Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 37


__ADS_3

Author pov


Pagi yang cukup cerah dihari minggu. Christy sedang berjalan-jalan, disekitar taman yang ada didekat mansion. Menghirup udara pagi, yang cukup menyegarkan tubuhnya.


Christy berjalan cukup jauh, hingga sampai disatu danau. Tempat dimana kenangan kecilnya bersama Rasya dibangun.


Kenangan indah bersama cinta pertamanya, itu benar-benar hal yang tidak pernah dilupakan Christy. Christy memperhatikan danau itu, memutar kembali memory nya bersama Rasya dulu.


Flashback


"Aya tungguin Chris"teriak seorang gadis kecil, berlari mengejer pria seumurannya itu


"princess cepet kesini. Hujan akan turun"kata Rasya kecil, yang sudah berada dibawah pohon besar.


Christy langsung berlari, lalu bediri disamping Rasya. Hujan turun cukup lebat, tapi pohon itu berhasil melindungi kedua anak kecil itu.


"princess kedinginan?"tanya Rasya, menatap Christy kecil yang menggigil


"Aya aku mau pulang. Disini dingin dan gelap"kata Christy kecil takut.


"tidak usah takut. Ada aku disini"kata Rasya, menggengam tangan Christy kecil


Mereka berdua duduk berdampingan, saling berpelukan karena kedinginan.


Sungguh Rasya menyangi Christy. rasya selalu ingin menjaganya.


Diumur 9 tahun, Rasya sudah bisa mengetahui apa itu rasa sayang. Rasya takut kehilangan gadis kecilnya itu, benar-benar takut.


"princess mau berjanji?"tanya Rasya, sambil meniup tangan Christy yang kedinginan.


"memangnya berjanji untuk apa?"tanya Christy polos.


"berjanji untuk menungguku. Selamanya"kata Rasya, menatap manik mata gadis kecil cantik didepannya itu


"memangnya Aya mau kemana? Jangan tinggalin Chris sendiri"kata Christy memeluk erat Rasya. Seakan takut pangerannya itu pergi


"mungkin, kita akan berpisah dilain waktu. Jadi aku mau, princess tetap nunggu Aya. Okey"kata Rasya, mencubit gemas pipi Christy.

__ADS_1


"jangan tinggalin Chris. Chris gak mau maafin Aya, kalau Aya pergi ninggalin Chris"kata Christy, kesal pada Rasya.


"apa princess tega, Marah sama aku?"tanya Rasya, tersenyum pada Christy.


"jangan tinggalin Chris"kata Christy, yang masih memeluk erat tubuh Rasya. Seakan takut, jika Rasya meninggalkannya.


"aku ada disini, tidak usah takut"kata Rasya mengelus lembut kepala Christy.


Flaschback end


Christy kembali rapuh, saat mengingat kenangan itu. Kenangan yang benar-benar tidak bisa Christy lupakan.


Pria yang benar benar berarti dihidupnya, pria yang berhasil membuatnya bangkit dari masalah,pria yang berhasil membuatnya bahagia walau hanya sebentar.


"kenapa harus aku yang ada diposisi ini. Posisi dimana aku harus memilih lagi, itu benar-benar sulit bagiku. Tuhan aku mohon, berhenti membuatku memilih. Aku bisa saja menyakiti salah satu dari mereka"kata Christy pada langit pagi yang cukup cerah.


"ikuti alur ini sampai selesai. Aku akan menunggumu diujung cerita ini"kata seorang pria dari arah belakang. Membuat Christy terkejut dan berbelaik.


"Michel"kata Christy, terkejut dengan kehadiran Michel. Michel langsung berdiri disamping Christy, tersenyum kearah danau yang cukup indah itu.


"pagi ini, aku akan ke london untuk menenagkan diri. Selesaikan alur ini, dan aku akan kembali"kata Michel menatap manik mata Christy.


"ini bukan salahmu, ini salahku. Aku memaksamu untuk mencintaiku"kata Michel, tersenyum miris. Kisah cintanya tidak berjalan mulus.


"jangan terlalu memikirkanku. Cobalah memaafkan Rasya, buat kembali kebahagiaan kalian"kata Michel, mengelus pipi Christy.


"gak mungkin Cel. Sekarang aku udah punya kamu, mana mungkin aku kembali sama dia"kata Christy, menatap lekat manik mata Michel.


"tidak apa-apa. Aku tidak masalah, pergilah bersamanya dan putuskan pilihan kamu. Jika memang kita ditakdirkan bersama, aku berjanji akan kembali dan tersenyum kekamu "kata Michel, berusaha tersenyum meski saat ini hatinya begitu hancur.


Michel menatap lekat mata Christy, ada rasa sedih dimata Michel. Christy bisa melihat itu, dia sudah menghancurkan hati seseorang. Ini salah, ini tidak benar baginya.


Michel akan pergi untuk sementara waktu,bagar Christy bisa memilih.


Michel menarik tangan Christy, agar gadis itu mendekat padanya.


Mereka semakain dekat, bahkan deru nafas mereka benar benar terasa.Michel menarik tengkuk Christy, lalu menciumnya lembut. Cukup lama Michel mencium Christy. Lalu melepaskannya, dan tersenyum kepada Fhristy.

__ADS_1


"aku pergi dulu. Jaga dirimu"kata Michel. Lalu melepas genggaman tangannya pada Fhristy


Christy, menatap sendu punggung Michel yang perlahan menjauh lalu menghilang. Satu tetes air mata lolos jatuh dari mata indahnya, danau dan langit menjadi saksi kerapuhan Christy.


Sangat sakit Christy rasakan. Saat melihat senyuman Michel yang menurutnya hanya senyumana palsu.


Kenapa ada pria sebaik dia. Fikir Christy.


"aku menyakitinya, benar-benar menyakitinya. Maaf membuatmu tersakiti, aku salah karena membuatmu masuk dalam alur ini. Benar-benar salah. Kamu salah Cel, kamu salah kalau mikir aku belum cinta sama kamu. Aku sudah mencintaimu, tapi aku belum punya keberanian untuk mengungkapkannya. Maaf membuatmu menunggu. Maafkan aku"batin Christy


//skip//


Sore hari, dimansion keluarga Raymond. Raka dkk dan Christy dkk sedang berkumpul. Tanpa kehadiran Michel. Mereka semua, mencoba untuk membuat Christy memaafkan Rasya. Karena ini adalah permintaan Rasya yang terakhir.


Christy ingin memaafkannya, tetapi fikirannya sekarang benar-benar tertuju pada Michel. Sejak kepergiannya tadi pagi kelondon, Michel sama sekali tidak menghubungi Christy. Christy mengiriminya pesan. Jangankan dibalas, dibacapun tidak.


"Nichel baik-baik ajah. Dia nyuruh gue jaga lo, selama dia gak ada"kata Fara, membuat Christy menatapnyan


"gue salah Far. Michel gini gara-gara gue"kata Christy menatap Fara dengan tatapan sedihnya.


"bukan salah lo Chris. Ini semua udah takdir. Lo jangan nyalahin diri sendiri"kata Fara, menggenggam tangan sahabatnya itu.


"ternyata, yang dibilang keluarga kandung gue bener Far. Gue cuma pembawa sial"kara Christy membuat Revano yang mendengar menjadi sedih. Ternyata, Christy masih mengingat kalimat itu.


"maaf"gumam Revano, menatap sendu keatah Christy.


"Chris, abang mohon ketemu sama Rasya. Bicarakan semuanya"kata Raka, membuat Christy kesal. Sejak kepergian Michel, raka dan yang lain selalu membahas Rasya.


"kenapa kalian semua maksa gue buat ketemu sama Rasya? Bahkan disaat Michel pergi kalian lebih mentingin Rasya. Apa ada yang gue gak tau?"tanya Christy, membuat mereka semua bingung harus menjawab apa.


"bahkan, batin gue gak bisa nembus batin kalian satu orang pun. Apa bang Richard juga ikut dengan kalian?"tanya Christy, menatap semua orang yang ada dihadapannya saat ini.


Mereka semua semakin dibuat bingung, harus menjawab apa.


Christy adalah orang yang cerdik, sangat sulit untuk membohonginya.


"gue mohon, jangan paksa gue untuk benci sama kalian semua"kata Christy lalu pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


"maaf"gumam mereka bersamaan


"sebenarnya, apa yang kalian sembunyuiin dari gue. Please jangan buat gue benci sama kalian"batin Christy.


__ADS_2