua berkelahi


"Dara itu, princess keluarga Stamfort. Bukan Raymond, ngerti lo"kata Revano yang semakin emosi


"Raka, udahlah. Jangan emosi gini"kata Fara, memegang tangan kekasihnya itu.


"bang, udah dong. Kok kalian malah berantem sih"kata Raja berusaha mencairkan suasana


"Revano, Raka, kalian berdua kenapa sih, hah?"tanya Dimas, menatap marah pada dua sahabatnya itu


"gak usah kayak bocah. Kita lagi ditempat rame, lo berdua gak punya malu apa"kata Fikra yang juga marah


"Far, kok malah gini sih"bisik Tasya, yang mulai takut.


"kalian, diam ajah. Gue cuma mau perjelas sama dia, kalau chris itu adek gue. Bukan adek dia"kata Raka emosi, menunjuk wajah Revano.


"Dara, adek gue. Bukan lo. Asal lo tahu ajah, dara lahir dari rahim mommy gue. Bukan bunda lo, jadi gak usah sok deh"kata Revano mendorong bahu Raka


"dia, memang lahir dari rahim mommy lo. Tapi mommy lo juga, yang udah ngusir chris dulu. Asal lo tahu, selama ini cuma bunda gue yang selalu ada buat chris. Bukan mommy lo, yang bahkan gak ada belas kasihannya itu"kata Raka, membuat Revano merasa benar-benar marah.


Hati Revano, seperti ditabrak beton. Rasanya sangat sakit, saat mendengar penuturan Raka. Tapi itu memang benar, Revano mau membantah perkataan Raka. Tapi, semuanya adalah kebenaran.


Bahkan, Dimas, Fikra dan Raja. Tidak menyangka, jika Raka akan berkata seperti itu. Pada Revano, yang notebenya adalah sahabatnya sendiri. Sekaligus, kakak kandung Christy.


"Raka, udah dong. Kamu ngomong apa sih"kata Fara menarik Raka, agar sedikit menjauh dari Revano


"lo dengar yah Raka. Dara itu adek gue, mau dulu atau sekarang. Asal lo tahu, lo sama keluarga lo itu cuma keluarga sambung Dara. Walaupun selama ini, kalian yang jagain Dara, itu gak akan ngerubah apapun. Kalian gak ada hubungan darah, lo bukan siapa-siapa. Lo, cuma kakak angkat Dara. Ngerti lo"kata Revano, mendorong Raka


DEG


Kakak angkat, kata itu sangat menyakitkan. Mereka semua dibuat terkejut, saat mendengar Revano. Yang mengatai Raka, dengan sebutan kakak angkat.


Raja langsung memukul wajah Revano, hingga terjatuh menghantam lantai. Semua pengunjung cafe, langsung memperhatikan ke meja mereka.


Dimas langsung menahan Raja. Sedangkan Fikra, dia langsung membantu Revano berdiri.


"udah stop, kalian kenapa sih"kata Putri, yang mulai muak dengan semuanya.


"anj**g lo. Apa maksud lo, nyebut kita kakak angkat Chris hah"kata Raja, yang sudah sangat marah


"itu kenyataan. Kalian kakak sementara dara. Gue, bakal pastiin Dara ninggalin kalian. Gue akan bawa Dara, balik sama keluarga gue"kata Revano marah


Raka hanya terdiam tanpa ekspresi. Sakit rasanya, mendengar kata kata Revano, yang ditujukan padanya.


"udah, stop. Kalian apa-apaan sih, hah"kata dimas marah, menatap tajam pada dua sahabatnya itu.


"Dimas, udah. Lo juga jangan emosi"kata fikra, berusaha menenangkan dimas.

__ADS_1


"lo, gak usah banyak bacot. Keluarga lo, yang udah buang Chris dulu. Dan sekarang, dengan seenak jidat, lo bilang mau bawa dia pergi. Dasar ****"kata Raja


Raka yang mulai emosi, langsung menatap Revano, dengan tatapan elangnya.


Raka dan Revano saling menghantam, satu sama lain. Membuat semua pengunjung cafe semakin ricuh. Keadaan memanas, beberapa orang mulai merekam.


Fikra, Dimas dan Raja, sudah berusaha menahan mereka. Tetapi hasilnya nihil, justru mereka yang terkena pukulan. Membuat merekapun, menjadi emosi. Karena wajah mereka terasa sakit, saat terkena pukulan Raka maupun Revano.


Fara, Tasya dan Putri, semakin bingung harus berbuat apa. Mereka hanya berharap, Christy cepat datang. Karena hanya dia, yang bisa melerai perkelahian ini.


Harapan mereka ternyata terjadi, Christy datang tepat saat mereka masih berkelahi. Christy yang mengetahui itu sejak awal, sudah marah sejak diperjalanan kecafe.


Kemarahannya semakin memuncak, saat melihat kedua orang itu sudah dipenuhi lebam, disetiap inci wajah mereka.


"BERHENTI"teriak Christy, sambil berjalan mendekati mereka.


Fara yang melihat Christy datang, langsung memegang tangan Christy. Karena Fara sudah tahu, dari sorot mata Christy. Gadis itu sangatlah marah saat ini.


"Chris, udah. Guue mohon, jangan mukul mereka"kata Fara, yang merasa jika Christy, akan memukul Raka dan Revano


Christy, langsung menghempaskan tangan Fara. Christy, langsung menatap Raka dan Revano, dengan tatapan tajamnya itu. Terlihat menyeramkan.


"mau jadi jagoan"kata Christy. Dengan nada bicara, yang terdengar sangat marah.


Christy, langsung memukul wajah Raka. Lalu beralih, memukul Revano. Hingga kedua pria itu, terjatuh menghantam lantai.


"tidak usah, bertingkah seperti anak kecil"kata Christy dingin


Pukulan demi pukulan, dialayangkan Christy secara bergantian. Terhadap Raka dan Revano. Para pengunjung cafe dibuat terdiam, saat melihat gadis cantik seperti Christy, sangat brutal saat memukul.


Raka dan Revano, sudah tidak bisa apa-apa lagi. Karena, badan mereka sudah lemas. Akibat dipukuli christy, pukulan itu terasa sangat sakit, sepertinya tulang mereka sudah patah.


"Hiks, hiks, Chris gue hiks hiks hiks mohon. Udah"kata Fara, sambil memeluk tubuh lemas Raka. Fara takut, melihat raka yang sudah sangat lemas.


Christy yang melihat Fara menangis, seketika luluh. Dia berusaha menurunkan emosinya, takut jika terlalu emosi, dia akan memukul fara juga.


"buat kalian berdua, gue kecewa sama kalian. Setelah ini, jangan harap gue mau ketemu sama kalian. Sebelum masalah antara kalian selesai. Mengerti"kata Christy, lalu keluar dari cafe


"maafin abang princess"batin Raka


"rasa kecewa masa lalu, belum juga usai. Lalu sekarang, kamu kecewa lagi sama abang, maafin abang dar"batin Revano


"kumohon, jangan saling menyerang. Kalian berdua, memiliki hak yang sama. Aku sayang sama kalian berdua, maaf untuk pukulannya"batin Christy sedih


Setelah kepergian Christy, Raka dan Revano langsung dibawa kerumah sakit. Untuk mengobati luka lebam, dan pelipis yang sobek.


Sedangkan Michel, dia langsung mengejar Christy saat keluar dari cafe. Michel khawatir, karena Christy keluar dengan emosi yang tidak stabil.


Sekarang, Christy dan Michel sedang berada diwarung pinggir jalan. Michel, membeli 2 air mineral. Lalu memberikan satu untuk Christy.


Christy masih saja diam, Michel bingung harus berbuat apa. Dia takut, jika bicara nanti salah.


"ngomong ajah, gak usah takut salah"kata Christy, yang tahu isi hati kekasihnya itu.


"hmm, kamu gak mau temuin Raka sama Revano dirumah sakit?"tanya Michel, sedikit berhati-hati. Takut, jika Christy marah.


"biarkan mereka sadar dulu, apa kesalahan mereka. Baru aku temuin mereka"kata Christy, menatap Michel sekejap.


"tapi"kata Michel terhenti, karena Christy lebih dulu berbicara.


"udah, gak usah nanya lagi. Anterin aku kebandara"kata Christy, berdiri dari duduknya. Membuat Michel, ikut berdiri.


"kamu mau kemana?"tanya Michel bingung, karena Christy meminta diatar kebandara.

__ADS_1


"LA"jawab Christy, membuat Michel.menatapnya bingung


"ngapain? Besok sekolah chris"tanya Michel


"rindu sama opah dan omah. Soal sekolah, udah aku urus"kata Christy santai. Michel terdiam sejenak, berbicara pada dirinya sendiri.


"apa, gue boleh ikut yah? Gue bilang ke Chris, atau gak yah?"batin Michel, membuat Christy tersenyum tipis.


"ikut ajah, kalau kamu mau ikut. Gak usah berantem sama batin sendiri"kata Christy, membuat Michel tertawa sendiri.


"hehehe makasih"kata Michel, dengan cengiran kudanya. Membuat Christy terkekeh kecil.


//skip//


Malam ini Fara dkk dan Fikra dkk, sedang melihat kondisi, Raka dan Revano. Mereka dirawat dirumah sakit, setelah dipukuli Christy habis-habisan


Raka dan Revano, berada dalam satu ruangan yang sama. Membuat mereka gampang untuk menjenguknya. Tidak perlu mondar-mandir kekamar yang berbeda-beda.


Fara duduk diranjang Raka, sambil mengupas buah jeruk, untuk kekasihnya itu.


Sedangkan Revano, dia hanya diam dengan tatapan kosong. Perasaan bersalah semakin besar, Dia baru menyesali perkataannya tadi. Itu semua karena emosi sesaat.


"buat kalian, gue kecewa sama kalian. Jangan harap, gue mau ketemu sama kalian. Sebelum masalah diantara kalian selesai"kata kata Christy itu masih terus mengiang ditelinganya dan otak Raka maupun Revano.


Mereka tidak mau, jika Christy menghindar dari mereka. Sungguh, itu tidak bisa dibayangkan oleh Raka maupun Revano.


"kalian berdua, gak usah bengong. Makan tuh buah, terus istirahat. Kalau udah sembuh, cepetan selesain masalah ini"kata Dimas


"bener tuh, emang kalian mau? kalau Christy, gak nemuin kalian lagi"kata Fikra, membuat Raka dan Revano menatapnya.


"bang, chris kemana yah?"tanya Raja mulai khawatir, karena Christy tidak bisa dihubungin


"Fara, kamu tau chris kemana?"tanya Raka


"tunggu, aku telfon dulu"kata Fara, hendak menelfon Christy


Baru saja, Fara mau menelfon. Tiba-tiba, HP Dimas bunyi menampilkan nama Michel. Sahabatnya itu, menelfonnya.


"halo, cel. Lo dimana? Burruan kerumah sakit, Raka sama Revano masuk rumah sakit nih"


"gue otw LA dim"


"aji gile, ngapain lo ke LA. Cel"tanya Dimas terkejut


"temenin Chris. Cuma 3 hari kok"


"sekolah gimana? Ydah izin lo?"tanya Dimas bingung


"udah gue urus semua. Yaudah gue matiin yah. Bilang sama Raka dan Revano, gak usah khawatir. Chris aman sama gue"


"ok see you bro take care"


Sambungan telfon langsung dimatikan oleh Michel, mereka semua langsung menatap Dimas. Meminta penjelasan


"ngapain michel ke LA?"tanya Raka


"dia temenin Chris, katanya ada urusan. Mereka 3 hari disana, dia bilang gak usah khawatir. Chris aman sama dia"kata Dimas


Raka dan Revano, seketika diam dan kembali melamun. Seperti orang pikun


"apa kamu benar-benar tidak mau bertemu abang? Maaf udah buat kamu kecewa, abang mohon balik princess"batin Raka


"kenapa setiap abang mendekat, kamu malah menjauh. Kenapa alur cerita ini, semakin rumit"batin Revano

__ADS_1


"maaf membuat kalian terluka. Aku cuma gak mau, lihat kalian saling menyerang . Itu buat aku sakit. maaf, maaf, dan maaf. Cuma itu, yang bisa aku katakan"batin Christy.


__ADS_2