Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 49


__ADS_3

Author pov


Jam menunjukan pukul 6 pagi, sinar matahari sudah mulai terik membuat seorang gadis yang setia memeluk prianya semalaman itu terusik.


Christy, dia terpaksa bangun karna pagi ini akan pergi kesekolah. Sedangkan Rasya dia masih tertidur pulas disamping Christy.


"Aya udah pagi, bangun"kata Christy menepuk pipi Rasya.


"5 menit lagi princess. Sini peluk"kata Rasya dan menjadikan Christy gulingnya.


"ihh Aya, aku mau kesekolah. Kamu juga mau acara keluarga, bangun"kata Christy memukul tangan kekar Rasya yang memeluk pinggangnya.


"telat dikit gak masalah, kan kamu yang punya sekolah"kata Rasya dengan suara seraknya.


"kok gitu, aku gak mau telat yah. Bangun cepetan, Aya ihh"kata Christy kesal.


"iya princess iya"kata Rasya terpaksa bangun dari tidurnya.


"aku mau mandi dulu"kata Christy


"mandi bareng mau gak?"tanya Rasya menggoda Christy


"dasar mesum kamu"kata Christy yang salah tingkah.


"yang penting kamu cinta"kata Rasya mencubit gemas pipi Christy.


"geer"kata Christy mengejek Rasya.


"ohh gak cinta, yaudah aku pergi lagi ah"kata Rasya hendak keluar kamar.


"ehh kok gitu, aku bercanda Aya"kata Christy memeluk Rasya dari arah belakang. Menahan agar Rasya tidak pergi.


Rasya tetap keluar dari kamar dengan berjalan sangat berat, karna Christy yang bergelantung dipundaknya.


Rasya terkekeh karna berhasil membohongi gadisnya itu, saat didepan tangga mereka berpapasan denga Raka, Raja,dan Richard.


Ke 3 abang Christy itu terlihat bingung, melihat adik mereka yang bergelantung di pundak Rasya seperti anak TK.


"aku mau pergi, kamu gak cinta sama aku"kata Rasya mengedipkan matanya pada ke 3 pria yang ada dihadapannya.


"Aya aku bercanda tadi. Kok kamu gitu sih"kata Christy cemberut.


Sedangkan Raka, Raja dan Richard menahan tawanya. Karna melihat wajah Christy yang masih baru bangun tidur, dan sudah mau menangis karna di bohongi Rasya.


"aku mau pergi, lepas"kata Rasya menahan tawanya.


"hiks hiks hiks Aya jangan tinggalin aku"kata Christy yang sudah mulai menangis, membuat Rasya terkejut.


Rasya yang kasihan melihat Christy menangig, langsung membalikan badannya dan menghapus air mata Christy.


"princess, aku cuma bercanda. Jangan nangis lagi yah"kata Rasya menghapus air mata Christy.


"maksud kamu?"tanya Christy bingung.


"aku cuma bercanda, aku gak mungkin ninggalin kamu"kata Rasya tersenyum menatap Christy.


"itu kenyataan Ras"batin Richard


"gak lucu Aya, gak lucu"kata Christy marah.


"iya maaf princess"kata Rasya mengacak gemas rambut Christy, namun gadis itu masih saja marah


"terserah"kata Christy lalu kembali masuk ke kamar.


"princess biar gue yang urus. Lo siap-siap kerumah sakit"kata Richard


"operasi lo jam berapa?"tanya Raka menatap Rasya.


"jam 10"jawab Rasya.


"jam 10 disekolah ada pensi, hmm gue usahain datang deh Ras"kata Raja


"kalau gak datang gak apa-apa kali, lagian ada mama sama papa juga"kata Rasya tersenyum.


"lo gak ada niatan buat kasih tau ke Chris?"tanya Raka menatap Rasya.


"kalau operasi gue berjalan lancar, gue bakal jujur ke princess. Tapi kalau operasinya gagal dan gue berhenti bernafas, gue minta tolong kasih tau ke princess dengan cara halus"kata Rasya menatap ketiga pria dihadapannya.


"operasi lo pasti berjalan lancar"kata Raja menepuk pundak Rasya dan tersenyum.


"semoga Ja"kata Rasya tersenyum tipis.


//skip//


Sekarang Christy dkk berjalan beriringan di koridor sekolah, bukan hal baru jika mereka selalu menjadi pusat perhatian para murid.


"mereka makin cantik yah"


"apalagi Christy, makin wow"


"semalam acaranya megah banget,kayak keluarga kerajaan gitu"


"tadi malam juga Michel ada loh"


"gue kira mereka udah putus"


"tapi gue lebih setuju kalau Christy sama Nichel"


Christy dkk hanya tersenyum mendengar perkataan-perkataan yang dilontarkan bebarap murid.


Christy dia kembali kesal, saat mengingat kelakuan Rasya tadi pagi yang mengerjainya hingga menangis.


"eh Chris, semalam Rasya tidur dikamar lo kan?"tanya Putri


"what? Kalian gak ngapa-ngapain kan? Lo masih kesegel kan?"tanya Tasya membolak-balikan tubuh Christy, membuat gadis itu semakin kesal


"omongan di jaga ****"kata Christy menjitak kepala Tasya.

__ADS_1


"dia cuma tidur doang, gak ngapa-ngapain"kata Christy menatap ketiga sahabatnya.


"alhamdulillah"kata ke 3 sahabat Christy bersamaan.


"tau gak, tadi pagi Aya ngerjain gue sampe nangis"kata Christy dengan wajah kesalnya.


"lah kok bisa?"tanya Fara penasaran.


"dia bilang, kalau dia mau pergi ninggalin gue. Waktu gue nangis, dia bilang bercanda doang. Kan kesel"kata Christy kesal.


Ke 3 sahabat Christy terdiam, mereka tau tentang penyakit Rasya dan mereka fikir sepertinya perkataan Rasya bukan hanya sekedar candaan.


Christy menatap ketiganya bingung, baru saja tadi mereka sangat heboh sekarang malah diam.


"kalian kenapa diam?"tanya Christy bingung.


"eh engga kok, yuk buruan masuk. Udah mah bel"kata Fara.


//skip//


Jam menunjukan pukul 9 pagi, semua murid berkeliaran menuju lapangan. Karna sebentar lagi pensi akan di mulai.


Christy dkk juga sedang bersiap, karna hari ini mereka akan perfom diatas panggung, menunjukan keahlian bernyanyi dan bermain alat musik yang mereka kuasai.


Michel? Pria itu juga ada di SMA IHS hari ini, untuk melihat penampilan Christy. Tetapi hari ini Michel terlihat membawa 3 orang temannya Charly, Peter, dan juga Zee.


Zee memaksa ikut, karna katanya dia bosan. Jika Michel sedang tidak buru-buru, Michel tidak akan mengajak Zee. Michel menghampiri Christy dkk dan Raka dkk yang sedang bersiap di belakang panggung.


"Chris"panggil Michel, membuat Christy berbalik dan tersenyum.


"Michel? Kamu datang juga ternyata"kata Christy tidak menyangka kalau Michel akan datang.


"aku ingin melihat penampilan kamu hari ini"kata Michel tersenyum manis menatap Christy.


"hmm dia?"tanya Christy melirik kearah Zee yang berdiri disamping Michel.


"teman aku dari London, di sana juga ada dua orang lagi. Mereka ikut bersamaku ke sini"kata Michel


"Christy"kata Christy memperkenalkan dirinya dengan senyuman manis.


"Zee"jawab Zee acuh membuar Fara Tasya dan Putri geram.


"biasa ajah tuh mata"kata Tasya menatap Zee.


"Sya udahlah"kata Christy menegur Tasya.


"iya iya"kata Tasya kesal.


"Cel, kamu kedepan ajah. Aku udah mau naik ke atas panggung"kata Christy menatap Michel


"semangat Chris"kata Michel mengacak rambut Christy gemas.


"Michel berantakan tauu"kata Christy cemberut.


"tetap cantik"kata Michel lalu berlari kedepan panggung.


"lo bakal tanggung akibatnya"batin Zee


"kita lihat siapa kali ini yang mau merusak kebahagianku"batin Christy menatap punggu Zee yang menjauh.


Christy dkk naik keatas panggung, membuat seluruh murid berteriak heboh karna most wanted girl sekolah ini akan perfomance.


"halo semua"kata Christy menyapa seluruh murid yang ada.


"halo"teriak semua murid dengan sangat semangat.


"disini, gue sama sahabat-sahabat gue bakal menampilkan sebuah lagu yang sangat indah dan sangat bermakna untuk seseorang"kata Christy dengan senyumannya.


"untuk siapa Christy"teriak semua murid antusias.


"untuk 2 pria yang sangat berharga dihidup gue"kata Christy menatap Michel dan juga mengingat wajah Rasya.


Michel tersenyum melihat Christy yang menatapnya, membuat semua murid semakin bersorak.


"kita mulai ajah"kata Christy


Christy berdiri didepan mikrofon,Tasya duduk didepan sebuah piano,Fara memakai gitarnya, dan Putri duduk memegang stick drumnya.


Alunan musik mulai berdentum, membuat semua murid menikmati musiknya. Hingga Christy menyanyikan lagunya.


Jangan cintai aku apa adanya- Tulus


Disela nyanyiannya, air mata Christy tiba-tiba jatuh tanpa sebab. Entah kenapa, dada Christy terasa sakit saat ini, seperti ada yang terjadi.


Christy terus melanjutkan nyanyiannya, hingga akhirnya nyanyiannya itu selesai dan semua murid berdiri lalu bertepuk tangan


Semua murid merasa tersentuh dengan lagu yang Christy bawakan, terlebih lagi suara merdu yang menambah kesan wow di perfomance itu.


Christy dkk berdiri berjejer, lalu menunduk terimakasih atas sorakan yang diberikan pada mereka. Christy dkk turun dari panggung, sedangkan Michel dia berlari kebelakang panggung. Zee? Gadis itu juga mengikuti kemana Michel berlari.


Saat di belakang panggung, Michel langsung memeluk Christy membuat gadis itu sedikit terkejut. Tetapi membalas pelukan Michel. Michel melepaskan pelukannya, lalu tersenyum tulus pada Christy.


"tadi sangat bagus"kata Michel melepaskan pelukannya, lalu tersenyum pada Christy.


"makasih"kata Christy membalas senyuman Christy.


"hmm aku mau kasih tau kamu sesuatu tentang Rasya hari ini"kata Michel membuat semuanya terkejut.


"Cel, lo gak salah ngomong?"tanya Raja menarik Michel sedikit menjauh dari Christy.


"lo gila Cel"kata Raka marah.


"maksud kalian apa? Maksud kamu apa Cel?"tanya Christy bingung.


"ada sesuatu yang kamu gak tau tentang Rasya dan yang tau hanya aku, mereka, bang Richard dan bang Faris, hanya itu"kata Michel membuat Christy semakin bingung.


"MICHEL"teriak mereka bersamaan

__ADS_1


"Michel bicara yang jelas, jangan buat aku bingung. Sebenarnya apa yang aku tidak tau dan kalian semua tau"kata Christy yang mulai panik.


"sebaiknya ikut aku kerumah sakit sekarang"kata Michel memegang tangan Christy.


"rumah sakit? Tapi untuk apa Cel?"tanya Christy


"disana ada bang Richard yang bisa jelasin semuanya"kata Michel


"kita kesana sekarang"kata Michel


"lo gila Cel? Lo udah ngelanggar janji lo sama Rasya"kata Revano marah.


"kalian gak boleh egois, disaat seperti ini hanya Chris yang dia butuhin Rasya. Apa kalian gak mikir hah"kata Michel yang mulai emosi.


"tapi gak gini caranya Cel"kata Raka marah


"terus gimana Rak? Apa kita harus jujur, ketika dia benar-benar pergi untuk selamanya"kata Michel.


Seketika tubuh Christy menengang mendengar perkataan Michel. Christy berfikir keras, sebenarnya apa yang tidak diketahuinya.


"sebenarnya ada apa ini? Jangan membuatku bingung"tanya Christy menatap semua sahabatnya.


"waktu kita hanya setengah jam, kita pergi sekarang"kata Michel menggenggam tangan christy.


"Michel aku ikut"kata Zee menahan tangan Michel.


"lo balik ke apartement bareng Charly"kata Michel lalu menghenpaskan tangan Zee.


Michel dan yang lain bergegas menuju ke RD hospital, Christy semakin cemas saat ini.


Christy merasa, ada yang janggal dari perkataan Michel soal Rasya dan kenapa harus ke rumah sakit? Itu yang Christy fikirkan sekarang.


15 menit mereka semua sampai dan langsung masuk kedalam rumah sakit, mereka naik ke lantai 3 tempat ruang operasi berada.


Mereka berlari kearah satu ruangan, yang didepannya terdapat orangtua Rasya dan juga Richard abang Christy.


"akhirnya kalian datang"kata Richard


"abang ngapain disini?"tanya Christy bingung


"maafkan abang"kata Ruhard memegang kedua tangan Christy.


"sebenarnya ada apa ini? Kenapa semua menjadi aneh. Mata Michel abang ingin menjelaskan sesuatu sama aku"kata Christy menatap Rasya.


"tante dan om juga kenapa ada disini? Bukannya kalian ada acara keluarga? Sebenarnya apa yang aku tidak tau?"tanya Christy merasa frustasi mengahadapi situasi ini.


"hiks hiks Rasya, Chris"tangis mama Rasya akhirnya pecah.


Sang suami langsung memeluk istrinya, berusaha membuatnya Tenang dan berhenti menangis.


"Aya? Aya kenapa? Bang apa sebenarnya ini, jangan buat aku bingung aku mohon"kata Christy yang menjadi khawatir.


"Rasya ada didalam"kata Richard menunjuk ruangan yang tertera kata OPERASI SEDANG BERJALAN.


"maksud abang? Gak mungkin bang, tadi pagi Aya cuma bilang mau pergi ke acara keluarga. Abang juga dengar tadi pagi"kata Christy tidak percaya.


"Rasya sakit, dia sakit princess"kata Richard dengan tatapan redupnya.


"sakit? Enggak mungkin, Rasya sehat bang. Tadi pagi dia baik-baik ajahkan"kata Christy tidak percaya perkataan Richard.


"Rasya sakit sejak kecil. Dia sakit jantung, makanya dulu dia pergi ninggalin kamu untuk berobat keluar negri. Setelah kembali, penyakitnya semakin parah dan hari ini adalah operasi terakhir untuk kesembuhannya"kata Richard membuat Christy seketika lemas.


DEG


Jantung Christy seakan berhenti, saat mendengar perkataan Richard. Air mata Christy jatuh begitu saja sakit rasanya, sangat sakit.


Christy sangat hancur saat ini benar-benar hancur, Christy terduduk dilantai berusaha mengerti perkataan Richard tadi.


Christy beralih pada Michel, bertanya padanya berharap jawaban Michel berbeda dengan perkataan Richard.


"Cel abang bohongkan? Cel jawab JAWAB"teriak Christy dengan suara yang cukup besar.


"maaf"kata Michel menunduk.


Hancur sudah perasaan Christy, semua orang berbohong padanya. Selama ini, rahasia yang sangat besar tidak di ketahuinya.


Bahkan Richard, dia juga membohongi Christy. Richard merasa dunianya runtuh seketika, menyaksikan kerapuhan adiknya.


"ENGGA MUNGKIN ENGGAK MUNGKIN. AYA GAK MUNGKIN SAKIT, DIA JANJI BAKAL SELALU SAMA GUE. DIA JANJI , DIA JANJI HIKS HIKS HIKS"teriak Christy histeris memukul dadanya yant terasa sakit.


Mereka semua sedih melihat Christy seperti itu, Richard langsung memeluk Christy. Walau dia harus menerima pukulan bertubi-tubi di dadanya.


"maaf princess, maaf"kata Richard sedih.


"hiks hiks bang, kenapa jadi gini. Aku baru ajah bahagia"kata Christy menatap sendu wajah Richard.


"Rasya akan tetap hidup, dokter terbaik sudah abang tugaskan. Abang janji semua akan kembali"kata Richard menatap lekat manik mata Christy.


"kenapa tuhan tidak adil padaku? Aku hanya ingin bahagia, kenapa tidak bisa bang. Kenapa"kata Christy terisak.


"abang mohon jangan seperti ini, abang tidak kuat melihatmu seperti ini"kata Richard sendu.


"kenaoa bukan aku bang? Kenapa bukan aku yang ada didalam sana. Kenapa harus Aya"kata Christy


"jangan berbicara seperti itu princess. Abang mohom, abang sayang sama kamu"kata Richard


"hiks hiks aku takut kehilangan dia lagi hiks hiks aku takut"kata Christy


Mereka semua menatap Christy iba. Mereka tidak sanggup melihat Christy seperti itu, terlebih lagi Michel.


Michel hanya bisa terdiam dan berharap ada keajaiban yang terjadi diruang operasi dan Rasya selamat.


"tuhanku mohon, jangan biarkan gadisku hancur. Aku tidak kuat, beri Rasya kesempatan hidup untuk membahagiakan gadisku"batin Michel.


"lagi dan lagi aku berada dalam posisi ini, posisi dimana aku akan kehilangan seseorang. Kenapa tuhan? Kenapa harus aku dari sekian banyak manusia didunia ini, kenapa harus aku yang tidak bisa bahagia. Aku manusia biasa yang menginginkan kebahagiaan, apa tidak bisa"batin Christy


"sekali lagi aku melihatnya rapuh, duniaku serasa runtuh saat ini juga"batin Richard.

__ADS_1


__ADS_2