
Azel membawa sekelompok assassin untuk mengejar rombongan Antonio yang bergerak ke utara. Assassin yang di bawa Azel bukanlah assassin biasa mereka adalah orang-orang terbaik yang di latih khusus sebagai pasukan rahasia kerajaan Navia.
Dinginya udara dan putihnya salju di sepanjang jalan ke utara membuat pasukan Republik sedikit kelelahan, tapi mereka masih tetap bergerak dengan kuda mereka mengawal kereta-kereta yang di naiki Pangeran Antonio dan menteri Nikof.
Seekor elang putih terlihat terus terbang di langit di atas rombongan Republik dan tidak butuh waktu lama sampai assassin dari kerajaan Navia dapat segera melacaknya. Para assassin kerajaan Navia hanya tinggal melepaskan elang terlatih itu dan mengikuti saat elang itu terbang memberitahukan target mereka dari jarak yang sangat jauh.
Dengan kecerdasan dan kemampuan melacak dari assassin kerajaan Navia mereka berhasil menyusul rombongan Republik bahkan menyiapkan jebakan di jalan yang akan di lewati oleh Antonio.
Para assassin berpencar bersembunyi di bawah salju dan atas bahkan pohon cemara menyamarkan tubuh mereka dengan baik bahkan ada beberapa yang bersembunyi cukup jauh untuk menyergap target yang melarikan diri.
Lembah dan perbukitan serta beberapa pohon cemara di kejauhan semuanya tampak putih tidak ada tanda-tanda monster atau apapun yang akan menyerang rombongan Republik, bahkan Erin petualang kelas Thief tidak merasakan kehadiran musuh sama sekali dan hanya suara keras dari burung elang di atas langit yang sesekali terdengar.
Target dari assassin sudah berada di tengah perangkap yang mereka siapkan dan beberapa prajurit pengawal yang berkuda tiba-tiba terjatuh dari kereta kudanya.
"Apa yang terjadi arrk..?!!"
"Arrkk..?"
"Serangaan..Ugh..!!"
"Semua bersiap..!!"
Prajurit langsung bersiaga penuh mengelilingi kereta kuda untuk bertahan tapi mereka belum dapat melihat musuh mereka, membuat mereka menjadi sangat kawatir dan akhirnya seorang prajurit pengawal lainya kembali terjatuh, prajurit lain menyaksikan ada sebuah jarum beracun yang biasanya digunakan pemburu di utara untuk membuat targetnya pingsan.
Menteri Nikof segera membuka sedikit pintu kereta kudanya dan bertanya pada Prajurit pengapnya.
"Komandan katakan apa yang sebenarnya terjadi.?!"
"Menteri Nikof kita di serang dan beberapa prajurit kita telah di lumpuhkan.!"
"Apa perampok tapi di mana mereka..?!"
Menteri Nikof bertanya karena di sana tidak terlihat adanya musuh.
"Menteri Nikof musuh menyerang dengan jarum bius sambil terus bersembunyi jadi cepat tutup pintu keretanya ini terlalu berbahaya.!"
"Baik aku serahkan pada kalian."
Antonio juga berada di salah satu kereta kuda bersama Marta, Zaza dan Priest Anastasia, sementara Erin terlihat di depan mengendarai kereta kuda itu.
"Antonio kita di serang.!"
"Erin kamu bisa melacak keberadaan mereka.?"
"Sangat sulit sepertinya mereka sangat ahli dalam bersembunyi, tunggu aku bisa melihat salah satunya berada di atas pohon.!"
Erin mengatakan itu dan beberapa prajurit yang mendengarnya langsung menatap ke atas mencari musuh di atas pohon.
"Semua waspada mereka juga berada di bawah salju..!!"
__ADS_1
"Apa..? Arkkk..!!"
Erin memberikan peringatan saat menyadari ada musuh bersembunyi di bawah salju, Erin dapat melihat sedikit gerakan salju tempat musuh bersembunyi tapi para prajurit kesulitan mendeteksi keberadaan mereka, hingga peringatan itu sudah sangat terlambat dan beberapa prajurit langsung di sergap dan tertusuk oleh pisau.
"Serang...!!"
Lebih banyak bandit yang bahkan beberapa melompat ke atas kereta kuda dari pohon yang cukup tinggi menyerang prajurit yang bertahan mengelilingi kereta kuda, Antonio bergegas turun dari kereta sambil berbicara pada rekanya.
"Kita juga harus menghadapi mereka, Zaza Serang musuh yang bersembunyi di pepohonan dan Erin bantu Zaza menemukan mereka, Anastasia dan Marta kalian tahu apa yang harus di lakukan."
Antonio langsung mengeluarkan Great Sword Of Hell Fire membantu melawan musuh yang datang tapi terlihat beberapa jarum pembius langsung menusuk tubuh, Antonio kebal terhadap racun jadi jarum itu langsung Antonio cabut dan kembali menyerang para para perampok yang dapat bertarung dengan hebat itu.
"Sialan mereka bukan perampok biasa, prajurit kalian harus tetap bisa bertahan."
Antonio berpikir, mereka bukan perampok biasa bahkan sebagian besar prajurit telah di kalahkan dengan serangan cepat mereka.
"Itu target kita serang habisi dia..!!"
Antonio langsung bersiap karena para bandit langsung datang mengincar dirinya dan Antonio berusaha bertahan. Sementara Marta juga mengeluarkan sihir serangan air.
"Triple water spears..!!"
"Arrrkk..!!"
Tiga tombak air melesat melembus tubuh beberapa bandit yang menyerang mendekati kereta kuda dan Priest Anastasia Fokus menyembuhkan Prajurit yang terluka dengan sihirnya.
"Zaza di sebelah sana..!!?"
Zaza terus menembakan anak panah ke atas pohon dan Erin juga menyerang dengan pisau lempar menjatuhkan satu-persatu bandit yang bersembunyi di atas pohon.
Tapi masalahnya para bandit yang menyerang lebih unggul, serangan kejutan mereka benar-benar tidak terdeksi hingga banyak korban dari prajurit pengawal menyusahkan beberapa saja yang masih bisa bertarung.
Antonio tidak pernah menduga hal ini dan dia menjadi sangat marah, hingga Antonio mengeluarkan kekuatan dari pedang Hell Fire.
"Fire Bursh..!!"
Api menyembur dari pedang besar Antonio membakar beberapa tubuh bandi tapi sebagian bandit dengan sangat cepat dan lincah dapat menghindari serangan api itu.
"Sialan mereka bukan bandit biasa kemampuan mereka bahkan lebih baik dari prajurit bayaran.?"
"Antonio mereka assassin..!!"
"Erin jadi bandit yang menyerang kita adalah Assassin.!?"
"Itu jelas kemampuan mereka mirip dengan yang di miliki ibuku yang seorang Assassin."
Ibu dari Erin adalah assassin tentu Erin cukup tahu dengan kemampuan seperti itu.
"Kurasa kamu memang benar tapi sebagian besar Prajurit kita sudah mereka kalahkan, Assassin memang sangat merepotkan."
__ADS_1
Assassin mengepung mereka dari segala arah dan marta segera menyiapkan mantra Sihir tapi dengan cepat sebuah jarum pelumpuh mengenai lenganya membatalkan sihir itu, dan tubuh Marta terlihat langsung lemas dan hampir terjatuh.
"Hahaha.. tidak akan kami biarkan magic caster itu dapat merapalkan mantra sihirnya.?"
Seorang Assassin mengatakan itu dan Antonio tahu mereka bukan musuh yang akan mudah di kalahkan, kelemahan kelas magic caster seperti Marta adalah membutuhkan waktu cukup lama untuk merapalkan mantra dan itu bisa mudah di gagalkan dengan serangan cepat ke arah tubuhnya dan Antonio juga tidak mungkin dapat menggunakan tongkat sihir juga.
"Siapa sebenarnya kalian semua.?!"
"Pangeran Antonio sangat bodoh bila kami memberitahukan siapa kami lagi pula tidak ada gunanya karena anda akan segera mati assassin serang..!!"
"Rarrrr....! Kalian para Assassin kotor tidak akan aku biarkan, Rarrr.!"
Antonio berteriak dan berbicara sangat keras dia menggunakan skill yang pernah dia gunakan untuk mengendalikan mahkluk di hutan Argamir saat merebut kembali kota Hiran, suara itu begitu memekakan telinga hingga semua orang tidak kuat menahan suaranya, meskipun pihak Antonio juga terkena dampaknya tapi ia terpaksa menggunakan itu karena kondisi terdesak.
Hanya segelintir prajurit yang masih hidup dan tidak mungkin Antonio dapat melindungi semua rombongan dari kepungan Assassin sebanyak itu.
"Dasar Pangeran Brengsek apa yang kamu lakukan..?!"
"Rarrrrr..!!"
Antonio terus berteriak suaranya sangat menggema dan memekakan telinga hingga seorang Assassin di depan Antonio langsung terlihat tersungkur karena tidak kuat.
Para assassin masih memegang menutup telinga mereka karena suara keras itu masih membuat telinga mereka sakit dan berdengung. Antonio segera menyiapkan pedangnya untuk menghabisi para Assassin yang tidak siap itu tapi suara gemuruh lain terdengar jauh dari atas bukit.
"Gawat saljunya longsor..!!"
"Apa..!"
"Komandan Azel bagaimana sekarang kita harus menyelamatkan diri kalau tidak kita akan terkubur salju.!?"
"Dasar bodoh kita harus memastikan kematian Pangeran Antonio, kita tidak punya banyak waktu semua kepung dan serang pangeran Antonio bunuh dia sebelum kita pergi.!"
"Sialan longsoran salju akan segera sampai di sini, semua cepat selesaikan semua ini bunuh pangeran itu..?"
"Ya..!!"
Semua assassin segera berkumpul mengepung Antonio dan mengabaikan para prajurit yang lain dan Antonio tidak menyangka kalau suara dari skillnya malah membuat salju longsor, tapi Antonio segera berpikir ini juga akan membuat para Assassin yang sebenarnya menargetkan dirinya lebih fokus pada Antonio, jadi Antonio berbicara pada prajuri dan rekan tim petualangnya yang terlihat akan datang membantu menghadapi para assassin.
"Zaza, Erin bawa Marta ke dalam kereta dan yang lain juga semua prajurit masuk ke dalam kereta.!"
"Tapi pangeran kami tidak mungkin membiarkan anda bertarung sendiri."
"Dengarkan kata-kataku bila kita semua ingin selamat, cepat masuk ke dalam kereta kuda aku akan menghadapi semua Assassin itu dan melindungi kereta kuda kita.!"
"Tapi..?"
"Itu perintah cepat pergi, aku akan mengeluarkan kekuatanku.!"
"Baik yang mulia pangeran Antonio."
__ADS_1
Para prajurit segera bergegas menuju kereta kuda dan membawa beberapa rekan mereka yang masih hidup, senmentara Antonio bersiap sendirian menghadapi sangat banyak assassin yang mengepungnya.