
Kemarahan Antonio masih dalam kepungan prajurit dan Knight kerajaan Navia, dia masih belum selesai membalas semua yang di lakukan kerajaan itu terhadap Zaza jadi Antonio akan membuat mereka mengerti kalau dia bisa membalas siapa saja yang berani mencari masalah denganya.
Ribuan pedang dan tombak dari prajurit kerajaan Navia mengarah ke tubuh Antonio dan Antonio tidak akan keberatan untuk membunuh mereka semua.
"Bunuh pengeran sialan itu jangan sampai dia keluar dari kerajaan ini hidup-hidup!"
Perdana menteri Tristania berteriak memberikan perintah untuk mengeksekusi Antonio di tempat dan tombak-tombak prajurit yang mengepung Antonio langsung menghujam mengarah ke tubuh Antonio.
"Matilah itulah yang akan terjadi bila kamu berani macam-macam dengan kerajaan Navia.!"
Perdana menteri Tristania mengatakan itu saat puluhan tombak menghujam dan menahan tubuh Antonio yang sudah tidak bisa menghindar lagi tapi di sana Antonio masih tersadar dan berpikir 'Sifat manusia benar-benar sangat memuakkan meskipun aku sama saja tapi mereka yang telah memilih semua ini untuk dan aku akan membuat pilihanku untuk menghukum mereka semua.
"Super Divine Magic Polymorp To Dragon..!"
Antonio berteriak mengeluarkan sihir yang lebih kuat dari sihir sihir Arcana dan sihir Divine yang di anggap paling tinggi tingkatannya, itu adalah sihir super divine yang belum pernah di ketahui sebelumnya, bahkan Arc wizard terkuat yang pernah tercatat pernah menguasai sihir perubahan wujud tidak bisa mengubah wujudnya ke ukuran yang lebih besar dari giant monster seperti troll.
Tubuh Antonio bersinar terang dan seluruh sekitar di penuhi oleh energi dari lingkaran sihir yang sangat kuat dan seluruh energi sihir itu langsung tertarik dan terhisap ke dalam tubuh Antonio yang tertahan oleh puluhan tombak.
Semua orang menjadi hening karena sesaat setelah lingkaran sihir itu menghilang tidak terjadi apapun dan Perdana menteri Tristania langsung berteriak.
"Sihir misterius yang dia keluarkan telah gagagl dan menghilangkan cepat bunuh dia!"
Seorang knight kerajaan membawa sebuah tombak yang cukup kuat langsung mendekat dengan cepat dan mengarahkan tombak itu ke dada Antonio tapi sebelum tombak itu dapat menyentuhnya tubuh Antonio kembali bersinar terang dan mulai membesar, tubuhnya berubah dan kulit seperti sisik mulai mulai menyelimuti tubuh tubuh Antonio dan terus membesar.
"Rarrrrrrrr....!!"
Teriakan yang sangat kuat hingga menggetarkan bangunan-bangunan di komplek istana kerajaan Navia, seekor naga raksasa dengan dua belas tanduk dan sisik yang berkilau seperti pelangi mulai terbentuk, Pangeran Antonio dari Remaria telah berubah menjadi naga.
"Rarrrr...!!"
Prajurit yang mengepung Antonio langsung terhempas dan yang selamat mengalami tekanan kekuatan yang luar luas, tubuh mereka menggigil karena berada cukup dekat dengan sosok naga yang mengeluarkan aura ketakutan yang luar biasa.
"Apa-apaan ini kita tidak bisa melawan seekor naga cepat lari kita harus mundur dan menyelamatkan diri!"
Beberapa prajurit yang menyadari tidak akan bisa menang melawan naga langsung berlari mundur dan di sana perdana menteri Tristania hanya bisa melihat semua itu dengan ketakutan, dia terlalu meremehkan pangeran Antonio yang ternyata benar-benar memiliki kekuatan yang dapat menghancurkan sebuah negara, dia hanya bisa menyesal karena telah mengabaikan peringatan dari Azel komandan assassin yang berada di bawah perintahnya.
"Rarrrr...!!"
Api menyembur dari mulut naga membakar para prajurit dan Knight yang berusaha menyelamatkan diri.
"Perdana menteri di sini terlalu berbahaya kita harus pergi dari sini!"
"Benar kita harus pergi menyelamatkan diri."
__ADS_1
Rarrr Perdana menteri Tristania terlihat bergegas mundur menaiki tangga menuju ke atas bukit tempat bangunan utama istana berada tapi dia tidak akan sempat karena Antonio yang berwujud naga terlihat langsung mengarah padanya menghancurkan sebagian bangunan dari komplek istana yang dia lewati.
"Perdana menteri naga itu mengarah kepada kita!"
"Kalau kalian tahan mereka aku adalah perdana menteri jadi kalian harus melindungiku!"
"Sial aku tidak mau aku akan pergi sendiri karena aku yakin naga itu pasti hanya mengincar perdana menteri karena naga itu adalah pangeran Antonio!"
"Benar kita tinggalkan saja perdana menteri dan menyelamatkan diri kita sendiri."
"Apa yang kalian katakan, apa kalian ingin mengkhianatiku!"
"Maaf perdana menteri tapi kami juga berhak untuk melindungi diri kami sendiri, jadi..?"
"Apa..? arrk..!"
Seorang Knight istana yang biasa mengawal perdana menteri Tristania sampai perdana menteri itu terjatuh dan terguling-guling menuruni tangga, Knightnya sendiri yang sangat dia percaya telah mengkhianatinya.
Tubuh perdana menteri akhirnya berhenti dengan cukup banyak luka benturan di tubuhnya tapi dia masih tersadar.
"Brengsek aku bersumpah akan membalas kalian semua, kalian semua akan di siksa sampai mati!"
Perdana menteri Tristania meneriakkan itu pada prajuritnya tapi para prajurit knight itu hanya sedikit menatapnya kemudian bergegas pergi meninggalkan perdana menteri yang menyedihkan itu.
Antonio memang sudah tidak memiliki kesadarannya sendiri sesaat setelah berubah menjadi seekor naga tapi kesadaran lain mengendalikan tubuhnya dan menyadari serta merasakan kebencian terhadap manusia yang berada di hadapannya.
"Tunggu pangeran Antonio, tunggu aku mohon jangan bunuh aku, aku akan setia padamu tidak aku bersumpah akan setia padamu dan melakukan apa saja agar kamu mengampuniku."
Perdana menteri Tristania yang begitu menyedihkan, percuma saja dia memohon pengampunan karena saat ini kesadaran Antonio sudah menghilang dan di kendalikan kesadaran lain yang penuh kemarahan sebagai seekor naga liar.
"Rarrrr..!"
"Tidak..!"
Perdana menteri Tristania mati seketika saat tubuhnya berada di antara rahang seekor naga yang kemudian menelannya secara utuh.
Ketakutan menyebar di seluruh ibukota Elius saat mereka melihat dari jauh bagaimana seekor naga mengamuk dan menghancurkan komplek istana mereka yang berada di atas bukit.
Semua orang berlarian dengan panik meninggalkan ibukota itu untuk menyelamatkan diri dan raja Elius serta keluarganya juga meninggalkan istana mereka melalui jalan lain.
"Hah apa-apaan ini bagaimana bisa seekor naga mengerikan seperti itu bisa tiba-tiba muncul dan menghancurkan kotaku, pasti ini adalah oleh pangeran brengsek itu yang menggunakan kekuatan sihir pemanggilan untuk mendatangkan seekor naga.?"
Raja Elius mengatakan di dalam kereta kudanya yang melaju ke gerbang barat kotanya, dia belum tahu apa yang sebenarnya terjadi karena dia hanya di peringatkan oleh prajurit istana untuk mengungsi karena seekor naga telah terlihat di kaki bukit komplek istananya.
__ADS_1
"Yang mulia sepertinya salah satu komandan prajurit milik tuan Azel menyusul kita dengan kudanya."
"Kalau begitu suruh dia mendekat dan masuk ke kereta kuda kita untuk menjelas apa yang sebenarnya terjadi."
"Baik yang mulia."
Penasehat kerajaan langsung membuka pintu kereta kuda yang masih melaju itu dan memberikan sinyal dengan tangannya agar komandan itu mendekat ke kereta kuda raja.
"Ada apa?"
"Yang mulia raja Elius ingin berbicara denganmu jadi cepat masuk kedalam kereta kuda."
Komandan itu melompat dari kudanya dan masuk kereta kuda berlutut kepada rajanya di dalam kereta.
"Komandan Winar jelaskan apa yang terjadi sebenarnya dan mana perdana menteri Tristania?"
"Yang mulia maafkan hamba tapi Perdana menteri Tristania tidak selamat, beberapa prajurit telah melihat bagaimana pangeran Antonio yang berwujud naga menelan tubuhnya."
Raja Elius menatap komandan Winar dengan rasa penuh keterkejutan dan berbicara.
"Maksudmu naga itu tidak di panggil dengan sihir summon yang di miliki pangeran Antonio melainkan naga itu adalah pangeran Antonio sendiri, bagaimana bisa itu terjadi?"
"Yang mulia tapi itulah yang terjadi pangeran Antonio memiliki kekuatan yang sangat dahsyat, dia memang bisa di hentikan waktu berwujud manusia meski itu sulit tapi sekarang sudah mustahil jadi hamba langsung memerintahkan semua prajurit untuk mundur dan melarikan diri meskipun banyak dari mereka yang akhirnya tidak berhasil."
Raja Elius terdiam karena tidak menyangka kalau pangeran Antonio memiliki kekuatan bagaikan dewa, jadi dia berpikir 'kalau sejak awal pangeran Antonio sudah tahu kalau kerajaan Elius bukanlah tandingan dan dia menyembunyikan kekuatan sejatinya selama ini, memang aku sudah kawatir saat mengetahui kalau Komandan Fenia yang setia pada pangeran bisa berubah menjadi raksasa yang sekuat mahkluk sekelas Titan tapi pangeran Antonio berubah menjadi seekor naga itu sudah terlalu berlebihan, tidak ada kesempatan lagi untuk bisa menang menghadapi kerajaan Remaria.'
"Penasehat Gildan setelah kita sampai ke kota Finisal segera umumkan genjatan senjata terhadap Remaria dan Republik Navia Utara."
"Yang mulia Raja Elius maafkan hamba meskipun itu adalah keputusan terbaik saat ini tapi hamba tidak yakin apakah pihak Remaria dan pihak Republik akan mau menerimanya, apalagi setelah kejadian yang menunjukkan keunggulan pihak musuh di mana kita telah kehilangan ibukota kita. kita juga sudah mengambil alih kota Wraska dari Republik Navia Utara."
"Keadaan kita benar-benar terbalik bahkan aku sebagai raja Navia di paksa untuk meninggalkan ibu kotaku, kita harus bisa menghentikan perang yang kita mulai bagaimanapum caranya."
"Yang mulia raja Elius itu cukup sulit tapi mungkin kita bisa sedikit bernegosiasi dengan pihak musuh bila kita menawarkan kota Wraska kembali kepada pihak Republik Navia Utara."
"Apa yang kamu katakan kita tidak bisa menyerahkan kota Wraska karena kota itu memang adalah milik kita yang leluhur kita ambil dari runtuhnya kerajaan Galdamar jadi pikirkan cara lain."
"Tapi yang mulia kemungkinan besar kita juga akan kehilangan ibukota Elius setelah pasukan kerajaan Remaria sampai di sana, kita harus menghentikan pihak Remaria mengerahkan pasukan utama mereka untuk berperang melawan kita di sini, kota Wraska akan adalah harga yang jauh lebih murah untuk di tawarkan dalam negosiasi tapi hamba berjanji akan berusaha semampunya agar tidak perlu sampai menyerahkan kota utara itu."
Raja Elius tidak berbicara lagi karena penasehat Gildan pasti sudah tahu apa yang harus dia lakukan.
Kejutan besar di ibukota Elius akan menunjukkan supremasi pangeran Antonio dan kerajaan Remaria di benua barat, tidak akan ada negeri lain yang akan sembarangan lagi untuk menyinggungnya secara langsung atau mereka akan mengalami apa yang sudah terjadi di ibukota Elius saat ini.
.
__ADS_1