Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 75


__ADS_3

Jam meunjukan pukul 8 malam, diruang vvip khusus keluarga Raymond terlihat lumayan ramai. Raka dkk, Fara dan Tasya sedang menemai Christy.


Sedangkan keempat orangtua Christy pulang untuk beristirahat. Mereka bercanda bersama, terlihat sangat bahagia tanpa kehadiran Zee disana.


Christy sedari tadi menunggu kedatangan Richard. Christy yakin jika abangnya itu sedang dalam mode moster yang mengerikan. Christy beryukur tusukan belatih itu tidak membunuhnya. Jika itu membunuhnya, mungkin hari ini juga akan banyak orang yang Richard bunuh.


"selamat malam"kata suster yang baru saja masuk.


"malam"jawab mereka semua ramah.


"ini waktunya nona Vhristy mengganti perban lukanya"kata suster itu tersenyum.


"silahkan sus"kata Michel bergesar dari brankar Christy.


"sus, pelan-pelannya yah. Jangan terlalu kasar gantinya, nanti adik saya kesakitan"kata Raja sedikit ngeri melihat suster itu mengganti perban yang menutupi perut Christy.


"iya tuan pasti saya berhati-hati"kata suster itu tersenyum.


"kok ngeri yah, gue gak pernah ngerasa ditusuk gitu"kata Fikra dengan wajah takutnya.


"mau rasa gak Fik?"tanya Michel mengangkat pisau buat yang ada di atas nakas.


"eh simpan pisaunya Cel, gila nih anak bercandaannya ngeri amat"kata Fikra berembunyi dibelakang Raka.


"badan doang gede nyali kayak banci"kata Raka tertawa.


"lo takut banget sih Fik, cuma bercanda juga"kata Tasya tertawa.


"bercandaannya serem kali Sya"kata Fikra kesal.


Christy tersenyum melihat tingkah para sahabatnya itu, hanya dengan candaan kecil membuat hati gadis itu terasa nyaman. Michel tersenyum manis melihat kekasihnya merasa senang dengan candaannya barusan.


"sudah selesai. Saya keluar dulu nona"kata suster itu.


"makasih sus"kata Christy tersenyum.


"sama-sama nona Christy"kata suster itu lalu keluar .


Mereka semua duduk disofa lalu mulai mengupas kulit buah yang mereka beli, Christy hany melihat karena belum bisa makan apapun selama 3 hari kedepan.


"apa tidak bisa makan walau hanya sedikit?"tanya Michel sedikit khawatir.


"aku gak apa-apa kali Cel, lagian cairan infus ini bikin aku gak lapar"kata Christy yang mengerti kekhawatiran Michel.


"udah, kamu makan ajah sama mereka"kata Christy.


"aku lagi gak mau makan buah, aku disini ajah"kata Michel lalu duduk dibagian kaki Christy diatas brankar.


"Chris"kata Michel membuat Christy menatapnya.


"iya kenapa?"tanya Christy menatap Michel.


"jangan ninggalin aku yah"kata Michel menatap Christy.


"kamu kenapa ngomong gitu? Aku gak mungkin ninggalin kamu"kata Christy.


"setiap hari kalau kamu gak ada didekat aku, aku pasti selalu khawatir sama kamu. Aku takut kamu gak akan nemuin aku lagi, aku takut kamu pergi ninggalin aku"kata Michel dengan tatapan sendunya.


"untuk saat ini kamu tidak perlu khawatir, aku pasti selalu didekat kamu"kata Christy memggenggam tangan Michel.


"untuk saat ini? Lalu waktu-waktu yang akan datang bagaimana?"tanya Michel.


"aku mungkin bisa melihat sesuatu yang akan terjadi, tapi aku gak bisa ngubah takdir Cel. Diwaktu yang akan datang, tidak ada yang tahu kapan tepat aku hilang dari bumi. Aku tidak bisa berjanji untuk selalu disisi kamu, tapi aku bisa berjanji akan selalu jaga cinta kamu buat aku"kata Christy menggenggam erat tangan Michel.


"saat kamu jadi milik aku, keinginan aku cuma satu. Aku gak mau tuhan mencabut nyawa kamu sebelum aku. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu walau hanya semenit Chris"kata Michel.


"jika tuhan mengambil nyawaku itu berarti sudah takdir, tapi bukan berarti kamu harus berhenti bahagia. Aku pernah kehilangin Aya untuk selamanya. Tapi lihatlah, sekarang tuhan mengirimkan kamu buat aku. Aku yakin jika memang aku yang lebih dulu tuhan ambil, pasti kamu akan tetap bahagia dengan penggantiku"kata Christy.


"aku harap tuhan tidak mengirim pengganti kamu dihidup aku, karena hanya ada satu Christy didunia ini yang sangat aku cinta"kata Michel lalu memeluk Christy.


"terimakasih karena kamu sudah mencintai aku sebesar ini"kata Christy mengelus punggung Michel.

__ADS_1


"aku juga terimakasih karena kamu mau tinggal dihati aku"kata Michel tersenyum.


Para sahabat mereka tersenyum bahagia melihat keduanya, Raka merasa Michel bisa menjaga adik kecilnya itu. Fara dan Tasya tersenyum bahagia melihat ada pancaran kebahagiaan di mata Christy saat ini.


"gue gak pernah nyangka kalau Michel bakal cinta sama Christy sampe sebesar ini"kata Dimas yang salut dengan sahabatnya itu.


"gua gak bisa bayangin kalau salah satu dari mereka pergi nanti, pasti mereka tidak akan terlihat lengkap"kata Revano tersenyum penuh arti.


"semoga saja mereka selalu bahagia"kata Fara.


"kapan yah gue bisa kayak Michel"kata Fikra membuat mereka semua menatapnya termaksud Michel dan Christy.


"makanya nyari pacar, jangan ngemis dilampu merah mulu bwahahah"kata Raja lalu tertawa.


"ngomong asal ngejeplak ajah lo, seharusnya lo ngaca ****. Lo ajah gak punya cewek"kata Fikra menepuk jidat Raja.


"sama-sama jomblo kok nyindir"kata Michel tertawa.


"kalian berdua normal kan?"tanya Raka menunjuk Raja dan Fikra.


"NORMAL RAKA"teriak Fikra dan Raja kesal.


Mereka semua tertawa dengan tingkah Raja dan Fikra, keduanya selu menjadi bahan candaan karena status jomblonya.


"bang Revano"panggil Christy.


"iya kenapa?"tanya Revano mendekat kearah Christy.


"hubungan abang sama Putri gimana?"tanya Christy membuat suasana sedikit canggung.


"gak tau abang bingung"kata Revano tersenyum tipis.


"apa abang marah sama Putri karena aku?"tanya Christy.


"itu bukan salah kamu, dia yang tidak pernah berfikir sebelum berkata dan bertindak"kata Revano sedikit marah.


"aku gak mau abang putus sama Putri karena masalah aku sama dia, sekalipun dia punya masalah sama aku, bukan berarti abang harus menjauh dari dia"kata Christy menatap lekat mata Revano.


"abang hanya bingung Chris, dia berubah sekarang. Semenjak kedatang Zee ke Indonesia"kata Revano marah.


"percuma berbicara pada dia"kata Revano.


"coba saja dulu bang"kata Christy.


"hmm okey abang coba nanti"kata Revano.


"bicara baik-baik yah bang"kata Christy tersenyum.


"iya princess"kata Revano tersenyum lalu mencium pucuk kepala Christy.


"malam"kata Richard yang baru saja masuk.


Christy tersenyum bahagia melihat Richard sudah datang, Richard mendekat kearah Christy lalu memeluk dan mencium pipi Christy.


"bagaimana keadaan kamu princess?"tanya Richard dengan sangat lembut.


"lumayan bang, barusan juga suster datang ganti perbannya"kata Christy tersenyum.


Richard duduk dikursi samping brankar Christy, pria itu menggenggam tangan Christy. Christy memperhatikan wajah lelah abangnya itu.


"bang Richard capek? Istirahat ajah bang"kata Christy mengelus rambut Richard.


"abang tidak capek princess, abang tetap disini jagain kamu"kata Richard tersenyum manis.


"ada Michel dan yang lain kok bang, abang pulang ajah istirahat"kata Christy.


"mereka tidak bisa diandalkan"kata Richard membuat mereka semua menunduk pasrah.


"kalian semua pulang saja, biar saya yang menjaga princess"kata Richard menoleh kebelakang.


"bang, kita disini saja yah. Kita pengen jagain Chris"kata Fara sedikit memohon.

__ADS_1


"Fara, Tasya. Kalian tunggu disini sebentar, saya mau bicara sama kalian"kata Richard serius.


"selain dari Fara dan Tasya. Kalian pulang saja ini sudah malam"kata Richard.


"tapi... "kata Raka terhenti melihat Richard menatapnya.


"tidak usah membantah, besok pagi baru kalian datang lagi"kata Richard.


"udahlah Rak, besok pagi kita masih bisa kesini"kata Dimas membujuk Raka.


"hmm"jawab Raka.


"abang pulang dulu, cepat sembuh princess"kata Raka tersenyum dan mencium kening Christy.


"abang juga pulang dulu princess"kata Revano.


"kalau ada apa-apa bilang yah"kata Raja.


"Chris cepat sembuh lo"kata Fikra mengacak gemas rambut Christy.


"jangan sakit Chris, nanti Michel mati lagi"kata Dimas membuat Christy tertawa.


"ada-ada ajah lo Dim, makasih yah semuanya"kata Christy.


"aku pulang dulu, besok pagi aku datang lagi. Good night sayang"kata Michel mencium kening Christy.


"good night Cel, hati-hati dijalan yah"kata Christy pada semuanya.


Sekarang tersisa Fara, Tasya, Richard dan Christy. Fara dan Tasya masih menunggu Richard yang ingin mengatakan sesuatu.


"kalian kemarilah"kata Richard lalu Tasya dan Fara mendekat kearah Richard.


"ada apa jendral?"tanya Fara yang mengganti panggil abang menjadi jendral.


"apa ada yang bisa kami bantu?"tanya Tasya.


"malam ini datanglah kemarkas, bantu Reza dan Aron mencari keberadaan Alex dan anggota BD yang tersisa"kata Richard dengan wajah seriusnya.


"memangnya tersisa berapa jendral?"tanya Tasya.


"hanya 20 orang termaksud Alex"kata Richard dengan tatapan marahnya.


"apa sudah ada yang tertangkap?"tanya Christy.


"sudah ada empat. Satu orang yang menjadi makanan santapan buaya, dan tiganya masih disekap diruang bawah tanah"kata Richard tersenyum licik.


"apa yang disekap masih hidup jendral?"tanya Fara.


"apa kamu tidak mengenal saya?"tanya Richard dengan senyuman miringnya.


"mereka sudah mati. Lalu kenapa jendral masih menyekap mereka?"tanya Tasya bingung.


"untuk menjadi pajangan"kata Richard dengan bangganya.


"untuk beberapa hari ini kalian harus fokus pada pencarian anggota BD, soal sekolah biar saya yang urus. Ingat utamakan keselamatan kalian dan jangan gegabah dalam bertindak, mengerti"kata Richard memperingatkan Fara dan Tasya.


"siap mengerti jendral"jawab Fara dan Tasya dengan suara yang cukup tegas.


"woy santai kali, lo kira ini markas apa"kata Christy.


"heheh maaf kali, kebiasaan"kata Tasya terkekeh.


"yasudah kalau begitu, kami kemarkas dulu jendral"kata Fara.


"dibawah sudah ada yang menjemput kalian"kata Richard.


"baik jendral"kata Tasya.


"Chris kita pergi dulu, lo cepat sembuh yah"kata Fara tersenyum.


"kalau ada apa-apa langsung kabarin Chris"kata Tasya.

__ADS_1


"iya pasti. Makasih yah buat hari ini, dan kalian hati-hati jangan sampai terluka"kata Christy menatap kedua sahabatnya.


"iya Chris"jawab Fara dan Tasya bersamaan.


__ADS_2