GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
146.1


__ADS_3

Beberapa hari terakhir bangsawan iblis Jagaras telah menyebarkan kabar tentang pangeran manusia yang akan segera menyerang ibukota Ordenkar hingga rakyat kerajaan Munarak menjadi resah karena kabar itu juga menyebutkan kalau kerajaan Arduas dan kerajaan Jurang Heldes akan membantu pihak manusia.


Jagaras juga mengajak para bangsawan penguasa dari ras Asmadeus agar tidak ikut berperang karena pangeran Antonio tidak akan mengganggu mereka yang tidak melawan hingga posisi dari raja Zalfirox semakin goyah karena banyaknya tuntutan dari bangsawan serta rakyatnya sendiri yang meminta agar raja Munarak itu segera menyerahkan mahkota Pylos yang di klaim oleh pangeran Antonio sebagai warisan leluhurnya.


"Tuan Jagaras apakah anda akan benar-benar melakukan pemberontakan kepada kerajaan kita sendiri, jika itu benar ijinkan saya bergabung dengan pasukan anda karena saya ingin membalas kematian kaka saya Mordus?" Ucap Hardus kepada bangsawan Jagaras.


"Baiklah lagi pula aku juga sudah terlibat terlalu jauh dan meskipun aku membela kerajaan Munarak aku juga akan tetap di hukum mati oleh Raja Zalfirox karena kegagalanku sebelumnya jadi jelas ini adalah pilihan terbaik untukku." Kata Jagaras karena ia menang akan di hukum mati oleh raja Zalfirox jadi satu-satunya pilihan untuk Jagaras adalah membantu pangeran Antonio menghabisi raja kerajaan Munarak itu.


Sementara itu di ibukota Ordenkar raja Zalfirox langsung memerintahkan semua bangsawannya untuk memusatkan pasukan yang mereka miliki ke ibukota Ordenkar untuk menanggapi pernyataan penyerangan dari pangeran Antonio.


Akan tetapi hanya sebagian bangsawan iblis dari daerah yang datang membawa pasukannya karena mereka berpikir kerajaan Munarak tidak akan sanggup menghadapi serbuan pasukan manusia yang di bantu oleh pasukan kerajaan Succubus Arduas dan pasukan Forneas dari jurang Heldes.


"Tuanku yang mulia raja Zalfirox sepertinya kita tidak mungkin dapat menang dengan jumlah pasukan kita sekarang apalagi mata-mata kita telah melaporkan kalau pasukan kerajaan Arduas dan pasukan kerajaan Jurang Heldes telah bergerak untuk bergabung dengan pasukan manusia di wilayah Arungal." Ucap salah satu bangsawan kerajaan Munarak.


"Benar yang mulia raja Zalfirox lebih baik anda serahkan saja mahkota Pylos dengan begitu kita dapat berharap para manusia itu tidak akan datang kemari." Kata bangsawan kerajaan Munarak lain dari ras Afridus.


"Itu tidak akan pernah terjadi lagi pula para manusialah yang sebelumnya telah menyerang serta merebut salah satu wilayah kerajaanku dan sebagai raja iblis aku tidak boleh tinggal diam begitu saja." Kata Raja Zalfirox.


"Tapi yang mulia tidak akan ada gunanya kita melakukan peperangan yang sulit untuk kita menangkan hanya demi sebuah mahkota yang sangat sederhana itu, kami pasti akan dapat membuatkan mahkota baru dengan logam mulia seperti adamantium dengan berhiaskan lebih banyak permata untuk anda." Ucap seorang bangsawan di sana.


"Diamlah kalian sama sekali tidak tahu apapun tentang nilai mahkota yang ada di atas kepalaku ini!" Bentak raja Zalfirox yang ingin tetap mempertahankan mahkotanya.


Para bangsawan di sana memang tidak tahu dan tidak mengerti mengapa sampai seperti itunya raja Zalfirox mempertahankan mahkota Pylos bahkan sampai mempertaruhkan kerajaannya.

__ADS_1


"Sialan apakah hanya dua belas bangsawan yang datang memenuhi panggilanku?" Tanya Raja Zalfirox.


"Benar yang mulia raja Zalfirox, hanya bangsawan dari ras Afridus yang datang dengan pasukan mereka, sisanya tujuh bangsawan ras Asmadeus kelihatan sama sekali tidak mengirimkan pasukan dari daerah mereka kemungkinan mereka tidak ingin bertarung melawan pasukan Asmadeus dari bangsawan Jagaras yang memihak manusia." Kata bangsawan iblis itu.


"Para Asmadeus sialan berani sekali mereka mengkhianati aku raja mereka, setelah perang ini akan aku hukum mati semua bangsawan dari ras Asmadeus yang ada di kerajaanku." Ucap Raja Zalfirox dengan marah.


Sementara itu seorang iblis dari ras Afridus terlihat masuk ke dalam istana.


"Yang mulia raja Zalfirox ini gawat banyak pasukan kita dari ras Nelfire yang mulai pergi meninggalkan Ibukota dan kami tidak dapat menghentikan mereka semua." Ucap prajurit itu.


"Nelfire para iblis rendahan itu apakah mereka juga ketakutan hingga meninggalkan Ibukota?" Tanya raja Zalfirox karena meskipun ras Nelfire lebih lemah dari ras iblis tingkat tinggi tapi mereka tetaplah iblis cerdas yang dapat bertarung untuk menambah kekuatan pasukan kerajaan iblis Munarak.


"Hamba pikir tidak yang mulia para iblis Nelfire terlihat pergi ke arah barat karena ingin bergabung dengan pasukan manusia." Kata prajurit itu.


"Apa yang barusan kamu katakan, tidak mungkin para iblis rendahan itu berani untuk mengkhianati aku!" Ucap Raja Zalfirox yang semakin marah tapi prajurit di sana kembali berbicara.


"Nelfire sebagai raja iblis itu tidak mungkin terjadi, para iblis rendahan itu tidak pantas mendapatkan kehormatan sebagai raja bahkan tidak untuk posisi bangsawan rendahan sekalipun!" Ucap raja Zalfirox sementara itu bangsawan iblisnya kemudian berbicara untuk menanggapi hal itu.


"Yang mulia Raja Zalfirox kita benar-benar akan habis karena sebagian pasukan pertahanan kerajaan kita berasal dari ras Asmadeus dan Nelfire jika mereka meninggalkan kita sudah pasti kita akan kalah." Kata bangsawan itu.


"Sialan pangeran manusia itu benar-benar licik, pasti ini semua adalah tipuannya untuk membuat para Nelfire percaya bahwa mereka memiliki harapan untuk mengangkat derajat mereka dan memperlemah kekuatan kita di sini."


"Yang mulia meskipun itu benar adalah tipuan tapi kenyataan kalau itu telah berhasil memperlemah pihak kita tidak dapat untuk bantah." Ucap bangsawan di sana.

__ADS_1


Sementara itu Antonio di dampingi Miranda juga ratu Emily bergerak ke arah timur mendekati kota Galdipa di mana pasukan Asmadeus yang di pimpin Jagaras juga pasukan dari kerajaan Jurang Heldes sudah menunggu di sana.


Antonio memang tidak membawa pasukan manusia karena mereka tidak dapat keluar dari wilayah kastil Arungal jadi hanya pasukan Succubus dari dari kerajaan Arduas yang mendampingi pangeran Antonio.


Jauh di depan mereka adalah kota Galdipa sudah terlihat jadi rombongan pasukan yang mendampingi pangeran Antonio terus terbang mendekat.


Raja Gardurax saudara dari Raja Dardurax terlihat datang menghampiri pangeran Antonio bersama Bangsawan Jagaras.


"Yang mulia pangeran Antonio akhirnya anda tiba dan selamat datang di kotaku." Ucap Jagaras meskipun Antonio tidak mendarat langsung di dalam kota tapi bangsawan Jagaras mengatakan itu sebagai sambutan.


Sementara itu terlihat iblis Forneas di samping Jagaras berbicara.


"Pangeran Antonio perkenalkan aku adalah raja Gardurax sebelumnya aku sempat mendengar beberapa hal tentang anda dan sepertinya saudaraku sangat mengagumi kebaikan serta kecerdasan anda." Ucap Raja Gardurax tapi sebenarnya Antonio tidak dapat membedakan antara Dardurax dan Gardurax karena semua wujud dari ras iblis Forneas sangat mirip satu dengan yang lain.


"Terimakasih raja Gardurax saya merasa sangat senang dan terhormat dapat bertemu dengan anda di sini dan apakah mereka semua adalah prajurit dari jurang Heldes." Ucap Antonio.


"Benar kami membawa cukup banyak prajurit untuk membuktikan keseriusan kami dan satu hal yang saya ingin tanyakan di mana pasukan yang mulia pangeran Antonio saat ini, apakah mereka belum datang." Tanya raja Gardurax karena ia sama sekali tidak melihat pasukan manusia yang pangeran Antonio bawa karena sebelumnya Dardurax sempat mengatakan kalau ia sempat melihat sejumlah pasukan manusia di kastil Arungal.


"Yang mulia raja Gardurax maaf tapi aku sama sekali tidak membawa pasukan tapi anda jangan kawatir aku dan Miranda pasti akan dapat mengalahkan pasukan kerajaan Munarak." Ucap Antonio.


Raja Gardurax terlihat meragukan itu dan berpikir apakah mungkin pangeran Antonio sengaja tidak membawa pasukan manusia karena berniat memanfaatkan pasukan kerajaan Jurang Heldes dan juga kerajaan Arduas karena jelas itu akan sulit di terima bila pihak manusia lain sama sekali tidak berjuang dan berkorban untuk tujuan mereka.


"Yang mulia pangeran Antonio apakah anda berniat untuk berubah wujud menjadi naga sama seperti saat anda membantai pasukan Afridus yang di pimpin Haturdas, saya harap pangeran Antonio mengijinkan saya untuk menyuruh pasukan Asmadeus untuk mundur saat yang mulia melakukannya agar pasukan saya tidak ikut menjadi korban." Bangsawan Jagaras mengatakan itu karena sempat mendengar dari prajurit milik Haturdas yang selamat kalau pangeran Antonio mengamuk dan tidak dapat mengendalikan dirinya.

__ADS_1


"Tentu saja tuan Jagaras aku juga akan kesulitan bila tidak sengaja membunuh pasukan yang merupakan rekan sendiri." Jawab Antonio kepada Jagaras.


Sementara itu raja Gardurax terlihat diam karena sebelumnya ia memang sempat mendengar dari Jagaras kalau pangeran Antonio dapat berubah menjadi seekor naga tapi ia sebenarnya sangat meragukan hal yang mustahil itu.


__ADS_2