Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 31


__ADS_3

Author pov


Pagi ini, Raka dkk dan Christy dkk. Sedang berkumpul di mansion keluarga Raymond, tanpa kehadiran Tasya.


Pagi ini, mereka berencana untuk berangkat kesekolah bersama. Tetapi, dengan mobil yang berbeda-beda.


Sekarang mereka semua, sedang sarapan pagi bersama. Dimansion Raymond.


Revano dan Raka, saling menatap. Seakan ingin menyerang, satu sama lain. Christy yang melihat itu, sungguh tidak suka.


Ingin rasanya, Christy pergi dari meja makan. Tetapi, Michel selalu menggenggam tangannya, seolah melarangnya pergi.


Michel tahu, jika Christy tidak suka melihat Raka dan Revano selalu bertengkar.


"eh, malam ini kita jalan bareng mau gak? Udah lama gak hangout bareng nih"kata Michel, berusaha mencairkan suasana yang sepi.


"asik tuh. Kita kemana nih bagusnya?"tanya Fikra.


"gimana, kalau kita ke mall ajah. Sekalian gue mau beli sepatu juga nih"kata Raja, mengusulkan pendapatnya.


"Rak, Rev. Kalian ikut kan?"tanya Michel.


"kalau Chrus ikut, gue ikut"kata Raka dan Revano bersamaan. Membuat suasana semakin canggung.


"segitu banget lo berdua"kata Fikra terkekeh.


Mereka semua, sedang membahas tentang rencana untuk hangout mala. ini. Sedangkan Dimas, dia hanya diam. Dia tidak seperti biasanya,dia menjadi pendiam dan tidak banyak bicara.


Fikra pun, tidak bisa berbuat apa-apa. Ini semua, karena kebodohan sahabatnya itu. Sudah beberapa kali diingatkan, tapi Dimas tetap tidak percaya.


Dimas, hanya memperhatikan bangku yang biasa diduduki Tasya. Bangku itu, sekarang kosong.


Putus dari Naila, tidak membuat Dimas galau. Tetapi, Dimas sangat merasa bersalah pada Tasya. Itu membuat hatinya tidak tenang beberapa hari ini.


Sungguh, Dimas tidak akan mengulangi keasalahnnya lagi. Karena kesalahannya itu, dia kehilangan seseorang yang sangat menyayangi dan mencintainya.


"Dim, jangan diam gini napa. Lo kok jadi gak asik sih"kata Fikra, menepuk pundak Dimas.


"lo ikut kan malam ini?"tanya Michel, menatap Dimas.


"gue, lagi males jalan Cel. Kalian ajah"kata Dimas lesu.


"ikut ajah. Malam ini, Tasya juga ikut"kata Christy, membuat Dimas menatapnya.


"lo serius Chris?"tanya Dimas, ingin lebih jelas mendengar perkataan Christy.


"selesaikan masalah kalian malam ini. Hanya satu kesempatan Dim, sekali lagi lo nyakitin Tasya. Gue bakal bener-bener bunuh lo"kata Christy dengan tatapan dinginnya. Ekpresinya berubah 180°.


"makasih Chris. Gue janji, akan perbaiki semua masalah ini"kata Dimas lalu tersenyum tipis.


"Sya, malam ini aku akan perbaiki semuanya. Maaf karena baru sadar, kalau kamu adalah orang yang tepat buat aku"batin Dimas.


"semoga, semuanya berjalan sesuai alur. Gue gak mau, ada lagi yang tersakiti"batin Christy.


//skip//


Sekarang Raka dkk dan Christy dkk, telah sampai di IHS. Mobil mahal mereka semua, terususun rapi diparkiran khusus petinggi. Seperti biasa, semua murid IHS berkumpul untuk melihat para most wanted sekolah.


Raka dkk yang terlihat tampan. Dengan kaca mata hitam, yang menutupi mata mereka.


Christy dkk yang terlihat cantik, dengan seragam yang terlihat seperti bad girls, rambut yang di ikat secara berantakan, menambah kesan seksi pada mereka.


Mereka semua, berjalan berdampingan menyusuri koridor. Membuat semua murid, histeris melihat most wanted yang terlihat swag.


Semua murid banyak yang bertanya, kemana Tasya. Kenapa dia tidak bergabungan, dengan para most wanted lainnya.


Bahkan ada juga yang membahas, soal kejadian dimana Dimas menampar Tasya. Diidepan semua murid IHS.

__ADS_1


"lah, kok kok cuma 9 sih? Tasya kemana?"


"duh, kurang lengkap nih"


"udah gak sahabatan lagi mungkin"


"palingan, Tasya udah gak mau temenan sama mereka"


"Tasya tuh udah malu kali"


"Tasya, udah mati kali. Mati karena malu hahaha"


Perkataan salah satu siswi itu, membuat Christy naik pitam. Sudah cukup, Christy mendengar hal buruk tentang sahabatnya.


Christy, yang tadinya sudah melewati sekumpulan murid. Seketika memutar balik langkahnya, lalu memandangan siswi itu penuh amarah.


"gak usah banyak bacot"kata Christy, menatap tajam siswi yang berbicara soal Tasya tadi.


"terserah gue dong. Mulut-mulut gue, kenapa lo yang sewot"kata siswi itu, tersenyum remeh kearah Christy.


"eh cabe, lo tuh kalau ngomong dijaga dong"kata Putri, yang juga mulai emosi


"itu hak gue kali. Emang kalian siapa hah? jangan mentang-mentang orang kaya, mau sok berkuasa disini. Gue juga kaya kali, emang kalian doang"kata siswi itu, dengan senyuman sinisnya. Membuat Christy menatapnya remeh.


"gue buat miskin mendadak, tau rasa lo"kata Fara emosi


Christy hanya diam, lalu menekan beberapa digit angka. Terdengar suara sambungan telfon.


Christy menelfon seseorang, bahkan mengspeaker agar semua murid mendengarnya.


"hallo, miss. Ada apa anda menelfon saya?"tanya seorang pria, yang ada  disambungan telfon.


"tarik semua saham, yang ada di perusahaan zhang group"kata Christy. Membuat semua orang terkejut, terlebih lagi siswi yang melawan Christy itu.


"tapi, dana yang kita keluarkan sangat banyak untuk bekerja sama dengan zhang group. Miss"kata pria itu, yang lumayan terkejut, dengan keputusan Christy.


"baiklah, akan saya lakukan Miss"kata pria itu


Setelah itu, Christy langsung memutuskan panggilannya. Menatap remeh pada siswi itu.


"sudah miskin rupanya"kata Christy sinis, membuat siswi itu sangat marag


"dasar cewek licik"kata siswi itu menatap Christy


"kalau tidak tahu apa-apa, tidak usah bicara ngelantur. Kalau gue denger, kalian ngejelekin Tasya lagi. Gue pastiin, kalian bakal jadi gembel"kata Christy, lalu pergi diikuti oleh Fara dan yang lain.


//skip//


Sekarang, Raka dkk dan Vhristy dkk sedang menikmati waktu istirahat mereka dikantin. Mereka mengisi perut mereka, yang lapar karena lelah belajar.


Kali ini, mereka hanya ber-9 karena Tasya tidak masuk sekolah. Katanya dia sedang malas untuk bertemu Dimas disekolah.


Tidak seperti biasa, jika sedang istirahat. Pasti Dimas dan Fikra saling melontarkan candaan, tetapi sekarang hanya Fikra yang mengeluarkan candaanya.


Dimas hanya duduk tenang, sambil memakan pesanannya. Mereka merasa prihatin, melihat sifat Dimas yang berubah.


"Dim, lo masih kepikiran Tasya?"tanya Michel, membuat Dimas menatapnya.


"apa, Tasya gak hubungan kalian"?"tanya Diimas menatap Christy dkk bergantian.


"gue udah hubungin Tasya, suruh dia datang nanti malam di mall tempat janjian kita"kata Putri, membuat Dimas menunduk lesu


"apa, Tasya mau maafin gue?"tanya Dimas sendu.


"Tasya, sayang sama lo. Gue yakin, dia bakal maafin lo"kata Fara, berharap Dimas lebih tenang.


"semangat dong Dim. Malam ini, lo harus selesaian semuanya"kata Revano, menyemangati sahabatnya itu.

__ADS_1


"nanti malam, kumpulnya ditempat biasa yah"kata Michel, membuat semuanya mengangguk.


"Chris, kamu bareng aku yah"kata Michel, tersenyum pada kekasihnya itu.


"iya Cel"kata Christy, tersenyum manis.


Setelah membicarakan rencana untuk malam ini, mereka semua menyelesaikan makanan mereka. Lalu kembali kekelas masing-masing, untuk melanjutkan pelajaran.


//skip//


Sekarang Christy dkk dan Michel, sudah berada di salah satu cafe, yang berada didaln mall milik Christy.


Bahkan, Ttasya juga ada di cafe ini. Mereka sedang bercanda bersama, sedangkan Michel sedari tadi terlihat menunggu seseorang.


Raka dkk belum juga datang, padahal ini adalah waktu yang tepat. gara Dimas dan Tasya bisa baikan. Cukup lama Michel menunggu, dan akhirnya Raka dkk sudah sampai.


Tasya terkejut, melihat kehadiran Dkmas disana. Setahu Tasya, hanya Christy, Fara, Putri dan Michel yang mengajaknya jalan.


Tasya langsung berdiri, dan hendak pergi. Tetapi Dimas lebih cepat, menggenggam tangan Tasya. Agar gadis itu tidak pergi.


"aku mau ngomong sama kamu Sya"kata Dimas. Menggunakan aku-kamu.


"gue rasa, gak ada yang perlu diomongin lagi"kata Tasya sinis.


"aku tahu, aku salah. Aku minta maaf Sya"kata Dimas menatap sendu wajah Tasya.


"bukan salah lo kok. Ini salah gue, karena udah ikut campur sama hubungan lo"kata Tasya, tersrnyum sinis.


"ini salah aku Sya. Maaf, aku mohon jangan ninggalin aku"kata Dimas, dengan mata yang sudah berair. Menandakan bahwa, Dimas sekarang sedang menangis.


Cengeng? Biarlah semua orang menganggapnya seperti itu. Yang terpenting sekarang adalah, Dimas harus bisa mendapatkan maaf dari Tasya.


Tasya merasa bersalah, melihat Dimas yang menangis seperti itu. Tasya, langsung mengahapus air mata Dimas dan memeluknya.


"udah, gak usah nangis. Lo gak malu apa, dilihatin orang"kata Tasya, mengusap punggung Dimas.


Dimas, langsung membalas pelukan Tasya. Memeluknya erat, seperti takut jika Tasya akan pergi.


Mereka semua yang melihatmya, bersorak membuat Tasya tersenyum malu.


"cie cieee, baikan ni yeee"kata mereka bersamaan. Lalu tertawa terbahak-bahak.


Dimas langsung melepaskan pelukannya, lalu berlutut memegang tangan Tasya. Tasya terkejut, melihat dimas berlutut didepannya. Semua pengunjung cafe memperhatikan semuanya.


"aku minta maaf, karena gak nyadar kalau selama ini ada kamu yang sayang dan cinta sama aku. Aku udah salah, karena pernah nyakitin cewek sebaik kamu. Sekarang aku mau, kamu jadi milik aku. Kamu, mau jadi pacar aku?"tanya Dimas, membuat Tasya tidak menyangka jika Dimas akan menyatakan perasaannya.


"terima, terima, terima"sorak semua pengunjung cafe


"gak mungkin Dim"kata Tasy, membuat mereka semua terkejut. Termaksud Dimas.


"tapi, kenapa Sya? Aku sayang sama kamu. Kamu juga sayang sama aku kan"kata Dimas kecewa.


"aku gak mungkin nolak Dimas"kata Tasya, membuat Dimas tersenyum lalu megecup bibir tasya sekilas.


"Dimas"kata Tasya, mencubit perut Dimas yang berbentuk roti kasur itu.


"gila, lo main nyosor anak perawan orang ajah"kata Raja, menutup mulutnya karena terkejut.


"PJ gue woy"kata Fikra dan Revano bersamaan.


"semoga, hubungan kalian langgeng"kata Christy, menatap Tasya dan Dimas.


"Chris, makasih untuk semuanya"kata Tasya, menatap sahabatnya itu.


"untuk sahabat, apa yang tidak bisa diusahakan"kata Christy, tersenyum tulus.


"akhirnya, satu masalah selesai lagi. Semoga semua berjalan sesuai rencana, maaf jika nanti ada yang tersakiti"batin Christy.

__ADS_1


__ADS_2